Sukses Berkat Coklat , Dari Suriah Ke Kanada

undercover.co.id – Tareq Hadhad merupakan seorang pengungsi asal Suriah yang berhasil mendirikan perusahaannya sendiri di negeri barunya, Kanada.

Sama seperti nasib pengungsi lainnya, ia terpaksa harus meninggalkan kampung halamannya yang porak poranda dan berpindah ke negeri asing untuk melanjutkan hidup.

Tareq Hadhad, Dari Pengungsi Suriah menjadi Pebisnis Cokelat Sukses di Kanada

Meski hidup sebagai pengungsi di negeri asing, Tareq memilih untuk tidak mengeluh meskipun harus memulai segalanya dari nol.

Alih-alih hidup sebagai pengungsi yang hanya mencari penghidupan seadanya, Tareq justru menciptakan dampak besar dengan mendirikan bisnis yang diberi nama Peace by Chocolate.

Peace of Chocolate merupakan perusahaan pembuat cokelat yang memiliki fokus terhadap kepedulian sosial.

Bersama-sama dengan warga setempat, Tareq membangun kembali bisnis coklatnya yang hancur akibat peperangan di negeri asalnya

Hidup sebagai Pengungsi

Tareq Hadhad pada awalnya tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai cokelat.

Selama di Suriah, Tareq lebih memilih untuk bidang kedokteran sebagai jalannya.

Namun Tareq  banyak belajar tentang cokelat dari Assam sang ayah yang merupakan pebisnis cokelat di negerinya Suriah.

Assam sendiri mengenal cokelat pada tahun 1980 sebagai seseorang yang amat menyukai makanan manis. Perkenalannya dengan cokelat membawa Assam untuk mempelajari teknik olahan memasak cokelat dari sebuah buku yang ia pinjam dari Perpustakaan Nasional Damaskus.

Dari awal kecintaanya kepada cokelat, Assam bertransformasi menjadi seorang pemilik pabrik cokelat dengan pangsa ekspor di seantero timur tengah dan Eropa.

Petaka datang pada tahun 2013 ketika sebuah misil menerjang pabrik cokelat kedua terbesar di Timur Tengah kala itu.

Pada waktu itu hampir semua aset milik Assam dan keluarga hancur luluh lantak akibat perang.

Kondisi tersebut memaksa Assam dan Tareq beserta seluruh keluarga untuk mengungsi ke Lebanon.

media-text alignwide”>
media-text__media”>
media-text__content”>

Mengungsi pada waktu itu jelas bukan pilihan yang enak bagi keluarga Hadhad karena mereka tidak pernah meninggalkan Suriah sebelumnya dengan alasan apapun.

Selama di Lebanon, Tareq yang memiliki latar belakang kedokteran dan keperawatan memutuskan untuk bergabung menjadi relawan kesehatan selama di pengungsian.

Keluarga Hadhad berencana untuk kembali ke Suriah setelah dua tahun hidup di Lebanon sebagai pengungsi.

Namun takdir berkata lain, kondisi Suriah yang tidak memungkinkan untuk warga sipil justru mendorong Hadhad sekeluarga untuk pindah ke Kanada, tepatnya ke kota Antigonish.

Mendirikan Peace by Chocolate

Pindah ke Antigonish, Hadhad merasa bersyukur diterima dengan baik oleh penduduk setempat.

Melihat bahwa situasi sudah sangat kondusif, Assam bersama dengan Tareq memutuskan untuk kembali membuka usaha cokelat, kali ini dengan nama Peace by Chocolate.

Merasa memiliki pengalaman sebagai pemilik usaha cokelat, Tareq memutuskan untuk menggunakan resep yang sama ketika mereka masih berada di Suriah Alhasil cokelat mereka tidak mendapat sambutan yang baik dari penduduk setempat kala itu Menyadari ada yang salah, Tareqlah yang berinisiatif untuk memodifikasi cokelat buatan mereka menyerupai selera lokal.

Dimulai dari menawarkan cokelat buatanya kepada petani lokal, pasangan ayah-anak Assam dan Tareq kemudian berhasil membuat sebuah pabrik kecil pembuatan cokelat

Dalam prosesnya Assam dan Tareq juga banyak mendapat bantuan dari warga setempat dalam menjalankan bisnis.

Sebagai keluarga muslim yang menolak hidup dengan riba, Tareq dan Assam sangat bersyukur mendapat bantuan pinjaman tanpa bunga dari warga setempat.

Bagi keluarga Hadhad, bantuan dari para warga sekitar tersebut merupakan bentuk keramahan dari warga Antigonish terhadap para pendatang seperti mereka.

Tareq  berjanji akan membalas budi segala bantuan yang mereka terima baik dari pemerintah Kanada maupun dari warga setempat.

Pada tahun 2018, Peace by Chocolate telah tersedia di lebih dari 400 toko yang tersebar di seluruh Kanada.

Tareq memproyeksikan bahwa pada tahun 2022, ia dan keluarganya akan menambah karyawan baru yang diantaranya banyak terdiri dari para pengungsi yang baru datang ke Kanada.

baca juga

    Mendapat perhatian dari Google

    Ketekunan mereka berbisnis sambil menyebarkan pesan perdamaian banyak menarik perhatian tokoh dan institusi-institusi terkemuka

    Pada September tahun 2016, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebutkan bahwa Peace by Chocolate merupakan kisah sukses dari pengungsi yang datang ke Kanada.

    Dampak dari kejadian tersebut, toko Peace by Chocolate mendapat banyak kunjungan dari seantero Kanada hingga turis yang berasal dari Amerika Serikat hingga Jepang.

    Selain mendapat banyak kunjungan, cokelat buatan mereka juga banyak dicari di kanal daring.

    Pada tahun 2017, Tareq akhirnya bertemu langsung dengan PM Justin dalam sebuah kesempatan di Sydney, Australia.

    Kala itu, PM Justin menyatakan langsung kekagumannya terhadap bagaimana Tareq dan ayahnya mengajarkan orang banyak tentang upaya menebarkan hal-hal positif yaitu cokelat dan perdamaian.

    Tidak hanya oleh Perdana Menteri Kanada saja, Tareq juga mendapat apresiasi dari Google.

    Peace by Chocolate diakui sebagai pahlawan inspirasi dari program Grow with Google yang bergerak di bidang inkubasi bisnis masyarakat.

    baca juga

    Menyebarkan Perdamaian

    Bagi Tareq dan Assam, nama Peace by Chocolate memiliki arti yang spesial bagi mereka.

    Memiliki pengalaman pahit akan perang membuat Tareq dan ayahnya tergerak untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian melalui bisnis cokelat mereka.

    Peace by Chocolate sendiri banyak menyelipkan pesan-pesan dengan tema perdamaian di bungkusan produk-produk cokelat mereka.

    Tak hanya menyebarkan perdamaian melalui cokelat saja , Tareq dan sang ayah juga berkontribusi dnegan menghadirkan lapangan kerja baik bagi warga lokal ataupun sesama pengungsi di Antigonish.

    baca juga

    Tidak hanya berhenti pada medium cokelat saja, Tareq juga menyempatkan diri berbicara di berbagai forum mengenai perdamaian baik sebagai korban perang ataupun sebagai pebisnis.

    Tareq menilai bahwa bisnis cokelat yang ia dirikan bersama sang ayah bukanlah untuk keuntungan semata, namun juga sebagai alat untuk menyebarkan nilai-nilai positif yang berdampak bagi kehidupan orang lain.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!