Mathieu Flamini, GF Biochemicals

https://www.undercover.co.id – Para Pesepakbola terkenal di Eropa umumnya dapat menikmati hidup mewah hanya dengan mengandalkan gaji yang mereka terima.

Namun karena karir pesepakbola yang tidak terlalu panjang, banyak pemain sepakbola yang mulai mempersiapkan masa pensiun dengan membuka bisnis sendiri.

Dengan besarnya gaji yang mereka peroleh, para pemain sepakbola ini banyak berinvestasi dalam bisnis dengan nilai yang besar.

Tidak ketinggalan dengan Mathieu Flamini yang juga turut mendirikan bisnisnya sembari meneruskan karirnya sebagai pemain sepakbola.

Namun berbeda dengan kebanyakan pemain sepakbola lainnya yang banyak berinvestasi di portofolio yang umum, Mathieu Flamini memilih untuk mendirikan perusahaan biokimia demi mencegah laju pemanasan global.

Concern Terhadap Pemanasan Global

Mathieu Flamini bukanlah pemain sepakbola yang masuk dalam jajaran pemain-pemain elit di dunia.

Ia memutuskan untuk banting setir menjadi pemain sepakbola setelah berhenti dari studinya di fakultas hukum Universitas Marseille.

Setelah mengawali karirnya di klub Olympique Marseille, Flamini kemudian melenggang hingga sempat bermain untuk Arsenal dan AC Milan.

Namun karena karir sepakbola yang bisa dibilang pendek, beberapa pemain sepakbola Eropa biasanya juga berinvestasi untuk menunjang kehidupan mereka di masa depan.

Mathieu Flamini sudah mulai berpikir untuk mendirikan bisnis ketika ia pindah dari Arsenal menuju AC Milan pada tahun 2009.

Saat itu ia berhasrat untuk mendirikan perusahaan yang dapat berkontribusi untuk lingkungan.

Kepeduliannya terhadap isu pemanasan global ia tunjukkan dengan memilih menjalani hidup sebagai vegetarian alih-alih banyak mengonsumsi makanan mewah.

Mathieu Flamini, Menjalani Karir Sepakbola sambil Berbisnis di GF Biochemicals

Kepindahannya menuju AC Milan kala itu mempertemukannya dengan Pasquale Graneta, seorang investor yang kebetulan mendukung ide Flamini kala itu.

Untuk mewujudkan ide tersebut, Flamini bersama dengan Graneta banyak pergi menemui para ilmuwan-ilmuwan yang tertarik dengan idenya tersebut ditengah-tengah kesibukannya sebagai pemain sepakbola.

Flamini pada mulanya berpikir untuk mendirikan industri biofuel dengan asumsi sebagai pengganti minyak fosil pada kemudian hari.

Namun pada akhirnya ia beralih untuk mendirikan bisnis biokimia berupa asam leuvilinik berkat saran seorang ilmuwan.

Asam leuvilinik sendiri merupakan senyawa yang memiliki molekul yang mirip dengan minyak mentah, hanya saja dapat dihasilkan cukup dari makanan sisa.

Hasil sintesa dari senyawa ini bisa digunakan sebagai pengganti bahan plastik, bahan bakar, hingga industri obat-obatan.

Pada tahun 2008, Flamini bersama dengan rekannya memutuskan untuk mendirikan GF Biochemicals dimana nama GF sendiri merupakan gabungan dari akronim Granata dan Flamini.

Demi menambah kompetensi dirinya dalam bidang biokimia, Flamini mengambil kuliah singkat di University of Bedfordshire tentang ilmu Biokimia.

Flamini sendiri berulang kali menyatakan bahwa ia tidak semata-mata mementingkan keuntungan dari bisnis ini meksipun memiliki potensi valuasi hingga 30 milyar Euro di masa mendatang.

Ia mengaku lebih ingin fokus kepada bagaimana memberi solusi dan mengedukasi orang lain tentang gaya hidup ramah lingkungan.

baca juga

Merahasiakan Bisnisnya

Sebagai pemain sepakbola yang selalu berada dalam sorotan, Flamini sadar bahwa hampir tidak ada tindak-tanduknya yang bisa dirahasiakan dari kepentingan publik.

Untuk mencegah bisnisnya terlalu banyak terekspos media, ia memutuskan untuk merahasiakannya baik dari rekan sepakbolanya maupun terhadap keluarganya.

Flamini sendiri khawatir apabila performa permainannya selalu dikaitkan dengan kegiatannya berbisnis jika ia langsung memberi tahu kepada media.

Sedangkan alasannya memilih untuk merahasiakan bisnis dari orangtuanya adalah semata-mata agar tidak membuat khawatir sang orangtua mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mendirikan bisnis ini.

Pada tahun 2016, berita tentang kepemilikannnya di perusahaan GF terkuak berkat pemberitaan media di sana.

Ia mendapat banyak sambutan positif terkait langkahnya mendirikan perusahaan berbasis ramah lingkungan baik dari media Inggris setempat hingga rekan-rekan setimnya di Arsenal kala itu.

baca juga

    Pengaruh dari Sepakbola

    Meskipun merupakan dua hal yang sama sekali berbeda, Flamini mengemukakan bagaimana sepakbola berpengaruh terhadap bagaimana ia menjalankan bisnis.

    Dari sepakbola, ia mengaku mendapat pelajaran-pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupannya berbisnis seperti kepemimpinan, determinasi hingga mengambil keputusan di bawah tekanan.

    Sebagai pemegang posisi direktur pelaksana di perusahannya, kemampuannya bertahan di bawah tekanan banyak membantunya untuk menyelesaikan negosiasi bisnis.

    Selain itu bermain sepakbola juga banyak mengajarkannya tentang bagaimana mengelola resiko, suatu hal yang esensial dalam mengelola sebuah bisnis.

    Tidak hanya pelajaran dari lapangan sepakbola, Flamini juga terinsipirasi dari figur-figur lain di sepakbola termasuk dari mantan pelatihnya, Arsene Wenger dan Carlo Ancelotti.

    Dari Wenger, Flamini mengaku banyak belajar tentang bagaimana cara mengatur tim dan hal-hal lain yang berkaitan mengenai manajerial.

    Arsene Wenger memang dikenal sebagai manajer yang memiliki metode berbeda dibanding kebanyakan pelatih karena ia juga merupakan seorang profesor ekonomi.

    bac ajuga

      Langkah Bisnis Ke Depan

      Menginjak periode-periode terakhir dalam karirnya sebagai pemain sepakbola, Flamini sudah banyak menyusun rencana untuk perusahaannya.

      Bersama dengan Pasquale Graneta, Flamini menyetujui akuisisi terhadap perusahaan produksi Asam Leuvinik bernama Segetis yang berlokasi di Minnesota, Amerika Serikat.

      Melalui rencana ini, Flamini berencanan untuk mengakses paten teknologi yang dimiliki oleh Segentis untuk dapat memperlengkapi rencana produksi asam Leuvilinik di Amerika Serikat

      baca juga

      Nantinya perusahaan ini akan berkolaborasi dengan perusahaa American Process untuk membangun proyek penyulingan senyawa bioselulosa.

      Flamini juga berencana untuk menghadirkan pendidikan pascasarjana untuk bidang peningkatan bioekonomi melalui proyek BIOCIRCE

      Proyek yang dijalankan secara bersama-sama dengan Bank Intensa Sanpaolo dan produsen bioplastik, Novamont ini akan dijalankan di universitas Milan, Roma. Naples, dan Torino.

      Untuk mendukung upayanya memperkenalkan bioekonomi secara luas, Flamini berencana membangun perusahaan media bernama The Biojournal yang banyak mengulas berbagai perkembangan energi terbarukan.

      Ad Blocker Detected

      Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

      Refresh
      error: Content is protected !!