Pojok Dilan , Sebuah Inovasi Untuk Meningkatkan Minat Literasi Warga Bandung

Pojok Dilan , Sebuah Inovasi Untuk Meningkatkan Minat Literasi Warga Bandung

Sampai pada hari ke-5 penayangannya, Dilan 1991 dikabarkan telah ditonton oleh 3 juta lebih penonton dari seluruh penjuru negeri, bahkan film yang tengah viral ini juga berhasil memecahkan 2 rekor MURI sekaligus. Yang pertama adalah rekor jumlah penonton premier terbanyak, dan rekor kedua adalah jumlah penonton terbanyak di hari pertama penayangan.

Berkat prestasi tersebut, pemerintah kota Bandung akhirnya terinspirasi untuk membangun taman literasi bagi masyarakat lokal, ruang publik tersebut bernama “Dilan Corner” atau “Pojok Dilan”.

Ridwan Kamil selaku mantan Walikota Bandung sekaligus Gubernur Jawa Barat ditemani Menteri Pariwisata Arief Yahya turut hadir dalam acara Peletakan Batu Pertama Dilan Corner. Ridwan Kamil juga menyatakan dirinya berharap agar Dilan Corner menjadi ajang literasi bagi masyarakat.

“Di sini niat baik kita, kalau boleh tulis Sudut Film Dilan di Kota Bandung. Tempat ini sebagai ajang literasi, karena film Dilan awalnya dari novel,” Ujar Ridwan Kamil seperti dilansir Antara, Minggu (24/2/2019).

“Dilan Corner ini adalah ruang publik kecil di taman Saparua ini untuk dijadikan taman literasi. Taman literasi ini adalah semangat yang ingin kita hadirkan di mana film ini sukses datang dari novel-novel,” ungkap Ridwan.

Dilan Corner dibangun di area GOR Saparua Bandung, dan rencananya pembangunan tersebut akan selesai akhir tahun 2019. Selain itu, masih di lokasi yang sama akan dibangun fasilitas lain yaitu Skate park atau taman skateboard dan juga penataan PKL.

 

 

 

“Semoga saja dari Dilan Corner ini bisa mencapai kesuksesan literasi. Karena ini proyek pemerinta jadi butuhnya satu tahun. Insya Allah akhir tahun selesai,” jelas Ridwan Kamil.

Selain itu, dua tokoh utama film Dilan 1991 Iqbal Ramadhan (Dilan) dan Vanesha Prescilla (Milea) juga turut berpartisipasi dalam acara Peletakan Batu Pertama Dilan Corner Tersebut.

Iqbal dan Vanesha memulai aktivitas di Kantor Dinas Gubernur Jawa Barat bersama Ridwan Kamil. Selepas sarapan pagi, rombongan pergi berkeliling kota Bandung menggunakan tranportasi Bandros sebelum akhirnya sampai di lokasi pembangunan Dilan Corner.

Kendati demikian, pembangunan ini sebelumnya sempat menuai banyak pro dan kontra, beberapa berpendapat bahwa monumen tersebut tidak sejalan dengan makna semangat GOR Saparua ataupun budaya setempat.

Tapi sekali lagi, Ridwan Kamil menyampaikan alasannya bahwa Pojok Dilan adalah upaya untuk membangun minat literasi di kalangan milenial. Seperti dalam pernyataan melalui postingan akun Instagram-nya,

 

 

“Kenapa nama Dilan? Karena Novel Dilan adalah karya literasi anak Bandung yang paling sukses menjadi Film Nasional di era milenial, lebih dari 6 juta penonton,” jelas Ridwan Kamil.

“Jadi bukan soal perayaan karakter si Dilan-nya yang memang pro-kontra, karena konteks gaya zaman baheula [dahulu] yang dibaca oleh konteks zaman now [sekarang],” tulisnya.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!