Brand Miniso sangat terkenal dikalangan anak muda.

masuk ke Indonesia Sejak tahun 2017 mulai menjamur di berbagai Mall.

Produk yang ditawarkan beragam.

Mulai dari aksesoris wanita sampai kebutuhan rumah tangga.

Brand ini sudah menjadi retailer populer dari neger Sakura, Jepang.

Desain produknya terlihat simple aesthetic.

Bahkan ditawarkan dengan harga terjangkau.

Namun tahukan anda faktanya Miniso bukan berasal dari Jepang.

Tetapi dari negeri tirai bambu, Cina.

Berikut ini penjelasan mengenai seluk-beluk Miniso.

Serta strategi bisnis yang dikembangkan oleh perusahaan.

STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN HAL BERBAU JEPANG

Dalam bisnisnya, brand ini lebih terlihat milik Jepang.

Sebab banyak hal yang berbau Jepang digunakan.

Seperti menimbulkan image Jepang dalam strategi pemasarannya.

Akan tetapi logo produk tidak sesuai tata bahasa Jepang.

Image Jepang lebih dipercaya oleh perusahaan asal Cina tersebut.

Dibandingkan memperkenalkan produk dari negaranya.

Perusahaan telah mempertimbangkan dampak negatif jika menggunakan image Cina.

Salah satunya karena produk negeri ini selalu dikaitkan dengan barang KW.

Barang berkualitas rendah serta harga yang murah.

Miniso sendiri terlihat menjiplak terang-terangan brand terkenal Jepang.

Seperti bentuk logonya mirip Daiso, Muji, dan UNIQLO.

Dilihat dari layout tokonya juga serupa dengan ketiga brand Jepang tersebut.

Sementara itu konsep harga barang juga meniru retail Daiso yakni serba 100 yen.

Awal Pendirian Perusahaan Miniso

Awal didirikannya Miniso dibangun di Jepang.

Serta memiliki CEO asli Jepang pula.

CEO pertamanya adalah Junya Miyake seorang desainer Jepang.

Itu adalah kabar simpang siur kala itu.

Namun, faktanya CEO pertama adalah seorang berkewarganegaraan Cina.

Yakni Ye Guo Fu seorang pengusaha muda.

Strategi Ekspansi Besar-besaran Miniso

Miniso Corp mengusung pengecer yang menawarkan harga rendah.

Serta menciptakan beragam merek toko dengan target kota besar.

Selain itu juga melirik tren urbanisasi penduduk dan peningkatan konsumsi.

Tujuan perusahaan membuka 10.000 gerai di  100 negara.

Ditargetkan 7.000 toko luar negeri dan pendapatan tahunan.

Sejumlah 14,52 miliar USD atau setara 100 miliar Yuan di tahun 2022.

Ekspansi besar pada pasar global dan domestik tentu memerlukan pendanaan.

Oleh sebab itu Miniso yang berpusat di Guangzhou meluncurkan strategi.

Pada Januari 2018 mempersiapkan penawaran umum perdananya.

Perusahaan mendapatkan dana 1 miliar yuan.

Terkait investasi strategis yang bersumber dari investasi Hillhouse Capital Group.

Selain itu, investasi dari Tencent yakni perusahaan raksasa internet.

Dari hasil kerjasama ini dapat berdiri smartshop Miniso.

Tegas direktur utama Miniso, Wang Guangyong.

Perkiraan Peningkatan Pendapatan Miniso

Miniso memprediksikan akan mengalami peningkatan pemasukan.

Yakni pendapatan bersih mencapai 50% setara dengan 18 miliar Yuan.

Sebab, ekspansi toko sebesar 96% dan telah menghasilkan laba.

Sejak 2013 Miniso telah melirik jumlah jaringan toko.

Bertumbuh lebih dari 3.000 toko di seluruh negara pada 3 tahun terakhir.

Namun saat ini Miniso telah membuka 1.000 toko di 78 negara.

Termasuk Australia, Amerika Serikat, Indonesia, Jerman, dan India.

Keberhasilan ekspansi toko ini bertentangan dengan tren global saat ini.

Yang mengusung belanja online.

Pertumbuhan permintaan ini berasal dari berbagai produk.

Rata-rata tiap merek memiliki 3.000 unit di gudang penyimpanan.

Hampir seluruh produk yang ditawarkan dengan harga rendah.

Tetapi memiliki kualitas tinggi dan dapat berkembang secara in-house.

Inilah kunci keberhasilan dari bisnis Miniso.

Tren Global Miniso

Miniso meundercover.co.id/dik pasar global dengan menganalisa tren setiap minggu.

Terdapat lebih dari 150 manajer bidang pengadaan meluncurkan produk.

Tentu saja berlangsung setiap periode mingguan.

Selain itu Miniso telah bekerjasama dengan pemasok produk.

Bahkan memiliki kekayaan intelektual dari pemasokan tersebut.

Sistem logistik yang ditawarkan sangat efisien dan didukung TI

Pengiriman barang tergolong cepat, yakni dari pabrik sampai ke gerai Miniso.

Efisiennya dalam jangka waktu 21 hari.

Di Tiongkok sendiri memiliki peluang perusahaan memperoleh keuntungan lebih.

Toko Miniso hanya fokus pada kualitas produk dan rantai pasokan.

Target konsumen utama ialah usia muda sekitar 18-35 tahun.

Golongan ini lebih menyukai produk dengan harga terjangkau.

Berkualitas tinggi dan bermerek.

Miniso secara global juga mengutamakan layanan pelanggan dengan baik.

Lingkungan belanja dan toko menyenangkan akan membuat berbeda.

Miniso telah menginvestasi berbagai desain produk.

Dengan mempekerjakan hingga 500 desainer dari berbagai negara.

Diantaranya Jepang, Cina, Korea Selatan, Denmark, dan Swedia.

Dalam hal ini perusahaan mengutamakan gaya kesederhanaan dari Eropa Utara.

Selain itu, akan melakukan perjanjian kerjasama.

Antara Miniso dengan pemegang resmi hak kekayaan intelektual.

Untuk menyamakan desain produk baru setara original.

Kerjasama ini dapat menambah nilai investasi perusahaan.

Serta memperluas jaringan logistik agar lebih efisien.

Fakta dibalik Miniso sebagai Brand Global

Orang Cina daratan dikenal memiliki jiwa bisnis yang tinggi.

Selain itu sangat pintar dalam membuat strategi pemasaran dan inovatif.

Dari sinilah muncul inovasi dari Cina yang dapat menjual barang.

Berkualitas setara original namun harga produksinya lebih rendah.

Inovasi tersebut telah menyentuh sektor ritel tradisional hingga modern.

Keunggulannya dapat mencontoh merek asing sehingga lebih cepat berkembang.

Sedangkan penduduk asli Cina tidak ingin membeli barang negaranya sendiri.

Oleh karena itu Miniso dijadikan sebagai merek salinan dari Jepang.

Terlihat jelas dari logonya kental dengan Cina.

Namun sangat berbeda tipis bahkan hampir identik dengan logo Uniqlo.

Dari kotak merah logonya sederhana dan font tulisannya Sans Serif.

Pertumbuhan toko ini sangat signifikan setiap tahunnya.

Bahkan tergolong luar biasa karena pada tahun pertama dapat menyebar.

Hingga berbagai negara seperti Hongkong, Australia, Mongolia, Dubai.

Meskipun mereknya lebih mewakili orang Jepang.

Namun tim yang bekerja dibelakang adalah desainer internasional.

Fakta dari Miniso adalah semua produk memiliki label pribadi.

Artinya bersumber asli dari pabrikan Cina.

Tetapi dari segi pengemasan dan label mencerminkan Miniso sendiri.

Miniso belum memiliki produk rancangan sendiri.

Sementara itu staf toko berseragam rapi dan dilengkapi lencana nama.

Produk Miniso juga dapat ditemukan secara online.

Beberapa platform yang menyediakan seperti Aliexpress dan Alibaba China.

Strategi bisnis yang dijalankan Miniso sama seperti perusahaan Cina lainnya.

Perusahaan mampu membuat margin dengan keuntungan lebih rendah.

Pada setiap sektor penjualannya

Disamping itu, Miniso juga mengakui desain perusahaan sama seperti Jepang.

Sebab perusahaan Jepang lebih diakui di dunia Internasional.

Hal ini lebih mempermudah perusahaan membangun kepercayaan konsumen.

Sama seperti Uniqlo yang merancang produk hebat dan menjadi populer.

Sementara itu tata letak produk di toko juga tersusun dengan profesional.

Dengan pemilihan produk tertentu sesuai tren setiap negara.

Dalam strategi bisnisnya perusahaan berhasil menyalin nilai estetika.

Bahkan memberikan konsumen sesuai kebutuhan dan keinginan.

Serta penawaran harga lebih rendah dan berkualitas sama.

baca juga

brand-huawei-di-cina

100-daftar-waralaba-dan-franchise-mulai-dari-1-juta-sd-1-milyar

weebtoon

Penjualan produk lebih mengutamakan kaum wanita.

Sebab target produk pilihan banyak berupa aksesoris dan peralatan rumah.

Desainnya yang mampu menarik perhatian wanita dibanding merek lain.

Perlengkapan di toko Miniso sendiri sangat mendukung penjualan.

Seperti desain interior toko bersih dan menarik.

Terlihat deretan rak rogam tempat memajang barang dan bangku kayu.

Miniso akhirnya terus melajukan bisnisnya secara global.

You May Also Like