Wirausaha Muda Mandiri Dan Faktor X

https://www.zowhy.com- Tiap-tiap orang yaitu pribadi yang unik. Anda seluruhnya mempunyai bakat serta potensi yang berlainan. Tetapi belum pasti kita mengetahui bakat kita masing masing.

Atau jikalau bakat kita terlihat, terkadang tidak mengerti atau mengakuinya. Bakat-bakat itu ada yang tersebul keluar seperti buah yang menggantung di pohon, tetapi beberapa besar tersimpan jauh di lubuk hati seperti bongkahan emas yang terkubur perut bumi.

Terkecuali manusia menggalinya,  Demikian juga “faktor X” itu. Ia menempel pada diri kita semasing serta baru jadi “faktor X” bila itu sukses temukan “pintu”nya. Sikap Anda pada “pintu” bakal tercermin pada apa yang Anda peroleh. Sikap itu yaitu suatu pilihan. Pilihan tersebut berbagai macam.

Ada yang mendiamkan saja. Ia yaitu orang yang yakin diri dengan bakatnya serta membiarkan pintu temukan dianya. Bila mujur mungkin ia sukses. Tetapi, kenyataannya, sedikit orang berhasil yang memakai langkah tersebut.

Kirim tanda positif. Orang ini kelihatannya diam serta menanti pintu mendatanginya, tetapi sebenarnya ia tidak diam. Ia kirim tanda supaya pintu itu bergerak menghampirinya. Dengan kata lain, ia mengetuk pintu dengan bhs badannya, tak tahu dengan tampilan yang menarik, nada yang khas, dsb.

Mencari pintu, mengetuk pintu. Mereka sadar bahwa pintu akan tidak terbuka terkecuali mereka mendatanginya. Pintu itu mungkin saja c uma di buka separuh oleh yang memiliki atau penghuninya. Mungkin saja yang memiliki pintu itu tidak welcome. Mereka mesti pergi mencari pintu yang lainya, selalu mencari serta mengetuk. Tetapi demikian sukses temukan serta ada didalam ruangan, sikap mereka tidak sama

Dalam dunia usaha, suatu situasi awal bisa dimisalkan seperti seorang yang mencari pintu. Berhasil yang diraihnya yaitu suatu kesuksesan temukan pintu yang sedia dengan ketertarikan serta saat depannya. Juga sebagai misal ; WIKA awal mulanya cuma suatu instalatur listrik, Ia menyentuh pintu PLN, Kajima, Sumitomo dan sebagainya. Namun, untuk temukan pintu itu ia mesti mengetuk-ngetuk serta menemukannya. Ia melawan rasa nyaman hingga betul-betul memperoleh jawaban yang setimpal.

Wirausaha Muda Mandiri dan Faktor x |Spirit of Enterpreneurship

Karena aspek “X” tidak lain yaitu suatu hal yang perlu kita mencari serta punyai. Ia bakal temani siapapun yang mau beralih jadi tambah baik. Orang yang tidak mau beralih juga mempunyai aspek “X”, tetapi itu hanya “X” kecil yang bermakna suatu kenyamanan. Mereka yang telah terasa nyaman dengan keadaan saat ini sudah pasti akan tidak alami perkembangan.
Untuk beroleh perkembangan, seorang mesti berani berselancar pada gelombang ketidaknyamanan. Karenanya dibutuhkan Spirit of Enterpreneurship. Enterpreneur yaitu orang yang terasa hidupnya kurang nyaman dengan keadaan saat ini. Ia terasa terancam, miskin atau kurang berarti. Karenanya ia berjuang menguber kenyamanan baru. Ia bergerak, jalan, memikirkan, mengetuk pintu, mengambil resiko mencari product, bikin, bangun usaha, mendatangi pelanggan, dan sebagainya.

Bila toh ia diam atau nikmati warisan pendahulunya, ia dapat hidup nyaman. Namun ia mau hari esok perusahaannya jadi tambah baik. Menurut dia, dari pada hidup sulit kelak, tambah baik susah saat ini. Ia tidak pilih hidup nyaman dengan “X” kecil warisan, tetapi membantuk “X” besar.

Makin lama “X” yang dikejar itu bakal jadi membesar serta menempel pada diri Anda serta beberapa orang di perusahaan. Seperti benih tanaman ia bisa tumbuh jadi ketrampilan, keyakinan, magnet serta sudah pasti rejeki. Lantaran menempel, ia tidak bisa dirampas dari diri Anda.

Aspek “X” yang menempel pada diri manusia itu yaitu benda tidak berwujud, tetapi bisa dirasa. Awalannya ia tidak – atau kecil sekali – ada pada diri Anda. Tetapi bila Anda telaten, ia selalu tumbuh lantaran ia hidup. Serta lantaran ia hidup, ia dapat mati. Ia bakal hidup bila Anda melindungi keyakinan, menumbuhkan kreatifitas serta ketrampilan, dan berikan banyak oksigen dari lingkungan yang bersih.

“X” Besar serta di tangan orang dewasa, yakni orang atau perusahaan yang telah mempunyai keyakinan pasar, seperti WIKA, Blue Bird,   Sedang “X” kecil ada pada diri kita . Bentuk “X” juga berbagai macam. Ia dapat datang dari diri Anda sendiri, orang lain, instansi lain, dsb. Dari tempat mana juga sumbernya, ia dapat tumbuh besar atau demikian sebaliknya.

Bisnis Latah Bisnisnya Para Pemula | Semakin hari semangat kewirausahaan menyebar keseluruh lapisan masyarakat, bahkan berita terakhir menyatakan anak sd pun diberi pengetahuan tentang konsep entrepreneurship.

Entrepreneurship atau Kewirausahaan sangat berbeda jauh dengan berdagang yang berfokus pada keahlian menjual. Entepreneurship adalah kombinasi dari ketiga faktor penting yaitu kemampuan, pengetahuan, dan riset. Dari ketiganya terlahirlah kreativitas yang kemudian menghasilkan nilai tambah pada suatu barang dan jasa yang siap diperdagangkan. Kalau belum memiliki ketiga faktor tersebut, jangan dipaksakan dulu untuk berbisnis karena yang terjadi adalah pertumbuhan bisnis latah yang kian menjamur dan menghilang.

Istilah bisnis latah tercipta dari banyaknya pelaku bisnis pemula yang menjalankan jenis usaha yang sama secara masal , mengapa mereka melakukannya? bukankah semakin banyak pesaing akan mempersulit tumbuhnya suatu bisnis ?, apakah yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi?

Baca Juga

  1. Sukses Berbisnis dengan Investasi Murah
  2. Peluang Dan Kesempatan Franchise Dari UKM Supermarket Motor
  3. 100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar

Bisnis Latah Bisnisnya Para Pemula  , Kesuksesan orang lain dalam menjalankan sebuah bisnis membuat orang awam segera terjun menjadi pebisnis pemula dan ingin segera meniru bisnis tersebut dan melakukan segala cara agar memiliki kesuksesan yang sama dari yang bisnis ditirunya inilah faktor utama terciptanya bisnis latah .

Bisnis warung makan, franchise kaki lima, konveksi, jual keripik, Loundry, Salon, air isi ulang, gorengan, dan jamur crispy adalah model bisnis yang sering diminati oleh pebisnis pemula.

Sebulan dua bulan menimbulkan respon yang positif konsumen baru mulai banyak dan bahkan menjadi pelanggan tetap , lima bulan kemudian bisnis tersebut hilang seketika dan tutup karena pelanggan kita ternyata juga hanya mengikuti trend dari pelanggan yang lain.

Ikut-ikutan adalah kunci dari terciptanya bisnis latah karena melihat orang lain ukses menjalan kan bisnis, kemudian kita secara otomatis mengikuti jejaknya tanpa memperhitungkan riset bisnis yang telah dilakukan oleh orang tersebut, begitu pula dengan pelanggan kita, karena tetangga-tetangga lainnya beli, maka rasa penasaran pun menghinggapi calon konsumen dan akhirnya ikut memembeli.

 

Leave a Reply

19 + 7 =

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!