Mengenal Website Statis dan Website Dinamis

Jasa

MOORAH – Dengan adanya perkembangan zaman, semua hal-hal yang berbau teknologi juga ikut berkembang salah satunya adalah Jenis website.

Selain manfaat dan fungsinya yang terkenal banyak dan beraham ternyata website juga terbagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis website yang berdasarkan pengembangannya terbagi menjadi tiga yaitu website statis, website dinamis dan website interaktif.

Kali ini kita akan membahas dua jenis website saja yaitu website statis dan website dinamis, karena masih banyak yang belum mengetahui kedua jenis website ini.

Website statis adalah jenis website yang dimana informasi yang terkandung di dalamnya tidak dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Jadi para pengguna tidak bisa seenaknya mengubah informasi yang telah dia unggah di website tersebut. Contoh website statis adalah website yang berusia profil perusahaan.

Di dalam website tersebut terdapat banyak informasi yang tidak bisa diubah oleh para pengakses Website tersebut. Jadi untuk mengupdate website statis, menambahkan konten atau hal-hal yang berbau dengan pembaharuan para pengguna hanya bisa melakukannya dengan lokal komputer karena website statis tidak mempunyai halaman administrator.

Cara kerja website statis sendiri cukup sederhana, yaitu client (web browser) mengirimkan sebuah request (HTTP Request) kepada server, untuk kemudian server akan mengirimkan kembali hasilnya kepada browser (HTTP Response) berupa halaman statis (HTML).Adapun beberapa kelebihan website statis meliputi

  • Tidak perlu keahlian khusus pemrograman untuk bisa membuat  halaman statis.
  • Dapat dilihat langsung dengan menggunakan web browser tanpa adanya aplikasi server
  • Lebih mudah untuk website developmentkarena biasanya menggunakan bahasa pemrograman HTML

Sedangkan kekurangan website statis meliputi

  • Seperti namanya, kontennya statis tidak dapat diubah-ubah.
  • Website statis biasanya membatasi interaksi dengan pengunjung sehingga para pengunjung hanya bisa mendapatkan informasi yang disediakan website tersebut.
  • Tidak menggunakan database
  • Tidak menggunakan pemrograman PHP di server

Sementara website dinamis adalah adalah kebalikan dari website statis, website dinamis memungkinkan penggunanya untuk dapat berinteraksi secara langsung.

Dalam hal ini para pengguna dapat memodifikasi, mengubah, menambah ataupun mengurangi informasi yang berada di dalam website tersebut.

Website dinamis juga merupakan salah satu jenis website yang paling banyak digunakan saat ini. Contoh website dinamis yang sering kita gunakan adalah media sosial seperti facebook.com dan juga youtube.com.

Sedangkan cara kerja web dinamis yaitu, client akan mengirimkan request (HTTP Request) tersebut ke server (web server), kemudian server akan meneruskannya ke sisi database, ketika hasil yang direquest oleh client (web browser) tersebut match (cocok), maka database akan memberikan hasil request ke sisi server, dan server akan meneruskannya ke sisi client.

Walaupun website dinamis lebih fleksibel akan tetapi Website ini mempunyai sejumlah kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan website dinamis meliputi

  • Konten dan layout dapat berubah-ubah
  • Menggunakan pemrograman dynamic HTML (DHTML)
  • Menggunakan pemrograman server untuk mengatur perubahan data.

Sementara kekurangan website dinamis hanya satu yaitu bentuknya hang lebih kompleks sehingga mengalami kesulitan saat pencarian dengan menggunakan search engine.

baca juga

Untuk membedakan antara website statis dan website dinamis lebih mudah yaitu dengan melihat perbedaan di bawah ini

  • Website statis pada umumnya tidak ada interaksi atau campur tangan manusia, sementara website dinamis adanya interaksi dan campur tangan manusia dalam menjalankan website tersebut.
  • Pada website statis tidak ada Script dan database sedangkan pada website dinamis kedua hal tersebut sangat dibutuhkan.
  • Website statis bergantung pada programmer sedangkan website dinamis bergantung pada web administrator.
Jasa

Leave a Reply

error: Content is protected !!