Supply Chain dan Pengaruhnya Terhadap Jaringan Franchise

Apa yang dimaksud dengan supply chain? Bagaimana pengaruhnya terhadap jaringan franchise?

Supply chain atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan rantai pengadaan merupakan sebuah sistem organisasi yang bermanfaat untuk menyalurkan hasil produksi atau jasa kepada pelanggan.

Rantai tersebut juga diibaratkan dengan jejaring dari beragam organisasi yang saling memiliki keterkaitan, namun masih memiliki tujuan dan haluan yang sama.

Mereka bertekad untuk menjamin penyaluran barang dalam keadaan baik ke tangan pengguna.

Supply chain dapat disebut juga dengan logistics network di mana terdapat sejumlah pemain utama yang memiliki kepentingan sejenis.

Beberapa di antaranya adalah distributor, manufactures, retail outlets, suppliers, dan consumers.

Pola Penyaluran

Pola penyaluran dalam sistem supply chain ini dapat tercipta dalam beragam bentuk.

Terdapat beberapa pola supply chain yaitu pusat industri ke distributor utama, lalu masuk ke grosir.

Produk-produk yang sudah ditampung oleh pihak grosir akan disalurkan ke semi grosir dan pengecer.

Cara kedua penyaluran hasil produksi  melalui distributor tunggal yang berakhir di supermarket.

Cara yang terakhir adalah penyaluran hasil produksi dari distributor atau manufacturer kepada franchise.

Pentingnya Supply Chain Bagi Kehidupan Bisnis

Bagi sebagian pebisnis, supply chain dianggap sebagai bagian terpenting untuk proses pengadaan barang.

Ini bertujuan untuk mengatasi persaingan dari segi segi mutu, harga, dan pelayanan.

Dari sisi tersebut, supply chain dikategorikan sebagai strategi untuk menyebar jaring konsumen sebanyak-banyaknya.

Lantas, bagaimana siklus supply chain dalam bisnis franchise?

Sebenarnya, siklus supply chain bukanlah hal yang rumit dalam sistem franchise.

Ini karena barang produksi langsung dialirkan kepada franchisor melalui supplier, sehingga produk yang diminta akan lebih mudah dinikmati konsumen melalui franchisee yang tersedia.

Sistem supply chain yang seperti ini tergolong sebagai sistem distribusi modern yang memangkas anggaran distribusi pada rantai yang lainnya.

Apa yang membedakan siklus supply chain franchise dan bisnis pada umumnya?

Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis supply chain berdasarkan pengadaannya.

Yang pertama adalah produksi dari pabrik lalu berakhir ke tangan konsumen. Kedua, supply chain melalui kehadiran management material.

Berdadarkan praktiknya, kedua hal tersebut merupakan elemen terpenting dalam bisnis franchise.

Lebih lagi, keduanya dapat mendukung kebaikan proses bisnis seperti mutu, harga, dan pelayanan.

Supply Chain dalam Bisnis Franchise

Supply chain atau pengadaan produk bagi konsumen yang terbaik dapat dilihat dari kinerja Es Teler 77.

Mereka sangat meengupayakan bagaimana produk mereka bisa dinikmati konsumen tanpa menunghu waktu yang lama.

Mereka tidak serta merta mengeluarkan produk baku dari franchisor, akan tetapi mengolahnya terlebih dahulu berdasarkan standar bisnis franchisee yang mereka berlakukan.

Sebab, kejadian di lapangan menyebutkan bahwa pemilik bisnis franchise ada yang menyalurkan bahan setengah jadi sehingga dibutuhkan pengolahan kembali oleh pihak franchisee.

baca juga

Editor’s Choices

1000 Ide Bisnis UKM Modal Kecil

Daftar 600 Bisnis Franchise

800 Jenis usaha yang menjanjikan Dengan Modal Kecil

Panduan Bisnis Franchise

500 Master Franchise

Meskipun demikian, terdapat pula pemilik bisnis yang menyalurkan bahan baku kepada anak perusahannya terlebih dahulu, penyaluran kepada franchisee baru dilakukan setelahnya. 

Tidak semua bisnis franchise memiliki karakteriistik dan sistem penyaluran yang sama.

Perbedaan lainnya dapat ditemukan pada supply chain bisnis ritel, salah satu contohnya adalah Kimia Farma.

Mereka sudah mempunyai manufacturer sendiri sehingga penyaluran diadakan setelah pengambilan produk lalu menyentuh wilayah franchisee.

baca juga

    Apakah setiap apotek memiliki sistem supply chain yang sama?

    Tentu saja tidak. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari sistem supply chain K-24 di mana mereka mengambil produk dari Pedagang Besar Farmasi lalu menyalurkan kepada para franchisee mereka.

    Perbedaan sistem supply chain tidak akan mengandung masalah selagi sistem tersebut dapat bekerja dengan baik dan mampu mempertahankan kepuasan dan kepercayaan konsumen.

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!