Published On: Fri, Sep 26th, 2014

UKM Supermarket Motor

UKM Supermarket Motor |

UKM Supermarket Motor

UKM Supermarket Motor

 

Meningkatnya jumlah pemakai sepeda motor di Indonesia jadi kesempatan usaha waralaba retail minimarket sepeda motor. Baik untuk penjualan suku cadang motor atau bengkel motor. Kesempatan inilah yang di tangkap oleh Taruna Nusantara Motor (TNM) Corporation yang lalu bikin Bikemart. Tidak kurang saat ini ada 22 outlet saat ini telah berdiri si semua Pulau Jawa.

Bikermart adalah satu diantara divisi dari TNM yang spesial mengatasi system kemitraan dengan rencana toko moderen serta minimarket. Sesaat TNM yaitu perusahaan yang beroperasi di sektor penyediaan semua jenis perlengkapan sepeda motor (suku cadang, aksesori, apparel, helm, software, tool, dan sebagainya) serta fasilitas pendukung lain yang berhubungun dengan sektor bisnis toko, minimarket, atau bengkel sepeda motor. Perusahaan ini berkantor pusat di Purwokerto, Jawa Tengah.

TNM didirikan th. 1998 dengan konsentrasi usaha pada retail perlengkapan sepeda motor. Hendra Eddy Wahono memulai usaha dengan lima karyawan. Modal awal Rp. 20 juta untuk fasilitas toko serta barang dagangan. Sepuluh th. lalu, TNM buka peluang kemitraan dengan system Business Opportunity (BO) . Ia tawarkan bentuk minimarket suku cadang serta aksesori sepeda motor dengan rencana toko moderen serta distro (distribution outlet) . Toko ini melayani penjualan retail serta grosir dan sediakan semua keperluan motor serta biker (ingindara motor) . Juli 2008 outlet BO pertama mereka di buka di Bandung, Jawa Barat.

UKM Supermarket Motor ; Beralih dari BO jadi Waralaba
Nama Bikemart baru resmi dipakai th. 2010, menukar nama TNM. Saat ini ada 22 outlet Bikermart yang menyebar di Pulau Jawa. Seluruhnya menjalin kemitraan dengan system BO. Uniknya, kemitraan dengan pola BO ini membebaskan mitra untuk berikan nama outletnya. Umpamanya GP Motor di Banjarnegara (Jawa Tengah) , Bhakti Jaya Motor Tuntang, Salatiga (Jawa Tengah) , Rayyan Motor Pamanukan, Subang (Jawa Barat) , Bintang Kekal Motor, Cilegon, Jawa Barat, Ardi Motor, Jember (Jawa Timur) , dsb.
Berhasil meningkatkan sayap melalui system BO, saat ini Bikermart bersiap meluncurkan tawaran kemitraan dengan pola franchise atau waralaba. Harapannya, supaya pengelolaan lebih terstandarisasi serta mitra lebih konsentrasi menggerakkan usaha ini. “Dengan system BO kerapkali kita hadapi permasalahan ingindalian operasional yg tidak berkelanjutan, hingga tidak alami perubahan yang baik. Umpamanya kurang perhatian investor lantaran berasumsi usaha ini juga sebagai usaha sambilan serta tidak konsentrasi, ” tutur Hendra, panggilannya.
Sepanjang th. 2011 Hendra mengupayakan sistem legalisasi franchise. Paket franchise ini mensyaratkan ada royalti dari franchisee pada Hendra sebagai franchisor. Diluar itu, ada system yang terstandarisasi mulai dari design outlet, pengaturan, ingindalian stock barang, sampai perincian neraca keuangan. Franchisee juga tidak dapat bebas memastikan nama toko. Merk Bikermart bakal tersandang di setiap outlet mitra atau franchisee.

Jumlah Motor Bertambah, Kesempatan Naik
Kesempatan usaha ini menjanjikan. “Permintaan atau apresiasi sangatlah baik lantaran produksi sepeda motor selalu bertambah, ” ungkap Hendra. Pasar sepeda motor memanglah selalu tumbuh. Pasalnya, fasilitas transportasi ini terjangkau oleh beberapa besar orang-orang Indonesia serta selama ini dikira lebih efektif dari pada fasilitas transportasi umum. Berdasar pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) , penjualan motor pada Januari-Oktober 2011 meraih 6, 90 juta unit. Angka ini bertambah 11, 3% di banding periode yang sama th. lantas (Kontan, November 2011) . `

Bila jumlah sepeda motor serta ingindaranya bertambah, pasti keperluan beragam perlengkapan penunjangnya juga jadi tambah. Keperluan suku cadang serta aksesori baik untuk motor ataupun ingindaranya selalu bertambah bersamaan bertambahnya jumlah sepeda motor. Karena itu, usaha ini mempunyai potensi besar untuk selalu berkembang. Prasyaratnya, pengelola mesti mempunyai semangat inovasi, melindungi keyakinan serta service yang memuaskan untuk beberapa pelanggan. Menurut Hendra ketiga nilai itu jadi kunci berhasil untuk meningkatkan usaha ini. Pasalnya, pelaku bisnis di bagian ini dapat tidak sedikit.

Keuntungan mengawali usaha dengan kemitraan yaitu dapat beroleh mentor saat terjun hingga kesusahan dimuka usaha dapat didiskusikan berbarengan mentor. Prasyaratnya, tentukan mentor (yang memiliki BO atau franchise) yang konsultatif. Untuk yang memiliki BO atau franchise, meningkatkan usaha dengan pola kemitraan juga untungkan lantaran tidak butuh keluar banyak modal untuk buka outlet atau cabang baru. Mitra yang mempersiapkan dana investasi untuk outlet baru itu. Terkecuali dana investasi, Hendra juga mensyaratkan dua persyaratan lain dalam mencari mitra yakni mempunyai mental pengusaha serta mempunyai calon tempat usaha yang strategis.

Tempat strategis umpamanya dekat pemukiman, dekat jalan paling utama serta traffic kendaraan bermotor yang melalui depan toko cukup tinggi. Calon tempat bakal disurvei lebih dahulu oleh Hendra serta timnya. Bila pas, dilanjutkan dengan pelaksanaan design atau lay out toko.
Terkecuali tempat, mitra juga butuh mempersiapkan 2-3 orang yang bakal bertugas juga sebagai pramuniaga. Berbarengan mitra, calon karyawan ini bakal beroleh kursus operasional toko. Bila tempat bagus serta service memuaskan, Hendra bercerita bahwa perolehan omzet bulanan per outlet seputar Rp. 50 juta – Rp. 200 juta. (Teks/photo : Elly)

Harga Paket BO
Paket Investasi Berdiri sendiri/tanpa ada royalty :
Mini Market Tanpa ada Bengkel : Rp 100 Juta (MTB Bronze)
Rp 150 Juta (MTB Silver)
Rp 200 Juta (MTB Gold)

Mini Market Dengan Bengkel : Rp 150 Juta (MDB Bronze)
Rp 200 Juta (MDB Silver)
Rp 250 Juta (MDB Gold)
Untuk harga paket franchise bakal dipublikasikan sesudah sistem legalisasi franchise usai

 

semoga menginspirasi dengan cerita sukses UKM Supermarket Motor

jasa seo dan internet marketing

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>