Review Product Product Google Terbaru

Jasa

undercover.co.id –  Alasan Anda Tidak Perlu Panik Gara-Gara Rumor Unofficial Google Updates
Banyak pemilik usaha dan pegiat SEO (Search Engine Optimization) melaporkan adanya tanda-tanda perubahan algoritma oleh Google. Namun sebanyak apa pun laporan yang datang, raksasa mesin pencarian itu terus saja menyangkalnya. Di sisi lain, kekhawatiran kita terhadap kemungkinan perubahan ini sangatlah beralasan. Bagaimana jika Google diam-diam mengubah algoritmanya dan membuat usaha kita merugi tanpa kita ketahui?
 

Tanda-Tanda Ada Unofficial Update

 Menurut berbagai sumber, ada empat tanda-tanda yang mengindikasikan Google sedang melakukan unofficial update, yakni:

  1.  Laporan cuaca di SERP (Search Engine Result Page) menunjukkan perubahan rating
  2.  Beberapa pengusaha E-commerce bersaksi ada perubahan rating
  3.  Beberapa website yang berafiliasi dengan model black hat melaporkan adanya kemerosotan rating
  4.  Sejumlah pegiat SEO profesional memberikan laporan tentang kemungkinan masalah kualitas yang ditimbulkan oleh perubahan rating di atas

Empat fakta tadi menjadi basis bagi beberapa kalangan untuk mengambil kesimpulan bahwa Google sedang melindungi algoritmanya. Hal itu cukup beralasan karena yang menyadarinya adalah para pegiat SEO profesional dan para penerbit jurnal IT, menjadi basis yang kuat akan tuduhan tersebut. Namun, meski tanda-tanda “hantu update” tadi terus menerus bercokol, Google masih saja menyangkal.
Bahwa Google Melundungi Algoritma Mereka adalah Kesimpulan Logis
Yang disebut dengan kesimpulan logis adalah kesimpulan yang didasarkan pada rasionalitas dan bukti-bukti yang ada. Berangkat dari definisi yang sama, ini persis dengan ketika kita percaya bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Kita bisa menyimpulkan itu berdasarkan pada keterbatasan akses kita yang cuma bisa menerka-nerka pergerakan matahari pada pagi dan sore hari. Namun suatu hari, datang teori yang membuktikan bahwa bumilah yang mengelilingi matahari. Ini pun kesimpulan logis yang didasarkan pada fakta-fakta.
Dan, bahwa manusia bisa salah, juga merupakan fakta. Melihat ilustrasi di atas, bagaimana kalau kita melihat kemungkinan ini dari sisi lain? Bagaimana kalau, seandainya, Google mengatakan hal yang sebenarnya?

1. Karena SEO Weather Reports Memang Tidak Bisa Dipercaya

Sudah banyak yang bisa mengatakan bahwa SEO Weather Reports tidak bisa dipercaya. Setiap hasil laporan cuaca SEO itu tidak cocok dengan rollout dari Algoritma Panda Google. Ini menjadi janggal karena pengenalan teknologi algoritma Panda adalah salah satu update algoritma Google yang paling canggih dan mutakhir, tapi entah bagaimana, Seo Weather Reports selalu tidak cocok.
Berbagai artikel telah menyatakan komplain bahwa SEO weather tools hanya membesar-besarkan efek-efek kecil karena metodologi yang digunakan. Hasilnya tidak akurat, dan kita tidak seharusnya risau karena itu.

2. Beberapa Pengusaha E-Commerce Melaporkan Perubahan Rating

Website-website akan kehilangan rating tiap saat, dengan atau tanpa perubahan algoritma Google.
Sifat SERP memang berubah-ubah seperti itu. WebmasterWorld.com misalnya, punya wadah bulanan tersenditri untuk mendiskusikan Google Update di mana para pemilik web membicarakan perubahan rating mereka selama bertahun-tahun ini. Dan selama ini, tidak pernah tidak ada orang yang melaporkan perubahan rating mereka. Anda juga bisa memverifikasi ini melalui forum di awak Google sendiri, dan mereka akan menerimanya dengan baik.

3. Beberapa website yang berhubungan dengan model black hat melaporkan adanya kemerosotan rating

Bagai ikan yang bertelur jutaan butir agar bisa terus bertahan dari terkaman predator, model bisnis black hat memang sudah menyalahi pedoman Google sejak awal. Taktik pemasaran ini punya modus berupa pembuatan website-website baru setelah website yang lama kehilangan rating. Terang saja, kehadirannya tidak begitu diminati oleh platform penyangganya, yaitu Google.
Seperti paparan di atas, ada website-website mengalami kemerosotan rating tiap hari. Bukan hal biasa kalau sebuah website, dengan atau tanpa afiliasi dengan model bisnis “black hat”, kehilangan rating. Di forum-forum black hat pun, setiap hari ramai oleh pembicaraan tentang bagaimana cara membuat website mereka masing-masing tidak kehilangan rating. Jadi, ini tidak selalu karena adanya Google Update. Kita bisa meyakini ini karena di sepanjang perdebatan, belum ada titik terang apakah link atau malah content yang ditarget oleh Google.
Mengutip Bill Slawski, seorang search marketing profesional dari GoFishDigital.com:
Seringnya, ini bukan karena Google. Saya ingat Cre8asiteforums, ketika Google akan mengumumkan sebuah update, dan betapa banyak orang-orang yang langsung mulai mengeluh traffic mereka melambat, dan bertanya-tanya apakah mereka sedang “dihukum”.
Jawaban Google adalah selalu bertanya apakah mereka telah membuat perubahan pada website mereka, atau apakah kompetitor mereka melakukan langkah baru, atau justru industri mereka yang sedang berubah entah di mana (atau orang-orang mulai menggunakan mesin pencarian dengan bahasa atau kata-kata yang berbeda).
Jadi jangan buru-buru menyalahkan Google Update dulu, karena kemungkinannya kecil.

4. Laporan-Laporan dari Agensi SEO

Ketika “hantu update” tadi datang, para pegiat SEO profesional langsung menerbitkan laporan-laporan berdasarkan isu-isu yang disampaikan oleh para klien mereka untuk disampaikan. Dari situ, sebenarnya kita bisa menarik kesimpulan bahwa data mereka tidak valid karena sampelnya dikurasi sendiri.
Yang harus diingat adalah, Google mengupdate algoritma mereka setiap hari. Ada sejumlah uji coba. Ada sejumlah pengecekan atau perbaikan atas algoritma-algoritma yang ada. Bahkan, update algoritma paling besar pun hanya akan mempengaruhi persentase kurang dari sepuluh atau bahkan satu.
Maka, bisa disimpulkan bahwa perbaikan algoritma Google sehari-hari hanya akan mempengaruhi query-query terbatas  yang jumlahnya tidak sampai satu persen, dan itu jelas bukan website Anda.
Baca juga: 5 Keuntungan Menggunakan Agensi Digital

Apakah Google Melindungi Algoritma Mereka?

Selama ini, kecuali update untuk Penguin dan Update Florida, Google Update biasanya tidak terdeteksi sampai diumumkan. Efeknya memang kecil sekali bagi para pengguna sehari-hari. Dan selama ini pula, Google biasa bersikap teruka soal update algoritma mereka. Segera setelah update diimplementasikan, mereka akan mengumumkannya pada khalayak umum. Jadi, tidak ada gunanya menerka-nerka.

Bukti-Bukti “Hantu Update”

Sesuai dengan pernyataan Google sendiri, sudah helas bahwa sebagian besar update-update ini hanyalah laporan palsu. Kesimpulannya, Google meng-update dan mengecek algoritma mereka setiap hari. Para pemilik website mengalami perubahan ranking setiap hari. SEO Weather Reports tidak bisa dipercaya. Bukti-bukti bahwa semua yang kita sebut “Hantu Update” itu bukan sepenuhnya update sudah cukup jelas.

Dan Apa yang Harus Kita Lakukan jika Rating Berubah?

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memahami apa itu Core Algo Ranking Update dan cara mendiagnosis perubahan rating. Perubahan-perubahan yang Anda alami bisa saja terjadi hanya karena uji coba dan hasil pencarian akan kembali dalam sepuluh hari, kadang-kadang satu bulan. Yang terpenting, jangan panik dan mulailah berinovasi sebelum algoritmanya betul-betul berubah merugikan Anda.
 
 
 
 
Apa aplikasi yang Anda gunakan untuk video call? Sebagian orang memilih Line atau Whatsapp. Untuk komunikasi dengan tim, mungkin Anda menggunakan Slack.
Google menawarkan satu tools video call yang mungkin Anda suka. Namanya? Google Duo.
Google Duo bisa dibilang sangat simpel, terlalu simpel malah. Yang seru,  meski simpel, Duo memiliki beberapa fitur seru yang berbeda dari aplikasi video call lain.
Apa bagusnya Google Duo? Apa saja yang membuatnya spesial? Bukannya Google sudah punya Hangouts? Lalu kenapa harus pakai Duo lagi?
Berikut ini penjelasannya.

Google Duo: Apa yang Membuatnya Spesial?

Duo tersedia untuk iOS dan Android google duo . Ukurannya pun terbilang ringan, jauh lebih ringan dibanding Whatsapp atau Line.
Interfacenya simpel. Saat Anda buka, layaknya Snapchat, Anda langsung dihadapkan pada tampilan kamera depan.
Selain itu hanya ada sebuah icon untuk memulai video call. Adapun untuk menu hanya akses ke Bantuan dan Pengaturan, itupun untuk beberapa setting sederhana saja. Simpel!
Tidak ada story, status, chat, dan lain-lain.
 

Seperti mengintip dari jendela

Lalu jika sesimpel itu, apalagi fitur spesial dari Duo?
Google Duo punya sebuah fitur yang disebut Knock Knock. Fitur ini bisa dibilang cukup unik. Knock Knock memungkinkan Anda untuk “preview”  siapa yang menelepon, sebelum Anda menjawab video call tersebut.
Jika biasanya saat Anda mendapat panggilan video, katakanlah dari Whatsapp, Anda hanya melihat gambar kontaknya saja. Namun di Google Duo, Anda mendapat preview siapa yang menelepon. Anda sudah melihat video dari si penelepon sebelum Anda menjawab panggilan tersebut.
Bayangkan Anda sedang berada di ruangan berjendela, lalu seseorang mengetuk jendela untuk memanggil Anda. Lalu, biasanya dia akan melakukan gestur tertentu untuk memastikan Anda merespon panggilannya. Ya, seperti itulah fitur Knock Knock dari Google Duo.
Anda bisa mematikan fitur Knock Knock ini. Kalau dimatikan, maka saat Anda memulai panggilan video, penerima panggilan tidak bisa melihat Anda sebelum ia menjawab panggilan tersebut. Bila fitur ini dimatikan, Anda juga jadi tidak bisa mempreview penelepon sebelum menjawab panggilan tersebut.
Selain itu fitur Knock Knock hanya berlaku untuk kontak yang sudah Anda simpan. Bila Anda tidak memiliki kontak penelepon, maka fitur Knock Knock tidak bisa digunakan.
 

Tidak Perlu Membuat Akun

Seperti Whatsapp dan Line, Google Duo menggunakan nomor ponsel sebagai akun.
Ini membuat Duo lebih mudah digunakan, sekaligus menjadi pukulan telak bagi kompetitornya, Skype, yang masih menggunakan username dan password sebagai autentikasi.
Skype mungkin masih bisa bernafas lega karena Duo belum ada untuk PC. Namun Google sendiri berencana melakukan ekspansi ke PC, sehingga Skype tetap harus waspada. Selain itu tidak perlunya membuat akun ini menjadikan Anda tak perlu sign in dengan akun Google atau alamat Gmail.
baca juga Jasa SEO Google Untuk Perusahaan

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Mengapa Google tidak membuat satu platform komunikasi saja; instant messaging, voice call, dan video call di satu aplikasi?
Dengan rilisnya Duo dan Allo , Google tampaknya menghindari pendekatan yang menggabungkan semuanya dalam satu aplikasi. Jika dilihat produk-produk komunikasi Google: Duo, Hangouts, dan Allo, semuanya punya tugas spesifik.
Duo untuk video call, Hangouts untuk voice call dan video conference, sementara Allo untuk instant messaging.
Salah satu alasan Google melakukan ini adalah Google ingin tiap aplikasi punya kualitas lebih bagus dibanding kompetitor. Dan agar punya kualitas lebih bagus, Google memilih memisahkan tiap elemen menjadi aplikasi yang berbeda-beda.
Mungkin ada juga user yang lebih suka semua dalam satu aplikasi, namun aplikasi semacam ini beresiko punya ukuran terlalu besar dengan fitur yang mubazir. Contohnya, tengoklah Line. Line punya terlalu banyak fitur di dalamnya yang seringkali tak digunakan; Line Today, Line Shopping, Line Relay… tak semua orang menggunakannya.
Google pun berpikir seperti itu. Bila menyukai instant messaging, maka gunakan Allo. Bila lebih suka video daripada terus mengetik, maka gunakan Duo.
Seperti makan di prasmanan; ambil yang disukai saja.
 
 

Privasi (tampaknya) terjaga

Panggilan video yang Anda lakukan sangatlah privasi, terlalu privasi sampai-sampai Google tidak akan tahu apa yang Anda lakukan atau bicarakan selama panggilan berlangsung.
Ini karena, menurut Google, Duo memiliki fitus enkripsi end-to-end. Jenis enkripsi ini memastikan Anda memiliki privasi total dalam komunikasi online.
Secara teori, tidak ada yang bisa menginterupsi atau merekam komunikasi Anda, bahkan pemerintah dan Google pun tidak bisa.
Meski demikian, masih ada juga beberapa pertanyaan tentang cara Google bekerja. Google semakin mampu mengumpulkan informasi privasi dari tiap pengguna. Google mungkin sulit mengintip isi video Anda, namun Google masih bisa melacak pencarian, email, video yang ditonton, nomor yang ditelepon, kontak yang disimpan, aplikasi yang diinstal, orang yang dihubungi, kapan waktunya, lokasi yang dikunjungi dengan Google Maps, frekuensi bepergian, durasi, dan lain sebagainya.
Sekarang Duo tersedia, dan ini berarti akan ada lebih banyak data yang bisa disimpan oleh Google.
 

Kualitas Panggilan Tanpa Buffer

Alasan kenapa video call tidak disukai adalah karena penyerapan bandwidth yang besar, kebutuhan perangkat keras yang tinggi, dan kualitas panggilan yang seringkali buruk. Belum lagi adanya buffering. Memang ada banyak faktor yang mempengaruhi baik buruk kualitas video call, dan sulit untuk menyelesaikan semuanya dalam kondisi universal.
Namun Google Duo bisa dibilang cukup berhasil dalam hal ini. Google Duo mampu mendeteksi bandwidth dan kualitas koneksi Anda, lalu menyesuaikannya dengan resolusi video call yang cocok untuk bandwidth tersebut. Ini akan meminimalisir buffer dan kualitas gambar yang pecah-pecah.
Panggilan Anda pun hanya akan sebagus kualitas koneksi dan bandwidth Anda.
 
 

The Google Duo App In The Market

Memiliki aplikasi terpisah untuk video, suara, dan teks adalah sebuah strategi baru dari Google untuk mencaplok user dari para pemain-pemain lama. Google Hangouts telah menjadi pilihan utama untuk panggilan suara dan video conference, namun masih gagal menantang pemain besar seperti WhatsApp dan LINE.
Mempunyai aplikasi berkualitas terbaik untuk masing-masing media komunikasi, serta menyediakan fitur yang tak ada di aplikasi messaging lain, diyakini akan mampu menggoyang dominasi WhatsApp dan Line di Play Store dan App Store.
Google punya potensi besar untuk sukses di pasar apliasi. Operating system dengan pengguna terbanyak di dunia, Android, berasal dari Google. Mungkin saja kelak Duo akan menjadi aplikasi built in yang tersedia di Android seri terbaru.
Dengan simplisitasnya dan ukurannya yang ringan, rasanya pengguna Android tak akan sungkan untuk mencoba Duo dalam komunikasi ke depannya. Lagipula, untuk apa menginstall aplikasi lain bila Google sudah punya aplikasi yang lebih bagus dan lebih ringan?
 
 

Pixel + Daydream : Combo Maut Virtual dan Augmented Reality dari Google

 
Virtual dan augmented reality punya potensi untuk membuat dunia digital kita semakin immersif dan intuitif. Dengan augmented reality, Anda bisa berinteraksi dengan objek digital yang terintegrasi sempurna dengan dunia nyata. Dengan virtual reality, Anda bisa merasakan pengalaman hidup di dunia digital menggunakan ponsel Anda.
Inilah yang kini coba dihadirkan oleh Google, dengan ponsel Pixel 2. Google menjamin bahwa Pixel 2 akan mmberikan akses ke AR dan VR menggunakan ponsel yang bisa Anda bawa ke manapun Anda pergi.
 

Augmented Reality

Selain untuk mengabadikan momen dan komunikasi, kamera Pixel 2 sudah terkalibrasi dan teroptimasi untuk AR. Kamera pixel 2 sudah dilengkapi tracking dengan kondisi cahaya rendah, serta render AR dengan kecepatan 60 fps. Ini menjadikan pengalaman AR Anda akan terasa benar-benar terintegrasi dengan dunia nyata.
Dalam Pixel 2, Google merilis objek dan karakter AR yang disebut dengan AR Stickers. Dengan ini, Anda akan bisa mengekspresikan diri Anda menggunakan emoji dan berbagai scene yang Anda suka.
Selain itu ada juga Foodmoji, yang akan ikut berinteraksi dengan gerakan Anda di kamera. Atau, jika Anda ingin merayakan sesuatu, Anda bisa merekam video ucapan selamat ulang tahun untuk teman Anda, lalu tambahkan beberapa balon AR. Ini akan membuat Anda jadi lebih kreatif dan ekspresif, untuk menyampaikan pesan dan mengabadikan momen. Fitur ini khusus untuk Pixel, sehingga fitur-fitur ini dijamin akan berjalan dengan lancar.
 
Selain itu Google akan secara konsisten merilis AR Sticker baru, sesuai dengan musim, hari liburan, dan fenomena yang sedang populer.
Misalnya, Anda bisa berinteraksi dengan karakter-karakter dari Stranger Things. Malah Anda bisa juga ikut jadi bagian scene di mana Eleven berhadapan dengan Demogorgon. Anda juga bisa berinteraksi dengan berbagai karakter di Star Wars, pemain-pemain bintang dari NBA, dan lain-lain.
Anda juga kelak dapat merasakan pengalaman bermain League of Legends melalui AR, dan bisa juga bermain Lego dengan AR tanpa takut berceceran atau terinjak.
Tak hanya hiburan, AR juga akan memudahkan hidup Anda. Dengan Houzz, Anda bisa memilih berbagai furniture yang tersedia dan memastikannya sesuai dengan ruangan yang ada di rumah Anda. Ke depannya, Anda bisa melihat cocok tidaknya warna cat dan wallpaper di dinding rumah Anda.
 

VR dan Daydream

Selain itu Google juga akan merilis headset Daydream View, dan headset Google baru ini akan kompatibel dengan Pixel 2 Anda.
Anda mungkin ingat dengan Google Cardboard, sebuah kacamata VR yang terbuat dari kardus, berharga terjangkau namun cukup asyik digunakan. Sayangnya, cardboard tidak nyaman untuk digunakan jangka panjang. Selain itu Cardboard hanya berfungsi sebagai penampil, dan tidak ada fungsi sensor di dalamnya.
Maka dari itu, Google merilis kacamata VR terbaru dengan nama Daydream View. Daydream View ini lebih nyaman, sekaligus lebih canggih. Google Daydream View dilengkapi dengan sensor, sehingga akan terasa lebih unggul dibanding Cardboard.
Nah, headset ini mempertahankan bagian-bagian terbaik dari Daydream 1, dan menyempurnakannya. Daydream View baru ini dilengkapi dengan lensa performa tinggi, menghasilkan gambar lebih jelas, dan field of view yang lebih luas.
Namun bukankah sudah banyak VR viewer lain? Apa lagi kelebihan Daydream View?
Ya, selain Daydream View, dunia VR mobile sudah punya Samsung Gear VR dan Alcatel VR. Namun, Daydream View punya controller. Ini membuat aksi Anda di dunia VR jadi lebih banyak, dibanding sekadar melihat-lihat pemandangan.
Bayangkan; mungkin suatu saat akan ada game sihir yang menggunakan kontroler ini sebagai tongkat. Atau, game yang menggunakan kontroler ini sebagai pedang. Dapat pula bermain tenis online dengan teman secara online. Mirip seperti Wii U, namun kemungkinannya lebih luas dan mobile.
Beberapa situs review menyatakan Daydream View ini cukup nyaman digunakan bahkan oleh pengguna berkacamata. Meski demikian, penggunaan terlalu lama akan meninggalkan bekas merah di sekitar mata Anda. Selain itu, untuk ponsel dengan layar dengan resolusi di bawah 1080p, pixel dari layar ponsel Anda akan terlihat jelas saat menggunakan VR headset ini.
Sejauh ini sudah ada beberapa game yang mendukung Daydream View dan kontrolernya.
Ada Mekorama dan Danger Goat, game puzzle yang mengajak Anda menjelajahi dunia 3D. Ada juga Keep Talking and Nobody Explodes, game yang mengajak Anda menjinakkan bom dengan jumlah waktu terbatas.
Beberapa game 3D seperti ‘Twilight Pioneers’ dan ‘VR Karts Sprint’ masih terasa buggy dan belum sempurna, sementara ‘Fantastic Beasts’ dari frachise Harry Potter terasa pendek dan kurang interaktif. Namun ada juga game yang cukup bagus, yaitu Hunters Gate. Game arcade shooter ini bisa dibilang cukup memaksimalkan fitur VR yang tersedia, sehingga permainan terasa interaktif dan seru.
Selain game, aplikasi lain yang sangat seru menggunakan Daydream View adalah Youtube VR, Netflix VR, dan HBO Go. Dengan optimasi dari Daydream, Anda bisa menikmati nonton bioskop di manapun dan bioskop kapanpun Anda mau.
 
 
Rindu tempat tertentu? Atau sekadar penasaran dengan sebuah tempat yang belum didatangi? Coba gunakan Google Street View. Nikmati sensasi jalanan secara virtual, dengan bantuan Ddaydream View akan terasa sangat nyata.
Google tampaknya berusaha untuk jadi yang terdepan dalam persaingan VR dan AR mobile. Optimasi ponsel flagship, update tanpa henti untuk fitur-fitur di AR, serta rilisan Daydream View, diyakini akan mampu untuk menjadikan Google sebagai salah satu kekuatan utama di dunia VR.
 

10 Trik untuk Mengoptimalkan Google Hangouts

Google Hangouts sudah bukan barang asing lagi untuk Anda yang sering melakukan video conference, webinar, atau video chat via PC. Google Hangouts juga menawarkan opsi video chat dengan kerabat, atau rekan kerja.
Google Hangouts telah terintegrasi dengan akun Gmail, sehingga bila Anda menggunakan Gmail, tak perlu repot-repot membuat akun baru lagi.
Untuk fungsi dasar, seperti mengirimkan pesan teks, juga cukup simpel dan mudah dipelajari di Hangouts. Intinya, bila Anda butuh software untuk chatting dan video call, Hangouts pun bisa jadi pilihan Anda.
Namun selain fungsi dasar,Google Hangouts punya fitur tersembunyi yang bisa Anda optimalkan. Apa saja?
 

1. Buat percakapan tak terdeteksi

Google punya pengaturan default yang menyimpan rekaman percakapan di Google Hangouts, entah itu percakapan teks, suara, maupun video.
Bila percakapan yang Anda lakukan sifatnya rahasia dan sensitif, tentu ini bisa sangat melanggar privasi. Belum lagi bila Anda menggunakan akun perusahaan; bisa saja rekamannya tetap tersimpan bahkan setelah Anda meninggalkan tempat tersebut.
Jika Anda sering melakukan percakapan sensitif, atau lebih suka agar percakapan Anda tidak disimpan Google, Anda bisa mematikan fitur ini.
Caranya, buka jendela chat, lalu klik tombol Options. Di sana, hapus centang pada “Hangout History”, dan kemudian tekan “OK”. Setelah ini, percakapan Anda kelak tidak akan tersimpan. Bila Anda ingin menyimpan chat lagi, maka buka Options lagi dan centang kotaknya.
 
 

2. Menelepon ke Nomor Telepon

Tentu saja Hangouts bisa digunakan untuk bertukar pesan teks dan video chat. Namun Hangouts bisa digunakan untuk menelepon ke saluran telepon juga, menggunakan layanan VoIP. Jadi, bila Anda ingin mengontak seseorang yang sedang tidak terhubung ke internet, Anda bisa menggunakan fitur dari Google Hangouts ini.
Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu membuat nomor telepon gratis di Google Voice, dan Anda bisa menelepon nomor ponsel.
Fitur ini bisa digunakan  gratis dari nomor ponsel US ke nomor ponsel US, namun jika menelepon di luar Amerika Serikat pun Anda bisa melakukan panggilan dengan rate Rp 1000/menit.
 

3. Easter Eggs: Kuda Poni

Anda bisa mengejutkan lawan bicara Anda dengan memenuhi layar chatnya dengan kuda poni.
Ini adalah salah satu Easter Egg dari Google Hangouts. Caranya mudah, cukup ketik /ponystream di chat box Anda. Kelak di chat box lawan bicara Anda akan ada segerombol kuda poni yang lewat.
Ini akan jadi ice breaker yang unik untuk percakapan Anda dan lawan bicara Anda.
 

4. Tunjukkan dengan gambar

Jika Anda sulit mengatakannya, kenapa tidak menunjukkannya dengan gambar?
Anda bisa membuat gambar Anda sendiri dengan Googla Hangouts. Caranya, arahkan kursor ke foto icon ke kanan bawah layar. Setelah itu, akan muncul ikon pensil di sebelah ikon foto. Klik, dan Anda akan diberikan sebuah halaman putih kosong. Selain itu, di jendela atas ada palet warna, Anda bisa mengganti warna atau ukuran pena. Anda bisa membuat presentasi sederhana menggunakan kertas ini, yang akan sangat menolong bila Anda melakukan video conference atau webinar.
Tidak banyak fitur lain yang tersedia di tools gambar ini. Meski demikian, masih cukup untuk membuat gambar-gambar sederhana.
 

5. Tak perlu minimize

Kadang merepotkan juga bila chatting sambil kerja. Anda harus berganti-ganti window, dan membuka menutup jendela chat ini bisa sangat buang-buang waktu. Jika Anda sedang multitasking, Anda bisa mengatur agar chat box ini tetap muncul di desktop tanpa perlu buka tutup Hangouts.
Untuk melakukannya, klik tombol di kanan atas window Anda. Chat Anda akan keluar dari Gmail atau Google+ page Anda ke sebuah window terpisah, dan bisa Anda tempatkan ke manapun yang Anda mau.
 

6. Kirim massa yang marah

Sedang tegang dengan lawan bicara Anda? Mengirimkan massa bisa jadi cara yang lucu untuk mencairkan suasana, sekaligus mengekspresikan perasaan Anda. Ketik /pitchforks di kotak chat Anda, maka segerombolan kecil orang dengan garpu tala akan muncul di chat box teman Anda.
 
 

7. Tetap terhubung saat mobile

Bila Anda adalah pengguna tetap Google Hangout, maka akan sangat penting bila Anda tetap terhubung secara mobile dengan Google Hangouts.
Jika demikian, Anda bisa mengunduh aplikasinya. Hangouts tersedia baik di Android maupun iOS, sehingga Anda bisa tetap menggunakan Google Hangouts tanpa membuka PC.
Secara garis besar semua fungsi Hangouts di PC ada juga di mobile. Artinya Anda bisa menggunakan Hangouts untuk berkirim pesan dengan kolega saat istirahat makan siang, bahkan melakukan video call.
Hangouts secara otomatis akan tersinkron dengan data Hangouts di PC, apabila Anda login dengan akun yang sama. Namun tetap perlu diingat bahwa Hangouts menyedot data yang lumayan besar terutama saat video call.
 

8. Pindahkan Chat List

Secara default, daftar kontak Anda muncul di sisi sebelah kiri layar. Jika Anda lebih suka kontak ini berada di kanan, Anda bisa mengubahnya.
Caranya adalah buka menu pengaturan, lalu pilih Labs. Dari sana, pilih opsi enable right-side chat.
Jika Anda ingin mengembalikannya, maka buka menu pengaturan, lalu hilangkan saja centang tadi. Kelak chat list ini akan kembali berada di kiri layar.
 

9. Ganti avatar teman

Jika ada teman dengan username yang mirip atau punya nama hampir sama, mungkin Anda jadi kebingungan untuk mengontak yang mana.
Bila ingin membedakannya, ada cara mudah; Anda bisa mengganti avatar mereka. Avatar ini hanya akan muncul dan terganti di akun Anda, jadi teman Anda tidak perlu tahu.
Untuk menggantinya, silakan cari orang yang ingin avatarnya Anda ubah di list Kontak. Setelah itu klik “Contact Info”. Dari sana, pilih “Change Photo”, lalu pilih gambar yang mau Anda jadikan avatar di kontak teman Anda ini.
 

10. Integrasikan Penerjemah

Berkomunikasi dengan seseorang yang tidak bisa Bahasa Inggris? Google punya bot yang bisa membantu Anda dalam hal ini. Dengan bots yang disediakan Google, Anda bisa mengetik kata-kata yang ingin Anda kirimkan, lalu Google akan menerjemahkannya secara otomatis.
Bot ini terintegrasi dengan Google Translate, sehingga pilihan bahasanya sangat melimpah.
Untuk menggunakannya, Anda perlu mengatur chat dengan bot. Misalkan Anda ingin mentranslasikan bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, maka Anda perlu memulai percakapan dengan bot bernama “id2en”. Jika Anda mengirimkan pesan berbahasa Indonesia ke bot id2en, maka id2en akan otomatis membalasnya dengan terjemahan dalam bentuk bahasa Inggris.
 

Google File’s Go , Solusi Melegakan Penyimpanan Ponsel

Google tampaknya berusaha melakukan pendekatan berbeda dalam mengekspansi pasar. Alih-alih menciptakan aplikasi kelas berat untuk smartphone high-end, Google justru menyasar aplikasi ringan yang tepat guna.
Ini karena Google ingin menyasar kelas pengguna low-end dan mid-end, dengan ponsel berprosesor rata-rata dan RAM kurang dari satu giga.
 
Ini adalah sebuah langkah inisiatif dari Google, yang disebut Android Go. Android Go adalah inisiatif Google untuk memaksimalkan penggunaan smartphone dengan RAM 512 MB dan memori internal yang kecil. Sasarannya adalah negara berkembang, seperti Indonesia dan berbagai negara di Afrika, yang sampai kini masih banyak menggunakan ponsel kelas low-end.
Ponsel seperti ini mungkin sudah mulai jarang kita gunakan, namun berbagai belahan negara, dan di kota-kota kecil, pengguna ponsel semacam ini masih banyak ditemukan.
Tengoklah Google Allo dan Duo, yang didesain ringan dan simpel. Ada pula Android Oreo Go Edition, OS Android terbaru namun khusus untuk Android dengan RAM kecil.
Yang terbaru kini adalah Google Files Go. Aplikasi ini akan membantu pengguna Android dalam melegakan penyimpanan ponselnya, menemukan file dengan cepat, dan bertukar file secara offline dengan pengguna Android lain di sekitarnya.
Artikel kali ini akan membahas mengenai Files Go dan fitur-fiturnya. Apa saja?
 
Pembersih file lama
Seperti yang telah disebutkan, Files Go mampu melegakan media penyimpanan Anda yang penuh sesak.
Caranya adalah Files Go akan memindai media internal Anda, lalu menunjukkan folder-folder plus detail seberapa besar penyimpanan yang termakan oleh folder-folder tersebut. Anda bisa segera memantau file-file apa saja yang tak perlu disimpan, lalu hapus saja.
Selain itu aplikasi ini juga bisa menghapus cache dan temporary files yang tertinggal oleh aplikasi yang sudah lama dihapus.
Ada pula bagian khusus yang menunjukkan file-file besar. Anda bisa mempertimbangkan menghapusnya, jadi bisa melegakan space memori lebih cepat.
Selain itu Files Go akan memberi tahu Anda bila penyimpanan mulai penuh, aplikasi lama tak terpakai, dan file duplikat.
Pindahkan ke Memori Eksternal
Kadang-kadang kita tanpa sadar menyimpan file di memori internal. Kebiasaan ini lambat laun akan membuat memori penyimpanan terlalu penuh, menyebabkan ponsel jadi terasa lemot.
Bila Anda sering lupa, Anda bisa mencoba fitur dari Files Go. Files Go akan memperlihatkan space yang tersedia baik di memori internal maupun memori SD. Anda juga bisa memindahkan file-file ini ke SD Card, langsung dari dalam aplikasi.
Rekomendasi Pintar
Secara berkala Files Go akan memberikan Anda rekomendasi tentang file-file apa saja yang sebaiknya dihapus. Ini akan membantu Anda yang sering lupa menghapus data-data lama.
Selain itu Files Go punya metode sendiri dalam mengumpulkan dan menyortir file Anda, jadi Anda akan dibantu menemukan file walaupun folder Anda melimpah ruah.
Inovasi terhadap metode mengumpulkan dan menyortir ini patut diacungi jempol. Memberikan pengguna akses cepat ke berbagai file dari hasil unduhan, file ari bluetooth, gambar, video, audio, atau dokumen jadi terasa mudah dan tidak perlu pindah-pindah banyak folder.
Airdrop versi Google
Seperti Airdrop di iPhone, Files Go bisa digunakan untuk berbagi file offline. Menggunakan aplikasi ini, Anda bisa bertukar gambar, video, dokumen, bahkan aplikasi pada orang di sekitar. Aplikasi ini bisa digunakan offline, jadi tidak menyedot kuota Anda.
Jangan khawatir disadap. Fitur transfer ini dilengkapi dengan enkripsi WPA2, sehingga proses transfer file jadi lebih aman.
Bagaimana caranya? Bluetooth. File transfer dengan Bluetooth adalah cara biasa, namun orang mulai jarang menggunakannya. Mengintegrasikannya dengan aplikasi adalah langkah yang bisa dibilang cerdas, dan akan membantu pengguna mengurangi konsumsi data berlebih.
 
Backup ke Google Drive
Kadang kita merasa sayang bila harus menghapus satu file, namun bila disimpan terus akan memenuhi memori. Anda bisa memindahkannya ke server online menggunakan Files Go
Yang perlu Anda lakukan adalah login ke akun Google Drive, lalu Anda bisa otomatis mengunggah file Anda dari ponsel ke Google Drive, melalui Files Go.
Selain Google Drive, Files Go juga bisa digunakan dengan cloud server lain semacam Dropbox.
Nah, demikian tadi beberapa fitur yang tersedia di Files Go. Aplikasi ini ringan, hanya 6 MB. Tidak ada malware atau bloatware yang bisa membuat ponsel Anda makin lemot.

Kesimpulan

 
Aplikasi ini akan sangat membantu Anda yang sampai kini masih menggunakan ponsel jadul dengan spesifikasi pas-pasan.
Namun jika Anda menggunakan ponsel kelas atas, dengan RAM besar dan penyimpanan nyaris tanpa batas, maka aplikasi ini bukan untuk Anda. Mungkin Anda masih bisa menggunakannya, namun dampaknya tidak terasa signifikan. Di jaman semua serba cloud dan memori penyimpanan sampai 128 GB, rasanya pembersih file bukan sesuatu yang wajib.
Namun Files Go masih akan berfungsi optimal sebagai sebuah aplikasi File Manager. Anda akan sangat terbantu dengan algoritma pencariannya yang simpel dan intuitif. Tak perlu bongkar-bongkar folder, Anda bisa menemukan dan mendapatkan file yang Anda perlukan.
Google mengingatkan bahwa Files Go masih perlu banyak pengembangan, namun semua fitur fundamental sudah ada di sana. Google sendiri tampaknya sengaja tak memberikan fitur berlebih dalam aplikasi ini; toh yang penting-penting sudah tersedia.  Google belum berencana serius dengan aplikasi ini, namun bila respon pengguna baik, Google mungkin saja akan mengembangkannya secara serius.
Jika Anda sedang berencana menciptakan aplikasi tepat guna untuk kelas ponsel low-end, aplikasi ini bisa jadi langkah awal yang bagus.
 

Google RankBrain- Definitive Guide untuk Optimalkan RankBrain Supaya Trafik Anda Melejit

 
Belum lama ini, Google meluncurkan teknologi baru mereka yaitu sebuah mesin pembelajaran yang disebut dengn RankBrain untuk meningkatkan effort Google dari segi hasil pencarian.
Dan Google memberikan klaim bahwa RankBrain merupakan salah satu dari 3 faktor top rangking mereka. Jika RankBrain adalah salah satu faktor ranking, maka jika anda ingin page anda menduduki top ranking di SERP salah satu upaya yang harus anda lakukan adalah mengoptimalkan RankBrain.
Bagaimana Caranya? Caranya adalah dengan menyimak chapter demi chapter paduan ini.

Chapter #1: Google Rankbrain; Sebuah Penjelasan Visual

 Anda tentu bertanya-tanya, apa itu Rankbrain ?
RankBrain adalah algoritma yang digunakan Google untuk mengurutkan hasil pencarian dan juga membantu Google memroses dan memahami kueri penelusuran. Sebelum RankBrain, 100% algoritma Google diberi hand-code. Jadi prosesnya berjalan seperti ini:
Insinyur masih mengerjakan algoritma, hari ini RankBrain juga melakukan hal yang sama pada backround.
RankBrain mengubah algoritma dengan sendirinya. Jika user menyukai algoritma baru dengan lebih baik, maka tetap. Jika tidak, RankBrain mengembalikan algoritma lama.
Bahkan, RankBrain unggul 10% daripada insinyur Google dalam mengidentifikasi page terbaik untuk pencarian tertentu.

Chapter #2: Mengetahui Cara Kerja RankBrain

 
Setelah mendalami ikhtisar mengenai RankBrain, selanjutnya adalah memahami bagaimana ia bekerja.  RankBrain memiliki dua pekerjaan utama: pertama, memahami kueri penelusuran (keyword). Kedua, mengukur bagaimana kepuasan user teradap konten yang disajikan.
Beberapa tahun lalu, Google memiliki masalah dalam memahami keyword yang di input orang ke Google. Sekitar 15% keyword tidak pernah terlihat sebelumnya. 15% mungkin bukan jumlah yang fantastis. Akan tetapi, katakanlah dalam sehari ada sekitar 1 miliar, maka keyword yang tidak terlihat ada sekitar 150 juta.
Sebelum RankBrain, Google akan memindai halaman untuk melihat apakah keyword tersebut adalah keyword tepat yang dicari seseorang. Tapi karena keyword ini baru, Google tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan user. Jadi mereka hanya menebak.
Sebagai contoh, katakanlah Anda mencari “the grey console developed by Sony”. Google akan mencari halaman yang berisi istilah “the grey”, “console”, “developed” dan “Sony”.
 
Sekarang, RankBrain benar-benar mengerti apa yang user minta dengan hasil 100% akurat.

Google yang Dulu bukanlah Google yang Sekarang

Dulu, Google mencoba mencocokkan kata-kata di kueri penelusuran dengan kata-kata di page.
Hari ini, RankBrain mencoba untuk benar-benar mencari tahu apa yang dimaksud oleh user yaitu dengan mencocokkan keyword yang belum pernah dilihat sebelumnya dengan keyword yang telah dilihat Google sebelumnya.
Misalnya, Google RankBrain telah memperhatikan bahwa banyak orang mencari “the grey concole developed  by Nintendo”. Dan mereka telah mengetahui bahwa orang yang mencari “the grey concole developed  by Nintendo” ingin melihat serangkaian hasil tentang konsol game.
Jadi ketika seseorang mencari “the grey concole developed  by Sony”, RankBrain menampilkan hasil yang sama dengan keyword yang sudah diketahui (“the grey concole developed  by Nintendo”). Jadi hasil tentang konsol dalam hal in adalah PlayStation.
Contoh lain: beberapa waktu yang lalu Google menerbitkan posting blog tentang bagaimana mereka menggunakan pembelajaran mesin untuk lebih memahami maksud user.
Dalam posting itu mereka menggambarkan sebuah teknologi yang disebut “Word2vec” yang mengubah keyword menjadi konsep. Misalnya, Google mengatakan bahwa teknologi tersebut “memahami bahwa Paris dan Prancis terkait dengan cara yang sama seperti Berlin dan Jerman (ibukota dan negara), dan tidak seperti Madrid dan Italia”.
Meski postingan tersebut tidak berbicara secara khusus tentang RankBrain, RankBrain kemungkinan menggunakan teknologi serupa.

Bagaimana RankBrain Mengukur Kepuasan User?

Pertanyaan besarnya adalah setelah RankBrain menunjukkan serangkaian hasil, bagaimana cara mengetahui bahwa konten tersebut benar-benar bagus? Perhatikan gambar berikut!
RankBrain menunjukkan serangkaian hasil pencarian yang menurut mereka akan disukai oleh user. Jika menurutnya page anda disukai oleh banyak orang, maka Google akan melakukan uprank.  Jika tidak disukai, maka Google akan melakukan downrank dan menggantinya dengan page yang berbeda.
 
 
 

Apa yang RankBrain Perhatikan?

RankBrain memperhatikan interaksi user dengan halaman hasil pencarian. Adapun yang dilihat adalah sebgai berikut!
‘CTR (Click-Through-Rate) Organik’
‘Dwell time’
‘Bounce rate’
‘Pogo-sticking’
Keseluruhannya dikenal  sebagai sinyal pengalaman pengguna (sinyal UX). Mari kita lihat sebuah contoh:
Mislkan anda mencari “pull back muscle” di Google. Seperti kebanyakan orang, anda akan klik page yang berada di peringkat paling atas. Akan tetapi, intronya justru penuh dengan hal-hal yang tidak kurang relevan dengan pencarian anda. jadi anda akan menekan tombol back dan melihat hasil yang kedua.
Yap! Anda mendapat apa yang anda cari pada page tersebut, jadi anda menghabiskan waktu 5 menit untuk membacanya. Dan karena Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan, maka anda melihatnya kembali pada hasil pencarian.
Back-and-forth  semacam ini disebut sebagai “Pogo-sticking”. Dan itu adalah hal yang GRB perhatikan.  Jika Google memperhatikan bahwa user cepat meninggalkan page untuk mengeklik hasil penelusuran yang berbeda, maka hal tersebut memberi tahu Google bawa konten tersebut buruk.  Dan jika Google memperhatikan bawa banyak orang yang stay on pada page tersebut, hal tersebut memebri tahu Google bahwa konten page tersebut bagus.

Chapter #3: Riset Keyword di Dunia Rankbrain

Seperti yang anda lihat, Google sekarang dapat memahami intent di balik keyword. Jadi, apakah itu berarti riset keyword tradisional sudah mati? Tidak juga. Jadi, yang perlu anda lakukan sekarang adalah mengubah proses riset keyword tradisonal  menjadi lebih RankBrain friendly. Bagaimana caranya?
Pertama, jangan lagi menggunakan long tail keyword. Mengapa?
Katakanlah begini, anda akan membuat satu halaman yang dioptimalkan untuk “best keyword researsh tools”. Dan satu lagi dioptimalkan untuk “best tools for keyword research”.
Google yang dulu akan memberi peringkat untuk long tail keyword masing-masing.
Sekarang, RankBrain memahami bahwa keyword tersebut pada dasarnya sama. Jadi mereka menunjukkan hasil pencarian yang hampir sama.
Jadi singkatnya, long tail keyword sudah tidak sesuai lagi. Sekarang optimalkan keyword di sekitar medium tail.
Keyword medium tail disebut juga dengan middle-of-the-pack. Midle tail mendapat volume pencarian rata-rata lebih banyak daripada long tail keyword.
Tapi sebenarnya mereka juga kurang kompeten. Misalnya, inilah sekumpulan keyword seputar topik “Paleo Diet”. Istilah yang ditengah adalah keyword medium tail.
Jika anda mengoptimalkan pege di sekitar keyword medium tail, RankBrain secara otomatis akan memberi peringkat pada anda untuk keyword  itu  dan ribuan keyword yang serupa.
Jadi singkatnya, disarankan untuk mengoptimalkan keyword di sekitar satu keyword. (pastikan itu adalah keyword medium-tail).

Contoh riset keyword dan SEO halaman di dunia RankBrain

Contoh: page berikut berisi konten alat SEO dengan daftar yang lengkap.
Karena konten tersebut memberikan jumlah nilai yang konyol pada satu halaman, maka ia tidak mendapat rangking pertama di SERP.
Tapi yang lebih penting dari itu, RankBrain mengerti bahwa halaman tersbeut dalah tentang konsep seperti: “Alat SEO”, “perangkat lunak SEO”, “alat riset keyword”, dll. Itulah sebabnya satu halaman itu memberi peringkat untuk 1.800 keyword yang berbeda (menurut SEMrush). Itulah kekuatan mengoptimalkan konten luar biasa di sekitar keyword medium tail tunggal.

Chapter #4: Cara Mengoptimalkan Judul dan Deskripsi Tag untuk CTR

Seperti yang anda ketahui bahwa CTR organik adalah sinyal ranking utama RankBrain. Apa itu CTR? CTR adalah kuantitas user yang melakukan klik pada page anda. Untuk itu, jika anda ingin RankBrain melakukan uprank pada page anda, anda harus mengoptimalkan CTR anda.
Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara mengoptimalkan CTR?

Kemas Tag Judul Anda Dengan Emosi 

Tidak diragukan lagi bahwa judul  yang emosional akan mendapatkan lebih banyak klik. Hal tesebut sudah diketahui oleh  copywriter selama bertahun-tahun. Dan dalam beberapa tahun terakhir ide ini didukung dengan data. Faktanya, CoSchedule menemukan korelasi yang jelas antara headline yang sangat emosional dan social shares. Contoh judul yang umum :
“Productivity Tips: How to Get More Done”
Sebenarnya judul di atas tidak buruk, akan tetapi tidak memiliki “umph’ yang mendorong orang untuk mengklik.  Inilah bagaimana Anda bisa mengubah tag judul itu menjadi pembangkit tenaga emosional (sekaligus tetap SEO-friendly):
“Crush Your To-Do List with These 17 Tip Productivity Tips”
Tambahkan tanda kurung ke akhir  judul Anda seperti gambar dibawah!  Karena berdasarkan studi yang HubSpot dan Outbrain lakukan beberapa tahun yang lalu, dengan menganilisis 3.3 headline, ditemukan bahwa judul dengan kurung mengungguli sekitar 33% daripada judul tanpa kurung.
 
Gunakan Angka (Tidak Hanya di Daftar Posting)
Data dari beberapa sumber (termasuk BuzzSumo)  sangat jelas bahwa angka meningkatkan CTR.  Anda dapat menggunakan angka di judu anda, meskipun konten Anda bukan daftar posting. Contoh:
Coba lihatlah, pada page tersbut malah tidak hanya  menggunakan satu angka tapi dua.  Tambahkan juga ‘power words’ ke tag judul anda. ‘Power words’ adalah istilah yang emosional. Menggunakan power words akan membuat judul anda menonjol dan mendapatkan lebih banyak klik. Berikut adalah daftar beberapa power word yang cukup emosional:
‘Effective’
‘Insane’
‘That Will’
‘Case Study’
‘Examples’
‘Proven’
‘Study’
‘New’
‘power ful’ dll

Jangan LupaOptimalkan Tag Deskripsi untuk CTR

 Deskripsi yang optimal dapat secara signifikan meningkatkan CTR Anda. Cara mengoptimalkannya adalah:

#1. Buatlah deskripsi anda emosional

Sama seperti dengan tag judul, buat tag deskripsi yang menyampaikan beberapa emosi.  Inilah contohnya:

#2. Juallah mengapa orang harus klik page anda

Apakah konten anda komperhensif? Berdasarkan riset? Atau lucu? Jual hal-hal tersebut pada tag deskripsi.

#3. Salin kata dan frasa yang digunakan iklan berbayar (AdWords)

Sebagai contoh, ketika anda mencari “bone broth”  anda akan melihat bahwa frasa tersebut terlihat dalam dua ads:
Jadi, taruh frasa ‘grass ed’ pada meta deskripsi anda’

#4. Inklud target keyword anda

Google akan membuatnya menjadi tebal, yang dapat membantu hasil anda menonjol:

Chapter #5. Mengoptimalkan Konten untuk Bounce rate dan dwell time

 Ini adalah cara menunjukkan kepada Google bahwa user menyukai page anda. Dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menaikkan dwell time anda.

Apkah Google benar-benar menggunakan Dwell Time?

Yap! Dwell time adalah jumlah waktu yang dihabiskan user di page anda setelah mengklik hasil anda. Jadi semakin lama user berada di page anda, maka hal tersebut akan memberi tahu Google bahwa user menyukai page anda.
Jika user pergi dari page anda dalam waktu 2 detik, maka hal tersebut akan memberi tahu Google bahwa user tidak menyukai page anda. jadi snagat logis jika RankBrain mengukur Dwell time dan merangking berdasarkan sinyal ini.

Bagaimana menurunkan bounce rate dan menaikkan dwell time?

Berikut adalah beberapa strategi simple yang dapat anda gunakan untuk menaikkan dwell time pada site anda.

#1.  Dorong Konten Anda Berada di Atas

 Saat orang mengklik situs anda, mereka  mereka ingin pertanyaan mereka dijawab saat itu juga. Jadi dengan kata lain, mereka tidak ingin scroll terlalu bawah untuk membaca konten anda. Itu sebabnya sangat disarankan untuk menghapus apapun (misalkan gambar yang terlalu besar) yang membuat konten and berada di bawah seperti gambar ini.
Disamping itu, buat kalimat pertama dari konten anda  front-and-center:

#2. Gunakan intro yang pendek (5-10 kalimat maksimal)

Intro adalah dimana 90% reader anda memutuskan untuk tinggal atau pergi. Jangan menggunakan intro yang terlalu panjang, mengapa? Karena mereka sudah tahu tentang topiknya, jadi mereka tidak butuh intro yang panjang.Disamping itu, gunakan intro anda untuk menjual konten tentang yang mereka baca.

 #3. Publikasikan Konten Panjang dan dalam

Mengapa, karena konten yang panjang dan membuat user lebih  lama berada di page anda, sehingga dapat meningkatkan dwell time anda. Katakanlah begini, logikanya user butuh waktu yang lebih untuk membaca artike berjumlah 2000 kata daripada artikel 200 kata.
Disisi lain, konten yang panjang memberikan informasi yang lebih dalam kepada user, sehingga dapat menjawab sepenuhnya apa yang mereka cari.
Sebagai contoh, katakanlah Anda mencari ‘cara SEO video’ . Kemudian hasil pertama yang anda klik berisi artikel dengan jumlah 300 kata. Okelah, mungkin itu dapat menjawab pertanyaan anda, akan tetapi anda akan segera meninggalkannya dan menemukan paduan dengan informasi yang lebih dalam, karena informasi yang dalam biasanya memiliki analisis yang cukup tajam.

#4. Break Up Konten Anda Ke dalam Chunks Bite Size

Marilah menuju realitas bahwa membaca konten 2000 kata adalah susah. Dan lebih susah lagi jika 2000 kata tersebut dijabarkan dalam teks yang begitu monoton tanpa ada header dan sub header yang memecah konten menjadi potongan-potongan sehingga mudah untuk dicerna. Idealnya membuat subheader untuk setiap 200 kata per konten.
 
 
Google hari ini mengumumkan algoritma peringkat baru yang dirancang untuk pencarian mobile. Perusahaan menyebutnya “Pembaruan Kecepatan,” dan itu hanya akan memengaruhi sebagian kecil pertanyaan, Google menegaskan kembali bahwa Hanya halaman yang “memberikan pengalaman paling lambat kepada pengguna” akan terpengaruh oleh pembaruan ini
Pembaruan ini ditayangkan pada bulan Juli 2018, jadi webmaster punya waktu untuk menyiapkan halaman web mereka.
Google menyarankan Anda menggunakan laporan dan alat PageSpeed ​​yang diperbarui baru seperti LightHouse untuk mengukur kecepatan halaman dan melakukan perbaikan.
 

Zhiheng Wang dan Doantam Phan dari Google menulis:

“Pembaruan Kecepatan”, seperti yang kami namakan, hanya akan memengaruhi laman yang memberikan pengalaman paling lambat kepada pengguna dan hanya akan memengaruhi sebagian kecil kueri. Ini menerapkan standar yang sama untuk semua halaman, terlepas dari teknologi yang digunakan untuk membangun halaman.

Maksud dari permintaan pencarian masih merupakan sinyal yang sangat kuat, sehingga halaman yang lambat mungkin masih memiliki peringkat tinggi jika memiliki konten yang bagus dan relevan.
Masalah dengan laporan PageSpeed ​​Insights adalah, karena menggunakan data dari Browser Chrome, itu tidak memiliki cukup data untuk mengukur situs yang lebih kecil secara andal, sehingga bagian kecepatan laporan tidak tersedia untuk pengguna tersebut. Skor pengoptimalan masih tersedia, tetapi itu tidak cukup untuk memungkinkan situs memberi tahu apakah lamannya lambat atau tidak.
 
Kembali pada tahun 2010, Google mengatakan kecepatan halaman adalah faktor peringkat tetapi “difokuskan pada pencarian desktop” saja. Sekarang, pada bulan Juli 2018, ini akan melihat seberapa cepat laman seluler Anda dan menggunakannya sebagai faktor peringkat dalam penelusuran seluler.
Google telah menjanjikan untuk melihat kecepatan halaman seluler selama bertahun-tahun sekarang, dan itu akhirnya datang.
Belum jelas apakah faktor peringkat ini juga akan diterapkan pada penelusuran desktop, tetapi menurut search engine land mereka akan memeriksa dengan Google dan akan memperbarui saat mereka  menerima informasi tambahan.
 
 

FAQ Tentang Pembaruan Kecepatan Google

 
baru: halaman AMP, notifikasi Search Console & halaman desktop saja
Google baru saja mengumumkan pembaruan algoritma terbaru, bernama Pembaruan Kecepatan, yang akan diluncurkan pada bulan Juli tahun ini. SEJ menanyakan beberapa pertanyaan tentang pembaruan ini kepada Google, termasuk bagaimana hal ini memengaruhi halaman desktop, apakah halaman dengan URL AMP tetapi URL kanonis yang lambat akan terpengaruh, jika webmaster akan mendapatkan notifikasi Search Console dan banyak lagi.
Berikut adalah pertanyaan dan jawaban dari juru bicara Google:
1. Apakah Anda masih akan menggunakan faktor kecepatan desktop untuk indeks desktop?
Benar, tidak ada perubahan yang diumumkan untuk desktop.
2. Dengan indeks seluler-pertama, peringkat desktop akan menggunakan kecepatan halaman seluler dan tidak menggunakan kecepatan halaman desktop?
Tidak, perubahan ini adalah tentang hasil pencarian ponsel. Seperti yang disebutkan di pos blog pengindeksan seluler pertama kami, sementara indeks kami akan dibuat dari dokumen seluler, kami akan terus membangun pengalaman penelusuran yang hebat untuk semua pengguna, baik itu dari perangkat seluler atau desktop.
3. Bagaimana dengan situs yang mendapatkan pesan “tidak tersedia” di laporan PageSpeed ​​Insights? Bagaimana mereka mempersiapkannya dengan benar?
Pengembang didorong untuk berpikir secara luas tentang bagaimana kinerja memengaruhi pengalaman pengguna dari laman mereka dan mempertimbangkan berbagai metrik pengalaman pengguna. Kami mendorong pengembang untuk menggunakan semua alat yang masuk akal bagi mereka.
PageSpeed ​​Insights menggunakan data dari Laporan Pengalaman Pengguna Chrome. Untuk situs yang tidak ada dalam kumpulan data Pengalaman Pengguna Chrome, sebaiknya gunakan Lighthouse untuk mengevaluasi kinerja halaman.
 
4. Dapatkah Anda memberi kami persentase kueri yang dipengaruhi oleh ini?
Ini akan memengaruhi sebagian kecil kueri.
5. Apakah akan ada penurunan peringkat yang signifikan jika situs terkena dampaknya?
Kecepatan hanyalah salah satu dari banyak sinyal yang digunakan untuk menentukan peringkat halaman. Perlu diingat bahwa maksud dari permintaan pencarian masih merupakan sinyal yang sangat kuat, sehingga halaman yang lambat mungkin masih memiliki peringkat tinggi jika memiliki konten yang bagus dan relevan.
6. Akankah ada semacam pemberitahuan di Google Search Console, atau benar-benar algoritmik?
Ini benar-benar algoritmik. Tidak ada alat yang secara langsung menunjukkan apakah suatu halaman dipengaruhi oleh faktor peringkat baru ini.
7. Apakah menggunakan data yang sama yang Anda gunakan di alat PageSpeed ​​Insights? Data Pengalaman Pengguna Chrome?
Maksud dari sinyal adalah untuk meningkatkan pengalaman pengguna pada pencarian. Meskipun kami tidak dapat mengomentari jenis data, kami mendorong pengembang untuk berpikir secara luas tentang bagaimana kinerja memengaruhi pengalaman pengguna dari laman mereka dan mempertimbangkan berbagai metrik pengalaman pengguna saat meningkatkan situs mereka.
 
 
8. Bagaimana jika situs tersebut memiliki URL AMP tetapi URL kanoniknya sangat lambat? Bagaimana situs dengan AMP terpengaruh oleh ini?
Standar yang sama diterapkan ke semua halaman, terlepas dari teknologi yang digunakan untuk membangun halaman. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan pengalaman pengguna pencarian.
Dalam contoh ini, karena pengguna dari Penelusuran akan melihat halaman AMP, kecepatan halaman AMP akan diperhitungkan.
Namun, jika laman yang dibuat dengan AMP memberikan pengalaman yang lambat bagi pengguna, itu mungkin juga mendapat peringkat lebih rendah dalam hasil.

Jasa
error: Content is protected !!