Panduan Menaikkan Sales Conversion di Website

undercover.co.id Panduan Menaikkan Sales Conversion di Website , Dewasa ini, website tidak hanya sekedar menyampaikan informasi terkait berita ataupun blog. Melainkan juga menjadi sebuah media untuk bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, yakni berbisnis.

Bisnis dengan website dipercaya dapat memberikan keuntungan yang lebih daripada bisnis di dunia nyata sehari-hari. Sebab, berbisnis dengan website berarti memperkenalkan bisnis produk/jasa kepada dunia.

Walau begitu, tentu terdapat tantangan sendiri untuk bisa berhasil dalam berbisnis dengan website. Maka dari itu diperlukan sales conversion atau konversi penjualan agar bisa meraup keuntungan yang berlipat ganda.

Langkah-langkah Sales untuk Meningkatkan Conversion di Website

Sales conversion berarti terjadinya suatu tindakan dari pengunjung dengan melakukan sebuah transaksi jual-beli. Dan hal ini tidaklah mudah diraih dalam berbisnis dengan website.

Penyampaian pesan agar calon customer bisa melakukan sesuai dengan apa yang diharapkan itu tidaklah mudah. Sama seperti di dunia nyata yang seorang salesman mempromosikan suatu produk/jasa, dan menggaet calon customer untuk membeli. Semua itu sulit.

Maka, untuk bisa meningkatkan sales conversion di website bisnis, dibutuhkan beberapa langkah ampuh.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar sales conversion di website meningkat.

1.      Desain website dengan ciamik

Jika berbicara soal website, tentu tampilan desain dari website adalah salah satu fokus utama pengunjung, apalagi kalau pertama kali mengunjunginya.

Desain website yang cantik dan nyaman di mata tentu akan menjadi sebuah nilai tambah bagi pengunjung. Terutama bagi pengunjung yang berpotensi sebagai calon customer yang akan membeli produk/jasa.

Desain yang cantik nan nyaman dipandang tidak bisa dipisahkan dengan layout elemen-elemen website yang ciamik. Sebab, penempatan elemen yang sesuai akan membuat nyaman berselancar serta tidak membuat bingung pengunjung.

Maka dari itu, untuk meningkatkan sales conversion ada langkah awal adalah dengan menyiapkan desain website yang sedap dipandang, dan sesuai dengan tujuan bisnis.

2.      Siapkan landing page yang menjual

Saat pengunjung hadir di website bisnis dan tampilan website pertama kali langsung membombardir pengunjung dengan produk-produk yang ada, tentu akan membuat pengunjung bingung dan merasa tidak nyaman.

Hal tersebut akan membuat sales conversion menjadi gagal dan tidak akan meraup keuntungan rupiah. Maka dari itu, diperlukan sebuah landing page saat baru sampai di website bisnis tersebut.

Landing page tersebut berisikan informasi tentang pemilik website yang memahami keresahan pengunjung akan sesuatu dan membutuhkan solusi tersebut. Kemudian, menginformasikan solusi dengan produk/jasa yang tersedia terkait dengan kebutuhan pengunjung, serta mengarahkan untuk melakukan transaksi.

Inilah yang disebut dengan landing page yang menjual. Sehingga, dapat dipastikan sales conversion akan berhasil meningkat.

3.      Loading time website yang singkat

Tentu sangat menyebalkan jika mengunjungi suatu website dengan loading speed yang sangat lama. Apalagi kalau sedang terburu-buru untuk mendapatkan informasi. Alhasil, pengunjung akan pergi meninggalkan website tersebut.

Hal di atas harus sangat dihindari, sebab hal itu bisa menyebabkan tidak akan terjadinya sebuah transaksi pembelian produk/jasa. Pada akhirnya sales conversion tidak akan pernah meningkat.

4.      Mobile-Friendly adalah sebuah keharusan

Memang, biasanya pengguna internet mengunjungi suatu website lebih nyaman menggunakan perangkat komputer. Walaupun begitu, pengguna internet yang berselancar di internet dengan menggunakan perangkat mobile terdapat separuh dari total pengguna internet.

Maka, website bisnis perlu menyiapkan tampilan yang responsive dan mobile-friendly. Jika pengunjung mengakses website bisnis menggunakan perangkat mobile, tidak akan tampil di perangkatnya website yang tidak nyaman diakses dan dipandang.

Kalau tidak, mesti siap sedia sales conversion tidak terjadi peningkatan yang lebih baik.

5.      Krusial: Call to Action

Apa daya sebuah penjualan di internet tidak menyisipkan call to action? Jika tidak begitu, maka tentu tidak akan terjadi sebuah transaksi yang diharapkan.

Call to action merupakan sebuah langkah yang tepat dan sangat cerdas supaya pengunjung website bisnis dapat melakukan apa yang diinginkan pemilik website. Baik itu sebuah campaign, maupun kegiatan transaksi.

Call to action bisa disisipkan pada setiap halaman pada website bisnis. Terutama pada landing page atau sales page yang mengantarkan pengunjung yang berpotensi menjadi calon customer.

6.      Form pendaftaran dan pemesanan yang ringkas

Website bisnis yang berbasis toko online tentu terdapat sebuah pendaftaran akun yang digunakan untuk memesan produk/jasa yang disediakan. Formulir pendaftaran yang diisi calon customer harus dimuat dengan ringkas namun jelas.

Sebab, jika birokrasi pendaftaran sangat panjang, tentu akan membuat calon customer merasa berbelit. Alhasil gagal menjadi customer.Apalagi saat mengisi formulir pemesanan produk/jasa yang disediakan.

7.      Pertimbangkan penggunaan live chat

Akan tiba masanya calon customer memiliki keraguan atau gangguan saat ingin melakukan transaksi. Baik itu berkaitan dengan produk/jasa, maupun hal yang lainnya.

Memang, kontak customer service telah disediakan, seperti nomor telepon maupun email. Tetapi akan terdapat suatu kasus dimana customer membutuhkan pelayanan yang cepat.

Maka dari itu, perlu dihadirkan sebuah fitur live chat yang langsung menuju admin pelayanan customer. Sehingga, calon customer dapat terbantu dan berhasil melakukan transaksi produk/jasa.

baca juga

8.      Memanfaatkan social media

Social media merupakan wadah yang berisi calon customer yang sangat berpotensi meningkatkan sales conversion. Penggunaan social media mampu memberikan informasi terkait produk/jasa dengan mengarahkannya ke landing page website bisnis.

Sehingga, jika berhasil menggaet pengguna social media yang ternyata butuh produk/jasa tersebut, maka sudah pasti ia berperan dalam meningkatkan sales conversion.

9.      Sisipkan video produk

Terkadang, penjelasan deskripsi terkait produk/jasa yang dilampirkan pada website tidak membuat calon customer merasa jelas dan puas akan informasi yang diperoleh.

Bahkan, foto dari produk/jasa juga tidak bisa membuat calon customer yakin dengan pilihan produk/jasanya. Sehingga hal ini bisa disiasati dengan menyisipkan sebuah video yang menampilkan secara jelas produk/jasa yang disediakan.

10. Pop-up sebagai pemberitahuan tertentu

Pop-up yang muncul saat mengunjungi suatu website tidak selamanya menyebalkan, tergantung bagaimana penggunaannya di website. Dalam meningkatkan sales conversion, peran pop-up bisa memberikan efek yang sangat bagus.

Penggunaan pop-up dalam sales conversion adalah dengan menginformasikan yang berkaitan dengan hal produk/jasa. Seperti adanya produk baru, promo terbatas, dan lain sebagainya.

11. Trial and error

Tidak selamanya kesalahan dan kegagalan memberikan efek yang buruk bagi penjualan di website. Terkadang, kedua hal tersebut dapat menjadi sebuah evaluasi dan tolok ukur untuk merancang strategi yang lebih baik.

Hal ini biasa disebut dengan trial and error, mencoba segala hal dan mengambil pelajaran dari setiap percobaan tersebut.

Sehingga, akan terjadi perkembangan dalam kegiatan meningkatkan sales conversion. Inovasi dan kreativitas yang tiada batas dalam penjualan, tentu akan menghasilkan efek yang baik di kemudian hari.

Pemanfaatan website sebagai ladang bisnis meraup pundi-pundi rupiah adalah hal yang sangat bagus pada masa digitalisasi saat ini. Karena dapat menggaet lebih banyak calon customer yang berpotensi.

Dengan penerapan langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas, sales conversion di website akan mampu meningkat ke angka yang lebih baik. Sehingga semakin meningkatkan keuntungan dari bisnis yang dijalankan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!