Refresh dan Discovery Report

Penulis Konten SEO
Jasa

undercover.co.id – Berdasarkan penjelasan dari Google, ada tiga langkah dasar yang dilakukan oleh mesin pencari untuk menghasilkan jawaban dari berbagai website:

  • Crawling: Sistem Web Crawlers mengakses halaman website yang terbuka untuk publik
  • Indexing: Google menganalisa konten di setiap halaman website dan menyimpan informasi yang mereka dapatkan
  • Serving (dan Ranking): Saat ada pengguna yang mengetik keyword atau kata kunci pencarian, Google memberikan jawaban paling relevan dari data pada index mereka

Penjelasan Lengkap Seputar Parameter Refresh dan Discovery pada Google Crawl Stats Report

Sehingga, tanpa proses crawling, konten anda tidak akan ter-index dan tidak bisa muncul di halaman pencarian Google. Google membagikan bahwa proses crawling dimulai dengan serangkaian alamat web, lalu crawlers akan menggunakan link pada situssitus tersebut untuk menemukan halaman lain.

Jenis situs yang diperhatikan oleh software crawlers adalah situs baru, perubahan yang ada pada situs lama, dan link mati. Algoritma Google sudah deprogram untuk bisa menentukan situs mana yang harus di-crawl, seberapa sering, dan berapa halaman yang harus diambil dari setiap situs.

Dari informasi di atas, yang penting bagi para pemilik website adalah:

  • Crawlers menggunakan link pada halaman website untuk menemukan halaman yang lain (sehingga internal link penting)
  • Crawlers memprioritaskan situs baru, perubahan pada situs lama, dan link mati
  • Ada proses otomatis yang terjadi untuk menentukan situs mana yang di-crawl, seberapa sering, dan berapa banyak halaman yang akan diambil Google
  • Proses crawling dipengaruhi oleh kemampuan hosting anda (sumber server dan badwith)

Beberapa minggu lalu, Google Search Console melakukan update untuk Crawl Stats Report. Update ini memberikan laporan seputar data parameter terbaru yang sebelumnya tidak ada.

Bagian yang di-update secara spesifik adalah bagian Crawl Purpose atau tujuan crawl. Ada dua parameter data yang ditambahkan, yaitu presentase URL yang ter-discovered dan presentase URL yang di-refreshed.

Penjelasan selanjutnya akan menjelaskan maksud presentase dari kedua parameter tersebut dan apa perbedaannya. Berdasarkan penjelasan singkat yang diberikan Google, definisi kedua parameter baru ini adalah:

  • Discovery: URL tidak pernah di-crawl oleh Google sebelumnya
  • Refresh: proses recrawl atau crawling ulang pada halaman yang sudah pernah di crawl sebelumnya

baca juga

    Data “Crawl Purpose”

    URL yang di-refreshed maksudnya adalah halaman yang sudah pernah di-crawl sebelumnya dan di-crawl lagi oleh Google dengan tujuan untuk meng-update informasi halaman tersebut pada index pencarian mereka. Saat melakukan refreshed crawl, Google tidak hanya meng-update konten pada halaman tersebut, melainkan juga melihat apakah ada link baru atau tidak yang mengarahkan mereka untuk menemukan konten baru.

    Sedangkan URL yang ter-discovered mengacu pada halaman yang pertama kali di-crawl dan belum pernah dilihat oleh Google sebelumnya. Penemuan URL ini bisa berasal dari internal link baru atau dari eksternal link yang mengarah ke halaman tersebut.

    Pada saat melihat data pada Crawl Stats Report, pengguna seharusnya melihat presentase URL yang di-refreshed lebih tinggi dibandingkan dengan URL ter-discovered. Kecuali jika pengguna meluncurkan situs baru, pindah ke situs lain, meng-upload sitemap baru, atau kegiatan lain yang sejenis.

    Jika data pada report menunjukkan bahwa halaman website anda yang sering berubah tidak sering di-crawl oleh Google, anda bisa memastikan lagi jika halaman tersebut ada pada sitemap. Halaman yang jarang di-update secara otomatis akan jarang di-crawl, walaupun pengguna tetap bisa “memaksa” Google untuk meng-crawl secara manual.

    Jasa

    Leave a Reply

    error: Content is protected !!