Rumah Stroberi Bukan Sekadar Wisata Agro

Rumah Stroberi Bukan Sekadar Wisata Agro

Jika wisata agro biasanya mengusung tema yang itu-itu saja, lain dengan Rumah Stroberi . Mendengar namanya, mungkin kita bakal berpikir, “Ah, metik stroberi lagi, metik lagi.” Harus diakui, tren wisata agro yang cuma memetik buah memang booming beberapa tahun lalu, tapi sekarang sudah memudar. Tapi, jangan keburu pesimis mendengar namanya.

 

Karena tempat wisata yang akan kita bahas kali ini menawarkan jauh, jauh lebih banyak hiburan daripada sekadar petik-petik buah. Apa saja? Yuk simak ulasan kita berikut ini!

 

 

Menggabungkan Konsep Berbagai Etnis

Pertama kali datang ke Rumah Stroberi, kita bakal terkagum-kagum oleh desain arsitekturnya yang terhitung nyentrik. Betapa tidak, rasanya seperti melihat beberapa rumah dari berbagai negara disatukan di satu tempat: bangunan kayu tak berfurnitur khas Jepang, atap-atap berkubah lancip khas Maroko, juga ornamen merah-kuning dan lampion yang identik dengan bangsa Cina.

Tulisan “Rumah Strawberry” terpampang besar-besar di salah satu bangunan dengan warna dominan cokelat. Di sekitarnya, pohon-pohon dan berbagai macam tanaman tumbuh dengan sabar. Tak heran, karena tempat ini memang berdiri di area Lembang—bagian kota Bandung yang terkenal akan kesuburan tanahnya.

 

Di antara rimbun tanaman itu kemudian ditata berbagai “saung” (semacam tempat bercengkrama khas Sunda). Bagi yang suka lesehan, bisa deh memilih tempat yang tidak ada tempat duduknya. Tapi kalau lebih nyaman duduk di kursi, ada juga kok yang seperti itu!

Beli Makan, Baru Petik Buah

Setelah duduk dan bicara pada orang di konter, baru deh kita memperoleh informasi tentang cara kerja tempat ini. Rupanya, kita baru bisa ikutan acara memetik stroberi setelah beli makan paket nasi liwet di sini.

 

Kebijakan ini relatif baru karena dulu saat tempat ini baru berdiri, pengunjung dibiarkan saja langsung pergi ke venue pemetikan buah. Namun lambat laun, pengunjung semakin banyak, sementara tanaman stroberi butuh waktu untuk terus tumbuh dan berbuah. Jadilah untuk para pengunjung diberlakukan aturan baru seperti ini.

Untung saja, harga nasinya relatif terjangkau! Paket nasi liwet untuk empat orang misalnya, cuma perlu merogoh kocek 135 ribu rupiah. Selebihnya, kita bisa pesan menu tambahan seperti ikan dorang bakar, ayam goreng, bebek panggang, nasi goreng, steak, dan tentu saja: jus stroberi segar!

Bagi yang tidak ingin makan berat juga disediakan snack yang menyenangkan seperti kue surabi, panekuk, juga poffertjes. Makan di antara tumbuhan yang indah dan suasana yang sejuk dan menyenangkan, rasanya tak ternilai sekali.

Puas makan, barulah kita diizinkan memetik buah stroberi di kebun yang disediakan. Tempat pemetikan itu adalah berupa nursery penuh polybag yang subur dengan stroberi-stroberi ranum menggantung di pohonnya.

Warna merah mencoloknya pasti mengundang siapa pun untuk mencicipinya, apalagi anak-anak kecil. Tapi, disarankan jangan ya. Nanti saja setelah puas memetik dalam keranjang, semuanya ditimbang di meja kasir. Per ons-nya seharga Rp 10.000, 00 – Rp 20.000,00  jadi dikira-kira saja saat memetik nanti yaa…!

Tapi, Bukan Itu Saja yang Bisa Dilakukan di Sini

Sudah pernah ke sini dan ingin melakukan hal baru? Masih mungkin, kok. Bagi buah hati Anda yang ingin merasakan outbound dan kegiatan yang banyak menggerakkan badan, ada wahana perosotan, jungkat-jungkit, kolam renang, bahkan flying fox yang siap digunakan. Dijamin, mereka enggak akan bosan.

 

Apalagi suasana Lembang jauh berbeda dibandingkan dengan kota-kota lain di Bandung. Alamnya yang hijau dan udaranya yang sejuk, bakal membuat kita semua merasa seolah berada di negara lain!

Untuk para pemilik bisnis yang ingin menjalin kedekatan dengan kolega, disediakan pula ruangan dengan gaya berkelas nomor satu dan kondusif. Bahan kayu mengilat dan pilihan menunya yang pas bakal membuat partner bisnis terkesan pada pilihan Anda.

 

Dan yang tak kalah penting, perbedaan etnis yang macam-macam itu bukan cuma jadi gimmick untuk desain ruangan. Buat para tamu yang kemalaman, atau sekadar ingin merasakan menginap malam-malam di tempat berbeda, Rumah Stroberi juga menyediakan hotel yang tematik, lho.

Di sini, kita bisa memilih mau menginap di kamar dengan tema negara apa. Serius!

Sebagai kota wisata, banyak orang dari negara lain yang berada di Bandung. Entah untuk urusan pekerjaan atau rekreasi. Nah, keberadaan kamar-kamar semacam ini bisa menyenangkan bagi mereka yang kangen suasana kampung halaman di negara asal.

Bagi wisatawan lokal pun, menginap di tempat seperti ini akan membuat kita merasa seolah ada di negara lain.

Misalnya saja, kalau kita memesan kamar bertema Jepang maka kita akan mendapatkan kamar minimalis dengan dipan rendah, seprai dan selimut putih bersih. Di lantainya ada tatami (tikar anyam khas Jepang) dan meja dari kayu keras yang dipernis serta tulisan kanji di salah satu tokonoma. Cantik sekali! Kalau kita iseng selfie di sini, bisa-bisa dikira berada di Tokyo oleh teman-teman.

 

Kamar bernuansa Bali juga tak kalah menjadi rebutan bagi para tamu karena suasana royalnya yang sangat terasa. Ukir-ukirannya yang detil, dan juga kelambu di ranjangnya, bakal membuat kita merasa terlempar ke zaman kolosal.

 

 

Kamar lain yang tidak kalah menarik adalah yang bernuansa Cina. Meriah! Warna-warna cerah seperti merah dan kuning menghiasi kusen, sementara lampian yang tergantung di sisi-sisi kamar akan menyala ketika hari mulai malam. Bayangkan menyesap teh di kamar seperti ini sambil menatap langit dari jendela. Hmm…

Saking menariknya tempat ini, tak jarang banyak pasangan yang datang untuk foto prewedding atau sekalian menyewa tempat untuk menyelenggarakan pernikahan. Jadi, jangan heran kalau ketika datang ada ramai-ramai di situ, ya!

Rumah Stroberi adalah wisata yang berhasil mengembangkan dirinya setelah wisata petik buah mulai surut. Bukannya bangkrut, malah berkembang jadi sesuatu yang makin menarik! Dan ingat, tempat ini cuma ada di Kota Bandung tercinta ini. Jadi sobat travel, kalau mampir ke kota sejuta kembang ini, jangan lupa memanfaatkan momen dan datang ke mari!

Rumah Stroberi

  • Jalan Cigugur Girang 145, Parongpong
    Jam buka kebun: setiap hari 08.00-16.00
    Jam buka restoran: Senin-Jumat 08.00-17.00, Sabtu-Minggu 08.00-20.00
    Harga: paket nasi liwet 4 orang Rp130.000 – Rp155.000;  jus stroberi segar Rp40.000

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!