Wisata Bintang Di Bosscha Bandung

Wisata Bintang Di Bosscha Bandung

Bosscha  atau  Observatorium Bosscha Lembang adalah sebuah lembaga penelitian astronomi yang dimiliki oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain sebagai tempat riset, Bosscha membuka tempat ini kepada masyarakat sebagai tujuan wisata di waktu-waktu tertentu.

Buat teman-teman yang ingin menikmati dan melihat secara lebih nyata keindahan bintang – bintang dan benda – benda langit lainnya, disinilah tempatnya. Bukan  hanya melihat bintang lebih jelas saja, tapi kita bisa menambah pengetahuan astronomi kita di tempat ini.

Sejarah Observatorium Bosscha

 

Observatorium Bosscha berdiri pada tahun 1923. Tempat ini bermula  dari ide seorang ilmuwan, Joan George Gijsbertus Voute yang memiliki keinginan untuk meneliti struktur galaksi, dimana saat itu sedang hangat-hangatnya penelitian di bidang astronomi ini di berbagai negara di dunia.

Atas dasar ide itu, akhirnya Observatium Bosscha ini akhirnya dibangun dengan bantuan badan Perhimpunan Bintang Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging atau NISV) dan pengusaha Karel Albert Rudolf Bosscha dan Rudolf Albert Kerkhoven yang menjadi sumber dana terbesar dalam pembangunan tempat ini. Hal ini jugalah yang melatarbelakangi terhadap penamaan dari tempat riset ini, yaitu dengan mengambil nama belakang dari donator utamanya Bosscha.

Setelah Indonesia merdeka secara de-facto dan de-jure, akhirnya NISV menyerahkan Bosscha ini untuk dikelola secara penuh oleh pemerintah Indonesia. Saat itu salah satu riset terbaik di bidang astronomi dipegang oleh ITB sehingga di tahun 1951 secara resmi ITB diberi kepercayaan untuk mengelola tempat ini sebagai pusat penelitian di bidang astronomi.

Bangunan Bosscha yang unik

 

Di awal kita memasuki tempat ini, kita akan diperlihatkan dengan desain atau arsitektur bangunan Bosscha yang cukup unik. Bangunan ini disebut dengan kupel Zeiss. Rumahnya teleskop Zeiss ini berbentuk kubah besar, dimana atap kupelnya bisa berputar.

Struktur bangunannya sangat kokoh dan kuat terbukti dari kondisi bangunan yang masih oke walau sudah berumur 90 tahunan. Bahkan katanya bangunan kupel ini mampu bertahan dari gempa sampai dengan kekuatan 7 skala richter.

Apa yang kita temui di Bosscha ini?

 

Di Bosccha ini terdapat 22 teleskop. Dari 22 teleskop ini ada 5 teleskop yang terbesar dan cukup terkenal yaitu:

·         Teleskop Refraktor Ganda Zeiss

Teleskop ini merupakan teleskop terbesar yang ada di Bosscha ini. Teleskop ini berasal dari Jena, Jerman. Teleskop Zeiss ini memiliki dua lensa objektif dengan besar diameternya adalah 60 cm dan memiliki jarak focus sebesar 10,7 meter.

Teleskop ini digunakan untuk mengamati astrometri seperti mengamati bintang ganda visual, mengamati komet dan planet-palnet (Saturnus, Mars, dan Jupiter, serta melihat pergerakan bintang.

·         Teleskop Schmidt Bima Sakti

Seperti namanya, teleskop ini digunakan untuk mengamati struktur galaksi bimasakti, dan juga untuk mengamati asteroid, spectrum bintang, supernova, dan mengambil gambar objek langit. Diameter dari teleskop ini 71,12 cm dengan panjang fokus sampai 127 meter.

 

·         Teleskop Refraktor Bamberg

Fungsi teleskop ini adalah untuk mengukur terang bintang, mengamati kawah di bulan, mengambil gambar matahari, serta mengamati benda-benda angkasa lainnya. Diameter lensanya 37 cm dengan panjang fokus 7 meter.

·         Teleskop Refraktor Unitron

Teleskop Unitron ini berfungsi untuk mengamati matahri dan bulan termasuk gerhana bulan dan matahari. Diameter lensanya adalah 102 mm dengan panjang focus 1500 mm.

 

·         Teleskop Cassegrain Goto

Ini merupakan teleskop digital yang didapat dari pemerintah Jepang. Teleskop ini digunakan untuk mengamati spectrum bintang dan mengukur kuat cahaya bintang. Lensa utama teleskop ini berukuran 45 cm dengan panjang focus adalah 1,8 meter.

 

Waktu Kunjungan ke Observatorium Bosscha

 

Tidak seperti tempat tujuan wisata lain yang mayoritas bisa dikunjungi setiap hari, Bosscha ini memiliki waktu kunjungan tertentu yang membuat pengunjung tidak secara bebas untuk datang ke tempat ini. Sebelum melakukan kunjungan kita juga diharuskan untuk mendaftar terlebih dahulu.

Untuk jadwal kunjungan ke Bosscha ini dibagi 2 yaitu:

·         Kunjungan Siang

Untuk kunjungan siang adalah setiap hari Selasa – Sabtu pukul 09.00 – 14.00. Jadwal kunjungan siang ini dibagi dalam 3 sesi di hari Selasa-Kamis, 2 sesi di hari Jumat, dan 4 sesi di hari Sabtu.

 

Di setiap sesinya kita akan mendapatkan informasi/ presentasi astronomi. Satu sesi kunjungan ini mengambil waktu sekitar 1 – 1,5 jam.

Untuk kunjungan di hari Selasa – Jumat hanya menerima kunjungan dari sekolah/ insatansi/ organisasi saja, sedangkan di hari Sabtu hanya menerima kunjungan dari keluarga/ perorangan dan kelompok lingkup kecil dengan jumlah orang kurang dari 20 orang.

 

Biaya untuk masuk ke observatorium ini adalah Rp 15.000,- per orangnya.

 

·         Kunjungan Malam

Untuk kunjungan malam hanya dibuka beberapa malam di Musim Kemarau yaitu diantara bulan April – Oktober. Kunjungannya adalah pada pukul 17.00 – 20.00 dan untuk biaya masuknya adalah Rp 20.000,- per orangnya.

 

Di waktu yang tersisa untuk tahun ini adalah jadwal di bulan September dan Oktober. Berikut adalah jadwalnya:

 

BulanTanggal
September14, 15, 28, 29
Oktober12, 13, 26, 27

 

Karena kuota yang sangat terbatas, teman-teman disarankan untuk mendaftar jauh hari sebelum kesana.

Berikut link untuk daftarnya:

https://bosscha.itb.ac.id/id/index.php/registrasi-kunjungan/

 

Yukk..atur waktumu ke tempat ini, terutama untuk kunjungan malam yang masih ada di Bulan September dan Oktober ini

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!