Trend Belanja Online

Trend Belanja Online dan Investor yang Masuk ke Indonesia
Sejak adanya trend belanja online, banyak pengusaha mengembangkan usahanya dari yang mulanya hanya toko offline menjadi memiliki toko online.
Perkembangan usaha ke online ini tentu saja dipengaruhi oleh adanya kemajuan digital yang telah mempengaruhi perubahan gaya hidup masyarakat.
Di mana mereka juga mulai berbelanja lewat online.
Dengan demikian, ini juga memunculkan toko-toko baru bahkan platform jual beli di internet.
 
 

Menarik Investor Luar Negeri

Trend belanja online tanpa ponsel atau rekening bank di Indonesia ini menarik perhatian investor asing.
Sektor jual beli online ini menarik investasi dari perusahaan teknologi asing.
Raksasa teknologi Tiongkok, Alibaba dan Tencent adalah investor di empat unicorn di Indonesia.
Unicorn adalah nama yang diberikan kepada para pemula teknologi dengan kepemilikan aset sudah lebih dari US $ 1 miliar.
Alibaba adalah investor di Tokopedia dan Bukalapak, sementara Tencent telah berinvestasi di perusahaan layanan perjalanan Go-Jek.
Perusahaan Tescent juga memiliki investasi tidak langsung dalam platform tiket online Traveloka melalui perusahaan e-commerce JD.com, di mana Tencent memiliki 20 persen saham.
 
 

Amazon di Indonesia

Sementara itu, Amazon telah berkomitmen untuk berinvestasi 14 triliun rupiah di Indonesia.
Nilai investasi tersebut berlaku dalam waktu yang cukup lama, tak tanggung-tanggung sampai 10 tahun, menurut menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Raksasa teknologi Amerika Amazon ini pertama kali terjun ke pasar Indonesia akan menjadi bisnis komputasi awan Amazon Web Services.
Presiden Joko Widodo juga menyadari potensi e-commerce.
Dia telah meluncurkan program ambisius untuk memastikan kehadiran online untuk 59 juta UKM di negara ini.
UKM telah terdata bersama-sama berkontribusi memberikan peningkatakan kepada pendapatan negara.
Diketetahui telah lebih dari setengah dari PDB Indonesia diperoleh dari UKM meski masih disayangkan bahwa pertumbuhan UKM Indonesia terhambat.
Hambatan itu umumnya dikarenakan kekurangan dana dan sumber daya lainnya.
 
 
 
 

UKM Pengaruhi Kemajuan Digital Marketing Indonesia

Menurut kementerian komunikasi, hanya ada 4,6 juta UKM yang telah berhasil berkembang secara offline ke ranah digital.
Dari jumlah tersebut sekitar 36 persen menggunakan aplikasi pengiriman pesan seperti WhatsApp dan BlackBerry Messenger.
Sementara ada 9 persen berada di pasar online dan 18 persen menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram , dan Twitter.
Pada tahun 2019 ini, pemerintah telah menetapkan target 8 juta UKM dapat memiliki toko online dan mampu berkembang secara digital tahun ini.
 
baca juga
Kenali Daftar 99 Fintech Indonesia
900 Pebisnis Start Up Bisnis Digital Di Dalam Dan Luar Negri
Panduan Bisnis Online Terlengkap
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
 

Pajak E-Commerce

“Saya pikir waktunya tepat [untuk memperkenalkan pajak e-commerce],” kata Bhima Yudhistira, seorang analis di Lembaga think tank yang berbasis di Jakarta.
Ia bekerja untuk Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef).
Meski demikian, ia juga berkata “Tapi untuk saat ini, otoritas seharusnya hanya mendorong kepatuhan dalam mengajukan pengembalian pajak dan pengumpulan data ID pajak,”
Menurutnya jika mereka ingin mulai mengenakan pajak, yang terbaik adalah memungut PPN 10 persen pada masing-masing produk yang dijual secara online, tanpa pajak tambahan.
Pajak 10 persen sudah maksimal dan sebaiknya tidak ditambah karena hal itu akan membebani konsumen online.
Meski konsumen online meningkat, tidak sepatutnya untuk meningkatkan beban pajak, sebaliknya justru harus difasilitasi dengan kenyamanan yang setara dengan kebutuhan.
Jumlah 10 persen adalah jumlah maksimal yang musti diterapkan pada E-commerce.
 
Kemunculan sistem belanja online ini memang memudahkan, tapi ada juga kekurangan di balik proses transaksinya.
Oleh karenanya, diperlukan kehati-hatian dan kerjasama yang terbaik dengan berbagai pihak seperti bank, jasa pengiriman, fintech dan lain sebagainya.
Belanja online memberi kemudahan dan keuntungan pada konsumen maupun pada penjualnya dalam berbagai sisi.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!