Sri Rahayu, Remaja Pemilik Bisnis Jutaan Rupiah dari Media Sosial

Undercover.co .id Medium Quality 38 scaled

https://www.undercover.co.id – Tidak ada yang akan menyangka bahwa seorang remaja sekolah menengah berhasil mengembangkan bisnis yang dapat mencapai omzet hingga 25 juta Rupiah dalam waktu satu bulan.

Di kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, ada seorang remaja yang menggeluti berbisnis online bernama Sri Rahayu yang berhasil dikembangkannya.

Hanya dengan bermodalkan handphone, Sri Rahayu dapat membagi waktu untuk berbisnis online sambil menjalani aktivitas kesehariannya sebaagai murid sekolah.

Awal Mula Berkenalan Dengan Internet

Walaupun belum genap berusia 18 tahun, Sri Rahayu sudah mengenyam pengalaman berbisnis kecil-kecilan sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Di usia tersebut, Sri Rahayu sudah berjualan pulsa kepada teman maupun kakak kelasnya untuk mendapatkan uang jajan tambahan.

Kebetulan pada saat itu, penggunaan handphone memang sedang marak-maraknya di kalangan anak-anak remaja.

Beranjak ke sekolah menengah pertama, Sri Rahayu mengembangkan bisnisnya dari sekedar berjualan pulsa menjadi turut menjual gelang-gelang sebagai aksesoris.

Gelang-gelang tersebut banyak disasar oleh teman-teman sebayanya.

Pada saat berjualan gelang ini, kemampuan berjualan Sri semakin meningkat ketika ia sanggup menawarkan gelang jualannya ke sekolah-sekolah lain di Tanjungpinang.

Pada waktu itu, Sri sama sekali belum mengenal teknologi internet apalagi berjualan di media sosial.

Perkenalan Sri dengan internet terjadi bertepatan dengan salah satu materi pembelajaran yang mewajibkan siswa untuk menggunakan internet.

Setelah mempelajari mengenai teknologi internet, Sri yang masih penasaran kemudian menuju warung internet terdekat sepulang sekolah untuk kembali memperdalam.

Entah karena tidak sengaja atau karena bakat bisnisnya yang mumpuni, Sri mulai berpikir untuk memasarkan barang-barang jualannya menggunakan internet meskipun belum tahu caranya.

Dirinya baru mengetahui kemampuan sosial media ketika penggunaan Facebook sedang merebak kala itu.

Mengetahui ia dapat berhubungan dengan siapa saja melalui sosial media, Sri tanpa pikir panjang langsung menjual barang-barang dagangannya di Facebook.

baca juga

    Sengaja Mengambil Jurusan Ilmu Komputer

    Mantap untuk meneruskan bisnis online , Sri Rahayu pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan.

    Di sana ia mempelajari tentang dasar-dasar jaringan komputer dan perangkat-perangkat pendukungnya.

    Kebetulan dari jurusan ini, Sri dan murid-murid lain dapat menikmati akses penuh terhadap komputer sekolah selama jam sekolah.

    Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin serius pula Sri menjalankan usahanya.

    Di jenjang pendidikan ini ia memutuskan untuk berjualan pakaian yang dinilai lebih   banyak ceruk pasarnya dibandingkan hanya dengan gelang.

    Untuk berjualan gelang, Sri tidak lagi hanya memanfaatkan Facebook untuk media berjualannya namun sudah dipadukan dengan instagram.

    Memiliki fitur yang lebih ringkas, Sri memilih untuk memaksimalkan akun instagramnya untuk memasarkan dagangannya yang memiliki model yang sangat beragam.

    Meski disibukkan dengan aktivitas berjualan online, Sri tetap fokus menjalankan pendidikannya di sekolah.

    Berkat ketekunannya menjalankan dua usaha sekaligus, Sri mendapat bantuan dari guru untuk meningkatkan penjualannya di media sosial.

    Setiap hari usai pelajaran selesai, Sri langsung bergegas ke ruang guru untuk mendapatkan pembekalan singkat mengenai semangat berwirausaha serta pengetahuan pemasaran digital.

    Di rumah, Sri banyak dibantu oleh sang kakak untuk menerangkan pelajarannya sambil sesekali membantu Sri melayani pembeli.

    Dari kakaknya, Sri juga dibantu untuk memilih barang dagangan yang sesuai tren agar dapat meraih perhatian pembeli.

    Selama hari-hari raya, Sri dan kakaknya juga sibuk mencari barang dagangan di pasar grosir terdekat.

    Memaksimalkan Media Sosial

    Sri adalah contoh wirausahawan muda yang tidak cepat puas dalam mencari peluang bisnis.

    Pencapaian omzet hingga 1 juta Rupiah perhari tidak membuatnya puas hanya mengandalkan Facebook dan Instagram.

    Munculnya aplikasi Whatsapp yang berbasis nomor telepon membuat ia dapat menjangkau kontak di ponselnya sebagai target potensial.

    Setelah memiliki Whatsapp, ia memperbaiki model bisnisnya dari belanja putus menjadi sistem pre-order.

    Dengan sistem pre-order ini, Sri tidak banyak menyimpan stok karena barang dagangan dapat didistribusikan sekaligus.

    Sri juga meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan dengan mengaplikasikan asisten chat.

    bac ajuga

      Asisten chat merupakan program yang dapat digunakan untuk memberi balasan otomatis kepada pelangga yang bertanya melalui whatsapp.

      Hal ini dilakukan oleh Sri agar para pelanggannya tidak perlu menunggu terlalu lama serta ia tidak perlu memiliki lebih dari satu handphone untuk berjualan.

      Selain itu ia juga pernah mendapat pengalaman dimarahi pelanggan karena tidak kunjung dilayani ketika sedang bertanya mengenai salah satu barang dagangannya.

      Punya Gudang Sendiri

      Dari hanya menyimpan stok di rumah hingga beralih ke sistem preorder, pada tahun kedua di sekolah kejuruan, Sri sudah bisa membangun gudang sendiri.

      Gudang itu ia gunakan untuk menyimpan banyak stok pakaian dengan berbagai macam model dan target usia.

      Nantinya di gudang itu, Sri juga akan menyiapkan berbagai perangkat pendukung seperti pendingin ruangan agar stok dagangannya tidak terkena jamur.

      Tidak hanya untuk tempat penyimpanan, gudang itu juga dimanfaatkan oleh Sri untuk melayani pembeli yang langsung datang ke tempatnya.

      Sri juga berani memanjakan pelanggannya dengan memberikan fasilitas antar gratis barang bagi pembeli yang hanya berjarak maksimal 5 km dari rumahnya.

      Hingga kini jumlah pengikut Sri di media sosial sudah mencapai angka hingga puluhan ribu orang.

      baca juga

        Sri mengaku kesemua pengikutnya adalah akun asli dan bukan akun hasil membeli.

        Untuk menarik pengikut media sosial baru Sri mengaku tidak memiliki taktik khusus selain mengunggah gambar yang menarik.

        Ke depannya, Sri berencana akan membangun kios sendiri yang berlokasi di pusat kota Tanjungpinang.

        Nantinya ia juga akan menjual beberapa barangnya di e-commerce yang biasa memberi tawaran promo menarik.

        Dengan bisnis beromzet hingga puluhan juta sebulan, Sri dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca yang ingin mencoba menjadi pebisnis online.

        Ad Blocker Detected

        Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

        Refresh
        error: Content is protected !!