Published On: Mon, Aug 8th, 2016

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta

undercover.co.id –  Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta   |  Kita semuanya pasti mengetahui batik. Batik adalah satu diantara product fashion asli buatan Indonesia. Mempunyai motif yang bermacam serta nilai seni yang tinggi bikin batik Indonesia di kenal sampai ke mancanegara.

Bersamaan dengan perubahan jaman, usaha penjualan batik juga selalu alami penambahan. Satu diantaranya dihadapi oleh Dina Rosdiana (27), satu diantara yang memiliki usaha batik khas Cirebon, Jawa Barat, Batik Adifta.

Baca juga : sharing-pengusaha-umkm-sukses-go-international-ke-jepang-eropa-dan-rusia/

Dina bercerita apabila ia serta sang kakak, Efi Utayati (41) yaitu generasi ketiga yang meneruskan usaha Batik Adifta. Usaha ini digerakkan dengan cara kekeluargaan serta turun alami penurunan.

“Ini sesungguhnya usaha keluarga, turun temurun dari nenek saya. Saya serta kakak saya yaitu generasi ketiga sesudah bapak saya. Jadi dari tidak besar kami tuh telah punya kebiasaan serta begitu mengetahui batik, ” ungkap Dina

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

Mulai sejak tidak besar Dina serta Efi telah dididik serta diajari bagaimana langkahnya bikin batik catat khas Cirebon dari ke-2 orangtua mereka. Menurut Dina, bikin batik khas Cirebon cukup susah terlebih waktu pilih motif serta warna.

Batik Cirebon itu khasnya yaitu berani bermain warna. Terkecuali variasi, warnanya juga begitu menonjol serta jelas. Lebih warna-warni dibanding dengan batik kota-kota lain yang warnanya itu lebih gelap, kalem serta teduh. Bila batik Cirebon cendrung lebih jelas, ” katanya.

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta  Lantaran meneruskan usaha keluarga, Dina mengaku apabila ia berbeda sekali keluarkan modal untuk mengawali usaha ini. Walau tanpa ada modal, malah hal semacam itu jadi tantangan untuk Dina. Terlebih orang tuanya sudah berhasil mengenalkan Batik Adifta ke semua Indonesia.

Baca juga : hobby-budidaya-ikan-hias-mas-koki-menjadi-bisnis-beromzet-jutaan/

“Kalau untuk generasi ketiga ini bisa disebut kami tanpa ada modal lantaran kami meneruskan usaha bapak saya. Awalannya kita jualin dahulu yang miliki bapak selalu hasil penjualan itu kita menjadikan modal, ” ucapnya.

Jual Batik Catat Handmade Bernilai Jutaan Rupiah

Product Batik Adifta yang paling di kenal lantaran mempunyai ciri khas unik yaitu batik catat. Menurut satu diantara yang memiliki usaha, Dina Rosdiana, batik catat ini di buat segera oleh beberapa pembatik lokal asal Cirebon, Jawa Barat. Lantaran 100% di buat dengan tangan, harga yang di bandrol batik catat Batik Adifta juga cukup mahal, dari beberapa ratus ribu sampai jutaan rupiah.

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

“Kalau batik catat itu diawali dari Rp 600 ribu sampai diatas Rp 2 juta, ” tuturnya.

Terkecuali di buat dari tangan beberapa pembatik, mahalnya harga batik catat dikarenakan struktur batik yang dihasilkan begitu halus. Hal semacam itu berlangsung lantaran ketika sistem pembuatan batik dengan memakai canting dikerjakan dengan cukup hati-hati. Jadi tak heran sistem pembuatan batik catat membutuhkan saat yang cukup lama.

“Perbedaan itu dari pelaksanaan sampai kehalusan motif. Batik catat itu kan ditangani satu per satu dengan memakai canting. Pelaksanaannya mengonsumsi saat berbulan-bulan, ada pula yang hingga tujuh bln., ” tuturnya.

Baca juga : bisnis-perhiasan-dilakoni-wanita-ini-hingga-menjadi-pebisnis-wanita-sukses/

Walau bernilai mahal, peminat batik catat Batik Adifta cukup banyak. Tetapi konsumen paling besar masihlah didominasi dari orang-orang yang ada di Pulau Jawa.

“Banyak terlebih dari Pulau Jawa. Yang paling banyak beli batik kami itu dari Semarang lantaran warga Semarang itu begitu menyukai batik, ” imbuhnya.

Terkecuali jual batik type catat, Dina juga sediakan batik type cap. Tidak sama dengan batik catat, harga jual batik cap di bandrol lebih murah lantaran teksturnya lebih kasar serta cukup gampang waktu sistem membuatnya.

“Kalau batik cap harga nya dari kisaran Rp 85 ribu sampai Rp 225 ribu, ” tukasnya.

Jualan Dari Pameran Lokal Sampai Ditawari Turut Pameran Internasional

Beragam tehnik penjualan dikerjakan Dina Rosdiana (yang memiliki usaha Batik Adifta) supaya usahanya dapat tumbuh serta berkembang di dalam ketatnya persaingan pesar batik didalam negeri. Awal pertama kalinya usaha ini dirintis di th. 1972, tehnik penjualan yang dikerjakan yaitu dari mulut ke mulut.

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

Kemudian, Batik Adifta coba bikin satu galeri spesial penjualan Batik Adifta di Jalan Kebagusan No. 132, Cirebon, Jawa Barat. Lalu langkah lain yang ditempuh yaitu dengan jual lewat sosial media seperti Facebook serta Instagram.

“Kita ikuti perubahan jaman, terlebih kita hidup di jaman digital yang serba mutakhir. Kami juga pasarkan lewat sosial media, ” katanya.

Terkecuali ketiga cara itu, Dina juga teratur ikuti pameran di beberapa kota. Dengan ikuti pameran dikira Dina sebagai langkah ampuh mengenalkan Batik Adifta serta menggenjot penjualan product.

“Kita juga ikuti beragam pameran sebagai promosi, ” imbuhnya.

Dari beragam pameran yang diikuti, Batik Adifta sering dilirik oleh beberapa perusahaan BUMN serta tawarkan sarana keikutsertaan di sebagian pameran internasional dengan cara gratis pada Batik Adifta. Hal semacam ini pasti tak disia-siakan oleh Dina.

“Kita sekian kali ikuti seleksi sampai akhirya kita dipilih mewakili Indonesia serta sebagian kota yang lain untuk ikuti pameran di Eropa. Semuanya cost dijamin BUMN, kita hanya bawa diri serta barang saja, ” katanya.

Baca juga : bisnis-keroyokan-buat-dompet-untuk-pasar-luar-negri/

Dina sekurang-kurangnya sudah ikuti beragam pameran fashion tingkat internasional terlebih di Eropa seperti Belgia, Jerman, Belanda, Swiss serta Prancis. Hal positif yang dihadapi Dina waktu ikuti pameran internasional itu yaitu terbukanya kesempatan pasar ekspor.

“Warga asing makin tahu Indonesia serta mereka malah tertarik dengan yang Indonesia punyai terlebih batik, pastinya mereka ketahui kami, ” tuturnya.

Bukan sekedar itu, Dina juga sering disuruh menyuplai batik bikinannya ke sebagian Kedutaan Tidak kecil Republik Indonesia (KBRI) diluar negeri. Batik buatan Dina umumnya di jual kembali waktu perayaan hari tidak kecil atau hari-hari spesifik di semasing KBRI.

“Merasa bangga tentu lantaran dari sebagian kota di Indonesia kami yang terilih. Bukan sekedar mewakili Kota Cirebon, tetapi juga mewakili Indonesia di kancah dunia, ” cetusnya.

Akhirnya cukup positif. Dengan beragam kiat pemasaran yang dikerjakan, Dina dapat memperoleh omzet rata-rata Rp 100 juta/bln..

“Satu bln. lebih kurang Rp 100 jutaan, itu hasil penjualan dari pameran, ritel serta on-line shop, ” sebutnya.

Tips Bisnis Batik Adifta Tak Mudah Menyerah serta Ulet

Jual serta pasarkan batik tidaklah hal yang gampang dikerjakan. Dibutuhkan keuletan serta modal tidak mudah menyerah terlebih ketika ekonomi lesu serta keinginan yang alami penurunan seperti sekarang ini.

“Namanya juga jualan tentu terkadang ramai terkadang sepi. Bila sepi itu yang bikin kami sedih, ” katanya.

Baca juga : dana-investor-tidak-menjadi-jaminan-anda-akan-sukses-menjadi-entrepreneur/

Lalu dibutuhkan juga kesabaran terlebih waktu menerangkan pada pelanggan product batik apa sajakah yang ada serta di jual di Batik Adifta.

“Kita juga kadang-kadang terasa kesal denga customer yang begitu bawel serta detail nanya kain batik kami namun ujung-ujungnya mereka tak beli, ” tuturnya.

Lantas kesusahan yang lain yaitu pilih motif. Motif batik yang dipakai sekarang ini mesti melukiskan kesan unik serta kuno dan mengandung makna keindahan serta keluhuran kehidupan. Apabila hal semacam ini tak dikerjakan, jadi batik yang Anda produksi akan tidak laris di jual di market.

“Meskipun kami memakai langkah serta resep pembuatan batik dari nenek moyang namun tetap harus ada bedanya. Batik buatan orangtua kami semakin bagus, bapak kami telah tidak ada serta saat ini tinggal cuma ibu saja. Walau demikian ibu telah tak terjun lagi dalam usaha batik ini, ” tuturnya.

Walau sekian, Dina mengakui bangga dianya ingin terjun lebih dalam untuk mengelola usaha batik. Ia optimis usaha batik didalam negeri akan selalu berkembang. Oleh karenanya inovasi motif batik serta penentuan warna serta bahan kain bakal ia kedepankan supaya Batik Adifta tetaplah di kenal orang-orang.

Baca juga : kipling-bag-brand-tas-populer-dunia-dengan-ikon-monyet-berbulu/

“Tapi diluar itu banyak sukanya lantaran kami begitu menyukai batik. Sekurang-kurangnya dengan langkah tersebut yaitu bentuk kecintaan kami pada Indonesia. Kami bakal senantiasa tingkatkan kwalitas serta service yang baik. Tidak jadi masalah harga yang cukup mahal lantaran pelanggan senang, ” tutupnya. Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>