Lumpia Cik Me Me

undercover.co.id – Tidak hanya sebagai jajanan biasa, Lumpia sudah menjadi salah satu ikon dari Kota Semarang.

Makanan yang dihasilkan dari perpaduan resep orang Tionghoa dan Jawa ini memang pertama kali diciptakan di kota itu.

Sebagai pengakuan atas lumpia sebagai warisan sejarah dari kota Semarang, UNESCO menjadikannya sebagai salah satu warisan dunia tak benda.

Lumpia Cik Me Me di antara Inovasi Dan Tradisi

Meski lumpia dapat ditemukan di hampir seluruh sudut kota tersebut, ada satu restoran lumpia yang menonjol dibandingkan dengan yang lain.

Restoran tersebut bernama Lumpia Cik Meme yang sebelumnya bernama Lumpia Delight. Restoran lumpia ini sudah berdiri sejak 1870 yang diawali dari racikan Tjoa Thay Joe dan istrinya yang bernama Mbok Wasih.

Nama Cik Meme sendiri diambil dari pemiliknya Meilani  ketika meneruskan usaha ini pada tahun 2014 dari ayahnya, Tan Yok Tjay.

Awal Mula Lahirnya Usaha Lumpia

Lahirnya lumpia dibidani oleh pernikahan dua latar belakang yang berbeda antara Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasih

Sebelum menikah, keduanya merupakan penjual makanan martabak dengan resep asal tradisi masing-masing.

Pada waktu itu pak Thay Joe masih menjual penganan dengan resep berisi udang dan daging babi, sementara Mbok Wasih dengan resepnya yang berisi telur dan rebung.

Perpaduan resep milik kedua suami istri ini kemudian melahirkan resep lumpia yang dikenal banyak orang hingga sekarang

Tidak hanya menciptakan resep Lumpia, keduanya juga sukses menjadi pengusaha lumpia yang paling terkenal di kota Semarang kala itu. Usaha lumpia ini kemudian menurun kepada generasi selanjutnya hingga berkembang menjadi tiga usaha lumpia yang berbeda di generasi ketiga.

Usaha lumpia ini mulai bertumbuh ketika sampai di tangan Tan Yok Tjay hingga digelari oleh masyarakat sebagai master chef dari lumpia.

Usaha lumpia inipun akhirnya sampai di tangan Meilani yang mendapat gemblengan langsung dari sang ayah.

Perjuangan Meilani menjalani Bisnis Lumpia

Meilani sudah bersentuhan dengan bisnis lumpia milik ayahnya ketika kecil

Sebagai putri bungsu dari tiga bersaudara, hanya Meilani lah yang memiliki ketertarikan dengan bisnis lumpia.

Ia sudah mulai terlibat dalam proses pembuatan lumpia yang dijual oleh kedua orangtuanya , mulai dari ikut mendorong gerobak jualan ayahnya hingga mengaduk adonan

Kerja keras Meilani yang banyak terlibat dalam usaha sang ayah memperkenalkan lumpia kepada masyarakat luas membuatnya dipercaya untuk meneruskan usaha.

baca juga artikel category

Demi memperlengkapi kemampuannya mengelola bisnis lumpia, Meilani juga menempuh pendidikan akuntansi.

Setelah memegang langsung usaha lumpia dari kedua orangtuanya, Meilani banyak memberikan sentuhan inovasi.
Selain faktor bisnis, kecintaannyalah kepada kuliner ini yang membuatnya berambisi memperkenalkan makanan ini sebagai masakan asli Indonesia.
Cinta Meilani kepada kuliner ini tidak main-main, Meilani pernah terlibat dalam sebuah demo terhadap kedubes Malaysia yang mengklaim makanan lumpia secara sepihak.

Sentuhan Inovasi

Hingga saat ini, Lumpia Cik Me Me tidak hanya dikenal sebagai salah satu lumpia yang paling enak di Semarang, namun juga dikenal sebagai lumpia yang paling inovatif di Semarang.

Meski kerap melakukan inovasi untuk masakan lumpianya, para konsumen mengaku Meilani tidak serta merta menghilangkan sentuhan tradisional yang sudah bertahan beberapa generasi

Bentuk inovasi tersebut terlihat dari banyaknya varian rasa Lumpia Cik Me Me yang belum muncul di generasi sebelumnya.

Selain lumpia biasa yang hanya berisikan rebung dan telur, ada 5 varian isian lumpia lain yang tersedia seperti lumpia vegetarian, kepiting, kakap, daging kambing, hingga kacang mete.

Tidak hanya menciptakan varian isi baru, Cik Me Me juga cukup berani menciptakan bentuk lain dari lumpia Semarang yaitu keripik lumpia.

Menurut Meilani sang pemilik, inovasi keripik lumpia ini justru hadir karena kegundahannya terhadap daya tahan lumpia yang tidak sampai sehari.

Keripik lumpia diakui oleh Meilani bisa bertahan hingga hingga 4 bulan ke depan.

Berkat upayanya melakukan inovasi terhadap masakan lumpia, Meilani alias Cik Me Me diganjar penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

baca juga

    Setelah mendapat penghargaan tersebut, Cik Me Me bertekad untuk terus melakukan inovasi terhadap masakan lumpia hingga bisa diterima oleh dunia internasional.

    Tidak hanya berhenti hingga penghargaan saja, Meilani alias Cik Me Me juga dipercaya menjadi salah satu wakil Kamar Dagang dan Industri kota Semarang.

    Mengganti nama Lumpia Delight menjadi Lumpia Cik Me Me

    Pada waktu awal ditugaskan meneruskan usaha lumpia, tidak terpikirkan oleh Meilani untuk merubah nama usahanya.

    Sang ayah Tan Yok Tjay melalui sentuhan tangan dinginnya telah berhasil mempertahankan restoran lumpia keluarga bertahan sebagai restoran lumpia nomor satu di Semarang.

    Usaha lumpia yang diberi nama delight yang berarti menyenangkan dianggap sang ayah cukup tepat untuk menggambarkan lumpia buatannya tersebut.

    Meski memiliki maksud yang jelas dibalik penamaan Delight, Meilani pada akhirnya tetap merubah nama usahanya setelah diberi saran oleh pejabat yang berkunjung.

    baca juga

    Sang pejabat menganggap bahwa penamaan berbahasa Inggris tidak sesuai dengan karakteristik lumpia yang berasal dari Indonesia.

    Akhirnya Meilani memutuskan untuk merubah nama usaha warisan sang ayah menjadi Lumpia Ciik Me Me yang merupakan nama panggilannya.

    Keputusan pergantian nama sendiri sebetulnya bukan hal yang mudah bagi bisnis manapun.

    Resiko yang muncul bisa berupa hilangnya persepsi konsumen yang sudah telanjur melekat kepada merek yang lama.

    Namun berkat kepiawaiannya menentukan strategi rebranding dan kemampuan kepemimpinannya yang mumpuni, ia berhasil mengeksekusi rencana pergantian nama dengan baik.

    Meilani membutuhkan waktu selama 2 tahun untuk dapat merubah total merek usahanya sesuai dengan kalkulasi yang ia lakukan bersama manajemen.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!