Bisnis WARALABA Indonesia Yang Menerobos Dunia International

Undercover.co.id – Restoran Ayam Bakar Mas Mono

Konsep restoran dengan menu andalan ayam pun ditawarkan oleh Ayam Bakar Mas mono. Nama pemiliknya ialah Agus Pramono, pria berasal dari Madiun, yang berhasil merintis usaha ini pada tahun 2000. Awal mulanya, Ia hanya membuka lapak di sebidang tanah kosong, dengan konsep makanan khas kaki lima.

Dengan mengambil tempat di seputaran Jakarta, tepatnya. Universitas Sahid. Tempatnya yang berdekatan dengan kampus pun menyebabkan konsumen awal mereka didominasi oleh kalangan mahasiswa.

Pada saat usaha ini dimulai, Ia hanya bekerja dengan istrinya. Menu yang ditawarkan pun hanya berupa 5 ekor ayam yang dibagi-bagi menjadi sekitar 20 bagian. Usaha yang digelutinya pun terus ditekuni sampai sekarang. Berkat kegigihannya, hari ini, ia telah berhasil membuka 15 cabang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Omzet setiap harinya pun berkisar dari 8-10 Juta.

Bak sebuah dongen, lagi-lagi Ia mencoba peruntungan nya, dengan membuka beberapa cabang yang terletak di wilayah Asia, salah satunya Malaysia. Penghargaan Asia Pasifik Entrepreneur tahun 2010 pun Ia sabet sebagai bukti kegigihannya dalam menekuni bisnis waralaba miliknya.

Rumah Makan Bumbu Desa

Selanjutnya adalah rumah makan yang menyajikan menu-menu tradisional. Bumbu Desa merupakan salah satu restoran dengan makanan khas sunda yang berdiri pada tahun 2004. Nama Arief Wirawangsadita pun disebut sebagai perintisnya. Modal awal yang Ia keluarkan adalah sebesar 8 juta rupiah, dengan konsep tempat berupa kedai makan biasa mulanya.

Berselang 7 tahun kemudian, tepatnya di tahun 2011, penghasilan dari rumah makan ini pun melejit mencapai angka 50 juta setiap bulannya. Tempat makan ini pun sudah memiliki sekitar 50 cabang, yang disebar di beberapa kota di Negara kita. Tak puas diri dengan hanya terfokus di lokal saja, Ia pun melakukan invasi ke dunia internasional.Dua negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, Ia pilih sebagai target dari cabang restorannya. Rencana lain pun telah dipersiapkan untuk membuka beberapa cabang lagi di negara maju, seperti; Amerika dan Kanada.

Kebab Turki Baba Rafi

Nama makanan khas Turki yang digeluti oleh Hendy Setiono di tahun 2003 ini kian terkenal setiap harinya. Di beberapa kota besar, kita pun akan mudah untuk menemukannya. Tetapi siapa yang menyangka bahwa modal awal yang dikeluarkan olehnya hanya sebesar 4 juta. Dengan modal sebanyak itu, pada tahun selanjutnya, Ia telah berhasil membuak 6 cabang lainnya. Sungguh sebuah bisnis yang dinamis, sebab tahun pertama saja sudah bisa seperti itu.

baca juga

    Tahun selanjutnya, Hendy memutar otaknya dan memutuskan untuk memulai sebuah strategi bisnis waralaba. Pilihan yang Ia pilih ternyata disambut baik, karena 100 gerai telah berhasil Ia buka di beberapa kota besar di Indonesia. Lagi-lagi, Ia pun berpikir panjang, dan memulai melakukan pelebaran wilayah dengan membuka sekitar 42 gerai yang tersebar di Malaysia, Thailand, Tiongkok, Srilangka, dan Filipina.

    Leave a Reply

    19 + 4 =

    Ad Blocker Detected

    Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

    Refresh
    error: Content is protected !!