Pak Bustaman, Sukseskan RM Sederhana

undercover.co.id – Siapa yang tidak pernah melihat rumah makan khas Padang di ibukota.

Dengan tampilan eksterior, menu,  serta cara penyajian yang khas, tak pelak rumah makan Padang mendapat tempat tersendiri di hati para pecinta kuliner di kota Jakarta.

Selain menu masakan rumah makan Padang yang khas, kisah-kisah perantauan dan jerih payah dibalik berdirinya rumah makan Padang ini juga dapat menginspirasi.

Salah satu rumah makan Padang yang sudah dikenal oleh banyak masyarakat khususnya di Jakarta adalah Rumah Makan Sederhana yang didirikan oleh Pak H. Bustaman.

Rumah Makan Padang yang memiliki ciri khas berupa logo mirip Rumah Gadang serta memiliki rangkiang di setiap bangunannya ini menjadi saksi perjuangan Pak H. Bustaman mengarungi kerasnya hidup di Ibukota.

Menjadi Anak Rantau

Hidup merantau seakan sudah menjadi tradisi bagi tiap-tiap pemuda Minangkabau untuk menimba ilmu mengenai dunia luar.

Sama seperti kebanyakan pemuda dari Ranah Minang, Pak Bustaman muda juga sempat merasakan beratnya harus merantau keluar dari rumah.

Pada kesempatan merantau pertama, Pak Bustaman sempat menyambangi Jambi yang berbatasan langsung dengan Sumatera Barat.

Karena pendidikannya hanya tamat hingga Sekolah Dasar, Pak Bustaman hanya berkesempatan untuk mendapat pekerjaan kasar seperti menyadap karet  hingga menjadi pelayan di rumah makan.

Karena kota Jambi pada waktu itu belum banyak terbangun, Pak Bustaman nekat untuk pindah ke Ibukota demi mendapat kehidupan yang lebih baik.

Dengan memboyong istri serta anaknya, Bustaman pertama kali menjejakkan kaki di Jakarta pada tahun 1970 dan menetap di rumah adik iparnya untuk sementara.

Namun sesampainya di Ibukota, Pak Bustaman harus langsung menghadapi masalah.

Pada waktu itu di daerahnya menetap, ia bersama dengan komunitas orang Minang rantau yang ada di Matraman harus berurusan dengan preman setempat akibat hal sepele.

Pak Bustaman, Anak Rantau Di Balik Keberhasilan RM Sederhana

Kejadian tersebut membuatnya harus menyingkir hingga daerah pejompongan  serta kembali harus menata mata pencahariannya.

Di tempat barunyalah Pak Bustaman mendapatkan ide untuk membuka sebuah rumah makan Padang meski tidak memilliki kemampuan memasak.

Pada percobaan pertama, Pak Bustaman mendapat sial karena uang hasil dagangan yang ia kumpulkan susah payah dibawa lari oleh pembantunya.

Kembali mencoba membuka usaha rumah makan, Pak Bustaman mulai dapat tersenyum karena kali ini masakannya laris manis.

Hanya saja Pak Bustaman urung melanjutkan usaha tersebut lantaran gerobak berjualannya disita oleh Satpol PP setempat.

Berturut turut setelah itu, Pak Bustaman mengalami serangkaian kejadian yang mengusik usahanya.

Mulai dari konflik dengan bibinya, bermasalah dengan preman, hingga musibah kebakaran yang menimpa tempat tinggalnya.

Titik terang akhirnya mulai datang bagi Pak Bustaman ketika ia membuka rumah makan Padang untuk kesekian kali di daerah Benhil.

Saat itu daerah Benhil lebih dikenal sebagai tempat tongkrongan anak muda pada tahun 1974.

RM Sederhana

Nasib baik menghampiri Pak Bustaman karena rumah makan Padangnya disukai oleh pelanggan dan serta relatif tidak bermasalah.

Setelah membuka cabang keduanya di daerah Roxy, Pak H.Bustaman kemudian memantapkan nama rumah makannya dengan nama Sederhana, nama yang relatif mudah diingat.

Selang 26 tahun kemudian, nama tersebut dipatenkan oleh Pak Bustaman di Kementerian kehakiman dengan nama perusahaan PT. Sederhana Citra Mandiri.

baca juga

    Buka Cabang hingga Malaysia

    Kegigihan Pak Bustaman layaknya orang Minang lainnya memang tidak bisa dipandang sebelah mata.

    Berkat sistem waralaba yang diusung oleh rumah makan Sederhana, Pak Bustaman dapat terus menyerap modal untuk mengembangkan bisnisnya.

    Berawal dari hanya mendirikan sebuah lapak, kini Pak Bustaman tercatat sudah memiliki lebih dari 100 cabang untuk rumah makan Sederhana, di mana sebagian besar merupakan milik dari para pewaralaba.

    Bahkan rumah makan Sederhana tercatat sudah membuka cabang hingga ke negeri jiran Malaysia, dimana salah satunya berdiri kokoh di daerah Chow Kit, Kuala Lumpur.

    Tidak hanya menancapkan benderanya di hampir seluruh wilayah Indonesia, rumah makan Padang milik Pak Bustaman juga berhasil mencatatkan prestasi lain.

    Rumah makan Sederhana didaulat oleh peneliti sosial Roy Morgan sebagai restoran yang paling banyak dikunjungi oleh orang Indonesia dalam kurun April 2017 hingga Maret 2018.

    Dengan jumlah pengunjung mencapai 28 juta orang, rumah makan sederhana mengalahkan rumah makan cepat saji terkemuka seperti KFC dan Mcdonalds.

    bac ajuga

      Sempat Berseteru dengan Kerabatnya

      Keberhasilan rumah makan Pak Bustaman di bawah bendera Sederhana tak pelak mengundang sengketa dalam perjalanannya.

      Adalah salah satu kerabatnya, Djamilus Djamil yang turut menggunakan nama “Sederhana” untuk rumah makan Padangnya tanpa seizin dari Pak Bustaman.

      Meskipun masih terhitung kerabatnya, Pak Bustaman tetap tidak terima dengan pencatutan nama Sederhana yang dilakukan oleh Djamilus, apalagi ia sudah mendaftarkan nama tersebut.

      Karena pernah memiliki pengalaman pahit ketika warung rumah makannya pernah direbut secara paksa oleh bibinya, Pak Bustaman memilih untuk memperkarakan hal ini.

      Setelah berhasil membuktikan bahwa nama Sederhana adalah miliknya, Djamilus akhirnya mengalah dan mengganti nama rumah makannya dengan nama “Sederhana Bintaro”.

      Setelah berdamai, Pak Bustaman justru banyak memberi kiat berusaha kepada Pak Djamil.

      Kisah sengketanya dengan Pak Djamil justru yang mendorongnya untuk mendirikan waralaba.

      baca juga

      Belajar Menjaga Kepercayaan

      Bagi Pak Bustaman, salah satu kunci sukses untuk melanggengkan usaha hingga dapat seperti sekarang sangat dipengaruhi oleh bagaimana menjaga kepercayaan kepada pelanggan.

      Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan resep masakan yang otentik seperti resep ayam pop dari RM Sederhana yang diyakini belum bisa disamai oleh rumah makan Padang lainnya.

      Selain itu, dengan selalu mengandalkan pelayanan nomor satu, Pak Bustaman menjanjikan bahwa rumah makannya dapat selalu menghadirkan kesan seperti di ranah Minang bagi para pengunjungnya.

      Ad Blocker Detected

      Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

      Refresh
      error: Content is protected !!