Ma Huateng, Tencent Holdings

Ma Huateng pemilik Tencen Holdings yang menyimpan kekayaan sebesar $39,4 Milyar di tabungannya. Ia masuk ke jajaran top 10 orang terkaya di dunia menurut Forbes.

Tencent Holdings, merupakan produsen raksasa Internet China yang menempati urutan teratas bisnis di Cina. Kenaikan 0,7 persen saham China Internet Tencent Holdings menjadi rekor tertinggi HK $352 di Bursa Hong Kong menambahkan kekayaan pribadi Ketua Ma Huateng.

Penghasilan tersebut menempatkannya sebagai orang terkaya kedua di China, setelah Jack Ma. Ma Huateng pada bulan Juli 2016 menyisihkan 100 juta saham dari kepemilikan Tencent pribadinya untuk Yayasan Global Ma Huateng.

 

Ma Huateng, Chairman dan CEO Tencent Holdings

 

Pada saat itu terdapat 100 juta saham bernilai $ 2,3 miliar. Empat juta saham tersebut telah terjual habis untuk mendanai proyek baru.

Setelah mengalami kenaikan harga saham perusahaan sejak Juli lalu, 96 juta saham lainnya bernilai sekitar 4,4 miliar dolar, hampir dua kali lipat nilainya 15 bulan yang lalu.

Tencent, yang berkantor pusat di pusat kewirausahaan China selatan, Shenzhen, tidak begitu dikenal di luar China sebagai saingan Grup Alibaba, yang sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange.

Jack Ma adalah salah satu orang terkaya di China yang paling dikenal dalam bisnis dunia. Ma Huateng sendiri, dikenal sebagai seorang insinyur yang tetap low profile.

 

Tencent bersaing dengan Alibaba. Portofolio investasinya sangat luas, mencakup saham-saham di Tesla, situs perdagangan China yang terdaftar di A.S. 58.com, dan Asuransi Online ZhongAn Online. Pengaruhnya di Cina melalui platform pesan WeChat sendiri sangat besar.

Kekayaan Ma Huateng sendiri sebesar $ 39,6 miliar sekarang sudah mendekati ikon teknologi Amerika yang elok seperti Larry Page ($ 46,6 miliar) dari Google dan Sergey Brin ($ 45,4 miliar). Kekayaannya telah melampaui Steve Ballmer ($ 34,1 miliar) dan Michael Dell ($ 23,6 miliar).

Pendirian Tencent

Sektor telekomunikasi terus berkembang pesat, seiring dengan pertumbuhan masif di sektor teknologi. Tidak heran, jika para pemimpin perusahaan di bidang telekomunikasi mampu mengeruk begitu banyak keuntungan mengikuti perkembangan jaman.

Tencent Holdings, Ltd., sendiri merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terpenting di China. Tencent, dengan ikon penguinnya sangat terkenal, mengendalikan layanan instant messenger (IM) terbesar di China, yang kemudian berkembang ke layanan telepon seluler dan internet lainnya.

Lahir pada 1971, di pulau Hainan, China, Ma mendapatkan julukan “Pony” karena nama keluarganya yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti “kuda”. Saat dia remaja, pada 1993, dia pindah ke Shenzhen dan lulus dari Universitas Shenzhen dengan gelar B.S. Dalam rekayasa Software.

 

 

Setelah lulus, Ma dipekerjakan oleh China Motion Telecom Development, Ltd. Dia bekerja di pengembangan sistem paging Internet, yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan. Perusahaan ini memasok sistem tersebut kepada pemerintah China.

Setelah itu, dia meneruskan karir di Shenzhen Runxun Communications Co., Ltd., di sana ia bertanggung jawab di bidang research dan development. Dia mengawasi sistem internet perusahaan.

Pada saat itu, Ma meilihat peluang masyarakat China telah siap memiliki layanan IM-nya sendiri. Atas dasar keyakinan itulah, dia kemudian mendirikan Tencent di tahun 1998 bersama temannya.

Ma membangun Tencent dengan modal awal USD120.000, yang diperolehnya dari pasar saham. Tahun-tahun pertama mendirikan perusahaan Ma harus merangkap begitu banyak jabatan, karena perusahaan tidak memiliki karyawan dan kesehatan finansial yang baik. Jadilah Ma, merangkap jabatan dari petugas kebersihan sampai perancang situs web.

Beberapa tahun kemudian, Tencent bisa merekrut karyawan. Hal itu membuat Ma bisa memusatkan perhatian pada perencanaan strategis, penentuan posisi, dan manajemen perusahaan.

Masih merangkap banyak jabatan, di mana ia menjadi chief executive officer, executive board member, dan chairman the board.

Produk Pertama Tencent Fokus pada Pesan Teks

Pada 1999, Tencent meluncurkan produk pertamanya yang berfokus pada pesan teks, ternyata produk itu memberinya banyak keuntungan. Tak lama kemudian, setelah awalnya fokus pada produk pesan teks, Tencent mengubah penawaran dengan memberikan layanan pesan instan.

Layanan itu awalnya disebut OICQ, namun kemudian dikenal sebagai QQ. Sayangnya OICQ, menjadi salah satu dari banyak layanan IM di China yang tidak memiliki pangsa pasar yang besar.

Akan tetapi, Ma mengubah nasib perusahaannya. Ma menambah fasilitas OICQ sebagai situs download gratis. Unduhan gratis ini menarik banyak pengguna, terutama kalangan muda.

Sejak saat itu, permintaan layanan OICQ tumbuh tinggi menjadi sebanyak lima juga pengguna hanya dalam satu tahun. Masalahnya, pada saat itu, Ma dan perusahaan belum siap melayani lonjakan pengguna tersebut.

Masalah utamanya adalah ia belum sanggup membeli server atau ruang server yang dibutuhkan untuk melayani semua pelanggan ini. Kemudian, Ma mencoba menjual OICQ tapi tidak ada investor yang berminat.

Hingga pada suatu hari, perusahaan modal ventura asal Amerika menginvestasikan beberapa juta dolar AS untuk menjaga agar Tencent tetap bertahan. Dengan datangnya modal tersebut, Ma mengubah OICQ menjadi QQ.

Untuk melanjutkan kesuksesan perusahaan, Ma menawarkan nilai tambah pada QQ seperti menawarkan keanggotaan QQ, nada dering, dan layanan lainnya untuk telepon seluler, serta kemampuan untuk bisa disesuaikan dengan beberapa produk.

Lambat laun, Tencent tumbuh membesar hingga tahun 2004, Tencent sudah menjadi layanan IM terbesar di China, dengan sekira 335 juta orang atau 74 persen penduduk menggunakan layanan Tencent.

Kuntungan perusahaan tersebut pun melonjak dengan nilai USD190 juta pada 2004. Meskipun begitu, Ma tidak membiarkan Tencent larut dalam kesuksesannya.

Perluasan Tencent

Ma terus memperluas bisnis IM intinya. Ma berambisi membeli perusahaan yang bekerja di bidang baru seperti teknologi nirkabel untuk mendukung Tencent mempertahankan posisinya sebagai perusahaan nomor satu di China.

Di tahun yang sama, demi memuaskan para pelanggannya, dia pun membuat game online. Strategi ini membuat Tencent berhasil menarik lebih dari satu juta gamer online di China, menjadikannya layanan terbesar di negara tersebut.

Langkah selanjutnya, Ma mulai menambahkan e-commerce ke dalam situs konsumen, seperti situs lelang untuk anggota terdaftar dari layanan IM-nya serta melalui situsnya. Tujuannya, adalah untuk membuat layanan Tencent menjadi fokus penggunanya, karena banyak pelanggannya berusia di bawah 30 tahun.

 

baca juga

Park Hyeon-Joo , Mirae Asset Financial Group

900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri

 

Kini produk andalan Tencent adalah WeChat, aplikasi pesan instan yang ketenarannya mendunia. WeChat menjadikan Lionel Messi, pesepakbola terbaik dunia 4 kali, sebagai bintang iklannya. Pengguna WeChat kini sudah melampaui angka 270 juta.

Tencent juga mengembangkan bisnis dengan mengakuisisi situs belanja elektronik raksasa di China, JD.com. Langkah ini diyakini banyak pihak untuk menandingi Alibaba, sang penguasa belanja online.

Namun Tencent menjadi penantang yang sangat merepotkan bagi Alibaba. Semakin banyak pengguna internet yang menggunakan telepon seluler, di sinilah Tencent masuk. Mereka sudah memiliki basis dan pengalaman yang matang dalam hal aplikasi ponsel.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!