Wujudkan UKM Go Online

Konsep Advertising

https://www.undercover.co.id – Revolusi industri 4.0 cepat atau lambat akan mempengaruhi perilaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Sebagai negara dengan tingkat ekonomi menengah, Indonesia memiliki modal yang besar untuk menghadapi revolusi digital tersebut.

Salah satu modal tersebut adalah tingkat penggunaan internet yang mencapai angka 171 juta pengguna dari total 267 juta penduduk.

Dengan modal ini, Indonesia menyajikan ekosistem pasar sekaligus bisnis berbasis digital yang luar biasa.

Namun untuk benar-benar mengkapitalisasi modal tersebut, pemerintah perlu mendorong pelaku-pelaku bisnis domestik termasuk UKM agar dapat terjun ke dunia digital.

Salah satu upaya pemerintah untuk mendorong hal tersebut adalah dengan mengeluarkan visi UKM Go Online.

Menyambut Revolusi Digital di Indonesia

Revolusi digital di seluruh aspek kehidupan manusia menjadi hal yang tidak bisa dihindari lagi, termasuk di Indonesia.

Masuknya gelombang teknologi digital yang diawali dari munculnya perangkat komputer hingga kehadiran perusahaan rintisan berbasis teknologi telah memberi perubahan drastis terhadap cara hidup orang Indonesia.

Gelombang revolusi digital ini tidak terkecuali turut berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnisbisnis konvensional.

Salah satu pengaruh yang muncul adalah banyaknya distrupsi praktik bisnis di hampir semua lini industri mulai dari perdagangan, transportasi, dan keuangan.

Salah satu contoh distrupsi tersebut adalah aplikasi ojek online yang berkompetisi langsung dengan kehadiran ojek konvensional.

Meski distrupsi pada prakteknya sering menimbulkan dampak negatif bagi keberlangsungan bisnis konvensional, namun revolusi digital tidak selalu berkonotasi negatif terutama bagi usaha kecil dan menengah.

Salah satu manfaat teknologi digital yang dapat dirasakan oleh UKM adalah efisiensi biaya.

Melalui teknologi digital, UKM dapat menghemat biaya yang biasanya dikeluarkan untuk aset tidak bergerak, biaya distribusi, dan pemasaran.

Mengikuti arus digitalisasi mutlak harus dilakukan oleh para pelaku UKM terutama untuk menghadapi serbuan bisnis asing sebagai dampak dari globalisasi.

Untuk membantu menyiapkan hal tersebut, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo telah mencanangkan untuk mendorong semua UKM dapat memilikii daya saing digital yang mumpuni.

Perhatian Pemerintah terhadap E-commerce

Pemerintah mencanangkan akan menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar pada tahun 2020.

Untuk mewujudkan percepatan visi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan sebuah strategi nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah.

Misi perwujudan percepatan visi negara ekonomi digital tersebut dapat disarikan menjadi beberapa fokus mulai dari pembangunan infrastruktur layanan pita lebar internet hingga mendorong digitalisasi di masyarakat.

Salah satu kebijakan untuk memasyarakatkan digitalisasi di masyarakat tersebut adalah dengan menggalakkan platform E-Commerce untuk dapat tumbuh subur di Indonesia.

Berbagai bentuk dukungan pemerintah untuk memajukan E-commerce di Indonesia antara lain dengan mempermudah urusan pajak, perizinan, hingga menyiapkan infrastruktur fisik.

Semua hal tersebut telah terangkum dengan baik dalam peta jalan Kementerian Komunikasi dan Informasi mengenai E-commerce.

Bagi pelaku UKM, dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan platform E-Commerce merupakan sinyalemen baik karena E-commerce pada dasarnya menjadi corong utama UKM memperluas pasarnya.

UKM sendiri juga harus berbenah agar bisa bersaing memperebutkan pasar senilai 100 milyar dollar Amerika Serikat pada tahun 2025.

baca juga

    Dukungan Pemerintah untuk Digitalisasi UKM

    Tidak hanya mendukung E-commerce sebagai plaform pemasaran bagi UKM, pemerintah juga turun langsung untuk membantu UKM mencapai tahap digitalisasi.

    Salah satu program digitalisasi yang sedang serius digarap oleh pemerintah adalah pencanangan gerakan 100.000 Usaha mikro, kecil, dan menengah Go Online secara serentak di 30 kota/kabupaten.

    Didorong oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai sponsor utama, program ini bertujuan untuk mencetak UKM yang siap menghadapi persaingan digital.

    Ditargetkan melalui program ini, pemerintah dapat menciptakan hingga 8 juta UKM siap digital hingga tahun 2020.

    Melalui program ini para UKM peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas afirmatif seperti kredit usaha rakyat dengan plafon di atas rata-rata nasional, kemudahan akses finansial non-KUR, hingga pembuatan NPWP.

    Untuk pengetahuan bisnis digital, para UKM ini akan diberi bimbingan teknis mulai dari dasar-dasar berbisnis online, manajemen waktu, manajemen produk, hingga strategi pemasaran.

    Selain itu para UKM ini juga mendapat bantuan teknis detail seperti pengambilan gambar bagi produk, deskripsi produk, cara mendapat hosting website dan domain gratis.

    Kegiatan ini nantinya akan disupervisi secara tandem oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi beserta dengan Kementerian UKM dan koperasi.

    Dalam memperkuat jangkauan program bagi UKM, pemerintah juga mengajak perusahaanperusahaan rintisan untuk turut mendukung program digitalisasi UKM.

    Hingga program ini berjalan, tercatat sudah ada empat perusahaan rintisan yang tertarik untuk memberikan bantuan yaitu Talenta, Sleekr, Jurnal, dan Klikpajak yang mengonsolidasi diri menjadi Mekari.

    Melalui Mekari, pemerintah akan mendorong pemilik UKM untuk tanggap terhadap teknologi Cloud Computing dan Software as Service (SaaS).

    baca juga

      Menuju Negara Ekonomi Digital

      Digitalisasi UKM menjadi satu dari banyak pilar digitalisasi yang didorong oleh pemerintah untuk mencapai visi negara ekonomi digital 2020.

      Selain UKM, Pemerintah juga turut membidani lahirnya 1000 perusahaan rintisan dan infrastruktur keamanan data melalui Badan Sandi Siber Nasional.

      Selain ekonomi, pemerintah juga tengah mengkaji penggunaan teknologi mesin pembelajar dan kecerdasan buatan untuk mempercepat perizinan, mendorong otomatisasi pelayanan infrastruktur publik hingga sistem peringatan bencana.

      Selain itu pemerintah juga tengah mencoba memasyarakatkan gerakan non-tunai sebagai langkah efisiensi biaya produksi uang kertas.

      Dengan rencana yang matang, UKM Indonesia siap menyambut era negara ekonomi digital pada tahun 2020.

      Ad Blocker Detected

      Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

      Refresh
      error: Content is protected !!