Published On: Mon, Nov 7th, 2016

Pentingnya Brand Dari Jaman Dinosaurus Sampai Abad Aplikasi Mobile Online

undercover.co.id –  Setelah pada artikel sebelumnya saya membahas tentang perbedaan brand dan branding, sekarang sudah saatnya bagi anda untuk tahu sejarah dari keduannya.

bagaimana sejarah keduannya dan kapan hal tersebut dimulai? Pasti juga anda sudah mulai mengir-ngira dengan berkata, “Apakah sejak zaman dinosaurus sudah ada brand? Apakah T-Rex melakukan branding untuk menarik mangsannya?

Atau mungkin jaman Nabi Adam dan Siti Hawa mereka sudah punya brand?” Baiklah kalau begitu, sebelum anda nanti mengawur dan melantur sampai lembur, lebih baik tanpa membuang waktu kami infokan kembali sejarah singkatnya buat anda
Pada zaman dahulu kala,  orang-orang sudah mulai mengenal tentang brand dan branding. Gak percaya? Jadi gini ceritanya guys, kalian semua tahu bahwasanya Indonesia pada zaman dahulu merupakan jalur perdagangan Internasional. Di jalur inilah tempat bertemunya para pedagang dari Indonesia, India, dan China.

Ya, mereka semua berkumpul di bagian barat negara ini, lebih tepatnya di Selat Malaka. Dari situlah mereka mulai berinteraksi dan berkumpul, kemudian masing-masing dari Negara tersebut mulai memperkenalkan brand mereka masing-masing melalui sebuah cerita untuk membangung persepsi branding yang mereka buat. Orang-orang China mulai bercerita tentang negaranya yang terkenal dengan brand keramik antik.

Otomatis persepsi branding bahwa orang China handal pembuat keramik pun masih bertahan sampai sekarang. Lalu, orang India mulai bercerita tentang kualitas kain sutra mereka, maka persepsi branding tentang orang India yang mahir membuat sutra pun dibuat dan masih kekal dalam ingatan kita sekarang.

 

Lalu, bagaimana dengan orang Indonesia? yap! Orang Indonesia pun mulai bercerita tentang brand dari hasil kekayaan alamnya berupa rempah-rempah yang melimpah. Indonesia pun kemudian dikenal sebagai Negara penghasil rempah terbaik di dunia.

 

Pentingnya Brand Dari Jaman Dinosaurus Sampai Abad Aplikasi Mobile Online Hal Itu pula yang membuat persepsi branding bahwa orang Indonesia sangat kaya akan rempah-rempah. Lalu tak lama (Negara Api menyerang) orang-orang dari berbagai penjuru dunia pun datang ke Negara ini untuk kemudian menjajah dan menjarah rempah-rempah kita.

Pentingnya Brand Dari Jaman Dinosaurus Sampai Abad Aplikasi Mobile Online

Pentingnya Brand Dari Jaman Dinosaurus Sampai Abad Aplikasi Mobile Online

Cerita lain pun datang dari negeri paman sam. Masih di zaman dahulu, namun di Negara yang memiliki luas yang lebih besar bernama Amerika ini, mereka pun mulai mengenal brand dan branding dengan cara yang mereka buat sendiri. Di zaman orang-orang menaiki kuda, memakai topi bundar, celana jeans, sepatu boot dan tak lupa membawa senjata api, dan berkata “yihaaaa” kira-kira di zaman apakah itu? ya, di zaman Cowboy.

Mereka mengenalkan brand dengan cara yang sedikit kasar, dan menyakitkan, yaitu menandai sapi mereka dengan besi panas yang diukir atau dibentuk sebuah tanda dan dicapkan pada sapi-sapi mereka dengan tujuan menunjuukkan bahwasanya itu adalah sapi terbaik mereka.

baca juga apakan-anda-tahu-perbedaan-brand-dengan-branding/

Wah! Kasihan sekali sapi-sapi mereka bukan? Tapi dengan cara itulah mereka ingin menunjukkan bahwa brand/merek sapi mereka ini berbeda dari sapi yang lain, dan memiliki kualitas terbaik.
Selain itu, brand/merk pun mulai diperkenalkan dengan cara yang lainnya, yaitu dibakar. Apa yang dibakar? Kayu. Kenapa kayu? Kalian pasti tahu kan nama brand kayu Red Wood, coba kalian perhatikan, tulisan Red Wood dalam kayu itu dibuat dengan cara apa pada zaman dahulu? Ya dibakar.

Tujuannya jelas mereka ingin menunjuukan bahwa brand mereka ini memang berkualitas sangat baik dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi, buktinya dibakar untuk menuliskan kata Red Wood pun ternyata masih kuat ya?
Sampailah kita di zaman milenia, di tahun 2000-an. Sesungguhnya baru di tahun inilah kata branding mulai dikenal luas di seluruh dunia. Terminologi “branding” pun belum ditemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari. Alhasil, branding masih mejadi kata seharian yang mempunyai fungsi sebaga kata untuk menunjukkan sebuah upaya yang dilakukan dalam mengembangkan brand/merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Di zaman ini, berkat bantuan teknologi canggih, cara untuk mengenalkan brand sudah sangat bervariatif, tidak perlu susah payah dicap dengan besi panas, dibakar untuk membentuk kata, bahkan diceritakan ke setiap orang. Brand hanya perlu didesain dan dibuat dalam sebuah komputer, lalu dicetak dalam sebuah kertas, dan ditempelkan pada produk kita sebagai identitas bahwa itulah brand kita.

Untuk proses branding pun kita tidak perlu repot-repot melewati daratan dan menyebrangi lautan. Hanya perlu sedikit usaha dan modal, jejaring internet, pasarkan dengan bantuan sosial media, dan boom! Dalam hitungan hari pun tak musatahil membuat orang seluruh dunia tahu tentang brand kita.

Baca Lagi Cara Mudah Memulai Email Marketing Untuk Meningkatkan Omzet Bisnis Online
Bayangkan apabila kita hidup di zaman dulu, mungkin untuk memasang brand pada misal saja kursi bauatan tangan kita saja perlu diukir menggunakan alat khusus, dikerjakan secara manual, dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai pada hasil yang maksimal.

Apalagi, untuk kendaraan besar dari besi seperti; mobil dan truk, mungkin mengukirnya perlu berbulan-bulan untuk itu. Maka dari itu, belajarlah dari sejarah agar kita tahu bahwa hidup di zaman dahulu itu sungguh sangat tidak mudah. Pentingnya Brand Dari Jaman Dinosaurus Sampai Abad Aplikasi Mobile Online
Referensi : Buku Karya Arto Soebiantoro berjudul “Merk Indonesia Harus Bisa”
Video “What is Branding?” karya University of East Anglia from Youtube

(foto diambil dari; pexels.com)

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>