Siapa Saja Pemimpin Pasar Bisnis Franchise 2019?

https://www.undercover.co.id Hasil survei terbaru memperlihatkan , para penguasa pasar franchise di 2019 berdasarkan kategori

dan nilai investas! bisinisnya. Siapa siapa mereka? Bagaimana cara menguasal pasar di kategori bisnis?

bisnis tidak bisa diraih hanya dalam satu malam. Tetapi butuh perencanaan dan kerja keras.

Apalagi franchising, menjadi penguasa pasar tidak hanya sekedar ekspansi demi memperbanyak jumiah gerai. Tetapi lebih kepada bagaimana ekspansi bisa meningkatkan nilai bisnis sarta member mantaat bersama antara franchisor dan franchises,

 

Pertumbuhan Dan Pergeseran Bisnis Franchise

 

Di Indonesia, pelaku bisnis franchise setiap tahun terus mengalami pertumbuhan dan pergeseran. Fenomena ini tentu saja sangat menarik untuk dicermati.

Tidak sedikit yang pada awalnya mereknya begitu cemerlang kemudian ‘mandeg’ bahkan ‘gugur’ karena tidak sanggup menghadapi ketatnya persaingan.

 

Tetapi meskipun banyak yang mandeg dan gugur, faktanya dari penelusuran  Asosiasi Franchise Indonesia masih ada puluhan merek bisnis franchise yang sejak 10 tahun terakhir masih bertahan dan terus berusaha untuk ekspansi. Tentu saja merek—merek ini sangat membanggakan.

 

 

Melihat fakta—fakta tersebut, Asosiasi Francise Indonesia dan Dinamic Marketing Reserach mencoba menelusuri

merak— merek franchise yang masih tetap konsisten bertumbuh di sepanjang 2019 ini,

Penelusuran dilakukan dengan melakukan survei Market Leader in Franchise dengan melibatkan 800 merek Franchise dan BO

 

Survei Market Leader Bisnis Franchise

berbeda dengan surveil sebelummya, survel Market Leader pada tahun ini mengalami perbaikan, dan ini sengaja di lakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, juga bisa diartikan untuk mendapatkan hasil yang lebih sesuai.

Perbaikan yang dicoba dilakukan oleh Dinamic Marketing Research Services dan Asosiasi Franchise Indonesia , sambung dia, adalah dengan menambahkan nilai koreksi yaitu nilai investasi untuk mendapatkan franchise sebuah produk, disamping jumlah gerai yang dinniliki sebuah brand franchise.

“Hasil yang didapatkan dari dari proses ini relatif lebih menggambarkan nilal bisnis merek franchise tersebut,” ujamya.

Dengan demikian, kata Rofian, merek yang menjadi Market Leader adalah

Menjadi penguasa pasar dan memiliki bisnis terbesar dalam suatu kategori

 

 

merek—merek yang memiliki keumggulan nilai bisnis dalam menjalankan bisnis franchise, berhasil menggaet franchisee dengan nilai bisnis terbesar. *Lebth dari itu merek franchise yang menjadi Market Leader akan langsung difahami sebagai merek—merek yang berhasil meraup rupiah terbanyak melalui bisnis franchise—nya,” landasnya.

Lalu apa Saja syarat yang harus dimiliki pebisnis waralaba untuk menjadi penguasa pasar di sektor bisnisnya?

Utome Njoto, FT Consulting mengatakan, dalam bisnis apa pun, baik itu waralaba atau bukan,

Produk dan Layanan (how to deliver the product) adalah yang paling utama, Dua hal

itu sangat menentukan kualitas kepuasan eure sehingga Repeat Purchase dapat iraih.

 

Selanjutnya, kata dia, bisnis tersebut harus menghasilkan Laba yang cukup agar bisnis tersebut biga memiliki umur yang panjang.

Tentu saja untuk mencapai semuanya akan dibutuhkan Tim Manajemen yang kompeten alias ungguian. Kompetensi tim ini tentu memiliki makna luas, mulai dari sales dan marketing, branding, hingga tertib administrasi,

Untuk itu, lanjut Utomo, butuh effort yang tidak sedikit. Menurutnya, ada satu kata yang akan mencakup banyak INVESTASI.

Setiap bisnis, sekall lagi baik itu Waralaba atau bukan, perlu melakukan re— investasi Artinya menambahkan modal agar bisa fterus bertumbuh.

 

Modal Dan Dana Investasi Bisnis

 

Modal ini tidak selalu berupa suntikan dana segar, melainkan bisa berupa menyisihkan laba usaha_ “Bentuk pemanfaatannya bisa benuipa pelatinan SDM, pengeambangan organisasi untuk mendukung operasional yang tenus berkembang, lilbang, dan sebagainya,”

 

Di bisnis retail, ujar Utomo, kita bisa sepakat bahwa Indomaret dan Alfamart sudah menduduki posisi itu, dan sulit dilengserkan.

Effort yang membuat mereka jadi market leader tentu saja komitmen untuk tems membuka gerai, ada maupun tidak kandidat Penerima Waralabanya.

“Meski ada alasan lain yang “memaksa” mereka untuk terus membuka gerai baru, misainya ada jumlah minimum gerai untuk membiayal kebutuhan biaya operasional

 

Survei Market Leader pada tahun ini mengalami perbaikan, dan ini sengaja di lakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, juga bisa diartikan untuk mendapatkan hasil yang lebih sesuai

 

 

suatu gudang atau Distribution Centre (DC), kegiatan dan komitmen untuk terus membuka geral membuat jumlah mereka terus bertumbuh dan paparan (exposure) merek tersebul kepada masyarakat makin tinggi pula,” lanjutnya.

Selain itu, sambung dia, menciptakan ceruk pasar dan positioning yang unik membuat Mom and Jo berhasil menjadi Market leader dalam industri relaksasi bagi ibu hamil, yang kemudian diikuti dengan pijat kesehatan bagi bayi dan anak—anak.

Merek—nverek lain yang avencoba meniru dan membidik pasar yang sama tampaknya banyak yang tidak berhasil karena kernudian berubah menjadi pijat keluarga (family spa),

 

Kendala Yang Dihadapi Pebisnis Franchise

 

Secara umum, kendala apa saja yang Sselalu dihadapl bagi pebisnis untuk menjadi market leader bila diasumsikan produk dan layanan perusahaan sudah baik, maka biasanya kendala terbesar adalah ketidakmampuan membangun tim yang benar—benar kompeten.

“Adapun pesaing, adalah hal yang positif kareena memaksa kita untuk terus maju dan ber—inovasi. Bila tidak ada pesaing, biasanya produk dan layanan menjadi biasa—biasa saja, Kuncinya menghadapinya Inovasi,” ungkapnya.

Hal lain yang menjadi tantangan untuk menjadi market leader adalah kemampuan pesaing untuk melakukan positioning dengan unik.

Ambil contoh Apotek K-24 yang bukan pionir tapi dengan positioning “Komplit — 24 Jam” dan konsistensi bahwa setiap gerai beroperasi 24 jam, maka merek ini cukup cepat mengejar ketertinggalan dari merak—merek pendahulunya.

Bagi pionir di industrinya, menjadi pemimpin pasar menurut Utomo, targantung entry—banrler (kendala untuk menjadi follower) dam selisih jangka waktu dengan pesaing yang meniru model bisnisnya. Bila selisih jangka waktunya terlalu dekat, dan kecepatan buka gerai pesaing ini cukup tinggi, Mungkin tidak mudah menjadi market leader.

 

baca juga

350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Change Now ! Revolusi Digital Menyapu Bersih Bisnis Konvensional

Panduan Bisnis Online Terlengkap

 

Bagi bagi pionir yang sudah menjadi penguasa pasar dan ada follower yang sagera maninu konsep bisnisnya, kata Utomo, maka ia harus hergerak cepat dalam ekspansi jumlah geral, samvbil menjaga kapasitas dan kompettensi tim manajemennya. “Kemudian ia harus melakukan inovasi dan berusaha menciptakan entry—barrier yang tidak mudah ditiru,” tandasnya.

Adapun penyebaran gerai, kata Utoma, tidak selalu menjadi faktor utama penguasaan pasar, karena tidak semua industri bisa buka cabang dengan banyak.

Namun agar jaringan gerai ini bisa efektif menarik pasar alias punya kinerja balk, la menyarakankan agar menciptakan Customer Experience yang positif. “Customer engagement juga penting,” pungkasnya.

Adapun pesaing, adalah hal yang positif karena memaksa kita untuk terus maju dan ber—inovasi. Bila tidak ada pesaing, biasanya produk dan layanan menjadi biasa—biasa saja. Kuncinya menghadapinya Inovasi

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!