Lister Sebagai Tempat Investasi Mimpi

Lister.co.id – yang merupakan tempat untuk kursus atau melakukan bimbingan belajar Bahasa, ternyata lebih dari itu. Lister juga menyediakan berbagai macam layanan yang tidak semua bimbingan belajar miliki.

Selain mendapatkan program belajar Bahasa, kamu juga bisa melakukan hal lainnya di Lister, contohnya bagi kamu yang ingin belajar atau kuliah ke luar negeri, Lister juga menyediakan program untuk persiapan meraih mimpi mu itu! Di Lister kamu akan dibimbing mulai dari menyiapkan dokumen, jasa translate dokumen, sampai mencari beasiswa yang tepat untukmu!

Atau mungkin bagi kamu yang sedang ingin belajar Bahasa inggis untuk menunjang pekerjaanmu, Lister juga hadir untuk membantumu!

Lagi-lagi tidak hanya untuk sekedar belajar Bahasa, Lister.co.id secara spesifik juga menyediakan program untuk keahlian-keahlian yang dibutuhkan pekerjaan tertentu, contohnya bagi anda yang merupakan seorang customer sevices, perawat atau profesi lain yang memang membutuhkan keahlian dalam berbahasa inggris, ada baiknya kalian mencoba untuk mengikuti kelas bahasa inggris di Lister.

Karena tidak hanya akan pintar berbahasa inggris, tetapi juga dibekali pengetahuan-pengetahuan dan informasi-informasi yang berhubungan dengan profesi terkait, dan pastinya akan sangat berguna!

corporate clients lister co id
lister

Selanjutnya yang mungkin menarik untuk dibahas lebih lanjut adalah mengenai program pembimbingan beasiswa.

Bagi kamu yang merupakan seorang pemburu beasiswa untuk kuliah di luar negeri dan ingin meningkatkan kemampuan bahasa anda serta ingin mendapatkan bimbingan persiapannya, kamu perlu mencoba program di Lister ini. Yaitu program Program Pendampingan Beasiswa atau sering disebut “Scholarship Mentoring Program”.

 Dengaan mengikuti kursus ini, kamu akan diajari seluk beluk kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, tidak hanya itu, program ini sudah terbukti meningkatkan peluang dalam lolos dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri, karena kamu akan betul-betul dibimbing dan di arahkan secara step by step untuk mendapatkan berbagai beasiswa yang tersedia di seluruh negara, contohnya beasiswa LPDP, AAS, DAAD, Chevening, Fullbright, Erasmus Mundus dan beasiswa Top lainnya.

Bimbingan ini dimulai dari pendaftaran hingga keberangkatan nantinya, dan masih banyak keuntungan lain jika mengikuti program mentoring beasiswa di Lister.

Program mentoring ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu

  1. Document Preparation

Kelas online ini terdiri  untuk menyiapkan Curriculum Vitae (CV), Surat Penerimaan (LoA), Surat Rekomendasi, Surat Motivasi, Rencana Penelitian. Intinya semua persiapan yang harus anda lakukan ketika anda menginginkan beasiswa di luar negeri.

Di sini juga kamu akan dibantu untuk menyiapkan dan mendapatkan informasi mengenai apa saja yang harus dibutuhkan dan diperlukan. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan bimbingan untuk pendaftaran kampus dan cara mencari beasiswa yang tepat

  • Scholarship Masterclass

Program online yang membantu Anda menerapkan berbagai beasiswa dari A hingga Z yang diawasi oleh penerima beasiswa. Di scholarship masterclass ini kamu akan dibimbing untuk menyiapkan segala hal disamping berkas.

Dari mulai bimbingan membuat motivation letter , hingga cara menjawab interview yang benar. Hal ini juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan saat melamar beasiswa. Karena itu dengan meengetahui cara yang tepat bisa membuat peluang lolosmu semakin besar!

  • Document Translation

Kelas ini berisi tentang persiapan  dokumen beasiswa Anda. Bahkan Lister sendiri akan membantu adalah dalam menyiapkannya.

Itulah alasan kenapa anda harus segera daftar kursus di Lister sekarang juga.  Jangan sampai anda membuang waktu anda untuk belajar namun tak efektif sama sekali. Dengan Lister semua masalah anda akan diatasi.

Belajar Bahasa Inggris Lister.co.id

Business Communication – Berkomunikasi Bisnis Menggunakan Bahasa Inggris

Yap, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Business Communication’ yang mana melanjutkan bahasan kita pada artikel sebelumnya mengenai Business English skill, yaitu: Berkomunikasi Bisnis Menggunakan Bahasa Inggris.

Menindaklanjuti artikel mengenai kebutuhan Bahasa Inggris IELTS pada bidang bisnis yang lalu, tentu akan sangat menarik untuk dibahas. Pasalnya, kebutuhan berbahasa Inggris saat ini bahkan sudah merasuk keranah yang begitu spesifik hingga dibidang bisnis dan finansial sekalipun.

Karena itulah pada Lister.co.id – artikel kali ini akan dibahas mengenai materi yang cukup krusial untuk dipelajari, yaitu berkomunikasi bisnis menggunakan bahasa inggris, guna memudahkan para pembelajar tersebut.

Business Communication sebagai bagian dari Business English.

Pada artikel sebelumnya, materi mengenai Bahasa Inggris dalam dunia bisnis (Business English) sedikit banyak sudah dibahas. Secara umum, materi ini biasa dikaji pada bidang pelatihan dan pendidikan Bahasa Inggris yang spesifik atau biasa dikenal juga dengan istilah English for Specific Purposes (ESP).

Bidang ini membicarakan fungsi kebahasaan dalam suatu ranah praktis yang ditujukan untuk kegunaan-kegunaan tertentu. Tentu saja hal ini didasarkan pada asas kebutuhan dari sektor yang bersangkutan. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan yang telah menginvestasikan biaya spektakuler hanya untuk kepentingan pengedukasian para pelaku usahanya.

Dari situlah spesifikasi-spesifikasi baru akhirnya terbentuk, yang mana juga melahirkan sebuah fokus studi baru yaitu Bahasa Inggris guna kepentingan komunikasi bisnis atau dikenal dengan nama Business English Communication.

Tujuan dari fokus studi ini adalah untuk pengembangan kemampuan Bahasa Inggris yang dapat dipergunakan dalam berkomunikasi pada konteks profesional. Kemampuan-kemampuan ini dianggap penting untuk dikuasai oleh para SDM suatu perusahaan guna meningkatkan kualitas kerja mereka. Selain itu, dengan menguasai kemampuan Bahasa Inggris yang baik, kesempatan baru untuk berkarir-pun akan terbuka bagi para SDM tersebut.

Pokok pembahasan Business Communication.

Inti dari business communication sendiri terletak pada pemaparan materi-materi pelatihan dan pendidikan Bahasa Inggris yang difokuskan pada elemen-elemen kebahasaan dengan tema yang sejalan dengan keperluan bisnis.

Karena itulah, hal-hal seperti pemberian kosakata Bahasa Inggris (vocabulary) tematik, pengembangan kemampuan berbicara dan menulis (speaking and writing skill) baik dalam konteks interaksi sosial dan ranah professional, pengenalan terminologi atau istilah-istilah Bahasa Inggris yang umum dipergunakan dalam negosiasi bisnis, perbincangan melalui telepon, menyusun kerangka email dan laporan, juga presentasi profesional, biasa di bahas pada kajian ini.

Sudah banyak lembaga pelatihan yang juga membuka program spesialiasasi dibidang ini. Beberapa diantaranya menawarkan pelatihan dalam jangka waktu yang cukup fleksibel, mengingat para konsumennya yang merupakan para pelaku bisnis dengan rentang jadwal yang cukup padat. Pada umumnya, program pelatihan yang ada akan menekankan pada langkah-langkah yang kurang lebih sama:

  • Kelas kursus

Program pelatihan biasanya akan diawali dengan sebuah kelas kursus yang terdiri dari beberapa pertemuan. Kelas bisa dilakukan secara konvensional dengan bertatap muka secara langsung maupun kelas daring (online) melalui situs-situs tertentu.

  • Proyek magang

Setelah fase kelas kursus terlewati, program pelatihan biasanya akan memberikan kesempatan bagi para muridnya untuk mempraktekkan kemampuan serta muatan yang telah mereka peroleh dikelas. Praktek ini biasa dilakukan dalam bentuk mini-proyek ataupun proyek magang.

  • Pemberian sertifikat kompetensi

Setelah proses pelatihan dan pengukuran kecakapan dirasa cukup, lembaga-lembaga pelatihan akan mengisukan sertifikat-sertifikat kompetensi yang dapat hadir dalam bentuk fisik maupun elektronik (e-certificate).

Business Communication – Cakupan kompetensi dan kecakapan.

Cabang keilmuan ini sendiri mulai mengalami peningkatan kepopuleran pada dekade akhir abad ke-21. Melihat animo yang ada, penerbit dan institusi keilmuan terkemuka seperti Cambridge sekalipun bahkan ikut memberikan perhatian lebih dalam pengembangan bidang keilmuan ini. Hal ini dapat terlihat dengan diterbitkannya lima edisi buku yang khusus membahas mengenai kebahasaan Inggris pada ranah bisnis.

Menurut buku berjudul English for Business Communication yang disusun oleh Sweeney (2003), terdapat lima pokok konteks komunikasi yang perlu dibahas: bersosialisasi (socializing), telepon (telephoning), mempresentasikan informasi (presenting information), partisipasi pada pertemuan (participation in meetings), serta menangani negosiasi (handling negotiation). Kelima pokok tersebut lantas dibagi menjadi lima belas materi yang membahas masing-masing kemampuan (skill) secara spesifik. Ke-limabelas skill tersebut adalah sebagai berikut:

  • Membangun relasi (Building relationship)

Kemampuan membangun relasi adalah sesuatu yang vital dalam dunia profesional, karena itulah hal ini perlu ditekankan secara seksama. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang mampu membuka suatu perbincangan, mempertahankannya melalui suatu pemahaman lintas budaya, serta bagaimana cara menyambut relasi bisnis dengan baik.

  • Budaya serta hiburan (Culture and entertainment)

Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang mampu memahami bagaimana cara menyenangkan hati relasi mereka. Pahami budaya relasi agar mengerti apa yang dapat membuat mereka senang. Gunakan ekpresi-ekpresi yang sopan dalam mengajak, menerima dan menolak undangan, serta bagaimana etiket dalam melakukan perjamuan bisnis.

  • Meninggalkan pesan melalui telepon (Leaving a message through telephone)

Mampu untuk berkomunikasi melalui telepon juga merupakan fokus kajian yang penting. Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang melakukan persiapan ketika hendak menelpon. Pelajari juga bagaimana cara menerima telepon, menerima dan meninggalkan pesan, meminta dan memberikan pengulangan ucapan, serta batasan-batasan yang bersifat sekretarial.

  • Kemampuan memberikan umpan balik melalui telepon (Feedback over the phone)

Kemampuan ini menekankan pada hal-hal teknis yang dapat dilakukan melakui telepon. Pahami kepatutan dalam menelpon sesuai budaya lawan bicara. Pelajari juga cara bagaimana membuat sebuah jadwal janji temu, mengganti jadwal, serta bagaimana mengakhiri sebuah panggilan.

  • Kemampuan menyelesaikan masalah via telepon (Problem-solving over the phone)

Kemampuan lainnya juga terdiri dari bagaimana menyelesaikan masalah secara sopan sesuai dengan budaya lawan bicara sehingga tidak menimbulkan sebuah problematika baru. Hal ini mencakup kemampuan bagaimana melakukan sebuah penyelesaian-masalah serta pengajuan keluhan (complaint).

  • Merencanakan dan mempersiapkan presentasi (Planning and preparing presentation)

Kecakapan dalam melakukan presentasi juga ikut menjadi fokus pembahasan komunikasi bisnis. Pelajari tehnik-tehnik presentasi serta persiapannya, bagaiamana cara mengatur audiens, serta struktur pembuka presentasi.

  • Penyusunan modul presentasi (Compiling presentation module)

Kuasai cara menyajikan bantuan-bantuan visual yang dapat membantu membangun pemahaman serta impresi positif mengenai bahan bahasan, cara penyampaian informasi yang dikandungnya, serta mendeskripsikan perubahan-perubahan.

  • Sistematika ketika presentasi (During the presentation)

Kemampuan komunikasi juga perlu dibangun melalui bagaimana mempertahankan perhatian audiens ditengah-tengah presentasi, pendalaman mengenai struktur inti presentasi, mengurutkan informasi, mengaitkan ide-ide, serta bagaimana mengurutkannya.

  • Mengakhiri presentasi (Ending the presentation)

Kemampuan mengakhiri presentasi diukur dari kecakapan dalam tiga hal: mempersiapkan struktur akhiran presentasi, meringkas dan menyimpulkan, serta membuka sesi diskusi-pertanyaan.

  • Meningkatkan efektifitas pertemuan (Maintaining meeting effectiveness)

Hal pertama yang perlu dikritisi adalah bagaimana agar mampu mengerti kriteria meeting yang baik, memposisikan atase-atase, serta menyusun tujuan suatu meeting.

  • Pelaksanaan pertemuan (Running a meeting)

Pastikan kemampuan komunikasi ketika meeting berlangsung, dikuasai secara menyeluruh. Hal-hal seperti pemahaman mengenai struktur pengambilan keputusan, menyatakan dan menanyakan pendapat, serta kemampuan menginterupsi dan menangani interupsi perlu untuk dikuasai.

  • Mengakhiri pertemuan (Ending a meeting)

Bahasan ini mencakup kemampuan seseorang dalam mempertanyakan dan memberikan klarifikasi, pengajuan penundaan keputusan, serta mengakhiri suatu meeting.

  • Mengawali negosiasi (Preparing negotiation)

Pastikan kemampuan-kemampuan dalam mempersiapkan negosiasi telah dikuasai seperti jenis-jenis negosiasi, persiapaannya, serta mempersiapkan pernyataan pembuka.

  • Berlangsungnya negosiasi (During negotiation)

Inti dari negosiasi ini sendiri terletak pada kemampuan seseorang dalam melakukan hal-hal seperti: menawar dan memberikan kelonggaran, menerima dan mengkonfirmasi, serta meringkas dan mempersiapkan langkah kedepan.

  • Mengakhiri negosiasi (Ending the negotiation)

Dan kemampuan komunikasi terakhir berada pada bagaimana seseorang mampu untuk memahami jenis-jenis pelaku negosiasi, berurusan dengan konflik yang muncul, cara menolak tawaran, serta mengakhiri negosiasi ketika kesepakatan tidak ditemukan.

Maka itulah penjabaran mengenai cakupan dari ranah business communication. Untuk lebih memahami secara mendetil tentang materi-materi diatas, referensi yang dapat dibaca merupakan buku terbitan Cambridge yaitu: English for Business Communication oleh Simon Sweeney (2003). Didalam buku tersebut, seluruh materi diatas dibahas secara lengkap dan mendalam.

Conversation For Teens – Ungkapan Gaul Kekinian dalam Bahasa Inggris!

Yap, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Conversation For Teens’ yang cukup menarik, mengingat materi ini masih berhubungan erat dengan beberapa materi perbincangan atau conversation yang lalu, yaitu: Ungkapan Gaul Kekinian dalam Bahasa Inggris.

Jika pada artikel mengenai conversation sebelumnya kita telah membahas mengenai bagaimana materi pembelajaran mengenai kemampuan komunikasi tersebut terjadi pada jenjang anak-anak dan orang dewasa, kali ini kita akan membahas pada jenjang “peralihan” yaitu remaja atau teenager.

Tentu saja materi perbincangan untuk jenjang remaja pun akan berbeda baik jika dibandingkan dengan dewasa maupun anak-anak. Maka pada artikel kali ini akan dibahas mengenai materi itu guna memudahkan para pembelajar tersebut.

Pembelajaran Bahasa Inggris untuk remaja (conversation for teens).

Pembelajaran Bahasa Inggris untuk remaja akan sedikit berbeda dengan pembelajaran untuk anak-anak. Jika pada artikel sebelumnya kita sudah sedikit membahas mengenai perbedaan penyampaian materi Bahasa Inggris untuk anak-anak dan pembelajar yang lebih matang, maka kali ini kita masih akan berkutat dengan cara materi yang kurang lebih sama.

Meskipun penyampaian materi pada jenjang ini tidak terlalu memiliki perbedaan dengan cara penyampaian materi kepada pembelajar yang lebih muda, namun kajian dari materi-materi pembelajaran dari Bahasa Inggris untuk jenjang ini sudah diluar dari kajian ilmu tersebut.

Pembelajaran Bahasa Inggris untuk remaja sudah termasuk kedalam cabang keilmuan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua/Asing atau yang disebut juga sebagai English as Second/Foreign Language (ESL/EFL).

Pada pengklasifikasiaannya, pembelajaran untuk remaja tidak dibedakan dengan pembelajaran pada orang dewasa, meskipun secara penyampaiannya lebih cenderung seperti halnya pada anak-anak. Atas dasar itulah mengapa model pembelajaran ini dianggap peralihan: mengadopsi kedua elemen bentuk model-model pembelajaran tersebut.

Letak persamaan yang diadopsi oleh model pembelajaran Bahasa Inggris untuk remaja terhadap model bagi pembelajar yang lebih muda, terletak pada tingkat kepadatan materi yang masih perlu di jaga agar tidak terlalu padat.

Meski begitu, beberapa ahli berpendapat bahwa pembelajar jenjang remaja sudah dirasa memungkinkan untuk pengajaran keilmuan secara eksplisit (explicit learning) – yang mana berbeda dengan pembelajaran pada anak-anak yang menggunakan pendekatan implisit (implicit learning).

Materi Perbincangan (Conversation) untuk remaja.

Perbincangan pada remaja dapat lebih difokuskan untuk membantu mereka bersosialisasi dalam dunia pergaulan. Meski para remaja bisa dikatakan sudah cukup menguasai kemampuan-kemampuan komunikasi mendasar, namun muatan-muatan tertentu masih perlu diberikan agar mereka dapat lebih menguasai unsur-unsur komunikasi yang lain khususnya dalam perbincangan.

Maka ekpresi-ekspresi maupun kalimat-kalimat yang berhubungan dengan perbincangan juga cukup konstekstual ketika diberikan pada jenjang ini, mengingat perihal diatas. Meski begitu, muatan yang ada tidak perlu terlalu basik seperti yang dipaparkan pada jenjang anak-anak, ataupun terkotak-kotak seperti yang dibahas pada pembelajaran untuk dewasa.

Untuk materi yang akan dibahas pada artikel ini, beberapa fokus yang diberikan juga hanya akan bersifat fundamental jika dilihat dari fungsinya. Beberapa ekspresi yang berhubungan dengan kehidupan tema sehari-hari seperti jargon, idiom, slang, dan istilah-istilah pergaulan sosial kekinian yang lain akan ditampilkan sebagai inti pembahasan.

Hal ini dilakukan dengan maksud agar unsur afeksi dari para remaja dapat dilibatkan guna menunjang keefektifitasan pembelajaran, serta meningkatkan kemampuan kognisi remaja dalam hal kemampuan berkomunikasi di ranah sosial.

Conversation for teens – Jargon, idiom dan slang.

Dan berikut ini adalah beberapa istilah dalam pergaulan sosial yang kekinian beserta contoh kalimat dan artinya di dalam Bahasa Indonesia. Dengan menggunakan berbagai istilah ini, diharapkan para remaja akan menjadi lebih tertarik mempelajari dan mempraktekkan materi-materi Bahasa Inggris yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi, khususnya perbincangan.

Jargon, Idiom, & SlangContoh Kalimat
Bahasa InggrisBahasa IndonesiaBahasa InggrisBahasa Indonesia
ExtraLebay (berlebihan)He’s so extra, I heard him crying!Dia lebay batt, begitu aja nangis!
SnatchedKerenWow, your bike is snatched!Wew, motor lau keren!
 Big yikesOgah batt/bett (Enggan sekali)Me? Cleaning the chicken coop? Big yikes!Bersihin kandang ayam? Ogah bett!
FinstaAkun bayangan/dual-akun (akun sosmed samaran)He’s not posting it on his account, but in his finsta.Dia gak posting di situ, dia posting di akun satunya.
FlexPamerHe tries to flex all his girls in his post.Dia pengen mamerin gebetan-gebetannya di snap/story.
No capCiyus (Serius?)She sees Randy know, no cap.Dia jadian sama Randy sekarang, ciyus.
I’m deadNgakak (Tertawa terbahak-bahak)Dude, I’m dead!Cok, ngakak!
HighkeyBatt/bett (Banget)I highkey wanna do some vacation, man!Pengen batt gua liburan cok!
SlayGG/Good game (Hebat)Man, you’re so slay in that thing!Cok, GG batt lau!
Straight fireOP /Over powered (Terlampau hebat-yang paling)That game character is straight fire!Hero itu lagi OP batt!
Spill the teaNgegosip (menceritakan kabarnya)Clair and Johnny? Just spill the tea!Claire jadian sama Johnny? Ceritain dong!
CD9/Code 9BubarThe teacher is coming in, CD9!Pak guru dateng, bubar-bubar!
ShookBaperThe drama is so touchy. I feel shook!Drama-nya ngena batt. Jadi baper…
CurveDitolak (dalam berpacaran)She smoothly curves him, dude!Dia ditolak alus, cok!
LMIRL (Let’s Meet in Real Life)COD (Cash on Delivery)/Kopdar (Kopi DaratCan I see the goods? LMIRL.Bisa liat barangnya? Sekalian COD, gan.
Turn upGas (Lakukan)Uncle Patt invites us to go to Bromo with him, TURN UP!Om Patt ngajak kita ke bromo bareng, GASS!
TBT (Throwback Thurday)Throwback (Membahas yang sudah lalu)TBT to the time we go to Jogja together…Throwback pas dulu kita jalan bareng ke Jogja…
GrindGarapThe assignment? I just grind it, man!Tugas? Baru aja gua garap, cok!
MuploadShare Feed/Snap (di sosial media)Gal, mupload that ish to the Whatsapp Group!Gaes, share di grup dong!
Can I get an amen?Mana suaranya…For all the 2020 graduates, can I get an amen?Bagi semua yang lulusan tahun 2020, mana suaranya…
Kk (OK)Y (Ya)A: We will come over, okay?
B: Kk.
A: Kita mampir ya? B: y
Is that a thing?Lagi viralI heard that experts finally found the COVID vaccines, is that a thing?Aug denger ilmuan udah nemuin vaksin COVID, lagi viral ya?
YasssWoyoooWe will have remission for the next semester fee, YASS!Kita bakal dapet keringanan UKT untuk semester depan, WOYO!
Hastgag (#)Hastgag (#)-menekankan sesuatuThe cost of gas is so cheap #IdontcareHarga bensin lagi murah #bodoamat
Killin’ itSeru batt/bettDude, that match was killin’ it!Cok, match yang tadi seru batt!
Dat (that)Ntu (itu)Dat thing, dude!Yang ntu, cok!
Fam (family)Bonyoks/Bokap (Ayah) & Nyokap (Ibu)– merujuk kepada keluargaMy fam will stay at home due to the COVID.Bonyoks aug di rumah aja nih karena COVID.

baca juga

    Dan itulah beberapa istilah yang biasa digunakan dalam dunia sosial kekinian ala pergaulan remaja. Masih banyak istilah lain yang biasa digunakan oleh para remaja sekarang ini. Perkembangan kebahasaan seperti diatas memang tidak bisa dicegah karena salah satu sifat bahasa autentik adalah bentuknya yang dinamis dan selalu berkembang. Kita hanya tinggal menyaring sekiranya bahasa mana yang patut digunakan dan dipertahankan guna menunjang kehidupan sosial dan pergaulan.

    TOEFL iBT Preparation – Kiat Menumbangkan TOEFL iBT!

    Yap, selamat datang pada artikel Test Preparation, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘TOEFL iBT Preparation’ yang cukup menarik minat, terlebih bagi mereka yang memiliki rencana untuk mencoba dalam waktu dekat ini, yaitu: Kiat Menumbangkan TOEFL iBT!. Jika pada artikel test preparation sebelumnya kita telah membahas mengenai tips-tips menghadapi IELTS, kali ini kita akan membahas salah satu bentuk tes Bahasa Inggris yang lain, dimana tes yang satu ini dirasa sudah cukup familiar bagi kebanyakan orang, yaitu tes TOEFL. Karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas mengenai materi yang menarik untuk dibahas, yaitu kiat-kiat menumbangkan TOEFL guna memudahkan para pembelajar tersebut.

    Mengenal lebih dalam tentang TOEFL.

    Mungkin dibeberapa kesempatan kita pernah mendengar istilah ini disebut-sebut dengan ‘khidmat’-nya. Ya, standar kompetensi Berbahasa Inggris yang satu ini memang begitu masif pengaruhnya pada berbagai sektor. Tidak hanya didalam negeri, bahkan beberapa hal yang berkaitan dengan urusan keluar negeri-pun juga terkadang memerlukan kecakapan berbahasa yang diakui oleh standar kompetensi tes ini. Lantas pertanyaan yang paling cocok untuk membuka bahasan adalah: Apakah TOEFL itu sebenarnya?

    Seperti yang sudah digadang-gadang diatas, TOEFL atau Test of English as a Foreign Language,adalah sebuah tes kecakapan dan kompetensi berbahasa Inggris yang terstandar, dimana biasa diperuntukkan untuk orang-orang yang merupakan bukan penutur asli (non-native speaker). Dikarenakan bentuk dan penekanannya, TOEFL biasa digunakan sebagai dasar kemampuan Berbahasa Inggris untuk peruntukkan-peruntukkan yang berhubungan dengan perihal akademis seperti standar masuk universitas dengan Bahasa Inggris sebagai pengantar, atau syarat pertukaran pelajar ke negara-negara luar. TOEFL merupakan salah satu dari dua tes kompetensi Bahasa Inggris yang paling terkemuka didunia – dimana yang satunya adalah IELTS.

    Berbeda dengan IELTS yang cenderung ‘bersandar’ pada Inggris-British, ‘atmosfir’ kebahasaan TOEFL lebih ‘bernuansa’ Inggris-Amerika. Hal ini mungkin sedikit-banyak dipengaruhi oleh institusi yang menaunginya, bernama Educational Testing Service (ETS), yang memang bermarkas di Negeri Paman Sam. ETS merupakan organisasi pengujian dan penilaian swasta nirlaba terbesar di dunia. Didirikan pada tahun 1947, organisasi ini merancang dan mengatur tes TOEFL di seluruh dunia. ETS akan secara resmi menerbitkan laporan skor dalam bentuk sertifikat yang mana berlaku selama kurun waktu dua tahun dan dapat dipergunakan dalam melengkapi persyaratan di berbagai institusi.

    Hingga saat ini, terdapat beberapa jenis tes TOEFL yang tersedia, yang mana diantaranya hanya akan berlaku untuk urusan tertentu, dan yang lainnya dapat digunakan dibanyak kesempatan. Tes-tes tersebut diantaranya:

    • TOEFL Official (Resmi)

    Merupakan tes TOEFL yang benar-benar diselenggarakan oleh organisasi ETS dan dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan diseluruh dunia. Jenis TOEFL ini sendiri dibagi lagi kebeberapa bentuk sesuai dengan media yang digunakan: Internet-Based Test (iBT); Computer-Based Test (CBT); dan Paper-Based Test). Sedangkan di Indonesia sendiri, pada bentuk TOEFL ini, yang paling umum dan dapat diakses adalah iBT.

    • TOEFL Intitusional Testing Program (ITP)

    Merupakan jenis TOEFL yang biasa dikeluarkan oleh lembaga atau institusi kebahasaan dengan pola tes yang serupa dengan versi official yang dikeluarkan oleh ETS. Tes ini biasanya hanya bisa digunakan oleh keperluan-keperluan internal lembaga/institusi, ataupun keperluan-keperluan lain dalam lingkup dalam negeri. Jenis TOEFL yang satu ini bisa dikatakan memiliki jangkauan yang terbatas – karena itulah diiringi juga dengan tingkat kesulitan yang lebih mudah.

    Dan pada materi kali ini, akan khusus dibahas mengenai TOEFL iBT dan beberapa kelengkapannya seperti karakteristik tes ini, spesifikasi media yang digunakannya, sistem skoring, beserta tips dan kiat-kiat jitu dalam menghadapinya.

    Karakteristik tes TOEFL.

    Jenis tes ini diperkenalkan oleh ETS sendiri pada tahun 2005. Semenjak kemunculannya, tes iBT-pun secara bertahap mulai mengantikan kedudukan dari CBT (computer-based test), hingga pada tahun 2006 dimana akhirnya benar-benar dihentikan dan menjadi tidak valid. Dengan munculnya jenis tes ini, kendala dari TOEFL sendiri, yang mana sering mengalami antrian yang membludak hingga terkadang perlu menunggu berbulan-bulan, sekarang bisa diminimalisir. Walhasil, dengan tes yang dilakukan dengan media internet, waktu antrian-pun dapat dipangkas hingga hanya perlu menunggu paling lama 1-4 minggu saja.

    Seperti yang sudah sedikit dibahas diatas, tes TOEFL sendiri lebih sering diperuntukkan untuk keperluan-keperluan yang berhubungan dengan perihal akademis. Hal ini didasarkan pada bentuk-bentuk ujian yang dilangsungkan oleh TOEFL sendiri serta pola kebahasaan yang lebih cenderung beratmosfir saintifik dan biasa dipergunakan diperguruan-perguruan tinggi/universitas. Dalam sekali TOEFL iBT biasanya memakan waktu total hingga kurang-lebih empat jam, yang dibagi dalam empat sesi. Masing-masing sesi mewakili kemampuan yang akan diujikan. Deskripsi dari masing-masing tesnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

    No.Mata UjiDeskripsiAlokasi waktu
    1.Reading3 sampai 4 paragraf, masing-masing terdiri dari 10 pertanyaan.54-72 menit
    2.Listening5 sampai 7 paragraf, masing-masing terdiri dari 5–6 pertanyaan.41-57 menit
    3.BreakIstirahat.10 menit
    4.Speaking4 kegiatan.17 menit
    5.Writing2 kegiatan.50 menit

    Dalam perihal penilaian ataupun skoring, TEOFL iBT sendiri menggunakan sistem yang akan sedikit dideskripsikan berikut ini:

    • Skor TOEFL iBT berkisar diantara rentang 0 sampai 120 poin.
    • Masing-masing mata uji memiliki nilai maksimal hingga sebesar 30 poin, dimana hasil dari masing-masing mata uji nantinya diakumulasi untuk mendapatkan total nilai akhir.
    • Masing-masing kegiatan di mata uji speaking biasa memiliki skor mentah yang berkisar antara 0-4, sedangkan untuk kegiatan mata uji writing memiliki skor mentah yang berkisar antara 0,0-5,0. Masing-masing dari skor mentah ini nantinya akan dikonversi kedalam skala 0-30 sebagai nilai akhir.

    Tips dan kiat-kiat untuk tes TOEFL.

    Setelah dibahas mengenai materi tentang karakteristik TOEFL itu sendiri, berikut ini adalah tips dan kiat-kiat untuk menaklukan tes TOEFL:

    • Dalam mengerjakan mata uji reading, paragraph yang diberikan terbilang panjang dan dengan topik yang bervariasi. Biasakan diri untuk mengenali berbagai tipe pertanyaan yang mungkin nantinya akan dihadapi. Kuasai semua jenis pertanyaan yang ada seperti: benar-salah, parafrasi, dan sinonim kosakata. Biasakan membaca paragraf yang ada dengan teknik scanning: menyeluruh dan tanpa melompat-lompat. Hal ini akan memudahkan dalam mencari ide pokok serta informasi terntentu yang ada didalam paragraf.
    • Untuk menghadapi mata uji listening, hal pokok yang perlu diperhatikan adalah kemampuan untuk mencatat. Ketika ujian berlangsung, rekaman akan dimulai terlebih dahulu sebelum muncul pertanyaan-pertanyaan. Tantangan yang ada adalah ketika rekaman yang diberikan nantinya terbilang panjang. Disitulah mengapa diperlukannya kemampuan mencatat yang baik. Perbanyak latihan mencatat berbagai informasi. Jika memungkinkan, cobalah untuk mengganti kata-kata tertentu yang sering muncul dengan simbol-simbol agar proses mencatat dapat lebih cepat dan ringkas.
    • Pada mata uji speaking, berbeda dengan tes IELTS yang mana kita akan berhadapan dengan seorang penguji yang merupakan penutur asli, iBT TOEFL akan menggunakan media internet. Karena itu tips yang terpenting adalah biasakan untuk banyak-banyak mencatat. Pada mata uji ini biasanya kita akan berbicara mengenai sebuah materi yang akan dipaparkan terlebih dahulu – dititik ini lah kemampuan kita menyerap suatu informasi dan memaparkannya kembali menjadi sangat penting. Perbanyak melatih diri dalam mencatat menggunakan outline (kerangka tulis) yang dapat ditemukan dari berbagai sumber pelatihan TOEFL dan internet.
    • Sama halnya seperti IELTS, mata uji writing pada TOEFL iBT juga terdiri dari dua sesi, yang mana salah satunya terdiri dari penulisan essai secara independen pula. Pastikan dalam menghadapi mata uji ini agar sudah menyiapkan kerangka tulis dari awal sehingga nantinya kita hanya perlu menambahkan informasi-informsi berkaitan dengan topik yang diberikan.

    Dan itulah pembahasan mengenai TOEFL iBT. Perbanyak latihan dan persiapan sebelum kita benar-benar memutuskan akan mengambil tes tersebut karena tentu saja, tes-tes official TOEFL yang diisukan oleh ETS pusat memerlukan biaya yang tidak sedikit dan bahkan bisa dikatakan terbilang mahal. Jangan sampai akhirnya hanya akan membuang-buang uang ya!

    TOEFL ITP Preparation – Kiat Menumbangkan TOEFL ITP!

    Yap, selamat datang pada artikel Test Preparation, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘TOEFL ITP Preparation’ yang akan melengkapi bahasan tentang tes TOEFL sebelumnya, yaitu: Kiat Menumbangkan TOEFL ITP!. Yap, tepat pada artikel test preparation sebelumnya kita telah membahas kiat-kiat dalam mempersiapkan diri menghadapi TOEFL iBT. Namun kali ini, kita akan membicarakan bentuk tes TOEFL yang lain sebagai referensi bagi mereka yang masih penasaran mengenai bentuk-bentuk tes TOEFL. Karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas mengenai materi yang menarik, yaitu kiat-kiat menumbangkan TOEFL ITP guna memudahkan para pembelajar tersebut.

    Selayang pandang tentang TOEFL

    Bahasan mengenai TOEFL sudah sedikit-banyak dibahas pada artikel lalu. Secara umum, TOEFL memang memiliki beberapa bentuk yaitu TOEFL iBT sebagai pengganti TOEFL CBT, (yang mana sudah dibahas secara ringkas pada artikel sebelumnya), serta TOEFL ITP yang akan dibahas pada kesempatan kali ini. Namun sebelum kita membahas pokok-pokok materinya, akan lebih baik kita sedikit membahas tes TOEFL secara umum terlebih dahulu guna memudahkan pembaca yang lain. TOEFL adalah kepanjangan dari Test of English as a Foreign Language, sebuah tes kecapakan berbahasa yang mengukur tingkat kompetensi Bahasa Inggris. Tes ini umum dipergunakan untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat akademis maupun saintifik seperti syarat masuk perguruan tinggi atau universitas dan keperluan-keperluan ilmiah lainnya.

    Tes ini dirancang untuk mengukur tingkat kemampuan berbahasa bagi para bukan penutur asli (non-native speaker). TOEFL dinaungi sebuah organisasi pengujian dan penilaian akademis swasta nirlaba yang bernama Educational Testing Service atau ETS. Lembaga ini lah yang mengatur berbagai hal yang berhubungan dengan TOEFL seperti perizinan, penerbitan sertifikat, penentuan standar, pelaksanaan tes, hingga pemberlakuan ke-valid-an dari tes itu sendiri. ETS berlokasi di New Jersey, Amerika dan juga memiliki alamat tambahan di Princeton. Meski ETS didirikan sejak tahun 1947, namun sistematika TOEFL sendiri pertama kali diberlakukan pada tahun 1964.

    Lembaga dibawah naungan ETS yang khusus untuk mengurus keberlangsungan TOEFL sendiri berjumlah kurang lebih 4500 lokasi dan tersebar di 165 negara di seluruh penjuru dunia. Dalam sekali tes, TOEFL biasa mengeksekusi kurang lebih sebanyak 2,3 juta orang, tersebar dari berbagai benua yang ada. Dikutip dari halaman resmi ETS, terkhusus untuk bentuk tes TOEFL ITP, mereka tidak melayani pendaftaran penyelenggarakan tes secara perseorangan. ETS hanya memberikan layanan perizinan resmi atau official yang dapat diisukan oleh mereka kepada lembaga-lembaga atau institusi-institusi baik keilmuan ataupun kebahasaan. Lembaga ini nantinya dapat menyatakan bahwa mereka dibawah naungan ETS dan juga menjadi penyelenggara TOEFL ITP yang mereka tunjuk dinegara tersebut sebagai perkawilan resmi.

    Karena itulah, TOEFL ITP umumnya hanya berlaku didalam cakupan wilayah tertentu saja dan tidak bisa digunakan untuk keperluan dan kepentingan global yang lain. ETS sendiri sudah melayani TOEFL ITP 2500 instansi di lebih dari 50 negara, yang mana setiap tesnya dapat mengeksekusi sedikit-banyak 800,000 tes. Pelaksanaan TOEFL ITP sendiri dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari lembaga atau institusi keilmuan dan kebahasaan yang menyelenggarakannya. ETS menjamin bahwa TOEFL ITP yang mereka isukan dapat bersifat fleksibel, reliabel dan juga sesuai kebutuhan. TOEFL ITP yang diisukan pun dapat disesuaikan berdasarkan besarnya kelas, peruntukkan dari tes, dan varian situasi-situasi lainnya.

    Karakteristik tes TOEFL ITP.

    Seperti yang sudah sedikit dijelaskan pada materi diatas, pembahasan artikel kali ini akan berfokus pada jenis tes TOEFL ITP. Dikarenakan jenis TOEFL ini merupakan model ‘pelimpahan amanat’ dari ETS kepada lembaga-lembaga yang mereka akui, pelaksanaan tes-nya pun menjadi bervariasi sesuai keputusan dari masing-masing lembaga. Penilaiannya-pun berbeda dengan TOEFL iBT maupun IELTS, yang mana skoring TOEFL ITP berkisar pada rentang 310-677 poin. Namun terdapat aturan standar yang biasa dijadikan acuan. Maka berikut ini beberapa karakteristiknya:

    No.Mata UjiDeskripsiAlokasi waktu
    1.ListeningTerdiri dari 50 soal yang terbagi dalam 3 sesi berbeda.30-40 menit
    2.Structure and
    Written Expression
    Terdiri dari 40 soal yang terbagi dalam 2 sesi berbeda.25 menit
    3.Reading ComprehensionTerdiri dari 50 soal.55 menit

    TOEFL ITP dapat digunakan untuk keperluan-keperluan seperti berikut:

    • Tes evaluasi dan penempatan (evaluation and placement test) di instansi keilmuan dan kebahasaan;
    • Keperluan-keperluan lembaga-lembaga kedinasan dan pemerintahan;
    • Persyaratan-persyaratan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pada perguruan tinggi dan universitas, serta;
    • Persyaratan beasiswa baik dalam dan luar negeri.

    Tips dan kiat-kiat untuk tes TOEFL ITP.

    Dan itulah selayang-pandang mengenai TOEFL secara umum. Maka berikut ini beberapa tips dan kiat-kiat menaklukan TOEFL khususnya TOEFL ITP:

    • Pahami materi-materi tatabahasa atau grammar mendasar. Beberapa diantaranya sudah pernah di bahas pada artikel English Program sebelumnya seperti part of speech, dan sentence structure. Selain itu ada juga topik-topik yang lain seperti subject and verb agreement, irregular verb, serta singular and plural form.
    • Petunjuk atau instruksi pada sesi mata uji listening sebagian besar adalah sama. Usahakan agar kita dapat ber-multi-tasking ketika instruksi tersebut dibacakan sehingga dapat dipergunakan untuk kepentingan yang lebih penting.
    • Perbanyak penguasaan kosakata, baik secara tulis maupun lisan. ini akan sangat membantu hampir disemua sesi yang ada. Dengan fondasi kemampuan kosakata yang mumpuni, bisa dipastikan kita sudah mengantongi keberhasilan sebesar 25%.
    • Paparkan diri sebanyak mungkin dengan produk-produk kebahasaan yang berhubungan dengan pemakaian Bahasa Inggris. Tidak hanya membaca atau belajar dari kamus saja, tetapi juga cara-cara kita dalam mencari kesenangan seperti mendengarkan lagu, menonton film, bermain game, menyaksikan video YouTube, membaca komik, dsb, usahakan mengkonsumsi produk-produk tersebut yang berbahasa pengantar Inggris.
    • Jika dilihat dari skala prioritasnya, terlebih dahulu tekankan pada pembelajaran materi-materi yang berhubungan dengan struktur dan tatabahasa (structure and grammar). Materi-materi ini dapat menjadi fondasi dan basis yang baik untuk materi-materi yang lain. Setelah itu, paparkan diri dengan konteks-konteks materi tulis serta latih kemampuan membaca. Ini akan memudahkan kalian ketika memasuki materi yang lebih sulit seperti listening dan writing. Terakhir, sembari berbarengan, dalami kemampuan menulis dan mendengar dengan sebanyak mungkin melatih dua kemampuan tersebut.
    • Pada sesi ujian reading, usahakan agar penggunaan waktu bisa seefisien mungkin dikarenakan sesi ini yang paling banyak menghabiskan waktu. Kerjakan soal-soal yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum memfokuskan diri pada soal yang lebih sulit. Di beberapa bagian, kita tidak perlu untuk membaca paragraf atau passage yang bersangkutan untuk menjawab soal terlebih dahulu – langsung kerjakan saja soalnya sembari mencari informasi yang dibutuhkan untuk menjawab pada paragraf.

    Dan itulah pembahasan secara umum mengenai TOEFL ITP. Sudah sangat banyak kursur, privat ataupun les yang menyediakan program TOEFL ITP preparation pada jenis layanan mereka. Soal-soal latihannya-pun juga banyak tersebar di internet. Karena itu sudah sangat mudah bagi siapa saja untuk mempersiapkan TOEFL ITP dan mendapatkan hasil yang diinginkan.

    Leave a Reply

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!