Sudahkah Perusahaan Anda Menyadari Arti Pentingnya PR ?

Categories: Branding
jasa seo

undercover.co.id – Setiap perusahaan pasti ingin membuat sebuah citra positif di mata masyarakat. Hal tersebut merupakan sebuah cara yang mereka lakukan, untuk membangun hubungan yang baik dengan para calon konsumennya. Lantas, mereka pun mendelegasikan orang khusus untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut. Orang-orang itulah yang dikenal dengan istilah PR (Public Relation).

Sebagian orang bisa jadi sudah mengerti akan fungsi dan peran dari posisi ini, namun ada pula sebagian yang belum. Sejatinya, posisi PR adalah krusial bagi setiap perusahaan. Maka dari itu, agar kalian, para pembaca tahu peran dan fungsi mereka, maka kami pun akan memaparkannya secara sederhana dalam artikel keren ini. Kami pun telah mengolahnya dari berbagai sumber di dunia maya, agar kelak anda sebagi pembaca semakin enak untuk menyimaknya. Let’s read!

APAKAH ANDA SIAP MENGEMBAN TUGAS MULIA INI?

Public Relation dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai “Hubungan Masyarakat”. Maka dari itu, mereka bertugas secara langsung di masyarakat, dengan tujuan menciptakan citra positif dari perusahaan tempat mereka bekerja. Adapun beberapa fungsinya, ialah;

  1. Sebagai Peneliti

Mereka-mereka ini adalah orang yang tentunya akan langsung bersentuhan dengan masyarakat. Di sanalah mereka akan mengetahui kondisi pasar dan konsumennya. Maka dari itu, menjadi seorang peneliti pun menjadi fungsi dari seorang Public Relation.

Tatkala ia datang ke masyarakat, mereka dituntut untuk mencari data-data primer, dengan mengetahui sendiri kondisi sosial, selara pasar, dan kondisi ekonomi juga loh. Oleh karena itu, tak heran bila nantinya seorang Public Relation harus menghabiskan banyak waktunya di lapangan. Sebab merekalah representasi perusahaan di khalayak umum. Jadi, apakah anda siap menjadi seorang Public Relation? Kalau siap, kita lanjut ke nomor selanjutnya ya!

  1. Menjadi Media Penghubung

Menjadi seorang penghubung perusahaan dan masyarakat pun tak akan pernah jauh dari posisi ini. Bagaimanapun, setiap perusahaan ingin membangun sebuah citra yang baik di mata masyarakat. Maka mereka para Public Relation pun menjadi ujung tombak dalam urusan penting ini.

Melalui beragam cara, ia diharuskan untuk berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat, serta menjadi bagian yang akan mewakili perusahaan dalam membangun kerjasama dengan pihak-pihak yang berada di luar perusahaan. Hal tersebut mereka lakukan semata-mata untuk kepentingan perusahaan. Begitu mulia tugas mereka, bukan?

Sudahkah Perusahaan Anda Menyadari Arti Pentingnya PR

Sudahkah Perusahaan Anda Menyadari Arti Pentingnya PR –  (foto kontentsampleskeyline.files.wordpress.com)

  1. Penghubung Karyawan

Selain harus bekerja di ranah eksternal, pekerjaan ini pun ternyata harus selalu siap sedia untuk dinas di internal. Apa yang mereka lakukan di dalam perusahaan? Ya, Public Relation bertugas untuk membangun relasi yang baik juga dengan para karyawan di dalam perusahaan.

Baca Juga Leisure Leagues: Peluang Waralaba Pecinta Olah Raga Sepakbola

Tak jarang, mereka harus menyampaiakan informasi seputar perusahaan pada meraka, dan juga memotivasi kinerja mereka agar menghasilkan dampak positif bagi perusahaan. Ibaratnya seorang informer yang siap memberikan informasi tentang situasi internal dan eksternal perusahaan. Selain itu mereka pun harus selalu siap dan responsif dalam menghadapi permasalahan di perusahaan. Bagiamana menyenangkan bukan tugas mereka ini?

  1. Manajemen Isu

Sekarang kita kembali lagi ke ranah eksternal perusahaan. Sebagai seorang yang bertugas langsung di lapangan, tentunya mereka akan menemukan banyak tanggapan negatif, dan isu-isu yang kurang enak didengar oleh masyarakat tentang perusahaannya. Maka dari itu, para Public Relation ini hadir untuk memanajemen masalah tersebut.

Ia meluruskan isu isu miring yang mengganggu terciptanya citra perusahaan yang positif. Setelah itu, mereka akan melakukan identifikasi masalah, dan evaluasi masalah untuk kemudian mengeluarkan solusi taktis yang tentunya akan berguna bagi perusahaan ke depannya. Memang terdengar agak sulit dan rumit, namuan apapun keadaannya mereka ini pasti dibutuhkan keberadaaannya, baik oleh perusahaan yang memeperkerjakannya atau oleh masyarakat yang membutuhkannya.

  1. Membuat Kegiatan

Nah, fungsi yang selanjutnya ini pasti akan anda sukai dalam melakukan pekerjaan ini. Setelah mereka mengetahui keadaaan pasarnya yang seperti apa, lalu permasalahan yang timbul di sana bagaiamana, kemudian sejauh mana publik mengetahui perusahaan tempat mereka bekerja, maka, klimaksnya mereka akan membuat sebuah kegiatan kongkrit berdasarkan data-data hasil dari analisa di lapangan atau pangsa pasar mereka.

Event atau kegiatan ini pun bukan mereka gunakan sebagai sarana hiburan semata, akan tetapi meliputi upaya-upaya untuk mencuri perhatian orang-orang, meningkatkan awareness masyarakat terhadap perusahaan, mempromosikan produk perusahaan, dan mencapai serta menyentuh target market-nya

  1. Hubungan Multikultural

Sebagai fungsi penutup, tentu setiap perusahaan tidak melulu berorientasi pada profit atau pun komersial. Perusahaan di hari ini selalu dibebani dengan yang namanya CSR (Corporate Social Responsibility) yang bertujuan untuk menunjukkan tanggung jawab sebuah perusahaan terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Public Relation pun hadir sebagai wakil perusahaan dalam  mengurusi hal ini. mereka akan turun langsung ke masyarakat, dan membangun komunikasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, dan tokoh pemuda. Agar upaya membangun citra perusahaan tetap bisa berjalan tanpa terhalang oleh berbagai gangguan dari luar yang mengancam. Wah, makin keren aja akan tugas mereka-mereka ini?

 

Okay! Segitu dulu fungsi-fungsi dari Public Relation yang kami sampaikan dalam artikel ini. Tentunya masih banyak fungsi lainnya yang bisa kalian cari sendiri, tapi kami berharap inti tulisan di atas bisa menjawab rasa penasaran kalian. Semoga semakin bermanfaat.

Baca Lagi Mau Tau Franchise Yang Lagi Hits Di Inggris ?

 

Merger, Menguntungkan atau Merugikan bagi Perekonomian?

Beberapa tahun terakhir, tercatat ada beberapa aktivitas merger dan akuisisi (M & A) dengan berbagai tingkatannya. Selain itu, muncul pula kekhawatiran yang meningkat tentang konsentrasi industri dan efek negatifnya. Belakangan ini, banyak yang telah menulis analisis atau spekulasi tentang apakah merger meningkatkan atau merugikan kesejahteraan ekonomi dan terdapat beberapa bukti empiris yang mendukung kedua sisi argument tersebut.

Dalam penelitian terbaru, peneliti memberikan bukti baru bahwa selain merger dapat meningkatkan keuntungan, namun banyak juga yang gagal melakukan efisiensi, yang seharusnya dapat meningkatkan keuntungan secara keseluruhan.

Perusahaan melakukan merger karena mereka melihat peluang yang menguntungkan. Jika keuntungan naik karena biaya yang lebih rendah –melalui produktivitas yang lebih tinggi atau skala ekonomi, misalnya – maka hasilnya bisa berupa harga yang lebih rendah bagi konsumen dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan

. Namun, jika peningkatan keuntungan berasal dari konsentrasi yang lebih besar dari kekuatan pasar yang dimilki oleh perusahaan dan jika perusahaan menggunakan kekuatan itu untuk menaikkan harga, maka hanyaakan menghasilkan efek akhir yang negative bagi kesejahteraan secara umum.

Sementara itu, konsep penelitian ini bisa dikatakan relatif intuitif, yaitu hanya mengukur apa yang terjadi setelah merger berlangsung, menampilkan hambatan yang membatasi studi sistematis tentang efek merger pada efisiensi dan kekuatan pasar.

Dalam makalah yang terbit baru-baru ini, peneliti langsung menganalisa tantangan tersebut dan memberikan bukti baru untuk efek merger pada efisiensi dan kekuatan pasar di suatu industri yang relatif luas dalam perekonomian. Studi ini meneliti semua pabrik di AS dari tahun 1997 sampai 2007, yang merupakan sektor penting dan menampilkan keberagaman dari ekonomi AS di mana kita bisa mendapatkan data rinci tentang operasional pabrik dan yang terlibat untuk sekitar seperempat dari semua penawaran M & A di AS.

Penelitian terbaru ini mampu mengatasi kesulitan menguraikan efek efisiensi dari efek kekuatan pasar dengan menggunakan teknik empiris baru yang membantu analisis statistik lebih akurat.

Secara rata-rata, ditemukan fakta bahwa merger tidak memiliki efek signifikan pada produktivitas dan efisiensi. Secara spesifik, tidak ditemukan pula bukti perubahan produktivitas di pabrik, selain itu juga, tidak ada bukti untuk konsolidasi kegiatan administrasi yang sering disebut sebagai cara di mana merger menghasilkan biaya yang lebih rendah secara skala ekonomi.

Peneliti juga tidak menemukan bukti bahwa perusahaan yang melakukan merger lebih mungkin untuk menutup pabriknya yang kurang efisien. Sebaliknya, peneliti menemukan kenaikan rata-rata yang cukup besar perusahaan pada harga untuk menutupi biaya setelah merger, mulai dari 15% sampai lebih dari 50%, tergantung pada kelompok kontrol yang digunakan.

Oleh karena terdapat keterbatasan dalam sejauh mana peneliti bisa menguji perbedaan di seluruh sampel, karena datanya yang bersifat rahasia, penelitian ini dapat menguji perbedaan efek merger antara merger horisontal (melibatkan perusahaan-perusahaan dalam industri yang sama) dan jenis merger lainnya.

Teori menyatakan bahwa efek merger kekuatan pasar cenderung yang terbesar untuk merger horisontal. Sejalan dengan ini, ditemukan terjadinya peningkatan kenaikan harga yang lebih tinggi dalam merger horisontal. Sebaliknya, ketika melihat merger nonhorizontal, ditemukan sedikit bukti kenaikan harga dan bahkan menemukan beberapa efek positif pada produktivitas di pabrik.

Seperti biasa, studi lebih lanjut diperlukan. Tapi penelitian ini menimbulkan keraguan tentang kemampuan merger untuk mendorong produktivitas, terutama ketika dua perusahaan dalam industri yang sama bergabung. Dalam kasus tersebut, perusahaan mungkin akan mendapatkan keuntungan, tetapi tidak berdampak langsung pada meningkatkan perekonomian secara keseluruhan.

jasa seo

Your Thoughts