Waralaba Cwie Mie Box

Di era masyarakat modern yang serba cepat dan praktis, kemasan produk merupakan salah satu faktor penting untuk diperhatikan pengusaha. Terlebih lagi, dalam mengemas makanan sebagai produk market, maka diharuskan bisa mencakup berbagai ekspektasi pelanggan. Termasuk dari sisi kemasan harus tetap higienis, bersih, serta aman dan praktis.

Cwie Mie Box menawarkan konsep inovatif yang baru di Indonesia. Dengan kuliner franchise olahan mie, pelanggan bisa menyantap mie favorit dalam kemasan yang menarik, yaitu mangkok kertas.

Melihat konsep yang begitu unik dan berbeda dari kedai mie yang sudah ada pada umumnya, Cwie Mie Box begitu laris dan digemari para pelanggan.

Cwie Mie Box, Sajikan Mie Dalam Kemasan Kertas

Mengusung tagline, Cwie Mie Box Rasa OK, gerai olahan mie yang digagas oleh Nur Ismalia ini berhasil mengungguli para pesaingnya.

Terutama dari segi kemasan yang cukup unik dan berbeda. Kemasan Cwie Mie Box juga praktis dibawa – bawa serta dapat didaur ulang.

Bahkan, yang lebih mengejutkan ternyata Nur Ismalia sengaja membuat kemasan kertas karena untuk mempertahankan cita rasa Cwie Mie Box.

Jadi, kemasan kertas sengaja dipilih sebagai konsep utama Cwie Mie Box atau Cwi Mie kotak. Pasalnya, dengan kemasan terbuat dari bahan baku kertas, akan dapat membantu menjaga kualitas rasa mie dalam jangka waktu yang cukup lama, hingga 12 jam.

Walaupun Cwie Mie Box mengandung air atau kuah, kemasan kertas dibuat khusus agar tahan air dan kuah tidak rembes.

Varian menu Cwie Mie Box yang ditawarkan antara lain ada cwi mie hitam, cwi mie bakso, cwi mie jamur, cwi mie original, hingga cwi mie hijau.

Per porsi Cwie Mie Box dihargai Rp 20.000. Didirikan pada 2012, Cwie Mie Box dibuka pertama kali di kota Sidoarjo, Jawa Timur. Selang dua tahun selanjutnya, Cwie Mie Box mulai menawarkan franchise. Saat ini sudah ada tujuh gerai di wilayah Sidoarjo, Malang, Surabaya dan Jabodetabek.

Bila Anda berminat menjalin kemitraan bisnis franchise Cwie Mie Box, investasi paket yang ditawarkan cukup menarik. Yaitu paket pertama senilai Rp 50 jutaan. Paket ini sudah termasuk booth tertutup dimensi 2 m x 2 m, peralatan dapur, stok awal untuk 100 porsi, serta peralatan untuk minuman bubble drink.

Paket selanjutnya Rp 25 jutaan. Fasilitasnya tidak jauh berbeda, tetapi booth berukuran lebih kecil ketimbang paket 50 jutaan, dan tidak diberikan fasilitas untuk membuat minuman bubble drink.

Selama menjalin kerja sama atau kontrak dengan Cwie Mie Box, pihak mitra diharuskan untuk membeli stok bahan baku dari pusat. Termasuk bumbu – bumbu serta kemasan kertas Cwie Mie Box. Hal ini dimaksudkan agar kualitas cita rasa tetap terjaga meskipun berbeda wilayah atau membuka cabang di daerah lain.

baca juga

Akan tetapi, untuk jenis bahan – bahan segar yang mudah layu selama distribusi, mitra boleh membeli sendiri. Seperti daging ayam atau sayuran.

Uniknya lagi, Cwie Mie Box baru akan mematok royalti fee setelah mitra yang bekerja sama mampu mencapai omset bulanan hingga Rp 25 juta per bulan untuk paket 50 juta. Sedangkan, untuk paket 25 juta, baru ditarik biaya royalti setelah mencapai omset 12 juta per bulan. Biaya royalti yang ditarik sebesar 2% saja setiap bulan.

Estimasi mitra bisa balik modal adalah selama jangka waktu 10 bulan hingga 12 bulan. Diperkirakan laba bersih yang bisa diraup sekitar 40%. Tetapi, prosentase ini masih harus dikurangi biaya – biaya operasional gerai. Seperti menggaji karyawan, sewa lahan usaha, serta belanja stok bahan baku.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!