Sribulancer dan Projects ID

Undercovercoid 92

Undercover.co.id – Bisnis Start Up , Perkembangan teknologi informasi yang semakin melesat serta maraknya penggunaan media sosial diprediksi akan memberikan angin segar bagi para pekerja pada khususnya serta dunia kerja pada umumnya.


Bila dahulu, orang cenderung menyebut pekerjaan sebagai dokter, insinyur, guru, atau pekerja kantoran yang konvensional berdasi, menggunakan jas dan berpakaian formal. Pekerjaan harus dilakukan di kantor dengan jam kerja yang teratur mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00.


Tapi sekarang, zaman telah berubah. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, tren telah bergeser dengan dikenalnya istilah remote working atau kerja jarak jauh atau saat seseorang bekerja dari sebuah lokasi diluar kantor utama.
 

Bisnis Start Up – Crowdsourcing Lokal: Sribulancer dan ProjectsID

Anda lebih fleksibel dalam hal tempat untuk bekerja, Anda bisa bekerja dari rumah atau berkemah di Starbucks, atau bahkan dari puncak gunung sekalipun selama masih terjangkau dengan sinyal telekomunikasi.


Hal ini tak lain disebabkan karena adanya penyebaran teknologi yang membuat hidup dan kerja dalam jarak jauh menjadi lebih mudah untuk dilakukan.


Menariknya lagi, terdapat fakta bahwa para karyawan-karyawan yang bekerja di luar kantor dilaporkan cenderung lebih bahagia dengan pekerjaan mereka. Dari laporan survey yang dilakukan oleh TINYpulse menyebut bahwa hampir 91% dari para pekerja berpendapat bahwa merasa lebih produktif saat mereka kerja di luar kantor.


Efeknya, kini juga terdapat kecenderungan para pekerja untuk menjadi pekerja lepas dengan fleksibilitas waktu dan tempat dibandingkan para pekerja tetap sebuah perusahaan. Selain mereka bisa menggarap lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan, mereka juga bisa menjalankan remote working yang jauh lebih bebas.

Meskipun bebas tapi tetap professional juga lho.
Nah, hal inilah yang ditangkap oleh dua startup lokal Indonesia yang mendirikan situs yang mewadahi pekerja lepas professional yaitu Sribulancer dan Projects. Simak ulasan kedua startup ini yuk, supaya Anda yang tertarik menjadi pekerja lepas tahu akses mendapatkan proyek. Atau, sebaliknya siapa tahu Anda juga bisa membuat bisnis yang serupa dengan keduanya.
 
 
 

Sribulancer

Sribulancer

Bisnis Sribulancer ini termasuk dalam kategori bisnis crowdsourcing atau pekerjaan yang diselesaikan oleh sekelompok orang secara online. Sribulancer didirikan oleh Ryan Gondokusumo bersama Wenes Kusnadi pada September 2011.


Keduanya mendirikan bisnis ini dengan melihat potensi yang sangat baik untuk berkembang di Indonesia. Apalagi potensi pekerja lepas di Indonesia sekarang mencapai 30% dari jumlah populasi di Indonesia. Angka ini didorong karena rendahnya jumlah pendapatan sehingga menyebabkan tingginya minat orang jadi pekerja lepas.


Cara kerja Sribulancer juga cukup sederhana. Pemilik proyek atau perusahaan akan membuat deskripsi pekerjaan dan posting lowongan freelancer dalam website Sribulancer.


Selanjutnya Sribulancer akan mengumumkan lowongan tersebut di website dan para pekerja lepas yang tertarik bisa mendaftar lowongan tersebut. Jenis jasa yang ditawarkan pun beragam mulai dari jasa seo , programming, website designer, desain grafis, voice over, pembuatan video, penulisan artikel dan masih banyak lagi.


Sribulancer juga akan menarik komisi sebesar 10% sd 13 % dari tiap proyek yang dikerjakan oleh para pekerja lepas. Yang menjadi kekuatan utama Sribulancer dalam menjalankan bisnis sebagai penyedia tenaga lepas professional adalah sistem pembayaran dan pengelolaan yang terjamin. Hal ini menjadi nilai tambah Sribulancer dalam menggaet pengguna maupun klien.


Hingga saat ini, Sribulancer telah memiliki 120.000 freelancer dan 500 orang di antaranya adalah trusted freelancer. Dan semua pekerja paruh waktu ini sudah melayani 7.000 klien dengan total 20.000 job posting.


Adapun Sribulancer juga telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan terkemuka antara lain Google, Line, Traveloka, Berrybenka, MAP, Auto2000, Otoritas Jasa Keuangan, dan berbagai perusahaan lain yang terdiri dari startup industri maupun dari perusahaan besar lainnya.
 
 

Projects ID

Situs marketplace pekerja lepas ini diluncurkan pada November 2014 dan menawarkan lebih dari situs mencari atau menawarkan pekerjaan lepas.


Project juga menyediakan platform transaksi jual-beli produk digital di situs ini. Produk digital yang bisa dijual di Project pun bervariasi seperti e-book, desain kaos, software, game, template situs dan berbagai produk digital lainnya. Didirikan oleh Priyatna dan Wiro Hardy, Projects ini diklaim sebagai marketplace pertama yang didunia yang menggabungkan konsep marketplace untuk proyek, layanan dan produk digital.


Ada tiga layanan utama yang ditawarkan oleh Projects yang berbeda dibandingkan situs penyedia pekerja lepas lainnya. keduanya menjelaskan sebagai project marketplace, Projects memungkinkan para pekerja lepas untuk menghasilkan pendapatan tanpa terikat waktu dan tempat.


Sedangkan service marketplace, Projects memungkinkan pengguna menjual jasanya. Sementara sebagai product marketplace, situs ini memungkinkan pengguna melakukan jual beli produk digital.


Projects juga menyediakan program Affiliate Referral sebagai alternatif penghasilan pasif bagi user situs. Dengan program ini, pengguna hanya perlu mempromosikan Projects melalui URL yang telah disediakan. Nantinya, sistem dalam Projects bisa melacak siapa saja orang yang mendaftar di situs ini berdasarkan referral tersebut.
 

baca juga


     
    Pengguna yang memberikan referral bisa mendapatkan komisi sebesar 10 persen hingga 20 persen dari komisi yang didapat oleh Project, bila ada orang yang mendaftar berkat program tersebut dan berhasil melakukan transaksi.


    Sumber pendapatan Projects didapatkan dari fee atas proyek yang dikerjakan oleh para freelancer. Dari setiap pendapatan atas pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh pekerja lepas, akan ditarik fee sebesar 12% dan 20% kepada seller yang menjual produk untuk Projects. Pembayarannya pun bisa menggunakan Bank Mandiri, Bank BCA dan Bank BNI.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!