Tantangan UKM

undercover.co.id- pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sangat meningkat.
Adapun beberapa aspek atau segi ekonomi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan UKM, yaitu jumlah tenaga kerja UKM, jumlah kontribusi sektor UKM terhadap produk domestik bruto (PDB) dan kinerja ekspor nasional, dan juga jumlah pertumbuhan kredit dan pangsa pasar kredit.

Hal Yang Mempengaruhi Pertumbuhan UKM Di Indonesia

Pertama, setiap tahunnya UKM mampu menyerap lebih banyak jumlah tenaga kerja nasional hingga mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja.
Kedua, jumlah tenaga kerja tersebut mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada jumlah kontribusi UKM terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Apalagi terkait kinerja ekspor, UKM di Indonesia mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ekspor nasional. Ketiga, kontribusi UKM terhadap pertumbuhan kredit dan pangsa pasar kredit juga menjadi lebih tinggi daripada tahun 2010.
Kontribusi ketiga aspek ekonomi yang telah dibuat UKM menjadi salah satu sektor kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.
Adapun tantangan kebijakan utama yang meningkatkan pertumbuhan UKM tersebut adalah untuk mempercepat pengembangan UKM berbasis teknologi, lebih disukai dalam berbagai macam teknologi yang sesuai dengan wacana global terkini mengenai pembangunan berkelanjutan.
 

Pembangunan Berkelanjutan Disematkan dengan tiga area utama :

  1. Keberlanjutan lingkungan

Para pengusaha UKM berperan dalam meningkatkan keberlanjutan lingkungan dengan cara menciptakan dan mengembangkan produk yang ramah lingkungan.

  1. Kesinambungan sosial

Para pengusaha UKM berperan dalam meningkatkan kesinambungan sosial dengan cara menggunakan media sosial untuk menunjang kesinambungan bisnis serta juga melakukan pemantauan media sosial secara proaktif mengidentifikasi permasalahan produk dan jasa, permasalahan pelayanan pelanggan, kepentingan kredibilitas manajamen dan resiko keamanan bisnis  yang potensial.

  1. Keberlanjutan ekonomi

Para pengusaha UKM juga berperan penting dalam memastikan pertumbuhan  berkelanjutan ekonomi dengan cara memberikan kontribusi yang lebih besar pada banyak bidang dalam usahanya dan juga mempekerjakan beragam tenaga kerja dan terlibat dengan masyarakat lokal.
Selain itu, para pengusaha UKM juga menawarkan berbagai produk dan jasa kepada mitra bisnis yang ingin membantu perekonomian usahanya menjadi lebih efisien dan efektif.
Dalam semangat untuk meningkatkan pertumbuhan UKM
 
 
 

Ciri – Ciri Kebijakan Pembangunan Bagi UKM :

1) Peningkatan akses terhadap teknologi
Membantu para pengusaha UKM mencari pusat pengembangan teknologi yang bertujuan untuk mempercepat komersialisasi produk dan jasa yang inovatif. Pusat – pusat tersebut memiliki kriteria kapasitas dan kualitas teknologi, seperti bantuan dengan prototyping, testing, upscaling, produksi awal dan validasi produk.
2) Peningkatan akses terhadap keuangan
Bekerjasama dengan lembaga – lembaga keuangan untuk memperbaiki pendanaan yang tersedia bagi UKM dengan mempermudah pemberian pinjaman dan modal ventura melalui instrumen keuangan.
3) Perbaikan akses ke pasar
Membantu para pengusaha UKM dapat mengakses informasi pasar, menghadapi persaingan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri, dan mencari mitra bisnis di luar negeri, meningkatkan kinerja UKM, meningkatkan daya saing, dan memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.
4) Difusi teknologi dan skenario komersialisasi melalui inkubasi bisnis
Membantu para pengusaha UKM membuat model inkubasi bisnis, dimana model ini menekankan pada fungsi proses inkubator sebagai alat pengembangan bisnis utama yang dapat mengubah ide menjadi bisnis yang nyata.
5) Penyediaan dan penciptaan lingkungan yang kondusif untuk mendukung usaha bisnis baru
Meski informatisasi UKM di Indonesia yang dipimpin oleh pemerintah, badan pemerintah tidak diperlengkapi untuk mencakup wilayah – wilayah yang luas dan berbagai jenis UKM yang tersebar di seluruh perekonomian tanpa dukungan dari organisasi lain yang tertarik dengan kemajuan suatu UKM.
 
Salah satu organisasi yang membantu memajukan UKM adalah Business Development Services providers (BDS) di Indonesia.
Penyedia BDS membantu para pelaku UKM untuk mengidentifikasi pasar secara spesifik di seluruh Indonesia dan luar negeri, meningkatkan produktivitas pemasaran dan mengembangkan citra perusahaan yang baik serta juga merancang dan mengembangkan produk baru sebagai solusi bisnis yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Penyedia BDS pada dasarnya beroperasi di sebagian besar kota besar dan universitas. Setidaknya ada tiga sumber pendanaan untuk penyedia BDS non – pemerintah, yaitu pusat teknologi dan inkubasi di universitas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi internasional
Tantangan Utama dalam Memajukan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta juga  penyedia BDS yang didanai oleh pihak swasta yang telah berkembang di berbagai bidang pusat layanan bisnis. Namun, daerah – daerah tertinggal di tingkat kabupaten dan di luar Jawa, ketiadaan penyedia BDS masih merupakan fenomena umum.
Pemerintah telah memperkenalkan sejumlah besar model proyek untuk mendukung UKM, seperti inkubator bisnis di berbagai sektor, pusat konsultasi bisnis dan teknologi.
Namun, program ini yang membiayai promosi unit penasihat bisnis tidak selalu berhasil menjadi seorang regulator dan fasilitator pengembangan pasar dan produk bagi penyedia BDS yang produktif.
Dalam program baru yang akan segera dilakukan pemerintah, BDS membentuk kesepakatan atas perjanjian kemitraan dengan pemerintah untuk menjalani program tersebut selama tiga tahun. Sebagai gantinya, pemerintah menyediakan modal awal kepada penyedia BDS.
Uang bibit dapat dibayarkan kembali dalam bentuk pelayanan program lain di sekitar atau di daerah lain sebagaimana disepakati oleh kedua belah pihak dalam tiga tahun.
Baca Juga

  1. Pertanyaan Untuk Pengusaha UKM : Akuntan atau Perencana Keuangan ?
  2. 5 Cara Mudah Mendapatkan Pinjaman Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
  3. 1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

 
 
Pusat Pengembangan UKM adalah organisasi non – pemerintah yang berada di seluruh Indonesia, terutama kawasan perkotaan.
Pusat Pengembangan UKM memiliki berberapa anggota organisasi internasional yang mengkhususkan diri dalam memajukan kesejahteraan UKM di bidang keuangan UKM, dengan lembaga – lembaga keuangan bagi UKM. Tantangan Utama dalam Memajukan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!