Sathien Setthasit ,Pengusaha Sukses Pendiri Carabao

https://www.undercover.co.id – Thailand bisa dikatakan layak untuk menyandang negara penghasil minuman berenergi paling terkenal di dunia.

Salah satu produk minuman berenergi yang diciptakan di Thailand tak lain dan tak bukan adalah Red Bull yang sudah menghiasi banyak arena olahraga.

Selain Red Bull, Thailand juga memiliki merek minuman berenergi lain yang siap menggoyang dominasi Red Bull di pasar global yaitu Carabao.

Carabao adalah merek minuman berenergi yang didirikan oleh dua orang sahabat dengan latar belakang berbeda yaitu Sathien Setthassit, seorang pebisnis  dan Yuenyong Opahkul alias Aed Carabao, seorang penyanyi.

Meski banyak didorong oleh ketenaran Yuenyong dan nama panggungnya, kepintaran Sathien dalam mengembangkan strategi bisnis yang membuat Carabao bisa menjadi merek no.2 terbesar di Thailand.

Kemampuan Sathien mengelola Carabao juga membuatnya masuk sebagai orang terkaya di dunia nomor 2134 dengan total kekayaan mencapai 1,2 milyar Dolar Amerika Serikat.

Sempat Menjadi Gerilyawan

Masa lalu seorang Sathien Sethassit hampir tidak pernah bersinggungan dengan kegiatan bisnis.

Sathien muda lebih banyak menghabiskan waktu dengan menjadi aktivis politik yang menentang pemerintahan pada tahun 1970.

Hidup dalam ancaman berondong peluru ketika melaksanakan aksinya di kota, Sathien memutuskan untuk bergerilya dan menetap di hutan.

Sebagai orang kota, beradaptasi dengan kehidupan hutan merupakan hal yang teramat sulit bagi Sathien pada waktu itu.

Salah satu hal yang memaksa Sathien beradaptasi adalah tidak tersedianya beras di kamp gerilya sehingga ia harus hanya memakan jagung selama di sana.

Meski harus hidup susah, Sathien mengaku senang tinggal dan bergerilya dari hutan demi memenuhi aspirasi politiknya.

Sathien Setthasit , Dari Gerilyawan menjadi Pengusaha Sukses Pendiri Carabao

Berakhirnya protes menentang pemerintahan memaksa dan pembersihan gerilyawan hutan oleh pemerintah militer Thailand kala itu memaksa Sathien untuk mencari penghidupan baru.

Lama hidup di hutan dengan bebas membuatnya kesulitan beradaptasi ketika memulai hidup kembali sebagai warga di pemukiman.

Ia bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan perubahaan gaya hidup tersebut.

Namun pada akhirnya Sathien justru berubah haluan dan mulai berpikir untuk bisa bertahan hidup alih-alih meneruskan aspirasi politiknya.

Mendirikan Carabao

Selepas mengakhiri karirnya sebagai aktivis politik, Sathien banting setir dengan mengambil jalan sebagai pebisnis.

Setelah berkarir di bisnis real estate, Sathien juga menjajal beberapa bisnis lain mulai dari bisnis swalayan, pabrik paku dan baut, hingga bisnis produksi bir dengan nama Tawandang Germany Brewery.

Merasa tertarik untuk mengembangkan bisnis minuman, Sathien mengajak temannya Yuenyong Opakul untuk mendirikan pabrik minuman berenergi yang menyasar pecinta musik Rock.

Minuman berenergi tersebut diberi nama Carabao yang sama dengan nama band musik rock yang digawangi oleh Yuenyong.

Bersama Carabao, SathienĀ  sukses membuktikan dirinya sebagai pebisnis yang piawai memanfaatkan peluang.

baca juga

Dengan mengusung nama Carabao, mula-mula produk ini sangat melekat dengan kultur music Rock yang menjadi simbol perlawanan terhadap penguasa.

Setelah berkiprah lama di pasar lokal, Carabao mulai sukses menggoyang pemegang pasar minuman berenergi terbesar di Thailand kala itu, Red Bull.

Pada tahun 2007, Carabao resmi memulai penjualan perdananya di Tiongkok dan lagi-lagi menjadi pesaing utama Red Bull di sana.

Untuk mengangkat merek Carabao agar memiliki daya saing global, Satthien melakukan lompatan besar dengan mensponsori salah satu kompetisi sepakbola di Inggris.

Selain mensponsori kompetisi, Carabao juga turut mensponsori salah satu tim liga Premier Inggris, Chelsea dan tim divisi satu, Reading.

Strategi ini berhasil membawa Carabao untuk melakukan penetrasi terhadap pasar Eropa dan meningkatkan pangsa pasar mereka di negara tetangganya seperti Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Pada tahun 2020, Sathien berniat untuk menggeser Red Bull sebagai minuman berenergi nomor satu di Thailand.

baca juga

    Tidak Memanjakan Anak-anaknya.

    Selain dikenal sebagai pebisnis ulung, Sathien juga dikenal sebagai orang yang peduli akan keluarganya.

    Ia diketahui memasukkan nama istri dan anak-anaknya sebagai bagian dari pemilik saham dari Carabao.

    Selain itu lazimnya sebuah perusahaan keluarga, Sathien juga mempercayakan anak-anaknya untuk menduduki berbagai posisi penting di perusahaan.

    Sang anak Tientham Satthien menjabat sebagai deputi manajemen resiko sedangkan anak laki-lakinya, Rotham menjabat sebagai deputi direktur utama.

    Meskipun menempatkan anak-anaknya pada posisi penting di perusahaan, mereka tidak dibesarkan dengan kehidupan layaknya pebisnis sukses.

    Baik Tientham dan Rotham tidak pernah merasakan uang jajan dan gaya hidup yang mewah meskipun sang ayah tengah sukses dengan gajinya pada waktu itu.

    Keduanya justru hidup layaknya karyawan yang digaji oleh bosnya, hingga kemudian mereka benar-benar bekerja di bawah sang ayah ,Sathien.

    Tentham bahkan mendapat ekspektasi besar dari ayahnya ketika menjabat di Carabao karena ia merupakan lulusan dari universitas bergengsi di Amerika Serikat, University of Berkeley.

    baca juga

      Bersiap untuk Pensiun

      Menginjak usia ke 65 tahun, Sathien mengungkapkan bahwa ia akan segera pensiun dari posisi direktur utama di Carabao.

      Perubahan teknologi dan usia yang sudah tidak muda lagi ditenggarai menjadi alasan utama bagi dirinya untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan.

      Meskipun menjelang masa pensiun, Sathien tetap mempersiapkan penggantinya dengan amat teliti.

      Ia memiliki pandangan bahwa calon penggantinya maupun orang-orang yang memimpin posisi eksekutif kelak harus berusia di bawah 35 tahun.

      baca juga

      Selain itu Sathien juga tengah mempersiapkan strategi untuk mengubah segmentasi pasar dari kelas menengah kebawah menuju segmen menengah keatas dan milenial.

      Di samping melakukan reorientasi pasar, Sathien juga ingin mewariskan nilai-nilai yang membentuk Carabao yaitu kedekatannya dengan musik rock.

      Menjelang berakhirnya masa jabatan Sathien di Carabao, ia telah membawa perusahaan meraih pendapatan sekitar 18 milyar Baht dan menguasai 28% pangsa pasar minuman berenergi di Thailand.

      Ad Blocker Detected

      Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

      Refresh
      error: Content is protected !!