Popularitas Bisnis Ice Cream Yang Semakin HOT

Bisnis Ice Cream

Undercover.co.id – Bisnis Ice Cream , Pada tahun 1997 di salah satu negara bagian di Amerika Serikat telah terjadi demonstrasi yang cukup besar. Warga negara bagian tersebut memprotes tentang kenaikan harga ice cream di Supermarket yang harganya naik sekitar 50 sen dollar sampai 1 dollar.

Begitulah besarnya kecintaan warga Amerika Serikat terhadap hidangan pencuci mulut yang satu ini Ice cream. Di Amerika Serikat, Ice cream menjadi kebutuhan primer bagi seluruh warganya. Hampir seluruh warga Amerika Serikat selalu membeli Ice cream dan menyimpan di kulkas sebagai persediaan setiap minggu .

Bisnis Ice Cream di Indonesia

Di Indonesia Ice cream masuk pada penjajahan Belanda. Sejak saat itu Ice cream menyebar keseluruh pelosok Indonesia, bahkan hingga saat ini Brand Ice Cream peninggalan Belanda masih dijumpai di beberapa kota di Indonesia, yaitu Tivolli di Kota Jombang dan Zangrandi di Kota Surabaya .

Ice cream kian dicintai masyarakat Indonesia terlebih saat ini. Popularitas ice cream semakin meningkat di Indonesia seiring meningkatnya penggunaan media sosial.

Kemudahan akses dalam berbagi foto, momen, tempat restoran, dan ice cream shop di media sosial telah membuat getok tular online yang sangat cepat. Aneka foto ice cream yang di upload di twitter, facebook, path, dan Instagram menjadi free cost- advertising bagi pebisnis ice cream dalam memasarkan produknya.

Sayang sekali bagi kita, jika melewatkan kesempatan dari popularitas bisnis Ice Cream yang sangat luar biasa di era free cost- advertising ini.

Bisnis Ice Cream
Bisnis Ice Cream

Pendatang Baru di Bisnis Ice Cream

Omset yang dihasilkan oleh pebisnis ice cream pendatang baru ini antara Rp 60.000.000-Rp 300.000.000 perbulan Omset tersebut telah dicapai secara konstan, bahkan mengalami kenaikan selama 6 bulan terakhir ini.

Apakah yang mereka lakukan sehingga dapat membuat bisnis mereka yang masih tergolong baru meraih sukses dengan cepat ? Bagaimana kiat-kiat mereka dalam menjalankan usaha bisnis Ice cream mereka?

Bisnis Moci Ice Cream

Berlatar belakang dari keprihatihan banyaknya pemuda pengangguran dilingkungannya, Dado pria berusia 28 tahun asal bandung berinisiatif membuat bisnis yang banyak menyerap tenaga kerja. Ide moci Ice cream muncul seketika ketika Dado melintasi taman-taman didaerah Bandung.

Di taman-taman itu berjejeran pedagang kue moci dan jualannya laris setiap hari. Dado juga penggemar berat ice cream, selang beberapa waktu Dado langsung terpikir menggabungkan Ice cream dengan Kue moci.

Berbekal modal Rp 5.000.000 yang dipinjam dari temannya, Dado langsung memproduksi kue moci isi Ice cream 50 buah dan dagangannya ludes terjual dalam 2 jam hanya di sekitar lingkungan rumahnya.

Brand dari bisnis kue moci isi ice cream bernama Scooci. Dado membandrol scooci seharga Rp 4000- Rp5000. Hingga artikel ini ditulis, scooci memproduksi 19 rasa dan akan bertambah terus rasanya.

Saat ini omset penjualan scooci mencapai Rp 15.000.000 sehari. Dado senang semua kerja keras dan keinginannya mengurangi pengangguran telah tercapai.

Bisnis Ice Cream Nitrogen

Scream Ice cream adalah brand Ice cream pertama di Indonesia yang telah menggunakan teknologi gas Nitrogen. Scream Ice cream terinspirasi dari banyaknya kedai Ice cream nitrogen di Amerika.

Proses produksi pembuatan Ice cream bisa kita lihat langsung ketika kita masuk ke outlet Scream Ice cream.

Hal itu juga merupakan salah satu daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke outlet, karena proses pembuatan ice cream nitrogen sungguh sangat unik dan menarik.

Tidak menggunakan kuning telur dan zat pengental, membuat ice cream tidak perlu dipanasi terlebih dahulu.

Komposisinya hanya air, gula pasir, gula bubuk dan buah segar, oleh karena itu ketika memakan ice cream nitrogen rasanya seperti memakan buah segar dari pohonnya dengan sensasi dingin. Anita membandrol harga Ice cream nitrogen antara Rp 60.000-Rp 70.000.

Modal awal Anita dalam berinvestasi di bisnis ini cukup besar yaitu sekitar Rp 650.000.000. Alat produksi ice cream nitrogen yang mahal dan sewa tempat dilokasi stragis, telah menghabiskan investasi 70% dari Modal Awal Anita.

scream ice cream telah meraih omset per hari rata-rata Rp 14.000.000. Anita sampai saat artikel ini ditulis, masih mewaralabakan bisnis Ice Cream Nitorogennya.

baca juga

    Bisnis Sandwich Ice cream

    Gagal berkali-kali di dunia bisnis tidak lantas membuat Tommy Kurniawan berhenti mendirikan bisnis baru. Berdiri pada Tahun 2014 bulan Agustus bisnis Sandwich Ice cream milik Tommy kurniawan telah meraih omset Rp 10.000.000 perbulan.

    Tommy Kurniawan membandrol harga Sandwich Ice creamnya seharga Rp 20.000 per potong. Bisnis sandwich Ice cream tommy kurniawan berlokasi tepat di depan salah satu stasiun kereta api di Jakarta.

    Modal awal Tommy Kurniawan untuk memulai bisnis Ice cream ini sekitar Rp 50.000.000 termasuk seluruh perlengkapan dan sewa tempat.

    Bagaimana tertarik untuk memanfaatkan era free-cost advertising ini dengan berbisnis Ice cream?

    Leave a Reply

    four × 2 =

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!