Rabbit Town: Solusi Feed Instagram Agar Makin Ciamik

Rabbit Town: Solusi Feed Instagram Agar Makin Ciamik

Jangan keburu berasumsi karena nama tempatnya yang terkesan childish! Tempat ini bukan cuma menyediakan kelinci dan boneka-boneka lucu buat para pengunjung anak-anak, tetapi juga berbagai wahana dan spot foto menarik untuk segala usia.

Tempat wisata yang berlokasi di Ciumbuleuit, Bandung, ini mengusung tema wisata selfie sebagai taglinenya. Itu berarti, tempat ini menjawab kebutuhan masyarakat kita akan foto-foto ria. Dan, apa afdolnya foto-foto kalau latarnya kurang menarik?

 

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan paparan singkat tentang tempat wisata yang sedang kekinian di Bandung ini. Gimana, sih?

 

Pakai E-Card

Satu yang sudah membedakan Rabbit Town dengan tempat-tempat wisata lain adalah, uang cash tidak berlaku di sini. Lho? Lalu bayar pakai apa?

Sesampainya kita di gerbang lokasi, ada loket di sebelah kiri pintu masuk. Fungsinya? Untuk membeli E-Card seharga Rp 25.000, 00 yang bisa kita top-up sesuai nominal yang kita inginkan. Tanpa kartu ini, kita tidak bisa masuk dan membeli atau memanfaatkan wahana-wahana yang ada.

Minimal pengisian Rp 20.000, 00, maksimal tidak terbatas. Karena di dalam banyak wahana dan makananmakanan yang layak santap, ada baiknya kita mengisi sebanyak-banyaknya—biarpun di dalam nanti kita juga bisa mengisi lagi, tapi lebih praktis begitu, bukan?

Sistem ini cukup mirip dengan penggunaan Flazz Card atau Brizzi di gerbang kendaraan transportasi umum. Jadi yang sudah familier dengan yang seperti ini, way to go.

Berwarna-Warni Bak Negeri Dongeng, tapi Sistematis

Ketika kaki mulai menginjak bagian dalam gerbang Rabbit Town, mata kita langsung disapa warna-warni yang mencolok mata. Semuanya tidak ada yang membosankan—mulai dari dinding yang sengaja dicat pelangi bersama kelinci totol-totolnya sampai kandang berbagai hewan (monyet, burung, ikan koi, dan sebagainya).

Sepintas, kita seolah merasa tidak berada di Indonesia, atau bahkan planet Bumi. Di situlah daya tarik tempat ini. Seolah setiap titiknya sempurna untuk tempat foto-foto.

Untung, tempat ini juga cukup sistematis dengan menyertakan penanda jalan seperti gambar di bawah ini.

 

Jadi jika kita berencana untuk mengunjungi salah satu spot secara khusus, yakin deh tidak akan tersasar.

Wahana Indoor dan Outdoor

Berkat papan penanda jalan itu pula, kita pun tahu bahwa tempat ini terbagi antara dua model: outdoor dan Indoor.

Wahana Outdoor

 

Salah satu highlight terbaik tempat ini adalah dinding dan tangga pelangi yang bebas dinaiki pengunjung yang ingin foto-foto. Warna cat mencolok yang seolah bersinergi dengan desain klasik tangga marmer hitam-putihnya memberikan kesan estetika mendalam.

Wahana populer lainnya adalah Love Light, alias jajaran lampu-lampu bertiang tinggi yang selah memberikan vibe klasik dan elegan secara bersamaan. Pada siang hari saja tempat ini sudah terlihat megah, apalagi malam ketika lampu-lampunya menyala.

 

Love Light sangat mirip dengan mahakarya Chris Burden di LACMA (Los Angeles Country Art Museum) di Amerika sana. Beberapa pengunjung sepertinya berpendapat tidak ada salahnya mencoba berfoto di sini, sebelum ketemu aslinya di negara asalnya suatu saat nanti. Boleh juga!

Ada juga Pink House dan Fantasy Mart, semacam mini housing tematik yang belum dikembangkan secara penuh. Lainnya, ada kolam koi, wahana kelinci, dan kandang monyet yang sengaja didesain cantik untuk menarik perhatian para pecinta hewan—atau anak-anak. Kita bisa memberi makan hewan-hewan lucu ini seharga 15-20 ribu rupiah.

 

 

Wahana Indoor

Yang dimaksud dengan wahana indoor adalah semacam bangunan bertingkat empat yang disekat-sekat untuk studio foto. Menarik! Dengan merogoh—eh, menggesek E-Card kita sebesar Rp 15.000, 00 – Rp 20.000, 00, kita langsung bisa berfoto-foto sesuka hati dan dengan beragam pose di ruangan-ruangan yang cantik.

Tak heran, antreannya begitu panjang. Jadi, sabar ya!

Salah satu wahana yang paling banyak diburu para penggila swafoto adalah Museum of Ice Creams. Sesuai namanya, tempat ini memajang rupa-rupa dekorasi yang terasa girly dan cute! Saking imutnya, rasanya jadi ingin makan yang manis-manis.

Sebut saja ruangan seluas kurang lebih 6×6 yang berhias dinding dengan gantungan pisang warna pink dan kuning. Atau lusinan cone terbalik yang menggantung di langit-langit dengan lampu LED di bagian ujungnya. Rame banget.

 

Ada juga ayunan dengan latar lukisan bermacam es krim dan bola-bola warna-warni yang berserakan di lantainya. Hmm, menginspirasi untuk foto pre-wedding yang berkesan, ya?

Selain itu, wahana populer lainnya adalah The Stickers Room. Ruangan ini awalnya pasti berwarna putih polos—tapi seiring banyaknya pengunjung, jadinya berwarna-warni oleh stiker polkadot yang menempel di sepenjuru dinding dan lantai. Lho, gimana?

Jadi aturannya, kita harus masuk ke sana dan menempelkan stiker warna-warni di sembarang tempat. Semacam meninggalkan jejak, begitu deh! Oh iya, pengunjung yang masuk wajib memakai kaos kaki ya agar tidak kotor. Kalau tidak bawa, bisa beli dengan harga Rp 15.000, 00 di loket. Jadi jangan khawatir.

Menginjak lantai teratas, para pecinta hewan kembali dimanjakan dengan hadirnya kandang warna-warni berisi burung hantu dan banyak sekali merpati. Harga yang dipatok sama dengan wahana-wahana lain, sekitar Rp 10.000, 00. Burung-burung di sini juga jinak dan mau hinggap di lengan kita untuk foto-foto sebentar. Berkesan, ya?

Ada koridor yang menghubungkan wahana sebelumnya dengan Dove and Owl Garden ini. Di sini, kita bisa menukarkan karcis masuk kita dengan Doorprize atau Goodie Bag. Lumayan kalau kita ingin menguji keberuntungan.

Nah setelah puas jalan dan foto-foto… tentunya lapar, bukan? Masih di area ini juga, ada foodcourt yang menjual beragam makanan enak dan terjangkau serta tempat duduk dengan hiasan tanaman hidup dan aksen kayu yang menambah lezat rasa makanan kita.

Dan jangan lupakan oleh-oleh khas Bandung yang turut disertakan di sini. Hmm, jadi ingin memborong!

 

 

Kontroversi

Karena kemiripannya dengan beberapa landmark khas mancanegara, Rabbit Town sempat diterpa berbagai cecaran dan kritik dari sejumlah kalangan masyarakat. Mereka mengklarifikasi kebenarannya dan menyampaikan itikad untuk bebenah di beberapa hal. Seperti apa? Kita tunggu saja.

Tapi yang jelas, kalau kita ingin foto-foto di tempat bagus tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam demi ke luar negeri, tempat ini jelas bisa jadi pilihan.

Nah, jangan bosan-bosan meneukan hal baru dan menarik di Bandung, ya! Kota ini memang penuh kejutan.

Rabbit Town

  • Lokasi: Jl. Rancabentang 30, Ciumbuleuit, Bandung
  • IG:@rabbittown.id
  • Jam buka: Senin-Sabtu 10.00 – 20.00 WIB
  • Minggu: 09.00 – 20.00
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000, 00 +

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!