Mau Profit Dari Bisnis Waralaba? Kenali Dulu A to Z Bisnis Franchise

undercover.co.id – Bisnis Waralaba atau sering disebut Franchise adalah bisnis paling dicari saat ini , Bisnis ini diyakini menjadikan pemilik nya mengeruk keuntungan besar , tetapi sebaiknya anda mengenal lebih dahulu seperti apa dan mengapa harus berbisnis franchise.

A to Z Franchise Untuk Pebisnis Starter

Memiliki usaha sendiri yang sukses tentu menjadi impian setiap orang. Tapi tidak semuanya memiliki keberanian untuk memulainya. Sebagian besar menghadapi keragu-raguan untuk membuka usaha karena dihinggapi berbagai pertanyaan serta kebingungan seperti bagaimana memulainya, modalnya berapa, risiko apa yang dihadapi, dan lain sebagainya.

Selain itu, proses membangun usaha yang tidak bisa sukses secara instan menambah deretan alasan menunda membangun usaha. Butuh waktu serta riset yang mendalam untuk membuat usaha yang diminati atau dibutuhkan oleh pasar. Padahal, sebenarnya Anda bisa memulai usaha dengan risiko yang sudah diminimalisir dengan cara memilih jenis usaha waralaba atau franchise.

Mengapa harus Franchise?

Ada beberapa keuntungan bila Anda memilih bisnis waralaba. Dengan franchise, Anda tidak perlu repot memperkenalkan brand usaha Anda. Bagi Anda yang tidak memiliki pengalaman membangun sebuah brand, pilihan franchise tentu sangat tepat karena promosi brand dilakukan oleh pemilik brand (franchisor).

Dari sisi konsumen pasti akan lebih memilih untuk berbelanja produk atau merek yang sudah dikenal daripada produk dari bisnis baru. Imbasnya, kemungkinan sukses akan lebih besar hingga 70%. Tapi jangan lupakan bahwa cara Anda menjalankan usaha seperti konsistensi menjalankan prosedur juga menjadi faktor kesuksesan franchisee Anda.

Kenali Jenis Franchise

Di Indonesia, bisnis waralaba sudah sangat berkembang. Berdasarkan data International Franchise Association, tercatat ada 698 waralaba dengan jumlah gerai sebanyak 24.400 yang terdiri atas 63 persen waralaba dan business opportunity (BO) lokal dan 37 persen waralaba asing. Nilai omzetnya mencapai Rp 172 triliun per tahun. Peluang yang sangat menarik bukan?

Sebelum memutuskan berbisnis waralaba ini, pastikan Anda sudah mengenali jenis-jenis franchise. Secara umum ada empat bentuk bisnis franchise.

  1. Franchise produk dimana penerima franchise (franchisee) hanya mendistribusikan/menjual produk dari franchisor dengan pambatasan area.
  2. Processing/manufacturing franchise yaitu memberikan hak pada suatu perusahaan atau badan usaha untuk membuat dan menjual produk dengan merek dagang merk franchisor.
  3. Franchise system dimana franchisor menjual produk dalam bentuk paket.
  4. Group trading franchise dimana pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan oleh toko serba ada.

Cara Memilih Franchise

Banyaknya pilihan franchise saat ini, tentu membuat Anda bingung harus memilih yang mana. Jangan khawatir, simak cara memilih franchise berikut ini supaya bisnis Anda pantang gagal.

  1. Sesuaikan dengan minat atau passion Anda

Ketika akan memulai usaha franchise, Anda harus sesuaikan dengan minat atau passion Anda. Hal ini penting karena pada dasarnya Anda akan lebih bersemangat dan optimal menjalankan bisnis yang Anda sukai.

A to Z Bisnis Franchise

  1. Pastikan kredibilitasnya telah teruji

Kredibilitas waralaba menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan, karena berkaitan dengan menarik minat pasar atau konsumen. Jangan hanya memilih waralaba dengan harga murah saja, tapi pilih waralaba yang namanya sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Brand atau merek yang sudah terkenal tentu akan menjadi nilai lebih sehingga Anda tidak perlu repot melakukan promosi usaha.

 

  1. Cek legalitas bisnis waralaba

Legalitas atau izin usaha juga harus Anda perhatikan saat akan memulai bisnis waralaba. Cek izin usaha yang dimiliki oleh franchisor tersebut serta produk atau merek yang dijual dapat dipertanggungjawabkan dari segala aspek.

Anda juga harus pastikan apakah waralaba tersebut memiliki lisensi yang mencakup HAKI serta format bisnis atau Standar Operasional Prosedur (SOP) yang meliputi aspek operasional, teknis, manajemen keuangan, pengelolaan karyawan hingga membangun relasi yang baik dengan pelanggan

 

  1. Eksplorasi dan kenali Franchisor

Menggali informasi selengkapnya tentang franchise harus Anda lakukan di awal. Tanyakan hal mengenai visi dan misi franchise, reputasi bisnisnya, sejarah usaha, berapa jumlah cabang dan lainnya.

Cek juga pembagian keuntungan, sistemnya, detail dan serta Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) milik franchisor. Riset sebanyak-banyaknya hingga hal detil termasuk melakukan cross-check di lapangan tentang franchise tersebut. Dengan informasi selengkapnya, Anda dapat menganalisa apakah bisnis tersebut baik dan mampu bertahan atau tidak.

  1. Location is everything!

Memilih lokasi yang tepat dan strategis merupakan salah satu syarat penting mendirikan usaha. Untuk menarik konsumen, pilihlah lokasi di pusat keramaian seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar dan lain sebagainya. Harapannya, tentu saja peningkatan penjualan yang berimbas pada omzet usaha yang semakin besar pula.

 

  1. Dukungan penuh Franchisor

Carilah bisnis waralaba dimana franchisor memberikan dukungan penuh kepada franchisee dalam mengembangkan bisnisnya. Dukungan ini mulai dari bantuan penentuan lokasi, perekrutan karyawan, pelatihan (training) hingga pendampingan secara kontinu dalam menjalankan usaha.

 

  1. Pastikan dengan Permintaan Pasar

Dalam memilih franchise, jangan hanya terfokus pada harga yang murah atau merek yang sudah terkenal saja. Anda juga harus mempertimbangkan untuk memilih usaha yang sesuai dengan permintaan pasar. Pilih franchise yang sudah dipastikan banyak diminati oleh masyarakat. Jangan memilih franchise yang baru berupa business opportunity, karena biasanya banyak yang gugur di tengah jalan.

 

  1. Perjanjian yang jelas

Yang tidak kalah penting sebelum mulai usaha waralaba adalah perjanjian tertulis yang mengikat kedua belah pihak mengenai pembagian keuntungan. Royalty fee dan franchise fee harus jelas tercantum dalam perjanjian tersebut.

baca juga Belajar Dari 5 Bisnis Yang Dimulai Dari Modal 100 Ribu Hasil Milyaran

  1. Modal yang memadai

Tidak dapat dimungkiri, modal menjadi hal utama dalam mendirikan usaha. Namun, bila memilih usaha waralaba, setidaknya modal sudah dapat diperhitungkan di awal.

Meski demikian, Anda perlu perhatikan bahwa modal yang diberikan oleh franchisor biasanya berupa simulasi. Dalam perjalanannya, bisa saja modal Anda membengkak, atau perhitungan breakeven point (BEP) meleset dari perkiraan. Jadi, Anda harus persiapkan cadangan modal atau mempersiapkan siasat lain.

Your Thoughts