Startup Kopi Alpine Start

undercovercoid 50

Alex Hanifin Tinggalkan Pekerjaan demi Dirikan Startup Kopi Alpine Start

Ketika seseorang mendirikan bisnis berarti ia harus siap untuk segala kemungkinan termasuk kehilangan pendapatan tetap.

Menjalani karir sebagai karyawan dengan pencapaian berarti selama 10 tahun Alex Hanifin tak lantas terus untuk memilih hidup nyaman.

Ia memutuskan untuk memilih mengikuti mimpinya mendirikan bisnis kopi instan bernama Alpine Start berbekal pengalamannya di berbagai perusahaan barang konsumen. Meski memulai dengan modal seadanya, bisnis yang didirikannya justru berhasil mencapai sukses dalam waktu singkat dan berhasil menempatkan produknya di toko dan kios-kios di Amerika Serikat.

Kisah Sukses Kopi Alpine Start

Sebelum mendirikan Alpine Start, Alex banyak mengenyam asam garam bekerja di perusahaan makanan di kotanya, Boulder, Colorado.

Ia bekerja di berbagai perusahaan seperti Justin’s, Rudy’s Organic Bakery, dan Boulder Brands dan menempati berbagai posisi penting mulai dari posisi marketing, divisi inovasi, hingga wakil direktur.

Alex Hanifin memulai Alpine Start, sebuah perusahaan start-up yang memproduksi kopi instan setelah keluar dari pekerjaan lamanya pada awal 2016 bersama partnernya, Matt Segal.

Inspirasi untuk mendirikan bisnis sendiri muncul ketika perusahaan tempatnya bekerja, Border Brands diakuisisi oleh Conagra.Meski telah menduduki jabatan sebagai wakil direktur di perusahaan lamanya, ia merasa sudah waktunya untuk mengembangkan bisnis sendiri.

Berkat pengetahuan bisnisnya, ia berhasil menemukan riset yang menunjukkan penetrasi industri kopi instan di Amerika Serikat sangatlah rendah.

Tanpa pengalaman dan kemampuan teknik pangan, Alex dan Matt banyak mendedikasikan waktunya untuk meracik formula kopi yang layak dijual ke masyarakat.

Hasilnya, Alex dan Matt menciptakan purwarupa produk pertama mereka yang berbahan dasar 100 persen kopi arabika.

Alpine start coffe

Meski kopi instan bukanlah hal baru di Amerika Serikat, Alex berani mengklaim bahwa kopi produksinya jauh lebih enak dibandingkan dengan Starbucks.

Tiga bulan mencari pendanaan untuk perusahaannya, Alex mendapat sebuah telpon bahwa salah satu perusahaan terkemuka tertarik untuk menggunakan kopinya.

Adalah Recreational Equipment Incorporation, perusahaan jaringan toko olahraga mengajak Alex dan Matt untuk bekerja sama untuk menyediakan Alpine Start di setiap toko mereka. Tidak berhenti di situ, empat bulan setelah produk Alpine Start dijual untuk pertama kali mereka kembali mendapat penawaran dari perusahaan Whole Foods, salah satu anak perusahaan Amazon.

Tokoh Panutan dalam Berbisnis

Bagi Alex, sukses dalam berbisnis tidak serta merta didapat hanya dengan mengandalkan pengetahuan ataupun pengalaman sang pemimpin saja.

Salah satu faktor Alex mampu menjalankan bisnis secara gemilang adalah karena ia merasa dikelilingi oleh orang-orang yang membantunya bertumbuh.

Salah satu tokoh tersebut adalah Jane Miller yang merupakan mantan atasan di perusahaan lamanya.

Menurt Alex, Jane merupakan panutannya menjalankan peran sebagai seorang direktur yang mampu memberika sentuhan berbeda.

Alex juga mengaku belajar banyak mengenai esensi kepemimpinan yang tetap tegas namun tetap memperlihatkan sisi lembut.

Selain itu Alex juga memuji karakter Jane yang mau turun ke lapangan dan terlibat dalam pekerjaan bawahannya.

Seperti misalnya bagaimana Jane tidak segan untuk turun ke lapangan untuk melihat langsung reaksi dari konsumen mengenai peluncuran produk terbaru mereka.

Jane bahkan masih mendukung Alex ketika mendirikan Alpine Start dengan menjadi investor pendana pertama kala perusahaannya masih membutuhkan dana besar.

baca artikel kategori

Antara Bisnis Kopi Alpine Start dan Kepedulian Lingkungan

Memiliki pengalaman menjadi eksekutif di berbagai perusahaan membuat Alex memiliki kepiawaian membaca arah bisnis yang mumpuni.

Hal tersebut ia tunjukkan dari strateginya mengkomunikasikan brandnya untuk menggaet persepsi dan emosi dari konsumen.

Mengikuti trend konsumen Amerika yang mulai sadar akan kondisi lingkungan, Alex mengasosiasikan produknya sebagai produk bagi para penikmat alam.
Tidak hanya dalam komunikasi brand belaka, Alex bahkan turut serta mengampanyekan bahaya pemanasan global.
Melalui blog Alpine Start, Alex menjanjikan akan meliburkan operasi Alpine Start selama demo pemanasan global berlangsung.

Selain itu ia melalui blog komunikasi perusahaannya, ia juga turut menyuarakan dukungan kepada anak-anak penginisasi gerakan demo yang dipimpin oleh aktivis muda, Greta Thunberg.

Selain itu Alpine Start juga mendeklarasikan menjadi donatur dari gerakan kesadaran lingkungan Protect Our Winter yang mengadvokasi masyarakat mengenai olahraga musim dingin.

Secara pribadi Alex juga ingin berkontribusi dalam pengurangan sampah makanan sisa untuk orang-orang yang membutuhkan.

baca juga

    Lima prinsip Kepemimpinan Kopi Alpine Start

    Alex meyakini sejatinya sebagai wanita tidak mudah bagi dirinya untuk memimpin sebuah perusahaan yang identik dengan maskulinitas.

    Namun pengalamannya bekerja memimpin banyak tim selama 10 tahun karir kepegawaiannya telah mengajarinya berbagai prinsip kepemimpinan

    Prinsip kepemimipinan pertama menurut Alex adalah banyak mendengar, banyak belajar, namun cepat dalam melangkah.

    Ditengah-tengah bisnis yang dinamis, menurut Alex pemimpin dengan kemampuan mendengar dan belajar yang baik dapat membantunya untuk beradaptasi dengan baik.

    baca juga

    Kedua, Alex mengharuskan setiap pemimpin untuk selalu fokus dalam menetapkan tujuan dengan baik.

    Bagi Alex, pemimpin harus mampu menyerap dan menjadi solusi bagi tim yang dipegangnya tanpa kehilangan kendali atas pekerjaan yang  sedang dilaksanakan.

    Ketiga, seorang pemimpin harus menjaga tubuh dan pikirannya tetap sehat agar dapat menghasilkan keputusan dengan lebih jernih dan dapat menyebarkan energi positif kepada para karyawannya.

    Keempat, pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu membangun jaringan

    Menurut Alex, jaringan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam bisnis bisa menjadi penentu sukses atau tidaknya visi bisnis ke depan.

    Kelima, pemimpin harus mampu menikmati proses karena mengurus bisnis merupakan hal yang menguras waktu dan tenaga sehingga pemimpin tidak akan cepat kelelahan dan kehilangan fokus.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!