Ngadem di Warung Laos

Ngadem di Warung Laos

Sedikit cerita dari perjalanan saya mengarungi Dago atas beberapa hari yang lalu, tak sengaja saya mendatangi kafe bernama Warung Laos. Kalau kamu penggemar makanan Italia mungkin sudah familiar dengan kafe yang buka juga di Jalan Eckyman (seberang Jalan Cihampelas) ini. Warung Laos memang menyediakan menu serba Italia, dari mulai pizza yang menjadi menu andalan, calzone, spaghetti dan nasi panggang serta beberapa menu Indonesia pada umumnya seperti varian nasi goreng dan sop buntut.

Kafe ini terletak setelah Stone Cafe, alamatnya di Jalan Dago Golf no.90. Letaknya memang di pinggir jalan dan agak tersembunyi, tapi kalau kamu datang malam hari kamu bisa melihat lampu kerlap kerlip di dinding kafe ini yang membentuk kata “laos”. Dari depan, kafe ini tidak terlihat istimewa, tapi ketika masuk, kamu bakal melewati lorong pendek beralas kayu yang ditutupi sedikit pepohonan yang rindang hingga akhirnya kamu bakal melihat kafe ini secara keseluruhan.

Ada dua lantai di Warung Laos, dimana ketika saya menyambangi kafe ini, lantai duanya belum dibuka, mungkin karena ketika itu pengunjungnya tidak seramai akhir pekan. Tapi tidak ada bedanya, karena pada dasarnya kafe yang bernuansa serba kayu ini merupakan kafe semi-outdoor, dimana kamu bakal merasakan hawa sejuk Bandung, atau bahkan angin kencang di hari-hari tertentu, he-he. Jadi saya sarankan jangan lupa bawa jaket kalau kamu bukan tipe orang yang kuat dengan angin besar, apalagi yang datang malam hari ke kafe ini.

Pizza salsa al tono menjadi menu pilihan saya, dengan harga Rp 46.000, pizza tipis yang dipanggang di tungku ini cocok untuk dua orang, dipadu padankan dengan ikan tuna dan irisan daun mint dan saus salsanya yang pedas, pizza ini lumayan meningkatkan nafsu makan saya di malam berangin itu. Bagi kamu yang kurang suka tuna, masih banyak pilihan pizza di Warung Laos, dari mulai beef sampai pizza es krim pun ada, penasaran kan? He-he.

Minumannya sendiri lumayan banyak pilihan, dari mulai minuman yang hangat seperti teh jahe, susu jahe, lemon tea jahe hingga green tea ada disini. Memang terdengar aneh mengkombinasikan pizza dan minuman berbau jahe-jahean, tapi bagi saya pribadi tidak masalah, karena jujur, angin yang berhembus di Warung Laos sangat kencang, dan minuman hangatlah yang bisa menyelamatkan saya dari masuk angin, he-he.

Harga minuman disini dimulai dari Rp 9000 keatas, sama dengan makanannya yang berkisar dari Rp 20.000 keatas, disarankan untuk datang ke kafe ini ketika sore menjelang malam sehingga kamu bisa melihat transisi pemandangan Bandung yang perlahan-lahan berubah menjadi kerlap kerlip lampu kota.

 

Walau citylight-nya tidak seheboh ketika saya menghabiskan malam di bukit moko, tapi yang jelas pemandangan di Warung Laos ini jauh lebih baik dari “pemandangan macet” di Warung Laos yang berada di Jalan Eckyman (karena menghadap Jalan Cihampelas).

Well, tunggu apalagi, cari tempat adem untuk curhat yang jauh dari keramaian kota? Langsung saja sambangi Warung Laos ini, jangan lupa bawa jaket atau sweater yang tebal ya guys! Enjoy your pizza

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!