200 Rencana Bisnis Untuk Memulai Usaha Di Bidang Fashion

undercover.co.id- bisnis fashion tidak pernah mati , begitu juga dengan kebutuhan fashion untuk manusia, khusus nya wanita, namun kini pria pun semakin melesat naik kebutuhan fashionnya, seiring dengan berkembangnya e commerce yang memudahkan kita memesan dan membeli fashion.

artikel ini akan memberikan insight dan pengetahuan untuk memulai atau mengembangkan bisnis fashion anda, pelajaran real yang pengusaha pengusaha ini berikan , akan sangat membantu anda dalam menjalankan bisnis fashion ini

Table of Contents

Fashion Nation Mix Fashion High End Dengan Teknologi Canggih

Telah tak terhitung lagi berapakah banyak inovasi yang terwujud sejak hadirnya bermacam tehnologi canggih melalui tangan beberapa pakar. Dari beragam inovasi itu, maksud paling utama yang menginginkan dibawa oleh beberapa kreator pastinya yaitu mendatangkan jalan keluar serta keringanan yang dapat mensupport kehidupan manusia.

Berikut yang lalu mendorong banyak penggiat #teknologi untuk selalu menggali inspirasi dalam membuat inovasi baru. Satu diantaranya yaitu melalui bekerjasama dengan bagian yang lain. Melalui kerjasama dua dunia tidak sama, diinginkan bakal terwujud satu kreasi baru yang belum pernah ada terlebih dulu.

Seperti satu diantaranya, yang belum lama ini dikerjakan oleh produsen tehnologi tingkat dunia Intel, dengan seseorang desainer terkenal asal Indonesia Rinaldy A. Yunardi. Melalui arena bertopik Fashion Nation, Intel menyuntikkan bermacam tehnologi mutakhirnya kedalam balutan baju Karya Rinaldy. Hasil dari kerjasama itu, inovasi fungsional sukses diwujudkan melalui keindahan baju yang berbalut perkembangan tehnologi.

Mengangkat Kerjasama Unik Antara Intel dengan Dsigner Indonesia

Acara Fashion Nation yang dimotori oleh Intel serta designer kenamaan Rinaldy A. Yunardi, adalah satu moment pameran #fashion yang digabungkan dengan bermacam tehnologi dari Intel. Mengambil tempat di Senayan City, Jakarta 15 April 2016 lantas, Rinaldy mengungkap optimisme tinggi atas terselenggaranya moment Fashion Nation itu.

Menurut Rinaldy sekarang ini Intel sudah ada di deretan produsen tehnologi paling baik didunia. Dengan bukti riil bermacam product serta terobosan tehnologi yang mengagumkan, Rinaldy meyakini kalau kerjasama pada fashion serta tehnologi yaitu satu diantara bentuk bagaimana Intel senantiasa berusaha jadi yang paling depan.

 

Di lain pihak Rini F. Hasbi sebagai Direktur Pemasaran Intel Indonesia, menginginkan selalu meneruskan perkembangan tehnologi melalui kerjasama moment Fashion Nation ini. Diluar itu, maksud diadakannya acara fashion Nation yaitu untuk mendorong inovasi tehnologi lokal di Indonesia. Satu diantara langkahnya yaitu dicapai melalui kerjasama dengan fashion designer di Indonesia.

Fashion Nation Mix Fashion High End Dengan Teknologi Canggih Selanjutnya Rini menyebutkan kalau sekarang ini industri fashion di Indonesia sebagai sisi dari usaha kreatif telah mengambil fungsi yang begitu vital. Dijelaskan tidak kurang dari 50% perubahan usaha kreatif di Indonesia, di isi oleh geliat industri fashion.

“Kami mengharapkan kalau kerjasama tehnologi dalam industri fashion bakal mendorong industri kreatif di Indonesia, di mana industri fashion serta kerajinan menyumbangkan peran kian lebih 50% dari industri kreatif, ” lanjutnya.

Mengenalkan 4 Segmen Fashion Teknologi

Dalam acara Fashion Nation, kerjasama pada Intel serta designer Rinaldy A. Yunardi membuahkan 4 segmen tidak sama yaitu Virtual Dressing Room, Bedazzle Moving Gems, Blooming Garden dan Lady Warrior Mask.

Segmen pertama Virtual Dressing Room adalah satu tehnologi fitting room di mana pemakai tak perlu menggunakan pakaian yang menginginkan dicobanya dengan cara segera. Dengan pertolongan tehnologi  #kamera Intel Real Sense S300, Intel Real Sense SDK serta PC Intel Core i5 dengan 4GB RAM, pencitraan dari pakaian yang diambil dapat segera tampak di monitor kaca, seolah kita seperti memakai baju itu dengan cara segera.

Selanjutnya tehnologi Bedazzle Moving Gems sangat mungkin pemakai untuk coba bermacam aksesori kreasi dari Rinaldy cuma dengan memandang satu cermin spesial. Cermin yang ditenagai dengan tehnologi PC Intel Core i3 dengan 2GB RAM bisa mencitrakan satu animasi dari bermacam aksesori itu dengan cara riil.

 

Serta untuk segmen ketiga yaitu Blooming Garden, Intel menanamkan tehnologi Intel Galileo yang dapat menghadirkan tiara rencanatual dengan input sensor gerak. Dari situ pemakai, dapat bikin satu bunga tampak mekar cuma dengan mendekati piranti itu. Yang paling akhir serta tak kalah menarik yaitu segmen Lady Warrior Mask. Feature sinar UV ini disematkan pada bermacam karya baju Rinaldy, hingga bikin penampilan baju tampak lebih memukau.

Rinaldi mengemukakan, karenanya ada kerjasama ini diinginkan jadi satu penyebab untuk beberapa desainer muda di Indonesia untuk makin tingkatkan pemakaian tehnologi pada product fashion karyanya. Dia meyakini kalau tehnologi bisa membawa satu industri maju pada tingkat yang lebih tinggi, terlebih untuk industri kreatif.

“Sebuah kerjasama pada perusahaan tehnologi serta desainer seperti saya pastinya yaitu kunci untuk hari esok implementasi tehnologi di industri fashion. Lantaran tehnologi yaitu keniscayaan yang bakal memberi warna kehidupan kita keseharian, ” ucap Rinaldy. Fashion Nation Mix Fashion High End Dengan Teknologi Canggih

5 Perusahaan Ini Dibangun Oleh Pengusaha Muda yang Fenomenal

Selalu mengesankan ya kalau kita mendengar tentang pengusaha yang sukses membuat produk populer di usia mereka yang masih 20 tahunan. Muda dan sukses! Tapi, semangat wirausaha bisa juga lho dialami oleh mereka sebelum umur 20 tahun. Bahkan pengusaha dalam artikel ini menjalankan perusahaan fenomenal mereka sebelum masuk masa SMA! Seperti apa kisah mereka? Yuk! simak kisah mereka, siapa tahu bisa menginspirasimu.

Summly

Nick D’Aloisio kini di usia awal 20 tahunan boleh bangga karena perusahaan multinasional membeli perusahaannya dan membuatnya menjadi jutawan. Pada usia 15 tahun, ia mendapatkan investasi dari Horizon Ventures dan angel investor lainnya untuk membangun Summly; sebuah aplikasi rangkuman yang merangkum berbagai artikel berdasarkan algoritma yang dioptimasi untuk iPhone. Pada tahun 2013, Yahoo mengakuisisi Sumly seharga 30 juta USD. D’Aloisio kini kuliah di Oxford University, London.

Leanna’s Essentials

Ketika Leanna berusia 8 tahun, ia memutuskan untuk berbagi resep pomade rambut alami milik neneknya. Ia mulai memberikan sample gratis produknya tersebut dalam kemasan toples mini dan kini menjual pomade alami bebas sulfat dan paraben serta produk perawatan kulitnya ke seluruh dunia. Leanna sekarang menjadi CEO Leanna’s Essentials. Perusahaannya tersebut mendapat pengakuan dari media massa besar seperti Forbes dan Success Magazine. Ia bahkan kini mendirikan Leanna Archer Education Foundation untuk membangun sekolah dan pendidikan lingkungan bagi anak-anak kurang mampu di Haiti.

Empower Orphans

Dari usia belia Neha Gupta sudah berpartisipasi dalam tradisi keluarganya yang merayakan ulang tahun dengan traveling ke India dan membawa makanan serta hadiah bagi para yatim piatu di kampung halaman mereka. Pada tahun 2005, pada usia 9 tahun, Neha memutuskan untuk melakukan sesuatu yang benar-benar akan memberikan perubahan bagi para yatim piatu. Ia mulai menjual hasil kerajinan tangan dari pintu ke pintu dan di acara-acara komunitas dalam rangka menggalang dana untuk membeli peralatan sekolah dan membiayai sekolah para yatim piatu. Upayanya itu berujung pada berdirinya organisasi non-profit, Empower Orphans. Organisasi ini telah melakukan 27 proyek dan menggalang lebih dari 1,6 juta USD dan Gupta sendiri menerima penghargaan International Children’s Peace Prize.

Nay Game

Pada tahun 2010, aplikasi mobile game yang bernama “Bubble Ball” diluncurkan di Apple Store. Dalam waktu dua minggu aplikasi ini sudah diunduh 1 juta kali bahkan melampaui “Angry Birds” sebagai game gratis yang paling banyak diunduh dari Apple. Siapa pembuat Bubble Ball? Robert Nay, seorang remaja 14 tahun tanpa pengalaman coding. Berdasarkan CNN, Nay belajar semuanya melalui perpustakaan umum dan menghasilkan 4,000 kode lisensi untuk puzzle game dalam waktu satu bulan. Nay Games kini menawarkan games untuk membantu para siswa mendapatkan wawasan kosa kata dan pengucapan.

Mow’s Bows

Kecewa dengan produk dasi kupu-kupu di pasaran, seorang bocah 9 tahun bernama Moziah Bridges belajar untuk membuat dasi kupu-kupu versinya sendiri dengan bantuan sang nenek. Ia mulai menjual dasi kupu-kupunya di Etsy dan enggak lama produknya mulai dibeli oleh butik-butik di beberapa negara bagian. Dengan kesuksesannya, Bridges bahkan sempat diundang ke acara inagurasi White House Demo Day dan secara personal bertemu dengan Presiden Barack Obama kala itu. Bridges yang dimentori oleh salah satu juri Shark Tank, Daymond John, kini berusia 14 tahun dan menjadi CEO Mo’s Bows, perusahaan dengan produk dasi kupu-kupu bermerek Mo’s Bows.

 

Bisnis Langka , Fashion Pria Kuno dan Langka Untuk Kalangan Atas

Feby Haniv (30) yaitu seseorang entrepreneur sekalian satu diantara desainer populer di Indonesia. Wanita cantik kelahiran 14 Februari 1986 itu yaitu yang memiliki usaha F. H Pour Homme yang sudah berhasil melambungkan beberapa puluh karya fashion didalam negeri.

Memulai karir di bagian fashion, Feby awalannya di kenal sebagai desainer baju wanita melalui Feby Haniv Couture di th. 2009 sampai 2014. Kemudian, Feby malah berbalik dengan cuma menghasilkan baju spesial pria di th. 2015 melalui F. H Pour Homme.

Malah dengan bikin baju pria, karir Feby sebagai desainer semakin terangkat. Saat ini namanya kerap dielu-elukan sebagai satu diantara desainer wanita paling baik yang ada di Indonesia. Kok dapat?

“Saya pertama kalinya merambah didunia fashion itu awalannya lantaran memanglah sukai gambar. Dari tidak besar saya sukai gambar serta seni. Dari situ orangtua saya lantas mengarahkan saya ke fashion terlebih dalam pendidikan, ” ucap Feby

Fashion yaitu dunia yang paling disenangi Feby. Bahkan juga disadari Feby, dianya mengenyam pendidikan yang cukup lama didunia fashion. Feby terdaftar sebagai lulusan Model Esmod Jakarta di th. 2006 serta Melbourne School of Fashion di th. 2008.

“Jadi saya kuliah di Esmod itu sempat tiga th. (2004-2006). Saya lanjut lagi kuliah fashion usaha di Melbourne tiga th. juga, ” imbuhnya.

Sesudah lulus kuliah, Feby tak segera tekuni dunia fashion. Ia pernah bekerja di Kota Melbourne, Australia sebagai sales and marketing asistant di perusahaan Sussan serta sebagai foto journalist di Melbourne Street Fashion. com.

Sampai pada akhirnya ia kembali pada Jakarta di th. 2009 serta bekerja sebagai journalist di Time Out Grup sepanjang 9 bln. (Maret 2009-November 2009). Kemudian ia pilih tekuni dunia baru sebagai desainer fashion di bln. Desember 2009 dengan membangun Feby Haniv Couture.

“Nah sesudah usai dengan pendidikan saya mulai melalui karir, ” tuturnya.

feby hanif

Melalui Karir Sebagai Desainer Baju Wanita

Feby Haniv memulai karir sebagai desainer di th. 2009. Waktu itu, ia di kenal sebagai desainer baju wanita melalui Feby Haniv Couture.

“Mulanya woman’s wear dahulu, ” ucapnya.

Feby menyampaikan dianya tekuni usaha baju wanita cukup lama yakni 4 th. 5 bln. atau mulai sejak Desember 2009 sampai April 2014. Sepanjang 4 th. lebih itu, ia sukses membuat karya baju wanita dengan beragam jenis yang tidak sama.

“Kalau dari women’s wear itu saya baru buat dua koleksi. Yang pertama itu meaning gaun serta ke-2 itu saya buat spesial buat sponsorin temanku DJ Yasmin. Dia kan lagi th. serta ingin buat fashion show jadi kaya lebih ke party dresses. Jadi saya sponsorin lagi th. dia, ” katanya.

Walau berhasil melahirkan banyak karya baju wanita tetapi hal itu tak bikin Feby terasa senang. Ia malah mengakui tak nyaman serta belum memberi 100% kekuatan yang dipunyainya sebagai desainer fashion. Argumen yang lain yaitu lantaran banyak pesaing.

“Saat saya merambah woman’s wear saya jadi kaya males-malesan lantaran bukanlah passion saya. 2-3 tahunan saya seperti shut down serta tidak tahu ingin ngapain. Namun saya selalu berupaya melawan diri saya serta saya mesti lakukan satu pergantian, saya mesti tetaplah jalan, saya membuat kemauan yang menghidupkan diri saya lagi, ” keluhnya.

Banting Setir Jadi Desainer Baju Pria

Feby mulai hentikan karirnya sebagai desainer baju wanita di th. 2015. Hal semacam ini lantaran ia terasa tak berkembang serta tidak cocok passion yang dikehendaki.
Pada akhirnya di bln. Agustus 2015, Feby mulai tekuni bagian baru yakni sebagai desainer baju pria.

“Terus saya mulai mikir dari pertama sekolah fashion kan saya di man’s wear serta saya memanglah tertarik serta passion saya ya di man’s wear jadi, ” tuturnya.

Jadi desainer baju pria disadari Feby lebih menarik serta menantang. Dengan cepat ia dapat bikin baju, jas, blazer, sampai t-shirt pria.

Selanjutnya Feby menerangkan, apabila baju pria yang ia buat lebih memprioritaskan jenis yang unik serta berkesan menawan. Hingga baju yang ia buat segera direspon positif oleh orang-orang terlebih untuk kelas menengah ke atas.
“Itu semuanya tak lepas dari dukungan dari kawan-kawan dekatku serta keluarga terlebih orangtua. Diluar itu juga kan telah lama-lama serta mahal saya belajar fashion serta saya juga fokusnya di man’s wear saat tidak digunakan sih, ” tekannya.

Diluar itu, Feby juga mulai berani ikuti beragam gelaran fashion show yang diselenggarakan di sebagian kota tidak kecil di Indonesia. Akhirnya banyak orang-orang serta media yang melirik serta memberi pujian pada beragam karya baju yang dipamerkan oleh Feby. Hal semacam ini berlangsung sesudah ia memberikan koleksi paling barunya, Venitas Mansion.

“Nah karya yang di men’s wear ini saya keluarin cocok fashion show pertama. Lantaran saat itu kita belum kepikiran Solo Fashion Show yang ada topik serta semua jenis saat itu ingin mengenalkan product kita saja. Namun saat itu kita cukup buat ramai juga ya lantaran ada fashion show man’s wear sejenis jas namun desainernya wanita. Saya mulai bisa perhatian beberapa orang termasuk juga media bahkan juga telah ada peminat, ” katanya.

 

Dengan cepat nama Feby sebagai desainer baju spesial pria semakin kencang dikabarkan banyaknya media. Terlebih sang perancang bukan sekedar menomorsatukan potongan pada blazer serta setelan jas ciptaannya, tetapi juga bikin penggunanya terasa nyaman serta berkesan memperkuat ciri-ciri si pengguna.

“Ya saya ini bisa disebut lagi melalui dari 0 lagi sesudah saya melepas wowan’s wear serta karirku ini kan terhitung baru setahun, ” cetusnya.

Bisnis Langka , Fashion Pria Kuno dan Langka Untuk Kalangan Atas

Populer Melalui Baju Pria Bergaya Elegan Namun Kuno serta Langka

Lewat F. H Pour Homme, karya baju pria yang didesain Feby Haniv mempunyai rencana yang tidak sama dengan perancang yang lain. Jenis baju yang di buat Feby lebih berkesan elegan serta langka.

Feby sekian kali menghadirkan topik baju yang tidak sama seperti Vanitas Mansion S/S 2016. Vanitas adalah lambang karya seni terlebih karya lukis pada era 16-an sampai era 17-an. Dengan topik ini, Feby menggabungkan keindahan Masa Victoria yang ditandai dengan pemakaian warna merah serta hitam dan bahan damask yang kaya struktur.

“Dan sesudah saya keluarkan topik ini (Masa Victoria) pasar juga terima dengan positif. Mereka katakan keren nih rekan yang ini. awalannya waktu mereka mendengar rencana Victoria masa ini agak sedikit pesimis namun sesudah lihat akhirnya malah keren serta mereka sukai, ” tuturnya.

Diterangkan Feby, topik Masa Victoria memanglah berkesan kuno, tua serta langka. Namun menurut dia bangun rencana Victoria Style sesuai sama keperluan serta perubahan jaman.

Oleh karenanya, Feby sedikit lakukan modifikasi design supaya beraroma kekinian degan diakali dengan pemakaian beberapa bahan memiliki tekstur kasar seperti pada bahan plaits. Kombinasi style vintage-preppy yang di tawarkan dalam koleksi ini sukses mengambil perhatian beberapa pencinta fashion.
“Jadi semuanya kelompok dapat gunakan ini serta Victoria Masa ini bakal senantiasa jadi tren mark product saya. Tema-temanya tiap-tiap collection tentu ada lain namun bila untuk Victoria Style itu bakal jadi tren mark saya, ” sebutnya.

Sesudah topik Masa Victoria, Feby juga mengenalkan koleksi baru yang lain yakni Tales Of The Macabre F/W 2016. Ia mengungkap topik Tales Of The Macabre F/W 2016 di ambil dari satu diantara buku berjudul Tales of The Macabrekarya Edgar Allan Poe.

Tales Of The Macabre sendiri jadi ide untuk Feby dalam menghadirkan koleksi F/W 2016. Ia bercerita umumnya koleksi F/W 2016 di ambil dari himpunan beberapa cerita pendek paling populer dari Edgar Allan Poe seperti Berenice, The Black Cat, The Island of the Fay, The Tell-Tale Heart, Morella, and Ligeia (yang mempunyai unsur kegelapan), thriller, serta romance.

Semuanya cerita itu dihimpun jadi satu buah koleksi peragaan baju yang sophisticated. Dalam menghadirkan koleksinya kesempatan ini, Feby memakai beberapa bahan berkelas seperti jacquard, damask, lace, serta faux leather bermotif kulit croco. Beberapa bahan tadi dibalut memakai unsur beberapa warna pekat (bold) seperti hitam serta merah.

Spesial untuk koleksi Tales of The Macabre, Feby menerangkan apabila F. H Pour Homme sudah bekerjasama dengan lini aksesori House Of Cuff. Ke-2 kerjasama ini memadukan semuanya unsur dark serta gothic untuk bow ties, dasi, bolo ties, lapel pin, cufflinks serta collar bar.

“Nah dari semua itu saya kumpulkan jadi satu, saya gabungkan jadi satu topik ini. jadi di colection ini ada yang dramatis, walau dark namun tetaplah di buat menawan, ” tekannya.

Sasar Pasar Luar Negeri serta Menengah Ke Atas

Usaha baju spesial pria, F. H Pour Homme yang diracik Feby Haniv mulai sejak Agustus 2015 mulai membawa hasil. Karya-karyanya yang bernilai kuno namun berkesan moderen serta menawan mulai disenangi oleh beragam kelompok.

Tetapi harga yang dibanderol Feby atas karya baju bikinannya seperti jas, baju sampai blazer termasuk cukuplah mahal yakni dari mulai beberapa ratus ribu sampai jutaan rupiah. Jadi tak heran, sebagian besar konsumen yaitu kelompok menengah ke atas.

“Biasanya beberapa orang kantoran, businessman, executive muda. Ada dari kelompok aktris juga. Lalu jas saya juga jadi sponsor di sitkom satu diantara tv swasta, ” katanya.

Feby mentargetkan pasar product fashion bikinannya dapat dipakai oleh pria yang berusia pada 25 hingga 40 th.. Terkecuali menyasar pasar domestik, Feby juga berpikiran untuk pasarkan produknya ke mancanegara.
“Target market yang akan datang kita memanglah membidik pasar luar negeri itu memanglah maksud kita sih. Namun untuk sekarang ini konsentrasi di Indonesia dahulu, ada sih sebagian yang pesan dari luar negeri namun lewat on-line, ” katanya

Mahalnya harga product fashion buatan Feby juga karena sebab tingginya kwalitas bahan baku. Feby sampai kini memakai beberapa bahan berkelas seperti jacquard, damask, lace, serta faux leather bermotif kulit croco.

“Kalau bahan sendiri beberapa lain tempat nyarinya. Terkadang saya bisa di Jakarta serta Bangkok lantaran disana semakin banyak serta beragam terlebih untuk jas, ” sebutnya.

Sekarang ini, Feby sudah membuahkan kian lebih 100 karya product fashion dengan omzet yang cukup tidak kecil. Lantas Feby juga aktif mengenalkan fashion bikinannya lewat media on-line, ikuti pameran fashion (fashion show), bekerjasama dengan beragam store sampai satu store kepunyaannya yang ada di lokasi Karawaci, Tangerang.

Feby optimis bisnisnya dapat tumbuh serta berkembang di hari esok. Terlebih pesaing di segmen baju pria terutama jas masihlah sedikit.

“Kalau menurut saya pasar begitu terbuka serta positif terlebih lelaki saat ini lebih sukai dandan serta memerhatikan tampilan. Diluar itu lelaki saat ini juga semakin banyak ikuti model serta perubahan jaman ya. Jadi kesempatan pasarnya terbuka lebar. Tiap-tiap desainer tentu ada style serta ciri khasnya sendiri, jadi saya tak terasa worry, ” ujarnya.

Bisnis Keroyokan Buat Dompet Untuk Pasar Luar Negri

Bisa berlaku idealis namun mesti lihat perubahan tren yang ada. Supaya usaha kita tidaklah terlalu kaku serta dapat bertahan di masa pergantian yang cepat, ” kata Stephen Khrisna Lucas, satu diantara pendiri Voyej.

Bermula dari beberapa cobalah serta cuma untuk pekerjaan akhir kuliah, 5 orang anak muda bernama Stephen Khrisna Lucas, Ivan Ariwibowo, Aradea Respati, Yossi Permana serta Andika saat ini mendadak jadi orang populer. Argumennya yaitu lantaran kelimanya sukses jual dompet kulit sapi (leather goods) memiliki loabel Voyej sampai ke mancanegara.

Satu diantara pendiri Voyej, Stephen Khrisna Lucas mengungkap apabila brand Voyej di bangun th. 2011. Waktu itu ia serta ke empat rekannya memperoleh pekerjaan akhir kuliah berbentuk business matching sebagai prasyarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana.

“Awalnya itu pekerjaan kuliah kita sebagai sarjana ekonomi di Prasetya Mulya Business School. Jadi kebetulan usaha ini didirikan dengan 4 taman saya. Kita lalu bikin project serta di luncurkan Februari 2011

 

Rencana nama Voyej sendiri menurut Lucas adalah misspell dari satu kata berbahasa Inggris yakni Voyage yang berarti perjalanan. Beberapa produk yang diusung oleh Voyej waktu itu yaitu short wallet (dompet pendek), sabuk, tas serta beragam jenis aksesori yang lain. Semua product memakai bahan baku kulit sapi asli serta di buat dengan cara manual.

Untuk mengawali usaha ini, modal yang di keluarkan Lucas Cs yaitu sebesar Rp 40 juta. Dana investasi sebesar itu digelontorkan untuk cost sampling, bikin merk, toko on-line, beli bahan baku serta bekerja bersama dengan satu home industry di Kota Yogyakarta untuk menghasilkan beberapa produk Voyej.

“Sebenarnya itu cuma misspell dari kata yang datang dari bhs Inggris yakni Voyage, yang berarti perjalanan, ” imbuhnya.

Singkat narasi karena Voyej, Lucas Cs dapat lulus serta menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Prasetya Mulya Business School. Selepas itu, mereka berkomiment tetaplah meneruskan serta meningkatkan usaha Voyej.

“Kita semuanya miliki prinsip untuk menggerakkan usaha ini, ” tukasnya.

Menawarkan Dompet Unik Berbalut Kulit Sapi Asli Plus Jahitan Tangan

Satu diantara pendiri Voyej, Stephen Khrisna Lucas mengungkap apabila semua product Voyej memakai bahan baku kulit sapi asli. Pada sistem produksinya bahan baku berbentuk kulit sapi mentah mesti melalui sistem yang diberi nama penyamakan nabati.

 

Lucas menerangkan waktu sistem itu, kulit sapi mentah (hides atau skins) lalu di proses jadi kulit jadi atau kulit tersamak (leather). Pada sistem penyamakan ini semuanya sisi kulit mentah yang bukanlah kolagen bisa mengadakan reaksi dengan zat penyamak.

Bisnis Keroyokan Buat Dompet Untuk Pasar Luar Negri  Hingga pada akhirnya bakal terbentuk kulit jadi yang memiliki bentuk begitu tidak sama dengan kulit mentah serta mempunyai karakter organoleptis, fisis, ataupun kimiawi. Kulit tersamak ini sebagai bahan baku pembuatan beragam product Voyej dari mulai type short wallet (dompet pendek), sabuk, tas serta beragam jenis aksesori yang lain.

“Keunikan dari product ini yaitu memanglah nyaris 90% bahan baku kita memakai kulit nabati sapi. Jadi raw materials asli kulit sapi dengan warna alami, ” imbuhnya.

Bukan sekedar itu, semua product Voyej memakai jahitan asli tangan beberapa pengrajin. Langkah tersebut dikerjakan Lucas supaya product Voyej berkesan lebih alami serta original.

“Semua sistem nya itu handmade dengan jahitan tangan. Semuanya ditangani oleh orang lokal yang umum keseharian buat dompet jahitan tangan, ” tuturnya.

 

Penentuan bahan basic kulit sapi asli ditambah jahitan tangan disadari Lucas yaitu kiat Voyej supaya memperoleh tempat sendiri di hati orang-orang terutama untuk product fashion. Menurut Lucas pertama kalinya dirintis mulai sejak 2011 lantas, usaha sejenis ini masihlah termasuk baru serta belum berkembang. Usaha ini malah moncer di Amerika serta Jepang lantaran telah ada mulai sejak beberapa puluh th. lantas.

“Jadi belum ada brand local yang buat sejenis ini. Mungkin saja ada waktu itu satu brand yang buat usaha sejenis ini, namun kekurangannya harga nya sangat mahal serta desainnya repot untuk pasar Indonesia. Jadi kita cobalah menangani hal semacam itu dengan keluarkan dompet yang sederhana, fungsional, serta harga nya kompetitif hingga value nya di
orang-orang lebih tinggi, ” papar Lucas.

Yang istimewa dari product Voyej yaitu lantaran memakai kulit spesial, warna dompet, gelang, ikat pinggang serta gantungan kunci bisa beralih jadi kecokelatan atau lebih gelap bergantung pada penggunaan serta atau perawatan si pengguna. “Inilah kekhasan product kami, ” ucapnya.

 Jualan dari Mulut ke Mulut Sampai ke Mal Besar

Walau termasuk product unik dengan bahan baku kulit sapi serta memakai jahitan tangan, pemasaran product Voyej awalannya tetaplah susah. Satu diantara argumennya yaitu lantaran banyak customer yang belum tahu kelebihan dari product ini. Harus, Lucas Cs mesti mengedukasi pasar lebih dahulu supaya gampang membidik customer yang dituju.

Ia bercerita pada pertama kalinya product Voyej di pasarkan yaitu lewat mulut ke mulut. Kebetulan Lucas cukup aktif didalam satu diantara organisasi yakni Indonesia Denim Grup (INDIGO). Dari sini, ia berani untuk tawarkan product Voyej pada anggota INDIGO.

“Saya pribadi dahulu berhimpun di satu komune yang bernama Indonesia Denim Grup (INDIGO) kebetulan saya aktif di komune itu lantaran kita kerap gathering bareng. Terkecuali mereka kumpul-kumpul juga beberapa tidak kecil dari mereka itu mencari barang unik seperti dompet kulit serta sepatu kulit, ” katanya.

Sesudah dari mulut ke mulut, pemasaran juga dikerjakan dengan beragam jenis langkah seperti lewat on-line store serta ikuti beragam moment pameran. Pemasaran Voyej juga lewat konsinyasi di sebagian gerai yang ada di mal tidak kecil Jakarta seperti di Pacific Place, Pondok Indah Mall, serta Lotte Shopping Avenue. Tetapi dari beragam jenis langkah pemasaran yang dikerjakan, 60% pendapatan Voyej malah didapat dari penjualan lewat on-line store.

 

Lucas juga memberikan Voyej memanglah membidik customer pria berumur 18-28 th. yang termasuk kelas menengah-atas. Maklum product Voyej termasuk mahal. Harga satu dompet saja umpamanya di bandrol Rp 800 ribu-1, 8 juta, sedang ikat pinggang seharga Rp 500 ribu serta tas dapat meraih Rp 3, 3 juta.

“Jadi memanglah Voyej jadi brand premium. Terkecuali harga nya tinggi, kita kemas product dengan bagus atau istiahnya packaging premiumnya bagus. Lalu diluar itu juga bagaimana orang yakin pada product kita? awalannya kta megang satu komune tadi. Jadi itu tujuan paling utama kita. Orang di komune itu bakal beli product kita dengan gampang serta kita juga berikanlah edukasi, ” katanya.

Lantaran harga nya yang mahal, Lucas Cs lalu yaitu memberi sarana full services pada beberapa pelanggan setia product Voyej. Memiliki bentuk sejenis memberi perawatan atau treatment spesial seperti pemberian minyak mink oil treatment supaya product Voyej lebih awet serta tahan lama. Walau mahal, Lucas menyatakan product Voyej dapat bertahan sampai 8 th. jika dirawat serta dipakai lewat cara yang benar.

“Kita juga memberi services serta treatment spesial seperti memberi oil pelembab. Kita juga aktif memberi promosi pada mereka. Yg tidak kalah utama product kita ini tahan hingga 8 th., ” tekannya.

Sampai saat ini semua product Voyej telah di pasarkan di beberapa kota tidak kecil di Indonesia, sebut saja Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta sampai Bali. Dengan modal cuma Rp 40 juta, saat ini Lucas Cs dapat memperoleh omzet sampai rata-rata per bln. meraih Rp 400 juta.

“Modal dari Rp 40 juta saat ini miliki omzet Rp 400 juta/bln.. Th. lantas kami memperoleh omzet rata-rata per bln. nyaris Rp 350 juta, ” tuturnya.

Bidik Pasar Australia serta Eropa

Terkecuali pasarkan di beberapa kota tidak kecil di Indonesia, Lucas Cs sukses jual Voyej sampai keluar negeri. “Kita juga diekspor ke luar negeri itu Singapura, Thailand serta Malaysia pernah di Hongkong juga, ” ungkap Lucas.

Ekspansi penjualan product Voyej keluar negeri telah dikerjakan mulai sejak 2 th. lantas atau tepatnya di th. 2014. Sekarang ini, pasarnya jadi tambah sampai ke Amerika Serikat (AS). Disadari Lucas, Voyej mempunyai 4 konsumen (buyer) tetaplah di mana setiap saat transaksi jumlahnya meraih US$ 2. 000-3. 000/buyer.

“Saat ini kita mempunyai active buyers ada 4 yakni semasing di Malaysia, Singapura, Thailand serta ditambah Amerika Serikat, ” imbuhnya.

Menurut Lucas, market share Voyej sesungguhnya cukup luas. Terlebih product Voyej mempunyai kekhasan serta nilai lebih seperti pemakaian kulit sapi asli serta ditangani seutuhnya dengan memakai tangan (handmade).

Cuma saja menurut Lucas akses pasar internasional masihlah cukup terbatas. Walau sebenarnya apabila di jual diluar negeri, product Voyej dapat dihargai lebih tinggi apabila dibanding harga rata-rata didalam negeri untuk product yang sama.

“Sekarang pasarnya memanglah masihlah tidak kecil didalam negeri, jumlah luar negeri cuma 20%. Namun segmennya (harga) tidak sama umpamanya untuk product dompet kulit apabila di jual didalam negeri itu harga nya Rp 800 ribu/pcs, diluar negeri dapat meraih US$ 100, ” tuturnya.

 

Ke depan, Voyej akan menyasar pasar Eropa serta Australia. Lucas optimis ke-2 pasar ini cukup mengundang selera terlebih untuk menambah pendapatan Voyej.

“Sekarang kita incar pasar Australia serta Eropa. Pasar Australia lebih menantang lantaran product lokal nya banyak juga hingga produknya kita dapat berkompetisi disana. Lalu pasar Eropa cukup mungkin lantaran banyak orang-orang Eropa yang sukai pada product kulit serta buatan tangan. Sekarang ini lagi sistem (pengurusan administrasi) mungkin saja 2 bln. ke depan kita dapat ekspor ke Eropa, ” tegasnya.

Usaha keras, ulet serta tak gampang menyerah bikin Lucas belajar banyak bagaimana sulitnya bangun usaha Voyej. Usaha yang telah ditelateni sepanjang 5 th. itu saat ini mulai tidak kecil dengan market share bukan sekedar didalam negeri namun hingga keluar negeri.

“Bisnis ini ada lantaran kesempatan serta kesempatan begitu menolong sekali usaha ini dapat berkembang, ” katanya. Bisnis Keroyokan Buat Dompet Untuk Pasar Luar Negri 

 

Hijab Anak Menjadi Alternatif Usaha di Bulan Ramadhan | Berbagai macam kreasi dan bisnis di bulan ramadhan ini, ditengah kenaikan dollar yang mencekik membuat semua orang mencari penghasilan tambahan dan menjadikan product yang kreatif.

Alasan Berbisnis Hijab di Bulan Ramadhan

Terlahir dalam keluarga yang notabene seluruhnya yaitu pedagang, Niken Agustin, S. Ip, M. Si (25) terasa tambah nyaman jadi seseorang entrepreneur dari pada meniti karier di lembaga pemerintahan ataupun di perusahaan-perusahaan besar.  sebagian waktu lalu, Niken lebih pilih terjun didunia usaha lantaran Ia mau membuat lapangan kerja untuk SDM diluar sana serta berkembang berbarengan beberapa orang di sekelilingnya.

“Bapak saya usaha meubel, ibu saya usaha warung makan, serta seluruhnya saudara saya umumnya wiraswasta. Saya juga terasa nyaman dengan jadi wirausaha, ” demikian katanya .Bermula dari hoby berbelanja fashion serta kecintaannya pada kesibukan jual beli, mulai sejak duduk di bangku SMA Niken telah meniti usaha kecil-kecilan seperti jualan jilbab lewat cara tawarkan ke rekan-rekan sekelasnya.

Sistem pembuatan aksesori hijab

Singkat narasi waktu duduk di bangku kuliah semester 6, Niken coba wujudkan hasratnya untuk berwiraswasta dengan buka butik baju wanita di lokasi universitas UMY. “Tahun 2010, awal berdirinya butik ini dapat karena hubungan kerja dengan rekan dari Bengkulu. Kita join untuk meningkatkan usaha ini, tetapi sayang lantaran padatnya jadwal kuliah hingga saya tak dapat konsentrasi meningkatkan usaha jilbab ini. Alhasil, butik itu cuma bertahan 1 th. serta tutup, ” papar Niken.

https://www.youtube.com/watch?v=JxjvdjcS_Vc

Hijab Anak Menjadi Alternatif Usaha di Bulan Ramadhan , Sesudah tidak berhasil berwiraswasta, Niken juga coba berkarir di suatu perusahaan tetapi pas setahun bekerja Ia pilih ajukan resign. “Saya terasa feel saya bukanlah bekerja ditempat orang. Saya juga pilih meneruskan S2 serta mulai bangun usaha kembali. Th. 2012, saya mengawali usaha jilbab on-line. “NA Hijab” saya ambillah dari singkatan nama saya “Niken Agustin” Hijab, yang saya artikan juga sebagai Hijab By Niken Agustin, ” tuturnya.

Argumen Kenapa Pilih Usaha Hijab

Owner NA HijabSejak awal meniti usaha hijab, visinya yaitu dapat jadi ide atau memberikan inspirasi muslimah diluar sana untuk berhijab. Mengenai misi yang dipunyai Niken yaitu terkecuali jadikan usaha ini juga sebagai syiar, juga berupaya membuat satu bentuk jenis hijab yang memanglah sesuai sama rule Islam, yakni syar’i. “Karena maksud usaha hijab ini yaitu menggerakkan usaha yang sesuai sama ketentuan Islam. Yakni usaha yang barokah, bukan sekedar berhasil dunia namun juga akhirat, ” lebih entrepreneur berhasil ini.

Tidak diduga-sangka usaha jilbab on-line ini berkembang cukup cepat. Rata-rata dalam sehari Niken dapat kirim 2-4 paket ke luar kota. Tidak cuma itu saja, Ia coba mengenalkan product jilbabnya lewat pameran di Gedung Wanitatama, kampung ramadhan Jogokaryan, JEC, Mall Malioboro, serta lain sebagainya. Dibantu dua orang karyawan terus serta 2 orang freelance, sekarang ini kemampuan untuk produksi sesuaikan barang yang di produksi. Contoh bros dapat di produksi lebih kurang 25 pcs/orang dalam 1 hari.

“Alhamdulillah, perubahan usaha makin baik serta stabil. Untuk di Indonesia, paling jauh saya pernah kirim barang ke Papua. Untuk luar negeri, saya pernah kirim barang ke Kuala Lumpur. Saya cuma mengharapkan mudah-mudahan kedepan product saya dapat di kenal serta diminati oleh orang-orang luas serta saya dapat buka 1 toko spesial product NA HIJAB, ” ungkap Niken dengan penuh rasa sukur.

SHABIHAH HIJAB (JILBAB ANAK)

Kesadaran Orang Tua untuk mengenalkan hijab pada anaknya mulai sejak awal mendorong tumbuhnya potensi pasar yang besar di industri hijab anak, tetapi sayang potensi ini belum dikerjakan dengan cara maximal oleh produsen hijab yang telah ada sekarang ini.

Hijab anak yang ada di market sekarang ini dengan brand serta kwalitas yang baik, membandrol harga yang dapat disebutkan mahal untuk kelompok kelas menengah, orangtua berpikir 2x untuk beli hijab anak dengan harga yang mahal lantaran anak masih juga dalam saat perkembangan, hingga hijab yang dibeli dengan harga mahal itu cuma bakal digunakan sebentar.

Di segi lain, hijab di market dengan harga yang murah ada dengan kwalitas bahan serta potongan yang seadanya, hingga alih-alih anak sukai kenakan hijab, yang ada jadi anak jadi trauma serta tidak ingin lagi kenakan hijab lantaran hijab yang dikenakan merasa tak nyaman. Ini jadi dilematis untuk beberapa orang tua.

Menyikapi hal semacam ini,  maka mulai untuk bikin terobosan dalam produksi hijab anak! berikan alternatif pilihan hijab anak dengan kwalitas yang baik tetapi harga terjangkau.

Di buat berbahan berkwalitas yang dipesan segera dari pabrikan bahan dengan spesifikasi yang spesial, cuma di produksi untuk brand Shabihah hijab. Di dukung dengan potongan pola yg sesuaikan ukuran kepala anak dengan beragam variasi ukuran berdasar pada umur anak.

Diperkuat dengan bordir computer serta design yang unik bikin Shabihah hijab punya potensi jadi pilihan yang pas, yang menjawab keperluan orangtua dalam mengenalkan hijab untuk putrinya, Hijab Anak Menjadi Alternatif Usaha di Bulan Ramadhan

Tumbuhkan 20% Profit Dengan Startegy Bisnis Fashion

Pada hari ini Indonesia sedang didera gelombang e-commerce. Salah satu industri yang paling potensial dalam hal itu adalah bisnis fashion.

Di tengah kepungan Brand luar negeri yang terbukti mampu menghipnotis konsumen untuk membelinya, ternyata Brand lokal negara kita sendiri tidak mau kalah. Adalah PT Warna Mahardika yang merupakan produsen dari merek fashion Coconut Island, Hammer, dan Nail.

Dalam ketatnya persaingan, mereka seolah tidak gentar. Sebagai buktinya, setiap tahun saja omzet mereka selalu naik di angka 20%. Tentu prestasi tersebut semakin menunjukkan bahwasanya memang produk Indonesia sudah harus bisa bersaing di kancah internasional.

Untuk menggali lebih dalam tentang PT WM ini, kami pun akan memaparkan beberapa pernyataan Eddy Hartono, selaku Presdir Warna Mardhika. Kami merangkumnya dalam sebuah dialog berisi pertanyaan dan jawaban. Langsung disimak saja ya!

Bagaimana penerawang tentang Bisnis Fashion di masa depan?

Pada dasarnya manusia itu adalah makhluk fashion. Artinya mereka tidak akan bisa lepas dari yang namanya fashion atau gaya berpakaian. Sebut saja wanita, hampir setiap saat mereka akan melirik tren fashion terbaru, dan tanpa pikir panjang mereka pun pasti akan membeli barang baru.

Berbeda halnya dengan laki-laki, mereka hanya akan membeli barang bila mereka rasa butuh saja. Namun tidak menutup kemungkinan juga bahwasanya laki-laki pun akan selalu mengikuti gaya berpakaian kekinian.

Gaya hidup manusia akan selalu mengalami perkembangan, sama halnya dengan dunia yang kita tempati ini. Selama orang masih butuh pakaian maka di situ kami (PT. WM) akan selalu ada untuk menunjangnya.

Eddy pun melihat bahwa gaya hidup masa kini memiliki kecenderungan untuk lebih ke arah menengah atas.  Dengan demikian, soal harga sendiri, mereka tidak akan pernah ragu untuk membeli barang yang mahal. Asalkan kualitasnya memang sesuai dengan harga, alias bagus.

Dengan argumen yang kami dapat dari Eddy itulah kami dapat menarik kesimpulan bahwa prospek pada bisnis fashion akan tetap hidup, dan dapat dikatakan tidak mati-mati.

Nah, kalau penurunan dolar terhadap nilai tukar rupiah apakah mempengaruhi daya beli konsumen juga?

Bagi Eddy sendiri, sebenarnya Ia merasa tidak terpengaruhi baik soal nilai tukar dan lainnya. Yang selalu Ia fokuskan adalah pada produk yang Ia buat, bukan pada harga produk yang kelak akan Ia pasarkan.

Terlebih memang karena fokusnya hanya di bisnis fashion saja, sehingga yang ada di pikirannya hanyalah inovasi perihal produk dan kualitasnya. Mereka tidak ingin sampai lengah dalam hal itu. Sebab dalam fashion, sekali telat saja mengeluarkan produk bisa jadi akan didahului oleh kompetitor yang lainnya.

Pada tahun 2014 saja, tercatat Banyan mereka yang gulung tikar karena kelengahan mereka. Tentu momen itu menjadi pelajaran tersendiri bagi PT WM.

Sebenarnya, apa tanggapan anda soal gempuran Brand fashion dari luar negeri, semisal H&M, Uniqlo dan lainnya?

Untuk kedua merek di atas, sudah tidak dapat dipungkiri bahwa mereka merupakan Brand Fashion yang cukup kuar di dunia. Beberapa orang yang telah keluar negeri pasti pernah mendengar dan melihat dua nama itu.

 

Namun kembali lagi, tidak semua orang ke luar negeri,yang berarti juga pengetahuan masyarakat tentang merek itu masih kurang. Alhasil masih banyak masyarakat kita yang tergiur karena nama merek saja, sehingga merupakan kualitas yang sebenarnya dari produk yang dibuat.

Yang namanya merek adalah sebuah simbol yang dapat menyebar dengan cepat, dengan cara apapun. Padahal untuk Brand H&M sendiri mereka memiliki target pasar yang sama, yakni menengah ke atas.

Jadi, kalau ada kelas bawah yang memiliki kedua Brand tersebut patutlah dicurigai keaslian dan kemampuan daya beli mereka.

Selain itu, kehebatan dari merek luar negeri pun berada pada strategi pemasaran yang mereka lakukan. Pasalnya, misal hanya dengan mulut ke mulut saja kedua merek itu langsung menjadi sangat banyak dikenali di mana-mana.

Berdasarkan keterangan Eddy itu pun kami memprediksi bahwa jelas sekali gempuran dari Brand luar sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis para pengusaha fashion lokal.

Adakah pengalaman tersendiri untuk anda dengan Brand fashion asing?

Eddy pun menuturkan bahwa pernah satu ketika Ia berjalan di mal besar yang berada di kota Jakarta. Ia melihat salah satu merek asing yang pernah Ia lihat di Jepang dua tahun sebelumnya. Lebih kaget lagi, bahwa ternyata mereka sedang mengadakan sebuah dumping sale.

Ia pun penasaran dan melihat produk yang mereka diskon dan jual di sana. Betapa kaget, ketika Ia menemukan bahwa yang dijual di sana merupakan barang jelek, tidak dapat dibanggakan, dan bahan yang digunakan pun berasal dari Negeri Cina. Tidak heran bila kemudian mereka menjualnya dengan harga yang sangat murah.

Sayangnya, di sana masih ada orang-orang yang tergiur dengan nama merek, ketimbang kualitas dari produk yang dihasilkan oleh merek itu sendiri.

Lantas, apakah pasar di Indonesia ini memang menjadi santapan bagi merek asing?

Pasar di Indonesia untuk industri fashion sendiri bisa dikatakan besar karena banyaknya penduduk di negara ini. Eddy pun yang merupakan bagian dari Asosiasi Pengusaha Indonesia sedang memperjuangkan supaya merek lokal mampu berjaya di negaranya sendiri.

Tumbuhkan 20% Profit Dengan Startegy Bisnis Fashion Dari Coconut Island, Hammer, Dan Nail  Terlebih Ia masih menemukan sebuah diskriminasi merek di mal. Contohnya, merek luar masih mendapatkan harga sewa yang lebih murah ketika barangnya di pajang di mal. Berbeda dengan merek lokal, yang mendapatkan harga yang cukup mahal tatkala mereknya akan dipasarkan di mal.

Eddy pun masih merasa bingung, kenapa para pengelola mal lebih senang untuk memajang merek asing ketimbang lokal. Jelas prilaku seperti ini merupakan ketidakadilan yang harus diperjuangkan.

Ia juga ingin meniru sebuah kerja sama yang terjadi di Cina. Semisal merek asing ingin menyentuh pasar Indonesia, maka mereka pun harus  memproduksi produknya di sini. Sehingga dampak secara ekonomi pun dapat dirasakan oleh berbagai kalangan.

Untuk Hammer sendiri, selaku salah satu merek lokal, kenapa mampu bersaing di tengah gempuran merek asing?

Bagi kami (Hammer), fokus pada level pasar yang berada di tengah, alias medium. Jadi kami dengan merek asing pun tidak perlu bersaing secara satu lawan satu. Kami lebih fokus pada penanaman fondasi yang kokoh di beberapa pulau Indonesia.

Kami pun melakukan ekspansi ke beberapa kota besar lain di Indonesia, dan menjajaki pulau-pulau semisal Ambon, Sumatera, Kendari, dan lainnya. Tidak lupa, kami pun terus berinovasi dalam konsep busana dan produk fashion kami.

Demikianlah beberapa argumen yang kami dapat kembangkan dari pak Eddy  Hartono selaku Presdir PT. Warna Mahardika. Semoga apa yang beliau sampaikan dan kami kembangkan mampu mengangkat bisnis fashion yang anda kerjakan semakin memiliki kekuatan. Tumbuhkan 20% Profit Dengan Startegy Bisnis Fashion Dari Coconut Island, Hammer, Dan Nail 

 

Inspirasi Bisnis UKM Fany Silvia Menghasilkan Taflo Shoes yang Eksklusif

Indonesia adalah salah satu negara yang kaya kebudayaan. Bermacam kebudayaan daerah ada meramaikan keanekaragaman corak budaya Indonesia. Salah satu budaya yang memukau juga ada berbentuk karya-karya batik serta kain songket yang demikian menawan.

Bila sampai kini kita cuma mengetahui karya batik untuk produksi baju serta tas, jadi saat ini waktunya kita mengetahui product sepatu asli Indonesia yang memiliki bahan basic kain batik atau songket. Inspirasi brilian untuk meningkatkan product sepatu etnik ini digagas oleh seseorang wanita muda bernama Fany Silvia Febrian Dika.

Profil Fany Silvia Febrian Dika

wanita kelahiran Talang Babungo, 4 Februari 1992 ini yaitu putri pertama dari empat bersaudara. Putri pasangan Suhairi serta Selvina ini mulai masuk bangku perkuliahan kampus Payakumbuh jurusan ekonomi pada th. 2010. Sembari menggerakkan kesibukan perkuliahan, Fany juga menyempatkan saat untuk menggerakkan hoby design yang telah lama ditekuninya.

 

Pernah Mengawali Usaha Lain Saat sebelum Taflo Shoes

Saat ada di semester 3 tahap perkuliahan, Fany Silvia mulai meniti usaha butik on-line dengan rencana baju muslim yang casual serta syar’i. Tetapi rupanya #bisnis on-line itu pernah vakum sepanjang 6 bln. lantaran Fany Silvia mau konsentrasi merampungkan seluruhnya mata kuliah terlebih dulu.

Sesudah merampungkan mata kuliah serta akan menyelesaikan skripsi, rupanya inspirasi baru nampak untuk bikin usaha dengan rencana sepatu batik serta songket khas nusantara. Kecintaan yang besar pada bagian design serta product songket asli Indonesia bikin Fany berkemauan untuk selekasnya wujudkan usaha impiannya itu.

Inspirasi untuk memakai product songket Indonesia itu mulai nampak saat Fany Silvia ikuti moment pertukaran pelajar ke Australia pada th. 2009. Saat ia kenakan kain songket untuk pertunjukan tari piring, banyak rekan barunya yang ajukan pertanyaan tentang kain songket yang datang dari Indonesia. Ketertarikan pada kain songket itu jadi salah satu bentuk penyemangat untuk Fany untuk mempopulerkan product asli Indonesia.
Berdirinya Taflo Shoes

Pada Februari 2014, Taflo Shoes mulai lakukan sistem produksi serta pemasaran product sepatu. Nama Taflo Shoes sendiri datang dari kota kelahiran Fany yakni Talang Babungo yang lalu disimpulkan juga sebagai Talang Flower serta disingkat jadi Taflo.

Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia , Dengan modal awal sebesar 1 juta untuk menghasilkan 5 gunakan sepatu, saat ini Taflo Shoes telah dapat membuahkan bermacam product sepatu songket serta batik dengan bahan baku kain yang datang dari daerah Solok, Madura sampai Surabaya.

Fany Silvia Febrian Dika

Product Taflo Shoes yang Eksklusif

Taflo Shoes selalu melindungi keorisinalitasan produknya dengan cuma menghasilkan 10 gunakan sepatu untuk tiap-tiap design. Hingga beberapa pelanggan setia Taflo Shoes dapat mempunyai serta memakai sepatu yang eksklusif serta sedikit dipunyai oleh orang lain. Modal sebesar 1 juta rupiah juga mulai tumbuh sampai meraih angka 10 juta rupiah serta bikin Taflo Shoes dapat menghasilkan 100 gunakan sepatu.
Harga Taflo Shoes serta Omset yang Sukses Diperoleh

Taflo Shoes menghasilkan sepatu dengan harga yang beragam, dari mulai 150 ribu rupiah sampai 1. 2 juta rupiah per gunakan. Variasi harga itu bergantung dari tingkat kerumitan design serta varian bahan baku yang dipakai untuk bikin sepatu.

Dengan kemampuan produksi meraih 1. 000 gunakan tiap-tiap bln., Taflo Shoes sukses mencapai omset sebesar 60 juta sampai 150 juta rupiah tiap-tiap bulannya.

Inovasi serta Harapan Taflo Shoes

Memenangkan Business Plan Competition Oneintwenty Movement 2014 Regional Padang untuk kelompok fashion rupanya tak bikin Fany Silvia berpuas diri. Berbarengan dengan Taflo Shoes, Fany berusaha untuk mencari #reseller serta pasarkan produknya dengan memakai media sosial.

Bahkan juga Taflo Shoes juga bekerja bersama dengan pihak yang datang dari luar negeri untuk lakukan promosi serta branding di negara lain, termasuk juga di lokasi Eropa. Tentang cost pengiriman ke luar negeri yang relatif mahal, Taflo Shoes masih tetap mencari jalan keluar untuk menangani masalah cost pengiriman itu.

Tertarik untuk memakai beberapa produk dari Taflo Shoes? Bila orang-orang negara lain saja tertarik serta mau memakai Taflo Shoes, kenapa kita sendiri tak mengapresiasi product asli buatan negeri sendiri?

Profil Pengusaha Muda  Wanita Ratna Miranti

Keberhasilan besar tidak selamanya dimulai dari suatu inspirasi brilian. Bahkan juga dari suatu hal yang awalannya adalah kekeliruan atau ketidak sengajaan, bukanlah tak mungkin saja lahir suatu inspirasi simpel tetapi luar umum.

Perihal ini pula yang dibuktikan oleh seseorang pengusaha wanita asal kota Bandung bernama Ratna Miranti. Bermula dari ketidak sengajaan, ia yang pada awal mulanya tekuni industri batik malah terjerumus pada dunia usaha baru yang bahkan juga pada awal mulanya belum pernah ia cobalah, yaitu usaha glass painting.

Serta saat ini tidak diduga usaha glass painting punya Ratna dapat berkembang bahkan juga semakin besar dari ekspektasi awalannya.

 

BIsnis yang Bermula Dari Kekeliruan

Seperti yang sudah disinggung pada awal mulanya, semula perjumpaan wanita yang akrab disapa Mira ini dengan dunia glass painting dapat disebutkan sangatlah kebetulan.

Diawali dari basic Mira yang seseorang pengrajin batik, ia pada awal mulanya memanglah telah memiliki usaha sendiri walau skalanya masih tetap termasuk kecil. Sampai selepas ia mulai berkeluarga serta memiliki momongan, Mira mengambil keputusan untuk fakum sesaat dari dunia usaha kreatif itu.

 

Saat jalan serta Mira pada akhirnya terasa dapat kembali berkarir disamping juga sebagai seseorang ibu rumah-tangga. Jadilah sang #mompreneur itu mencari serta beli beberapa bahan untuk kerajinan batik. Tetapi sesudah seluruhnya bahan terbeli, nyatanya ia salah beli cat untuk kepentingan batik. Ia jadi beli cat spesial untuk melukis gelas yang sesungguhnya ia sendiri belum pernah memakainya.

Tetapi nyatanya kekeliruan itu malah menggelitik inspirasi kreatif lulusan seni rupa ITB yang satu ini. Dengan bahan cat itu, ia coba melukis motif-motif karangannya sendiri pada #media botol sisa yang ada di tempat tinggalnya. Tidak diduga akhirnya cukup menarik hingga bikin ia ketagihan bikin kerajinan yang lebih di kenal dengan arti glass painting itu.

Beranjak ke dunia usaha, hasil karya glass painting kepunyaannya lalu ia pajang lewat media sosial walau. Serta akhirnya? Tanggapan positif mengalir deras bahkan juga banyak yang segera tertarik serta pesan product “kebetulan” itu.

Ratna Miranti Tidak Berpuas Diri

Sesudah lihat cerahnya kesempatan usaha glass painting ini, Mira juga makin semangat untuk memahaminya. Ia mengambil keputusan untuk ikuti suatu kursus glass painting untuk memperdalam ilmunya.

Yang menarik pada saat ia mulai ikuti kursus, sang instruktur malah ajukan pertanyaan apa yang dapat di ajarkan pada Mira. Mengingat kekuatan ibu dua anak ini terbilang memanglah telah cukup mahir melukis diatas kaca. Serta pada akhirnya dari kursus itu Mira memperoleh pengetahuan baru berkenaan dunia glass painting seperti permasalahan type gelas lukis, pengecatan, pelapisan sampai pengeringan product.

Terlepas dari kursus, nyatanya Mira segera disambut dengan tawaran hubungan kerja dari suatu perusahaan minuman. Dengan step awal 20 botol lukis, ia pada akhirnya diakui mengerjakan proyek besar yaitu sejumlah 1500 botol lukis dengan tenggat saat 1, 5 bln.. Untuk penuhi tujuan itu pasti tak dapat ia lakukan sendiri, ia lalu merangkul mahasiswa seni rupa dari bekas universitasnya untuk menolong sistem penyelesaian.

Ekspansi Dengan Pertolongan Pendanaan

Peluang untuk meningkatkan bisnisnya kembali terbuka saat pada th. 2010 ia memperoleh tawaran ikuti pameran spesial product kerajinan tangan Inacraft di Jakarta.

Dari situ pada akhirnya Mira berbarengan brand usaha glass painting “Meerakatja” memperoleh guyuran permodalan sebesar Rp 50 juta dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) . Tidak menyiakan peluang, Mira segera berekspansi dengan perbanyak produksi kerajinan Meerakatja sampai dapat menyentuh omset usaha Rp 30 juta/bln.. Ini tentu jadi pencapaian sendiri untuk Mira yang awalannya cuma beromzet 5 juta perbulan jadi sebesar ini.

Saat ini Mira masih tetap selalu berkreasi membuat pasar yang lebih luas untuk product kepunyaannya. Bukan sekedar botol lukis, ia juga mengambil tawaran untuk product kaca lain seperti interior rumah. Bahkan juga sebagian product kepunyaannya telah ada yang di kirim ke luar negeri walau belum seutuhnya berbentuk ekspor.

Berbarengan 3 orang karyawan terus, ia masih tetap jadi tokoh paling utama yang bertugas bikin pola basic seluruhnya karya glass painting merk Meerakatja. Untuk menjaga kwalitas product, Mira masih tetap selalu memakai cat kaca yang diimport segera dari Jerman.

Kreativitas yang digabungkan dengan tekad memakai kesempatan jadi kunci berhasil seseorang Ratna Miranti. Dengan usahanya itu saat ini ia sukses memperoleh keberhasilan walau dari arah yang pada awal mulanya belum pernah ia pikirkan. Bagaimanakah dengan rekan-rekan sekalian, ada yang siap ikuti jejak pengusaha wanita yang satu ini? Generasi Muda Penerus Pengusaha Indonesia

Usaha Kecil Yang Menguntungkan Kaos Cakcuk Dari Surabaya

Dalam debat capres beberapa waktu lalu sempat dibahas mengenai industri kreatif, bahkan kedua kandidat sepakat, untuk memfasilitasi anak-anak muda yang bergelut di industri kreatif. Di Surabaya ada seorang pemuda yang berhasil mengembangkan usaha kreatifnya, usaha apakah itu ?

kaos cakcuk Unik designnnya, lucu kata-katanya itulah yang menjadi cirikhas dari kaos cakcuk kaosnya arek Surabaya. Diproduksi pertama kali 2005 kaos cakcuk kini sudah terkenal di nusantara.

Dwita roesmika-lah sang penciptanya. Awalnya cakcuk didirikan 10 november 2005, waktu itu ada pameran industri kreatif di balai pemuda. Trus mengapa Ia memilih nama brand cakcuk untuk produknya? . berikut ceritanya.

Awal Nama Brand Kaos Cakcuk Surabaya

Pada Waktu tahun 2005 saat itu, di Surabaya masih belum ada khas oleh-oleh tahun 2005. Padahal ciri khas orang indonesia kalau pergi kemana-mana ketika pulang pasti bawa oleh-oleh sedangkan dikota kota lain, sudah ada oleh-oleh kaos konveksi khas seperti di kota Yogja, Bandung, dan Bali. Waktu itu di Surabaya hanya punya oleh-oleh khas yang berupa kuliner camilan hasil laut.

Usaha Kecil Yang Menguntungkan Kaos Cakcuk Dari Surabaya

 

Kemudian Pak Dwita berpikir keras untuk memberikan alternatif oleh-oleh yang lain yang lebih trendy dan digemari anak muda. Karena oleh-oleh camilan hasil laut sangat terkesan seperti emak-emak baginya. Berawal dari situ, Ia mencari ide dengan bahan baku kaos sebagai oleh-oleh alternatif trendy khas surabaya. Akhirnya muncullah ide binis berupa produk kaos design kreatif kata-kata surabaya yang ia beri nama cakcuk.

Perkembangan Kaos Cakcuk di Surabaya

Bukan hal mudah bagi dwita rusmika memulai dan mempertahankan usahanya. Berawal dari kaki lima kini pria asal surabaya tersebut sudah memiliki lima gerai di surabaya. Ia berinisiatif membuat toko berjalan dengan menggunakan mobil vw comby dalam memasarkan produknya. Ketika kap mbil dibuka bentuknya sudah benar-benar menyerupai toko baju.

Ketika itu Ia bersama teman-temannnya mendatangi pusat-pusat keramaian surabaya ditaman bungkul, taman surya, pertunjukan musik, atau dikampus-kampus. Dan Itu terus menerus seperti itu untuk promosi awalnya.

Lambat laun sekarang ada toko hingga lima dan bulan depan buka yang ke enam. 9 tahun berjalan, usaha Dwita Roesika berkembang. Produksi tak hanya kaos, jaket, tas, hingga gantungan kunci berlabel cakcuk pun dihasilkan. Dalam satu bulan cakcuk memproduksi hingga 100 sampai 200 barang dan kesemuanya hanya bisa didapatkan di kota pahlawan.

Suuvenir dan kaos yang ada di cakcuk harganya berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 350.000 persatuannya. Saat ini omset cakcuk dalam satu bulan di total 5 gerai tokonya mencapai Rp 50.000.000 sampai Rp 100.000.000. Keuntungan bersih yang didapatkan Dwita dalam satu bulan hampir mencapai Rp 20.000.000

Cakcuk tidak mebuka franchise, karena ia khawatir nanti khas surabaya jadi hilang ilang. Dwita ingin cakcuk hanya bisa didapatkan di kota surabaya, karena memang begitulah konsepnya yaitu sebagai kaos khas surabaya.

“Saya datang dari surabaya ini oleh-olehnya dengan kaos design cakcuk yang suroboyo sekali. Jadi istilahnya kenak begitu memang dari surabaya. Belinya juga dari surabaya , khas dari surabaya. Itu jadi buat oleh-oleh itu pas , saya ndak buka kota dikota-kota lain seperti gersik dan sidoarjo, saya ingin konsisten” begitu tutur dwita ketika tim kami mewawancarainya.

Usaha Kecil Yang Menguntungkan  Kaos Cakcuk Dari Surabaya  , Cakcuk sekarang sudah memiliki 30 design. Namun Dwita dan tim kreatifnya terus menciptakan design-design terbaru yang tetap berpegang pada loyalitasnya. Yaitu suroboyoan. Menjaga orisinalitas dan rasanya.

Keterkaitan antara brand cakcuk, produk kaos, dan surabaya sungguh sangat terlihat dengan sangat jelas, sehingga menciptakan kesan yang kuat bagi turis dan pelancong bahwa cakcuk adalah central oleh-oleh dan ikon khas surabaya.Konsep design cakcuk sangat beragam, namun lagi-lagi keragaman tersebut tetap dibawah konsep surabaya kota pahlawan.

Rel konsep atau tema yang dibuat dwita yang diaplikasikan pada souvenir dan kaos cakcuk. Konsep –konsep yang diaplikasikan diantaranya seperti kata-kata dan design kepahlawanan, kata kata kuliner surabaya, kata-kata kotor surabaya, gambar abstrak mengenai misalnya surabaya kota pahlawan, dan surabaya kota makanan.

Kata Jancok sebagai kata kotor khas surabaya sebenarnya memiliki konotasi negatif yang sangat tinggi sekali namun ditangan Dwita kata-kata itu justru menjadi kata-kata yang menciptakan produktifitas dan kreatifitas. Dalam mengembangkan usahanya bapak 5 orang anak ini, mengalami banyak kendala, kendala yang paling utama adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih menghargai produk-produk dalam negeri.

Jika Orang luar negeri mengakui bahwa budaya kita sangat kuat dan memiliki kreatifitas yang sangat tinggi, mengapa kita harus malu mengakui produk kita sendiri. Kualitas budaya Indonesia patut diperhitungkan di kancah internasional.

Dwita mengatakan bahwa dirinya sangat salut terhadap pengusaha-pengusaha muda baru yang bermunculan di industri kreatif, yang lebih untuk menggerakkan dan meningkatkan kebanggan kita terhadap produk kita sendiri.

Cakcuk merupakan salah satu industri kreatif di Indoensia yang tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Komitmen itulah yang membuat cakcuk bertahan dengan serbuan produk-produk internasional, Usaha Kecil Yang Menguntungkan  Kaos Cakcuk Dari Surabaya

 

Kilas Balik Perjuangan Brand Distro Bandung

Bila satu passion telah menyatu dalam jiwa seorang memanglah bakal bikin apa sajakah yang dikerjakannya setiap harinya bakal optimal serta berpeluang mengantarkan dianya untuk berhasil. Berikut yang sekurang-kurangnya sudah dihadapi oleh Yudhi Febriantono (Yudhi), seseorang entrepreneur yang bermental entrepreneur serta mempunyai jiwa atau passion di bagian entrepeneur (usaha atau usaha).

Mental pengusaha pria kelahiran Bandung ini sendiri bahkan juga telah tampak mulai sejak masihlah kuliah di Kampus Widyatama. Waktu itu Yudhi telah berjualan apa sajakah yang dapat di jual serta untungkan, dari rental VCD, dagang bunga hingga dagang domba semuanya telah dikerjakan oleh pria sarjana ekonomi ini.

Dengan kegigihan serta keuletan dan usaha keras yang dikerjakan Yudhi, jadi yang diimpikannya untuk jadi entrepreneur sejati serta berhasil juga pada akhirnya dapat ia raih dengan gemilang lewat bisnisnya yang bernama Cosmic. Lantas seperti apakah cerita Yudhi menggerakkan usaha yang berdasarkan pada kemampuan rasa cinta serta passion pada bagian ini sendiri? Tersebut penjelasannya.

Bisnis Fashion Distro Brand Cosmic

Sesudah serabutan menggerakkan semua jenis usaha, pada th. 2011 Yudhi Febriantono memanglah telah lebih konsentrasi pada satu bentuk usaha yang diberi nama Cosmic. Cosmic sendiri yaitu brand fashion yang jual beragam macam keperluan sandang anak muda dari kaos, baju, jaket, sweater, ikat pinggang, topi, jins, sandal, serta bermacam product yang lain.

Pada awal usahanya sendiri Yudhi fokus Cosmic pada produksi kaos. Tetapi bersamaan perubahan usaha pada akhirnya Yudhi menghasilkan keperluan fashion anak muda yang lain.

Saat Awal Yudhi Febriantono Meniti Usaha

Pada saat awal perintisannya, Yudhi betul-betul mengawali usaha Cosmic ini dari bawah dengan semua terbatasnya. Bahkan juga waktu memulai usahanya ini sarjana ekonomi dari Kampus Widyatama (Bandung) itu pernah nekat mengambil order kaus golf yang bernilai Rp 3 juta. Tetapi lantaran ia memilki banyak jaringan jadi order juga dapat dipenuhi serta dilayani dengan baik.

Kilas Balik Perjuangan Brand Distro Bandung Dari sini Yudhi juga makin meyakini dengan usahanya yang bernama Cosmic ini. Yudhi yang mempunyai kehalian design selanjutnya berani menghasilkan beberapa barang yang bakal di jualnya melalui cosmic lewat cara melemparkannya ke pihak lain (makloon). Dari strateginya memakai layanan makloon ini sendiri Yudhi dapat memperoleh untung Rp 600 ribu.

Kilas Balik Perjuangan Brand Distro Bandung Keuntungan ini sendiri kemudian dipakai lagi oleh Yudhi untuk meningkatkan usahanya dengan dari pembelian bahan serta pencetakan label dan pemasaran yang lebih luas ke distro-distro di Bandung serta di Jakarta lewat cara konsinyasi (menitipkan barang).
Dirikan PT Inoynesia

Saat bisnisnya semakin jadi membesar, Yudhi Febriantono juga membangun tubuh usaha PT Injoynesia untuk membawahi Cosmic. Pria kelahiran Bandung 2 Februari 1978 ini juga semakin lincah serta kreatif untuk pasarkan pemasaran Cosmic. Satu diantara kiat pemasaran yang digerakkan untuk mempopulerkan brand Cosmic yaitu dengan mengadakan School of Joy (SoJ). SoJ sendiri yaitu program yang digerakkan ketika berlibur untuk beberapa pelajar untuk dapat magang di Cosmic.

Diluar itu ada pula program Long Board yang mengaplikasikan rencana acara downhill untuk selenggarakan tour serta touring ke beberapa tempat wisata. Dari ke-2 program berikut jadi brand Cosmic ini semakin di kenal oleh kelompok golongan muda serta orang-orang biasanya. Ditambah lagi sekarang ini Yudhi telah dapat meng-endorse sebagian artis seperti David Naif, Kaka Slank, serta Heru Shaggy Dog untuk produknya, jadi produknya juga semakin popular.

Pencapaian Usaha Berbarengan Cosmic

Dari 15 th. usahanya sekarang ini Yudhi juga telah termasuk berhasil tidak kecil. Bagaimana tak, pria yang menggerakkan usaha dengan prinsip kesenangan (joy) ini sudah menghasilkan banyak product. Sesudah sukses dengan Cosmic, pada th. 2002 Yudhi juga melaunching merk baru, Cosmic Girl. Kemudian brand lain juga menyusul seperti Infamous (th. 2004) serta Mighty (th. 2006). Serta di th. 2010 Yudhi kembali meluncurkan product paling barunya She’s Infamous serta GDB Infamous.

Serta paling akhir di th. 2013 Yudhi Febriantono juga meluncurkan brand Cosmic Jeans serta Cosmic Kids. Dengan jumlah 300-400 agen penjualan yang menyebar didalam negeri serta luar negeri seperti Brunei, Australia, Malaysia serta Jerman dan di dukung dengan sebagian penjualan melalui toko lewat konsinyasi jadi omset yang didapat juga telah termasuk fantastis walau tidak dapat dijelaskan. Kilas Balik Perjuangan Brand Distro Bandung

 

Aplikasi Bernuansa Muslim Yang Cocok Di Bulan Ramadhan

Pemakaian #aplikasi mobile sekarang ini telah sangat banyak menolong aktivitas orang-orang moderen dengan segudang aktivitasnya. Bukan sekedar untuk masalah komunikasi, kenyataannya aplikasi mobile juga sediakan service untuk terhubung bermacam info mulai yang berbentuk umum sampai yang berbentuk spesial.

Seperti satu diantaranya, untuk ranah aplikasi media religi, kesempatan ini bakal kita dibicarakan satu aplikasi mobile berbasiskan Android yang bernama PeaceBeUponYou.

Diperkembang oleh perusahaan developer asal negeri jiran Malaysia, Madcat World, aplikasi PeaceBeUponYou adalah wadah dari bermacam content islami, dari mulai pola hidup, cerita inspiratif, doa, lagu, dialog, bertanya jawab dan media edutaiment bernafas agama yang lain.

Sepintas Mengenai Developer Aplikasi PeaceBeUponYou

Sebelumnya mengulas lebih dalam berkaitan service dan feature yang di tawarkan oleh aplikasi PeaceBeUponYou, terlebih dulu kita bakal mengulas mengenai perusahaan pengembang dibalik aplikasi itu yaitu Madcat World.

Madcat World adalah satu diantara pengembang content dan aplikasi mobile yang mempunyai kantor pusat di Kuala Lumpur Malaysia. Di sampaikan oleh Direktur Paling utama Madcat World, Nuraizah Shamsul Baharin, dengan dirilisnya aplikasi PeaceBeUponYou pada tanggal 7 Juni 2016 lantas, adalah langkah yang begitu utama untuk perusahaan.

Nuraizah memberikan, Madcat World sebagai satu diantara perusahaan digital yang mempunyai concern pada content Islami, mengharapkan dapat memberi nilai plus untuk beberapa pemakainya. Melalui ada bermacam feature menarik serta informatif, aplikasi PeaceBeUponYou dapat jadi pilihan yang pas tak cuma untuk media edukasi tetapi juga pengembangan spiritual.

Feature Service Aplikasi Peacebeuponyou

Didalam aplikasi PeaceBeUponYou ada sekurang-kurangnya 4 feature paling utama yang dapat dibuka pada versus pertama aplikasi berbasiskan #Android ini. Empat feature itu yaitu, Quote of the Day, LifeQ, LifeBytes serta LifeFlavor.

Aplikasi Bernuansa Muslim Yang Cocok Di Bulan Ramadhan Yang pertama Quote of the day, adalah feature yang diisi bermacam cuplikan harian inspiratif yang pastinya bisa jadi penyemangat dan motivasi untuk beberapa pemakai.

Nanti cuplikan itu bisa diberikan dengan cara luas oleh pemakai melalui sosial media ataupun e-mail. Yang unik yaitu, feature ini sediakan manfaat untuk ganti gambar latar belakang, font sampai kecerahan sesuai sama penampilan cuplikan yang dikehendaki.

Selanjutnya feature LifeQ diisi mengenai kesibukan bertanya jawab sekitar pola hidup Islami dan bermacam hal pada umumnya. Tema yang dapat diambil diantaranya adab, keluarga, fiqh sampai bahasan berkaitan fenomena sosial. Serta untuk feature LifeBytes, diisi mengenai info komplit berkaitan tema khusus.

Sebagai contoh seperti sekarang ini di musim Ramadhan, ada info mengenai puasa serta bermacam info berkaitan yang lain. Untuk semakin dapat mengerti, PeaceBeUponYou juga sediakan rangkaian video pendukung.

Serta feature yang paling akhir yaitu LifeFlavor, diisi mengenai beragam content bernafas Islam seperti doa, dzikir, ayat-ayat, dan trivia yang dirangkum dalam beragam format content yaitu text, audio dan visual. Keberagaman dari content yang didapatkan dari aplikasi PeaceBeUponYou adalah kelebihan yg tidak cuma tidak sama dari aplikasi lain, tetapi bikin aplikasi ini tambah lebih berbobot.

Baca Juga :

  1. 250 Tips Dan Ide Memulai Dan Mengembangkan Bisnis Kuliner
  2. 12 Cara Jitu Meningkatkan Penjualan Toko Anda
  3. 7 Cara Meningkatkan Penjualan Kamar Hotel
  4. 1000 Ide Dan Tips Bisnis Online Untuk Menaikkan Omzet dan Profit Bisnis
  5. 1001 Cara Meningkatkan 1000% Omzet Penjualan Di Berbagai Industry Bisnis
  6. 100 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
  7. Jasa SEO Google Untuk Perusahaan UMKM
  8. Pasang Iklan

 

Gagasan Pengembangan Content Aplikasi Bernuansa Islami

Masihlah di sampaikan oleh Nuraizah, pihaknya pasti memiliki rangkaian gagasan untuk meningkatkan aplikasi PeaceBeUponYou. Satu diantaranya yaitu merajut semakin banyak hubungan kerja dengan pihak pengembang yang ada di Indonesia. Hal semacam ini tak lepas dari fakta kalau Indonesia adalah negara dengan masyarakat Muslim paling besar didunia.

Diluar itu gagasan yang sudah di galang oleh Madcat World, sekarang ini dengan bikin satu serial animasi tv “Mujeeb serta Steve”. Serial hasil hubungan kerja dengan perusahaan animasi yang berbasiskan di Kanada, Milo Productions Inc ini, nanti dapat di nikmati melalui aplikasi mobile.

Sekarang ini aplikasi PeaceBeUponYou telah dapat didownload dengan cara gratis melalui website Google Play Store. Walau masihlah launching dalam versus system operasi Android, pihak developer menyebutkan bakal meningkatkan untuk versus OS lain dalam sekian waktu yang akan datang.

Dengan memakai perkembangan tehnologi melalui ada aplikasi mobile seperti PeaceBeUponYou, kita pasti bakal memperoleh dua keuntungan sekalian. Terkecuali memperoleh keringanan, dan sebagai fasilitas pengembangan diri ke arah yang tambah baik. Aplikasi Bernuansa Muslim Yang Cocok Di Bulan Ramadhan

Leave a Reply

5 − 3 =

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!