Sabun B29: Solusi di Tengah Kelangkaan dan Kemahalan Sabun di Zamannya

GetResponse

https://www.undercover.co.id – Jika Anda adalah ibu rumah tangga, pasti tidak asing dengan sabun merk B29. Hingga saat ini, Anda masih bisa menemukan sabun buatan PT Sinar Antjol tersebut. Menurut sejarah, Sabun B29 adalah salah satu produk lokal tertua. Sabun B29 beredar pada tahun 1940an, yang menjadi solusi ketika terjadi kelangkaan sabun yang banyak dibutuhkan ibu-ibu rumah tangga.

Setiap orang, terutama ibu rumah tangga hampir setiap hari menggunakan sabun. Sabun menjadi barang wajib yang digunakan dalam proses membersihkan, mulai dari membersihkan peralatan memasak, mencuci baju, membersihkan kaca, hingga untuk urusan mandi. Karena itu, sabun tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan keseharian.

Sabun jaman Jadul Yang Melegenda

Salah satu produk sabun yang terkenal pada 1940-an adalah Sabun B29. Merk sabun yang diproduksi oleh PT Sinar Antjol tersebut memiliki kisahnya tersendiri. Bermula dari keprihatinan seorang pria perantau dari Mojokerto, bernama Sewu Gunawan. Pada tahun 1930, keberadaan sabun Tjap Tangan, produksi Unilever, tiba-tiba langka. Bila ada, harganya pun mahal, sehingga banyak ibu rumah tangga yang mengeluh karena merasa tidak mampu membeli sabun sampai tidak bisa mencuci baju, perkakas rumah, hingga mandi.

Sewu Gunawan pun ingin membantu kesulitan yang dialami para konsumen sabun. Ia meminta bantuan pada gurunya agar bisa mengganti kaustik soda (bahan utama sabun). Akhirnya ia berhasil menciptakan sabun dengan bahan baku gula dari tebu yang lebih ekonomis dan mudah didapatkan.

Sekitar 1942, Sewu Gunawan membangun sebuah pabrik rumahan di atas lahan berukuran 300 meter persegi di Jalan Malaka, Jakarta Pusat. Ia kemudian mendaftarkan merk Sabun B29 dan merekrut seratus pegawai untuk memproduksi sabun dalam jumlah besar. Memang keberadaan Sabun B29 tidak sepopuler Sabun Tjap Tangan yang di masa itu sudah meluas ke mana-mana. Ia hanya ingin membantu kesulitan para ibu rumah tangga dengan memproduksi sabun sebanyak-banyaknya dengan harga lebih murah.

Startegy Harga Yang Murah

Dengan harganya yang murah, Sabun B29 langsung mendapat respon positif. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat masyarakat, terutama ibu rumah tangga agar menjadi konsumen setia Sabun B29. Hal ini didukung dengan terobosan baru yang diciptakan oleh PT Sinar Antjol yaitu membuat sabun berbentuk krim (detergent cream) atau yang terkenal dengan sebutan sabun colek, pada 1970. Ketika itu, produk sabun yang sering digunakan adalah sabun dalam bentuk bubuk.

Menurut Eka Gunawan, anak bungsu Sewu Gunawan, sabun dalam bentuk bubuk sebenarnya adalah hasil dari sabun berbentuk krim yang dikeringkan. Karena itu, ayahnya berpikiran, “ Jika pada akhirnya akan dibasahi dengan air, mengapa tidak dijual dalam bentuk krim saja?”. Selain itu, dengan memproduksi sabun dalam bentuk krim, dapat menghemat biaya produksi sehingga tidak perlu menggunakan mesin pengering.  Sabun colek B29 juga dibuat dengan multifungsi, bisa digunakan untuk mencuci piring, mencuci baju, hingga mencuci mobil.

Untuk mempromosikan terobosan barunya, PT Sinar Antjol membuat sebuah iklan dengan Suratmi, pelawak wanita, sebagai pemerannya. Dengan gayanya yang kenes, Suratmi mengajak para ibu memakai sabun colek B29. Keberadaan sabun colek B29 langsung mewabah ke seluruh penjuru Indonesia, hingga Suratmi pun menjadi ikon dari Sabun colek B29 dan lebih dikenal dengan nama “Ratmi B29”.

Kewalahan Memenuhi Permintaan Yang Membludak

Popularitas yang kian pesat, membuat Sabun B29 menjadi idola banyak orang. PT Sinar Antjol pun mengklaim bahwa Sabun B29 telah menguasai 80% pasar sabun di masa itu. Bahkan, karena banyaknya permintaan, PT Sinar Antjol kewalahan memproduksi Sabun B29 dan tidak bisa memenuhi permintaan pasar dalam waktu singkat. Dari usaha yang bertujuan membantu, menjadi bisnis dengan banyak untung.

Namun, yang namanya bisnis, pasti selalu mengalami masa pasang dan surut. Pada 1980an, tingkat penjualan Sabun B29 mengalami penurunan karena banyak merk sabun serupa yang mulai bermunculan di pasaran. Eka Gunawan yang diserahi tongkat estafet bisnis pada 1991, pun mulai menyusun strategi untuk mengembalikan kejayaan Sabun B29.

Ia mulai menargetkan pasar luar negeri yang belum tersentuh dengan produk sabun sejenis. Awalnya ia mengekspor sabun ke Uni Soviet (Rusia), namun penjualannya mengalami gangguan karena ada masalah politik dalam negeri Uni Soviet. Ia kemudian beralih ke negara-negara di Afrika. Alhasil, penjualannya pun meningkat dan Sabun B29 menjadi produk Indonesia pertama yang masuk ke negara dengan mayoritas orang berkulit hitam tersebut.

baca juga

    Export Ke Luar Negri

    Dengan keberhasilan ekspor ke luar Indonesia, permintaan Sabun B29 pun membludak hingga dua kali lipat, di masa krisis ekonomi 1997. Namun, keadaan tersebut tidak dapat mengatasi dampak krisis ekonomi secara menyeluruh. Untuk menekan biaya, PT Sinar Antjol pun terpaksa memangkas jam kerja para pegawainya, dari tiga shift menjadi satu shift. Meski demikian, tidak ada pemberhentian paksa (PHK). Ketika krisis perlahan berakhir dan keadaan ekonomi mulai stabil, Eka Gunawan mulai merencanakan strategi baru untuk membidik pasar dalam negeri.

    Dengan berbagai upaya yang dilakukan, faktanya tidak mudah mengembalikan kejayaan masa lalu. Sabun B29 kalah agresif dengan merk-merk baru yang gencar melakukan promosi. Hal ini diakui Eka Gunawan, karena sebagian besar dana perusahaan digunakan untuk riset dan pengembangan untuk menjaga dan meningkatkan mutu produk. Selain itu, Sabun B29 juga tidak hanya bersaing dengan produk sabun skala nasional tetapi juga produk sabun lokal. Di tahun 2012, Sabun B29 hanya menguasai 10% pasar sabun nasional.

    Meski sulit menjadi penguasai di pasar sabun nasional, tidak membuat Eka Gunawan berhenti berusaha. Komitmen untuk menyediakan sabun dengan harga ekonomis dan berkualitas tetap diutamakan. Strategi untuk memasarkan Sabun B29 di luar Indonesia juga tetap ia teruskan. Hasilnya, pada 2015 lalu, Sabun B29 mendapat apresiasi dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang menemukan salah satu produk sabun tertua buatan Indonesia di Ethiopia.

    Expansi Dari PT SINAR ANTJOL

    Untuk itu, Eka Gunawan akan terus berusaha menjaga dan memajukan perusahaan warisan keluarganya. Sekarang PT Sinar Antjol juga memproduksi banyak varian produk sabun dalam skala nasional mulai dari sabun batangan, pembersih lantai, pencuci perkakas dapur, pencuci tangan, hingga laundry bar. PT Sinar Antjol juga memunculkan beberapa merk dagang seperti Ayu, Sehat, Kris, Intense, Citrus, dan Medisoft.

    Dengan mengetahui kisah kesuksesan Sabun B29, Anda pasti sudah belajar suatu hal. Dari beberapa hal, yang patut Anda utamakan adalah bahwa dalam memulai usaha, jangan hanya terpatok pada keuntungan semata. Memanfaatkan peluang dari keadaan sosial di masyarakat juga menjadi poin penting.

    Sabun B29 dibuat dengan tujuan membantu permasalahan ibu rumah tangga ketika sabun langka dan harganya mahal. Tujuan baik tersebut memiliki timbal balik positif yang memberi keuntungan lebih banyak. Di samping itu, dari surutnya popularitas Sabun B29 juga memberi pelajaran bagi Anda bahwa sebuah produk bisa terjaga eksistensinya tidak hanya melalui kualitas yang baik, namun juga dengan pengaruh iklan yang disebarluaskan dengan gencar.



    Leave a Reply

    5 × three =

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!