Mana yang Perlu Diutamakan: Personal Branding, atau Corporate Branding?

Undercover.co .id Medium Quality 12 scaled

Munculnya media sosial dan influencer marketing menyebabkan lebih banyak peluang untuk memasarkan content.

Tetapi tak hanya untuk brand perusahaan, ini juga membuka peluang bagi individu untuk menciptakan personal branding.

Tetapi bagaimana keduanya bekerja dalam harmoni? Bisakah keduanya dijalankan di satu bisnis?

Haruskah pekerja secara aktif membawa branding perusahaan tempat ia bekerja? Haruskah perusahaan secara aktif mendorong karyawan mereka untuk menggunakan content marketing, termasuk media sosial, untuk berbicara tentang perusahaan?

Artikel kali ini situs kami akan membahas tentang personal branding atau corporate branding, dan bagaimana memanfaatkan keduanya untuk kemajuan bisnis Anda

Delapan tahun yang lalu, Christian Crumlish, direktur pengalaman konsumen di AOL, menguraikan kekhawatiran para pemilik bisnis.

Mereka tidak ingin membuat karyawan terbaik terekspos, dan mereka takut karyawan terbaik mereka diambil pesaing, dan mereka khawatir personal brand sebuah karyawan bintang lebih cemerlang dibanding branding perusahaan.

Mengingat dengan lebih dari miliaran orang aktif di media sosial, opsi untuk mencegah atau melarang karyawan berbicara tentang atasan mereka di publik tidaklah realistis.

“Ini tidak hanya mungkin – tetapi justru akan sangat menguntungkan – bila bisnis memanfaatkan kekuatan personal branding dan menghubungkannya dengan brand tempat ia bekerja,” tulis Jayson DeMers, seorang kontributor Forbes.

Menceritakan perusahaan melalui personal branding (dalam hal ini, karyawan Anda) memungkinkan rasa percaya yang lebih besar dari audiens, memberikan perspektif yang berbeda, memberikan perbedaan dari pesaing Anda, memperoleh jangkauan yang lebih jauh, dan kekuatan brand yang langgeng.

Memelihara dan mengajak karyawan membangun personal branding merupakan komponen yang menarik dalam perekrutan.

Ini menunjukkan bahwa perusahaan peduli terhadap perkembangan karyawan mereka.

Dan pemilik bisnis yang khawatir bahwa karyawan mereka akan pindah ke rumput yang lebih hijau, harus mengalihkan fokus mereka ke hal yang positif.

Memang benar bahwa karyawan dapat meninggalkan perusahaan, tetapi mereka akan melakukannya dengan atau tanpa campur tangan Anda.

Jika perusahaan membantu memelihara personal branding karyawan, mereka mungkin kelak memperoleh posisi di perusahaan lain yang menguntungkan Anda selaku pemilik bisnis sebelumnya atau, minimal, mereka akan berbicara dengan baik tentang perusahaan.

Contoh Hallie Warner.

Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan personal brandingnya di sekitar identitas profesionalnya sebagai kepala staf di Adam Hergenrother Companies.

“Saya menggunakan merek perusahaan untuk berbagi cerita milik saya sendiri,” katanya.

Sekitar 18 bulan yang lalu, ia meluncurkan blognya sendiri, Lead and Assist, dan diundang, bersama dengan bosnya, untuk berbicara di konferensi Behind Every Leader.

“Upaya branding ini telah menempatkan saya sebagai ahli di mata asisten eksekutif dan kepala staf lainnya, dan di mata para profesional di posisi administrasi,” Hallie menjelaskan.

Selain posisi kepala staf yang ia pegang, Hallie sekarang bekerja sebagai coach dan trainer untuk para asisten eksekutif melalui Adam Hergenrother Training.

Secara keseluruhan, mendukung karyawan untuk mengembangkan profil digital mereka akan selalu baik di akhir cerita.

Penelitian dari Weber Shandwick menunjukkan para karyawan yang atasannya secara sosial mendorong mereka, secara signifikan lebih membantu meningkatkan penjualan (72%) dibandingkan dengan pemilik bisnis yang tidak mendorong secara sosial (48%).

Apa itu personal branding?

Personal branding adalah proses mengembangkan “jejak” yang dibuat terkat nama Anda atau karier Anda.

Anda menggunakan “jejak” ini untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan keahlian, kepribadian, dan value Anda.

Kita semua dapat menjadi brand, dan mengembangkan kekuatan kita untuk menonjol dan menjadi unik.

Keunikan ini menarik orang-orang ke produk kita, layanan kita, atau mungkin sekadar pesan yang ini kita sampaikan pada dunia. Personal branding Anda harus tentang siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan.

Personal branding sebenarnya penting bagi semua orang. Personal branding tidak hanya penting bagi pengusaha yang memiliki bisnis. Ini adalah senjata rahasia yang dapat membuat Anda menonjol di antara tumpukan resume.

Apa yang harus dilakukan perusahaan?

Jika Anda ingin karyawan Anda (dan personal branding mereka) dapat meningkatkan merek perusahaan Anda, Anda harus strategis. Berikut ini beberapa langkah penting.

Atur panduan praktis yang mudah diikuti

Tentu, Anda harus melindungi perusahaan, terutama jika perusahaan Anda sudah masuk persero terbatas, dari karyawan yang mengungkapkan membocorkan rahasia perusahaan.

Tetapi jangan gunakan itu sebagai alasan untuk berlebihan dalam membatasi kebijakan media sosial Anda.

Sebagai contoh, lihat kebijakan media sosial karyawan ini dari Intel:

  1. Ungkapkan bahwa Anda bekerja untuk Intel.
  2. Lindungi brand Intel.
  3. Gunakan logika saat memposting.

TIPS: Kirimkan panduan sosial media karyawan Anda secara online di internet, supaya Anda menjadi transparan secara internal dan eksternal.

Jika masalah muncul, Anda dapat dengan mudah menjadikan ini sebagai rujukan dan berikan link untuk mengatasi masalah tersebut.

Jangan membatasi akses situs web media sosial di tempat kerja

Di beberapa tempat kerja, karyawan tidak dapat mengakses Facebook, Twitter, Instagram, dll., karena pembatasan yang diberlakukan tim IT.

Tetapi jika Anda ingin karyawan Anda mengembangkan personal branding mereka bersama dengan merek perusahaan Anda, Anda harus mempercayai mereka dengan memberi mereka akses ke media sosial selama jam kerja.

Tentu ada resiko mereka sulit fokus bekerja.

Tetapi jika tidak dilakukan, mereka akan membangun personal branding mereka tanpa merek perusahaan Anda (atau lebih buruk lagi, dengan negativitas terhadap atasan mereka).

TIPS: Terapkan prinsip ini ke semua karyawan. Jika Anda memilih hanya orang-orang yang berpotensi memiliki personal branding brilian, Anda akan dicap pilih kasih oleh karyawan lain (yang juga pasti punya akun media sosial).

Sebagai seorang pemasar, Anda mungkin tidak memiliki kemampuan untuk menetapkan kebijakan di seluruh perusahaan. Kolaborasilah dengan Manager HRD Anda untuk terlibat dalam proses ini.

Bujuk mereka menggunakan rujukan penelitian yang kredibel yang mereka kenal, seperti perangkat komprehensif tentang penggunaan media sosial di tempat kerja dari Society for Human Resource Management.

Buat karyawan menceritakan kisah branding Anda melalui cara yang mudah dan menarik

Izinkan karyawan Anda untuk berbicara tentang merek Anda di sosial adalah langkah pertama. Dorong mereka untuk menceritakan kisah brand Anda adalah langkah selanjutnya.

Tawarkan kepada karyawan Anda peluang untuk menyarankan ide atau terlibat dalam cara lain dalam konten yang Anda buat dan bagikan. Bantu mereka menceritakan kisah yang menurut mereka layak diceritakan.

Bagikan kalender editorial Anda dengan karyawan sehingga mereka dapat mengetahui apa yang ingin  Anda tulis dan kapan.

Kirim update mingguan melalui tweet atau postingan yang merujuk konten Anda. Kirimkan ini ke semua karyawan dan minta mereka untuk membagikannya ke sosial media.

Kenali karyawan yang berkontribusi pada pemasaran konten merek perusahaan Anda

Pantau orang-orang yang memilih untuk menjadi pendukung aktif dalam cerita brand Anda.

Kenali individu-individu yang kontennya menghasilkan banyak share, retweet, atau konversi ke situs Anda.

Berikan apresiasi terhadap upaya sosial media mereka melalui email atau buletin perusahaan. Kirim catatan tangan untuk berterima kasih atas kontribusi mereka.

Apa yang harus dilakukan karyawan?

Jika Anda ingin sukses di tempat kerja, Anda memerlukan personal branding yang terdefinisi dengan baik yang mendukung misi perusahaan.

Meskipun ada beberapa pekerjaan mungkin tidak membutuhkan personal branding pada karyawannya, tapi lebih banyak yang membutuhkannya.

Sebagai contoh, Jake Solyst adalah spesialis konten untuk agen pemasaran 40-orang bernama idfive, yang berfokus pada klien berbasis misi seperti universitas, organisasi nirlaba, dan organisasi advokasi.

Dia secara aktif menghubungkan upaya branding pribadinya dengan industri klien agensi.

Profil Twitter pribadinya lebih banyak difokuskan pada bisnisnya, termasuk tautan ke blog perusahaan – yang menampilkan banyak artikel dari Jake.

Jake mengatakan dia berpartisipasi aktif dalam obrolan Twitter mingguan untuk marketer, dan tweet dari event terkait dengan industri dan volunteering.

Dia juga membaca buku-buku tentang pendidikan tinggi dan masalah sosial, kemudian berbagi pemikirannya tentang hal-hal tersebut di saluran media sosialnya.

“Sangat penting untuk menjadi lebih dari seorang marketer, tetapi seorang marketer dengan hasrat untuk memahami tentang ide, layanan, dan orang-orang yang kami promosikan,” katanya.

Bagaimana Anda dapat membangun personal branding Anda yang juga dapat bermanfaat bagi brand tempat Anda bekerja? Berikut beberapa langkah untuk mencapainya.

Ketahui misi dan misi perusahaan Anda

Anda perlu memahami misi atau tujuan pribadi Anda. Apa tujuan dari upaya branding pribadi Anda? Untuk memulai bisnis sendiri? Untuk menjadi seorang pakar di bidang pekerjaan Anda?

Lalu, bagaimana tujuan tersebut sesuai dengan tujuan perusahaan Anda?

Dengan mengetahui tujuan perusahaan Anda, Anda dapat menyelaraskan kedua tujuan ini dalam satu upaya branding.

Jadi, sembari Anda melakukan upaya personal branding di Instagram atau di sosial media lainnya, Anda juga bisa membantu perusahaan tempat Anda bekerja.

Bangun personal branding Anda bersama dengan merek tempat Anda bekerja

Jangan menjadi pembocor rahasia perusahaan tempat Anda bekerja, membongkar rahasia produk atau bahkan setiap berita di dalam perusahaan. Itu tidak akan memberi Anda keuntungan apa pun.

Dan jangan pula abaikan perusahaan di dalam konten Anda. Anda perlu membuat keseimbangan, sertakan konten perusahaan yang relevan saat diperlukan dan pastikan Anda membagikan konten pribadi juga.

Tanyakan pada HR, apa saja aspek di dalam perusahaan yang boleh diberitahukan kepada publik. Jika Anda ingin memotret di dalam perusahaan, tempat mana saja yang tidak boleh terdapat di dalam foto?

Tingkatkan profil Anda

Buat atau bagikan konten seputar topik dan minat spesifik di dalam bidang industri Anda, dan peran atau departemen tempat Anda bekerja.

Selidiki ceramah-ceramah atau seminarr yang terkait dengan event berbasis industri atau berbasis komunitas.

Jangkau perusahaan Anda secara proaktif

Cari tahu secara teratur tentang apa yang terjadi di dalam perusahaan, apa berita terbaru di dalam bidang industri ini, dan apa riset baru di dalam perusahaan yang sedang dilakukan. Tanyakan ini pada pemangku jabatan terkait seperti HR atau pihak atas.

Pertimbangkan para pemangku jabatan ini sebagai dewan penasehat Anda, yang akan menjadi sumber inspirasi tak ternilai untuk ide-ide potensial untuk ditulis atau dibagikan.

Beritahu atasan dan eksekutif Anda tentang upaya branding pribadi Anda yang mungkin tidak mereka sadari.

Misalnya, beri tahu mereka tentang kesempatan menjadi pembicara yang sedang Anda jalani di level komunitas atau beri tahu mereka tentang blog pribadi Anda.

Hindari masalah dan kontroversial yang tidak terkait dengan merek Anda (pribadi atau perusahaan)

Meskipun Anda mungkin memiliki pendapat tentang politik, agama, dll., Jangan berbagi opini tentang ini di level profesional.

Anda tidak perlu memicu perdebatan yang mengurangi fokus personal branding Anda.

TIP: Bahkan plesetan atau satire terhadap tokoh politik atau agama tertentu bisa berbahaya. Selain tidak membawa manfaat, upaya personal branding Anda akan jadi terpecah pada orang yang berbeda opini dengan Anda.

Ini tentang keduanya

Pertanyaan tentang personal branding vs. merek perusahaan tidak bisa menjadi pilih-salah-satu. Personal branding secara intrinsik terikat pada personal branding dan sebaliknya.

Keduanya sangat penting untuk keberhasilan masing-masing pihak.

Memahami ini adalah langkah pertama, dan meningkatkannya melalui kebijakan dan promosi proaktif adalah yang berikutnya. Kemudian kedua pihak; karyawan dan pemilik bisnis dapat memiliki branding bersama-sama secara lebih baik.

BONUS: Tips Singkat dalam Membangun Personal Branding

Jika Anda tidak mengembangkan personal branding Anda, orang lain akan melakukannya untuk Anda.

Mengembangkan personal branding Anda adalah cara proaktif mengendalikan pengembangan karier Anda dan bagaimana Anda dipersepsikan di masyarakat.

Sebuah personal branding yang kuat akan memengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang tepat, promosi, dan meningkatkan kemampuan Anda untuk menarik bakat dan modal.

Jadi, mari kita lihat kiat-kiat ini yang dapat membantu Anda menciptakan personal branding Anda sendiri.

Miliki platform

Jika Anda akan memiliki personal branding, Anda akan membutuhkan situs web untuk membuat platform virtual Anda.

Situs web Anda harus berdasarkan nama Anda. Jika tidak, Anda minimal harus mempunyai akun media sosial yang mewakili nama Anda. Anda akan menggunakan platform ini untuk membagikan pikiran dan pendapat Anda.

Identifikasi Keunikan dan Kekuatan Anda

Pikirkan tentang karakteristik dan kekuatan yang Anda punya di dalam karier Anda. Jika Anda bingung, pikirkan tentang “satu hal” yang semua orang sukai dari Anda.

Jika Anda bingung, tanyakan saja.

Miliki ruang sendiri

Setelah Anda mengidentifikasi keunikan dan kekuatan Anda, sempurnakan mereka.

Pelajari semua yang Anda bisa dan jadilah ahli di bidang itu. Anda tidak pernah boleh berhenti belajar. Baca, serap, dan ajarkan.

Bagikan pengetahuan Anda

Mempelajari saja tidak cukup; Anda harus mengajarkannya dan membagikan pengetahuan Anda dengan membantu orang lain.

Lakukan ini melalui video, media sosial, dan menulis baik online maupun offline. Di sinilah Anda membuktikan Anda tahu keahlian Anda, dan Anda layak mendapatkan perhatian dari melakukannya.

Jadilah Diri Sendiri

Temukan gaya Anda sendiri. Anda tidak perlu melakukan apa yang orang lain lakukan dan mengikuti yang sudah banyak dilakukan.

Gunakan gaya dan keunikan Anda untuk menarik pekerjaan dan klien yang Anda inginkan. Ketika saya memikirkan tips ini, saya selalu teringat tentang Gary Vaynerchuk dan bagaimana ia membangun mereknya dengan membuat video yang membagikan ulasan dan tips tentang wine.

Tidak ada orang lain yang melakukannya dan sekarang ratusan orang mengikuti jejaknya.

Temukan gaya Anda sendiri dan buat satu set jejak baru untuk diikuti orang lain.

Baca juga

1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

Panduan Bisnis Online Terlengkap

Panduan Lengkap Pecinta Kopi

Investor Bisnis Untuk Kelancaran Usaha Anda

350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Panduan Sukses Bisnis Franchise

123 Cara Meningkatkan Omzet Penjualan

Perjalanan 185 Brand Nasional Dan Internasional

50 Daftar Lengkap Virtual Office Di Indonesia

50 Daftar Jasa Kontraktor Indonesia

50 Usaha Rumahan di Indonesia

500 Kisah Pengusaha Sukses

Kenali Daftar 99 Fintech Indonesia

Temukan value dan prioritas Anda

Sangat penting untuk memiliki gambaran yang jelas tentang sasaran pribadi dan profesional Anda, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Ini akan membantu Anda untuk tak hanya mengidentifikasi hal-hal mana yang paling penting untuk Anda fokuskan, tetapi juga memiliki sesuatu sebagai dasar untuk proyek-proyek baru berikutnya.

Gunakan nilai dan prioritas Anda sebagai kompas yang memandu Anda dalam tindakan dan proses pengambilan keputusan Anda.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!