Lele Lela- Bisnis Kuliner Pecel Lele Beromzet Miliaran

Beberapa tahun silam, seorang manajer perusahaan swasta bernama Rangga Umara yang terancam di PHK karena perusahaannya pailit mulai memikirkan jalan baru bagi hidupnya.
 
Setelah jatuh bangun memulai bisnis, akhirnya tercetuslah ide bisnis kuliner pecel lele yang dinamai Lele Lela. Lela sendiri tidak memiliki makna khusus yang filosofis. Lela merupakan kependekan dari kata ‘lebih laku’. Dari brand itu Rangga berharap bisnisnya itu menjadi lebih laku.
Rangga melihat pecel lele merupakan bisnis yang memiliki prospek bagus. Pasalnya pecel lele merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang begitu populer, apalagi harganya sangat terjangkau dan rasanya juga enak. Disisi lain pecel lele merupakan bisnis yang tidak mengenal krisis. Alasannya, bahan baku ikan lele mudah didapat serta marjin penjualan tinggi.
Jika pecel lele yang biasa kita makan merupakan lele goreng biasa dengan baluran sambal kacang (sambal pecel). Berbeda dengan pecel biasa, pecel Lele Lela hadir lebih inovatif. Pecel Lele Lela mengusup konsep kuliner pecel tapi modern. Menu-menu yang disajikan seperti menu yang kita jumpai dalam restoran-restoran mahal.
 

Dari Omzet Rp 3 Juta per Bulan, Hingga Miliaran

Ketika memulai usaha, Rangga mengalami berbagai macam cobaan, dari hanya untung Rp.20 ribu, hingga untung Rp. 200 ribu, itupun yang membeli keluarganya sendiri.
Kemudian, Rangga memutuskan untuk pindah lokasi karena tidak potensial. Pada saat itu, ada sebuah warung di kawasan yang strategis tapi sepi, akhirnya Rangga menawarkan sebuah kerja sama pada warug tersebut. Setelah negoisasi, pemilik warung meminta setoran Rp. 1 juta setiap bulan, dan Rangga menyetujuinya.
Warung didesain sedemikian rupa, juga variasi menunya yang inovatif membuat omzet Rangga berubah signifikan dari Rp 20 ribu, meningkat menjadi Rp. 3 juta.
Akan tetapi, ditengah mulai berjalannya bisnisnya, Rangga ditinggalkan oleh kokinya dan bahkan ia membuka usaha sendiri di bidang yang sama. Tapi itu tak kemudian menyurutkan semangat Rangga, perubahan omzet yang signifikan  membuat Rangga semakin berapi-api.
Untuk melebarkan sayap bisnisnya, dan supaya brand pecel Lele Lela lebih dikenal masyarakat maka Rangga mengubah arah bisnisnya menjadi waralaba (franchise).
Benar, gerai pecel Lele Lela kini telah mencapai ratusan buah, dan tidak sampai 5 tahun Rangga telah mencapai keuntungan sebesar 8.2 Miliar per bulan. Betapa pendapatan yang sangat fantastis!
Baca juga: Harvest Crisps, Bisnis Keripik Sayuran Beromzet Ratusan Juta
350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!