Maruli Sianipar,Sukseskan Bisnis Ulos

undercover.co.id – Sebagai Bank Sentral, Tidak banyak yang mengetahui apa saja gugus tugas dan wewenang Bank Indonesia selain mengatur suku bunga.

Padahal Bank Indonesia juga dapat berperan penting dalam perkembangan ekonomi mikro, seperti misalnya melakukan pembinaan terhadap para pelaku UKM.

Salah satu pelaku UKM yang mendapatkan uluran tangan langsung dari Bank Sentral ini adalah Pak Robert Maruli Sianipar yang membuka usaha pembuatan kain ulos.

Melalui pelatihan yang diadakan langsung oleh tenaga ahli Bank Indonesia, Pak Robert berhasil membawa ulosnya terkenal di mancanegara dan berhasil melakukan ekspor ke Malaysia dan Singapura.

Selain itu pendapatan usaha ulos milik Pak Robert juga berhasil melipatgandakan keuntungannya sebesar 4 kali lipat dan berhasil mencapai angka penjualan tertinggi sebesar 25 milyar Rupiah selama setahun.

Awal Mendirikan Usaha Ulos

Sebelum mendirikan usaha perdagangan ulos, Pak Robert Maruli mengenal usaha penjualan ulos ini dari kedua orangtuanya yang mendirikan toko ulos.

Karena berasal dari kampung penenun kain ulos, ayah pak Robert memutuskan membuka toko ulos untuk memasarkan produk ini di Medan sebagai kota terbesar di Sumatera Utara.

Pada waktu itu ayah daripada Pak Robert banyak mengambil kain ulos hasil buatan para perajin Balige, Toba Samosir yang jaraknya sekitar 240 km dari kota Medan.

Belum genap berusia 20 tahun, Pak Robert sudah bertekad untuk mengembangkan usaha penjualan ulos milik orangtuanya tersebut.

Tidak hanya dengan menambah toko, Pak Robert juga menjadikan pemukimannya sebagai pelopor kampung ulos pertama di kota Medan.

Nama kampung ulos tersebut ia beri nama Galeri Ulos Sianipar.

Dengan modal awal sebesar 400 ribu Rupiah, Pak Robert sendiri yang membeli 7 buah alat tenun non-mesin bagi pengrajin, termasuk dengan bahan baku kainnya.

Selain menyiapkan alat penenun, Pak Robert juga mengupayaan penambahan ilmu bagi para penenun ulos agar dapat menyempurnakan teknik pewarnaan.

Demi tujuan tersebut, Pak Robert rela harus bulak balik kota Medan-Bandung selama 5 tahun berturut-turut.

Dari hasil membuka perkampungan ulos tersebut, tepat tiga tahun setelahnya Pak Robert tercatat sudah membawahi sekitar 120 karyawan.

Meskipun sempat tersengat pedihnya krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998, hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun Robert berhasil menyelamatkan bisnisnya dari jurang kebangrkutan.

Pada saat itu ia harus merasakan ditinggal sebagian besar karyawan penenunnya, bahkan ia pada tahun 2000 ia justru harus bertarung dengan stigma masyarakat tentang ulos yang berubah negatif.

Berkat kegigihannya berkreasi dengan membuat turunan dari produk ulos, ia berhasil meraih kembali kepercayaan konsumen.

baca juga

    Mendapat Pembinaan Dari Bank Indonesia

    Sebelum mendapat pembinaan dari Bank Indonesia , Pak Robert bisa dibilang sudah menjadi seorang pengusaha ulos yang cukup sukses.

    Tidak lama setelah mendirikan perkampungan kain ulos, Pak Robert sudah berhasil mendirikan sebuah pabrik ulos yang diperlengkapi dengan ratusan alat tenun dan sebuah workshop ulos.

    Bahkan Pak Robert sendiri sudah memiliki 5 toko ulos sebagai kanal distribusi produk, termasuk sebuah toko yang berada di hotel mewah JW Marriott Medan.

    Dari seluruh aset produksi dan distribusi ini, Pak Robert sudah mengantongi sekitar 150 juta Rupiah perbulannya.

    Namun pada tahun 2011, karena imbas krisis ekonomi global pangsa pasarnya sempat menurun.

    Melihat usaha ulos miliki Pak Robert masih memiliki potensi untuk dikembangkan, Bank Indonesia memutuskan untuk turun tangan memberi bantuan.

    Pada waktu itu perwakilan Bank Indonesia menargetkan dapat memperluas daerah pemasaran dari Galeri Ulos Sianipar.

    Meski dibina oleh Bank Indonesia, Usaha Pak Robert sama sekali tidak mendapat bantuan dana.

    Kala itu Pak Robert menerima bantuan asistensi teknis berupa peningkatan kualitas para penenun, cara pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.

    Selain itu Bank Indonesia juga turut mendatangkan para desainer dari luar negeri sebagai konsultan desain.

    Setelah menggenggam ilmu mengenai peningkatan teknis para penenun, Pak Robert mulai berani menambah karyawan penenun yang berasal dari berbagai kalangan.

    Hasilnya, Pendapatan bisnis usaha ulos milik Pak Robert akhirnya berhasil mencapai angka 1,5 milyar perbulannya, dimana faktor penyumbang kenaikan angka penjualan ini ditopang oleh berdatangannya permintaan ekspor menuju Malaysia dan Singapura.

    baca juga

    Menjadi Pembuat Ulos untuk Pernikahan Kahiyang

    Ada kisah menarik sekaligus membanggakan yang datang dari Galeri Ulos Sianipar milik Pak Robert.

    Galeri Ulos Sianipar sempat dipercaya menjadi pembuat ulos bagi Kahiyang Ayu, putri dari Presiden Jokowi ketika melangsungkan resepsi di Kota Medan.

    Selain menyediakan ulos untuk Kahiyang, Galeri Ulos juga membuat ulos untuk aksesoris bagi 85 polisi wanita dan anggota TNI wanita yang ditugaskan untuk menjaga acara sakral tersebut.

    Pak Robert boleh berbangga karena  momentum pernikahan Putri Presiden ini juga dapat memantik rasa penasaran para tamu yang berasal dari luar Sumatera Utara kepada ulos.

    baca juga

      Mendapat Beberapa Penghargaan

      Keberhasilan Pak Robert dalam mengembangkan usaha ulos tak pelak mengundang perhatian dari instansi pemerintah.

      Tidak hanya mengapresiasi secara lisan saja, beberapa dari instansi pemerintahan tersebut juga banyak memberikan penghargaan kepada pak Robert.

      Beberapa penghargaan yang berhasil digondol oleh Pak Robert sendiri antara lain adalah Penghargaan Wirausaha Terbaik masing-masing dari Gubernur Sumatera Utara dan Walikota Medan.

      Adapula penghargaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dan Dinas Koperasi Kota Medan bahkan penghargaan dari Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan yang notabene jauh dari lokasi usaha milik Pak Robert.

      Selain itu Pak Robert bersama-sama dengan perwakilan dari Bank Indonesia juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia berkat pemecahan rekor sebuah ulos terpanjang di dunia yang mencapai sekitar 433 meter.

      Ad Blocker Detected

      Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

      Refresh
      error: Content is protected !!