Manfaatkan Tren Selfie, Meitu Semakin Meraja

Undercover.co .id Medium Quality 45 scaled

Apa yang dicari dari sebuah ponsel pintar? Jawaban standarnya adalah: performa yang bagus, bodi yang kuat, dan desain yang enak di tangan. Namun, dewasa ini ada satu faktor lagi yang turut diperhitungkan: kamera yang bagus.

Standar yang dicari pada zaman ini adalah yang beresolusi 12 px atau lebih. Alasannya, karena kebutuhan berfoto-foto ria sudah menjadi hal pokok bagi banyak orang—khususnya kawula muda.

Foto yang diambil dengan kamera bagus akan membuat kita tampak menawan. Maka, tidak heran jika  orang yang ingin membeli ponsel di zaman sekarang akan pertama-tama mempertanyakan mutu kamera terlebih dahulu, baru yang lain-lain.

Kepentingan selanjutnya adalah mencari aplikasi yang paling pas untuk mempercantik jepretan kita. Dan melihat celah inilah, Meitu bekerja.

Meitu dan Pemanfaatan Budaya Selfie

Mulanya, gagasan untuk mengkomersialkan kegiatan swafoto alias self-ie (foto self—diri yang diambil seorang diri) tidak pernah muncul di benak siapa pun.

Meskipun kepopuleran kegiatan ini jelas ada di mana-mana. Secara psikologis, selfie menjadi budaya karena ia seperti bentuk cermin permanen yang bisa kita tonton lagi dan lagi, juga pamerkan. Ini juga membantu ketika kita memasuki situs berkencan dan ingin menarik perhatian pria/wanita yang diincar.

Sifatnya yang independen—tidak seperti candid—juga membuat kita merasa lebih bebas untuk berekspresi. Mau di kamar, taman, kantor, tertawa dengan gigi tampak atau pura-pura cemberut, semua terserah kita.

 

Tren Selfie di Tiongkok

Namun agaknya, lama-lama sekadar foto diri saja kurang. Orang-orang senang melihat versi terbaik dari mereka, selucu mungkin, semenarik mungkin, ditambah hiasan dan sticker agar semakin menarik.

Di situlah, Meitu pandai membaca peluang.

Apalagi, mereka menerapkan studi psikologis tentang apa yang paling disukai orang Tiongkok: obsesi pada muka ramping, kulit putih cerah, mata besar. Yang perlu mereka lakukan? Buat aplikasi yang membuat wajah mereka tampak seperti itu.

Sekarang ini, mengambil selfie di Tiongkok biasanya mengikuti formula berikut: pegang ponsel pintar Anda dengan sudut 45 derajat di atas, renggangkan dagu sedikit (agar double chin akibat penggemukan atau penuaan tidak terlihat), dan yang paling penting: gunakan MeituPic untuk mempercantik kulit Anda!

Saat ini, bahkan raksasa tech di Tiongkok pun tidak bisa bersaing dengan Meitu. Aplikasinya telah menjaring 360 juta pengguna bulanan, 3,9 biliun foto editan setiap bulan. Sejak 2013, MeituPic telah lebih banyak di-download daripada saingannya yang lebih dulu mapan, Baidu.

Bagaimana dengan labanya? Diperkirakan, sang founder kini mengantongi 3,7 biliun dollar lebih.

Awal Berdirinya Meitu

Meitu didirikan pada tahun 2008 oleh pengusaha yang sudah malang-melintang di banyak bidang: Cai Wensheng. Aplikasi ini menjadi yang terdepan di jajaran pasar aplikasi berbasis selfie-editing di Tiongkok.

Fungsi “dandan” di foto dan videonya bisa membuat penampakan seseorang tampak jadi lebih cerah, lebih tinggi, dan lebih ramping hanya dengan beberapa klik.

Tiongkok memang memegang standar yang tinggi soal kecantikan. Klinik operasi dan Botox mereka sangat populer di sana. Maka, tak heran jika dalam wkatu singkat, Meitu semakin disuka.

Kaum muda di Tiongkok sampai menjuluki Meitu zipai shenqi—alias “perangkat dewa untuk selfie”.

Trik dan Monetizing

Dengan investasi awal dari raksasa hardware, Foxconn, IDG Capital Partners, dan Tiger Management, Meitu semakin berjaya.

 

 

Markas mereka berdiri sekitar 20 menit perjalanan di jalanan besar Xiamen. Kampanye untuk pemasaran mereka melibatkan idola bagi para millenial Tiongkok, si cantik Angelababy. Wajah rupawan Angela memang sukses menjaring perhatian orang-orang; mereka ingin potret mereka tampak sama bening dengan idola satu itu.

Cai, si pemilik usaha, mengatakan bahwa sejauh ini mereka nomor 1 di industri Selfie. Sebab, aplikasi-aplikasi pengeditan gambar lainnya. Meskipun kompetitornya sampai 100 lebih, tapi mereka semua tetap berada di posisi dua.

Apa yang membedakannya?

Timing

Seorang pengamat dan profesor investasi dari Peking, Jeffrey Towson, mengatakan, “Saya ragu akan ada yang bisa menduga bakal datang bisnis selfie begini,” ujarnya. “Meitu membidik sesuatu yang tepat di waktu yang tepat.”

 

 

Di balik semua kesuksesannya, Meitu sempat gamang akan apa yang paling bisa mereka tawarkan untuk meraup untung sebanyak mungkin.

Ide awalnya adalah dengan memberikan advertising—iklan alias ads di aplikasi—tapi Cai menolak ide ini mentah-mentah. Menurutnya, hal demikian merusak kenyamanan pengguna.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk memusatkan penghasilan terbesar dari penjualan ponsel pintar edisi terbatas: Ponsel Meitu, khusus para penggila selfie, dengan kamera depan beresolusi 21 MP.

Harganya sekitar 2.1991 yuan (4 juta rupiah) dan di sepanjang 2013 sudah laku ratusan ribu unit. Semuanya laku dan ludes di menit pertama penjualan.

Angka itu masih terbilang kecil jika dibandingkan Xiaomi yang sukses menjual 70 juta ponsel per tahun. Ditanya soal kemungkinan untuk meningkatkan dan memperanyak barang produksi, Cai menolak. Dia masih ingin fokus pada penanganan aplikasi.

Para Pengguna Loyal

Para investor optimis bahwa tanpa pendapatan banyak pun, jumlah para pengguna yang loyal pada Meitu sudah cukup untuk menjamin kelanjutannya.

Meitu juga digadang-gadang untuk terus populer bagi generasi muda ke depan karena sifatnya yang memenuhi kebutuhan sosial mereka, yakni estetika.

Tahun ini, Cai berencana untuk memperluas cabangnya ke E-commerce dan permainan online. Dia juga berencana untuk menjaring lebih banyak pengguna dari luar dataran Cina, bertaruh orang-orang akan menyukai aplikasi untuk mempercantik seperti “BeautyPlus”, yang secara otomatis membuat kulit orang-orang di foto menjadi mulus.

Meitu juga berencana untuk memperluas jangkauannya ke Tiongkok, tempat mereka telah merilis aplikasi edit foto mereka, AirBrush, tahun lalu. Hambatannya adalah, orang-orang Amerika cenderung kurang suka mengedit foto dan menghargai yang alamiah—tidak seperti di Asia.

Tantangan-Tantangan Lainnya

Perusahaan ini juga sedang menggodok proyek-proyek lain. Platform berbagai video mereka, Meipai, misalnya, agar para pengguna bisa menggunakan produk-produk perusahaan mereka yang lain seperti SelfieCity dan Pomelo alih-alih Cuma mengambil selfie.

Kemungkinan ini juga untuk mendongkrak bisnis E-commerce Meitu di masa depan. Karena, dalam hal ini mereka harus berusaha keras untuk menyaingi Tencent dan Weibo yang dibekingi oleh Alibaba group.

Ini penting untuk diingat karena encent, aplikasi instant-messaging, bisa dibilang sudah menguasai Tiongkok dengan 700 juta pengguna aktifnya.

Namun demikian,Meipai sendiri sudah punya 170 juta pengguna. Kini pun, dia sedang berusaha menjaring lebih banyak selebritas untuk mendongkrak pemasaran dan popularitas Meitu. Karena ketika kita bertarung melawan raksasa, kita harus menjadi raksasa juga.

 

 

Baca juga

1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

Panduan Bisnis Online Terlengkap

Panduan Lengkap Pecinta Kopi

Investor Bisnis Untuk Kelancaran Usaha Anda

350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Panduan Sukses Bisnis Franchise

123 Cara Meningkatkan Omzet Penjualan

Perjalanan 185 Brand Nasional Dan Internasional

50 Daftar Lengkap Virtual Office Di Indonesia

50 Daftar Jasa Kontraktor Indonesia

50 Usaha Rumahan di Indonesia

500 Kisah Pengusaha Sukses

Kenali Daftar 99 Fintech Indonesia

 

 

Kerja Keras

Cai bukannya asing dengan kata kerja keras. Ia kini berusia 46 tahun, dan tiga puluh tahun lalu, dia keluar sekolah demi menjual kosmetik dan tas murahan di pinggiran Fujian.

Ketika Internet mulai dikenal, dia sering begadang semalaman demi menempati nama-nama domain yang bagus, meregistrasikan sebanyak mungkin prospek-prospek yang ia rasa akan berguna. Kemudian, demam dot-com menjadi sensasi.

Pada tahun 2007, bintangnya mulai bersinar. Dia menjual website domain-navigasinya, 265.com, ke Google sebesar 20 juta dollar dan mulai menginvestasikan uangnya ke berbagai startups, termasuk Baofeng-Tech. Dari situ, julukan angel investor—Investor Malaikat pun datang padanya.

Dan melihat keuletan itu, bukan tak masuk akal jika kita melihat nama Meitu semakin bersinar di masa depan. Secerah foto-foto editannya.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!