Live, Strategi Branding Terbaru yang Wajib Anda Coba

Jasa

Branding mungkin adalah kata yang paling sering disalahartikan.

Branding pada mulanya hanyalah cara untuk mengidentifikasi kapal yang berlabuh, juga untuk membedakan ternak milik siapa yang berkeliaran di padang rumput. Branding kemudian berkembang, maknanya berubah menjadi logo untuk sebuah perusahaan.

Branding kemudian menjadi lebih luas lagi, yang dapat berarti tampilan dan nuansa suatu bisnis, yang kemudian menjadi pengalaman pelanggan dan akhirnya menjadi identitas perusahaan itu sendiri.

Tapi pada intinya, membangun merek adalah tentang bercerita – tentang berhubungan dengan orang-orang secara rasional dan emosional. Dan itu sesungguhnya berlaku pada siapapun – individu, usaha kecil, perusahaan besar, hingga organisasi.

Sejak leluhur kita menginjakkan kaki di Bumi, kita sudah berusaha mengisi dahaga kita yang tak terpuaskan akan informasi. Pada awalnya, manusia primitif saling menceritakan informasi di dalam sukunya. Kemudian berkembang menjadi menggambar di dinding gua, lalu mereka berbagi dengan suku lain.

Akhirnya, umat manusia menjadi lebih pintar dan tampil dengan cara yang lebih cerdik untuk berbagi informasi. Manusia menciptakan bahasa, lalu kata-kata verbal diabadikan di tablet batu. Ketika manusia menemukan bahwa kulit kayu bisa ditulisi, kita menciptakan perkamen dan buku untuk membagikan informasi kita.

Semakin pintar kita, semakin banyak teknologi yang kita terapkan untuk membantu berbagi dan menciptakan pengalaman seputar informasi yang kita punya.

Manusia menciptakan berbagai inovasi besar, termasuk mesin cetak, radio, televisi dan akhirnya internet. Semua teknologi ini membantu memuaskan rasa lapar kita untuk berbagi pengalaman. Hari-hari ini, internet itu sendiri telah menghasilkan banyak hal besar berikutnya yang memungkinkan kita untuk berbagi cerita dengan lebih baik.

Kita punya email, media sosial, blog, podcast, video streaming, virtual reality, ditambah dengan video Live dan masih banyak lagi yang akan datang. Media inilah tempat kita memberi makan jiwa kita – dan di sinilah kita membangun branding, baik personal branding maupun untuk bisnis kita.

Hal-hal besar terus mengubah cara kita berperilaku sebagai manusia. Kita telah menyaksikan bagaimana sejumlah perusahaan mengubah cara kita menggali dan membagikan informasi – termasuk Apple, Adobe, BlackBerry, dan Google.

Perusahaan-perusahaan ini mengubah cara kita berkomunikasi satu sama lain, mengumpulkan informasi, mengembangkan dan berbagi konten, bekerja ataupun sekadar untuk menghibur diri. Mereka membawa tren baru dalam perilaku, termasuk ketergantungan kita pada ponsel cerdas, menyimpan dan berbagi foto, mencari jalan, mendengarkan musik, dan mengedukasi diri sendiri.

Terutama, dengan berkembangnya teknologi dan cepatnya jaringan internet, kita juga bisa melakukan sesuatu bersama orang lain, meski berpisah jarak. Teknologi ini adalah berupa live video, alias siaran langsung.

Bagaimana Siaran Langsung Membantu Menguatkan Branding

Siarang langsung membantu kita merasakan pengalaman bersama, seolah kita berada di ruang yang sama. Ini menciptakan kesempatan baru untuk saling melihat dan merasakan. Pengalaman langsung telah menjadi media pilihan bagi orang-orang di seluruh dunia, terutama generasi millennial.

Pada 1964, Marshall McLuhan dalam bukunya, Understanding Media, menyatakan bahwa media adalah bagian dari pesan itu sendiri. Dengan kata lain, ketika Anda memilih satu media untuk berbagi informasi, informasi pasti terkait dengan, dan tertanam dalam media itu sendiri. Ini dilengkapi dengan kemampuan, keterbatasan, dan keistimewaan masing-masing medium. Media, pada kenyataannya, menjadi bagian dari informasi itu sendiri.

Di abad 21 – kita dapat berkomunikasi satu sama lain dalam berbagai cara, menggunakan hanya satu media saja. Satu media cerita yang paling murni dan paling kaya adalah video live, karena memberi kita kesempatan untuk mengalami kondisi bersama dan berbagi pengalaman dalam waktu bersamaan.

Makanya, perusahaan sangat menekankan tatap muka dengan karyawan, pelanggan, mitra dan influencer, dan untuk menciptakan pengalaman yang berkembang menjadi hubungan bermakna jangka panjang dengan brand mereka.

Media live sudah siap dikomersialisasi dengan cara yang sama seperti penerbitan, radio, dan televisi. Raksasa industri ini stasiun televisi; jejaring sosial; Google, Amazon, dan Netflix, semua membangun kerajaan bisnis di puncak gelombang media baru. Sebagai contoh:

  • Experian menggunakan video chat untuk berbincang dengan konsumennya perihal hutang, kredit, dan cara mengelola keuangan, menggunakan hashtag #creditchat.
  • AWeber, sebuah layanan email marketing, menggunakan video chat untuk menjawab pertanyaan seputar email marketing.
  • Nissan dalam peluncuran mobil 2016 Maxima menggunakan layanan streaming. Selain itu Doritos menggunakan kombinasi beberapa platform streaming untuk launching produk terbaru mereka.
  • Dalam sebuah pameran otomotif, General Motors  menjadi sebuah merk otomotif pertama yang melakukan livestream saat peluncuran Chevy Volt EV.
  • General Electric menggunakan drone yang tersambung dengan Periscope, untuk mengundang para audiens melakukan tour livestream di fasilitas terpencil mereka.
  • Red Bull dan minuman energi Mountain Dew juga menggunakan livestream dalam berbagai kesempatan. U2 and Spotify menggunakan streaming untuk perform musik secara livestream.
  • Seri video game American Football, Madden, juga menggunakan live video yang dikelola oleh tim marketing mereka. Video live ini mengcover tentang proses di balik layar dalam pembuatan video, yang melibatkan pemain-pemain American Football ternama.
  • The Tonight Show menggunakan Facebook Live untuk membagikan proses di balik layar sebelum acara mulai. Target menggunakan live untuk memberikan informasi seputar mitra kerjasama desain mereka, dan mempromosikan minggu fashion. Hal serupa pun dilakukan oleh DKNY dan Marc Jacobs .

Upaya mereka berhasil menggerakkan sebuah industri; perusahaan mereka berhasil mengubah dunia.

Sebentar lagi, kita akan menghadapi sebuah dunia di mana pengalaman yang dibagikan secara live adalah pembangun merek bagi perusahaan dan organisasi. Mungkinkah kita mengubah cara-cara lama industri menjadi sebuah pengalaman membangun brand yang baru?

Ya, dan sekarang adalah saat yang tepat untuk memanfaatkan media live untuk membangun branding. Lagipula, semakin baik sebuah brand, semakin banyak orang yang akan berduyun-duyun ke sana. Dan pengalaman live yang efektif akan memperkuat keberadaan merek, dan bahkan mendorong migrasi penggunaan produk di antara konsumen.

Jangan ketinggalan; saatnya untuk mulai menerapkan live video ke dalam strategi membangun merek dan pemasaran Anda.

Artikel ini adalah bagian pembuka dari seri branding dengan live video. Artikel berikutnya, kita akan membahas lebih dalam seputar branding dengan live video. 

baca juga

undercover.co.id

Website Cuma 100 Ribu

Pembuatan Website Profesional

Jasa Seo Profesional dan Terpercaya

Jasa Sosial Media Maintenance

Bagaimana Menggunakan Live Video untuk Branding

Live video telah menjadi sensasi baru dalam dunia online marketing. Berkat Facebook Live, Periscope, dan sejumlah media sosial lainnya, brand dipaksa bekerja lebih keras dan lebih kreatif dari sebelumnya dalam menghadirkan video live yang bernilai dan menarik untuk para audiens mereka.

Live video adalah sebuah pendekatan unik yang layak Anda coba. Live video sejauh ini baru digunakan oleh brand-brand besar ternama di luar negeri. Untuk di dalam negeri, memang sudah ada beberapa bisnis online yang menggunakannya, tetapi belum maksimal.

Di artikel sebelumnya telah kita bahas mengapa live video adalah sarana branding yang wajib Anda manfaatkan. Nah, artikel kali ini akan membantu Anda mendapatkan trik untuk melakukan live video yang lebih baik, sehingga berujung pada branding yang lebih kuat dibanding pesaing.

Termasuk juga membahas apa yang membuat live video berhasil, dan bagaimana brand-brand besar menggunakan live video untuk mengalahkan kompetitor.

Kenapa Live Video Bisa Populer?

Pertama, mari kita periksa mengapa live video sangat populer:

  • Daya tarik unik. Pertama, video punya daya tarik tersendiri. Masyarakat cenderung memilih konten visual dibanding konten tertulis, karena video paling mendekati bentuk interaksi alami. Selain itu video lebih mudah dicerna dibanding konten seperti tulisan dan gambar statis. Berkat kecepatan Internet dan perangkat seluler yang makin canggih, menonton video jadi lebih mudah dan lebih populer sebagai media online.
  • Momen langsung. Layaknya breaking news atau siaran olahraga yang ditayangkan langsung, pengguna media sosial juga suka merasakan “momen langsung” yang terjalin di dalam live streaming. Penonton maupun Anda sebagai kreator merasakan sebuah momen bersama, dan semua reaksi yang terjadi adalah alami.
  • Keterlibatan pengguna dan feedback langsung. Live video juga membuka kesempatan untuk feedback langsung, seperti pertanyaan atau komentar yang disumbangkan audiens. Anda sebagai kreator bisa merespon langsung komentar atau pertanyaan tersebut, menciptakan kepercayaan terhadap Anda maupun terhadap merk yang Anda usung.

Nah, kini kita telah mengetahui bersama mengapa live video bisa efektif untuk branding. Namun, live video tidak bisa dilakukan sembarangan. Layaknya sebuah siaran langsung yang harus dirancang apik, sesuatu yang sederhana semacam live streaming pun perlu Anda siapkan perencanaan juga, agar hasilnya maksimal. Seperti apa caranya?

Perencanaan Live Video untuk Branding

Agar mampu meningkatkan citra brand di mata audiens, live streaming perlu direncanakan dengan baik.

Memang live streaming dapat bervariasi (kita akan bahas nanti), tetapi ada empat elemen dasar yang harus ada di dalam perencanaan live streaming untuk branding.

 

1. Rencanakan untuk Membangun Audiens Lebih Dulu

Tekan tombol “live” di Facebook Page, dan audiens Anda akan menerima notifikasi bahwa seseorang yang mereka follow sedang live. Facebook, Instagram, dan sosial media lainnya akan memberikan notifikasi pada follower, apabila Anda sedang live video.

Tapi jika tidak ada perencanaan, hanya sebagian kecil follower Anda yang berpartisipasi saat itu juga. Ini seperti mengadakan konser, tetapi sebelumnya tidak menyebar poster atau pengumuman.

Maka dari itu, bagian pertama dari rencana branding melalui live video adalah rencanakan untuk mengabari audiens Anda lebih dulu.

Beritahukan pada audiens Anda beberapa hari sebelumnya bahwa pada jam dan hari tertentu Anda akan mengadakan live streaming. Sehingga, saat live video berlangsung, Anda akan memiliki orang-orang yang menonton dan berpartisipasi.

Jika follower Anda belum banyak, cara lain untuk membangun audiens adalah berkolaborasi dengan fanpage atau bisnis lain yang lebih besar. Hal ini pernah dilakukan oleh Youtuber Julius Dein. Dein berpartner dengan Youtuber lain untuk melangsungkan live video bersama, menciptakan koneksi dengan Youtuber yang lebih besar sembari mengembangkan audiens untuknya sendiri. Subscribernya bertambah dari nol menjadi 6,5 juta dalam setahun.

2. Definisikan Karakter Brand Anda, dan Gunakan Selama Live Berlangsung

Apa yang Anda katakan pada siaran live video memang penting, tapi bagaimana cara Anda mengatakannya pun sama pentingnya.

Siaran live video yang dibuat oleh Benefit Cosmetics bersifat informal, spontan, dan ramah. Sementara video yang diproduksi oleh Sephora  masih tetap santai tetapi mereka lebih terkontrol dan sopan. Kedua siaran tersebut sangat sesuai dengan brand mereka dan citra yang ingin mereka tanamkan di benak konsumen.

Sebelum Anda mulai membuat konten live video, Anda perlu memahami dengan baik tentang karakteristik brand Anda: warna khas, suara brand Anda, penampilan, dan gaya yang kelak ditampilkan.

Dan jika Anda telah mempunyai pemahaman tentang citra seperti apa yang ingin Anda tampilkan, Anda harus memastikan bahwa presenter live video Anda, dekorasi saat live, dan pilihan kata-kata yang digunakan semuanya persis dengan bagaimana bisnis Anda menampilkan dirinya.

3. Harus Bisa Membangun Hubungan dengan Audiens

Tidak ada format konten lain yang dapat menciptakan interaksi antara merek dan pemirsa secara langsung layaknya live video. Interaksi dapat terjadi secara real time dan penonton benar-benar bisa mendengar nama mereka diucapkan dari merk yang mereka kagumi.

Interaksi tersebut terasa paling kuat ketika audiens tidak merasa seolah-olah mereka adalah seorang follower, tetapi mereka merasa diperlakukan layaknya “teman” bagi merk bisnis tersebut.

Komentar-komentar dari follower atau audiens harus direspon secara berkala, agar audiens merasa seolah antara brand dan mereka telah terjalin interaksi yang kuat satu sama lain.

Media sosial juga memberikan kesempatan untuk mengumpulkan penggemar suatu merek dalam satu wadah, dan ini memberikan Anda kesempatan untuk memperkenalkan para penggemar satu sama lain. Misalnya saat Anda melihat ada audiens yang baru bergabung, Anda bisa menyambutnya dengan menyebut nama, dan perkenalkan ia dengan audiens yang telah bergabung dengan live video. Tanpa sadar ini akan membuat audiens mengenal satu sama lain, dan ini menguatkan citra brand Anda. Dengan menciptakan komunitas, pada dasarnya Anda membuat para audiens Anda menjadi fans militan.

4. Tambahkan Call To Action (CTA)

Live video selain digunakan sebagai peningkatan citra merk, tetapi juga dapat digunakan sebagai umpan untuk memancing interaksi lebih jauh dengan audiens. Anda bisa menambahkan CTA di dalam live video Anda, agar mereka yang telah bergabung dengan siaran langsung tersebut bisa Anda manfaatkan.

Ajakan bertindak, atau Call to Action, memungkinkan Anda mengubah orang yang belum memfollow menjadi follower Anda, dan mengubah yang belum membeli jadi membeli, atau setidaknya muncul niat untuk membeli.

CTA mungkin selama ini muncul di iklan, postingan, dan email yang dipersonalisasi, namun live video menambahkan dimensi lain yang berbeda. Live branding dapat membangun kepercayaan dan kesetiaan dari audiens, dan Anda dapat memanfaatkannya untuk membeli produk atau menjadi follower.

Perlu diingat bahwa CTA sebaiknya tidak perlu dilakukan terlalu banyak, lakukan saja di pertengahan sekali, dan di akhir sekali. Katakan saja sambil lalu. Toh tujuan utama kita kali ini adalah meningkatkan citra merk, bukan untuk memasarkan produk.

Setelah menanamkan empat poin ini dalam rencana live video Anda, mungkin Anda sudah mulai mendapat inspirasi mengenai apa yang akan Anda lakukan di dalam live video kelak.

Jika belum mendapat inspirasi, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda buat sebagai live event.

baca juga

Jasa Pembuatan Website Profesional

Panduan Memulai Website Bisnis Anda

Jasa SEO Google Perusahaan Jakarta

Peranan SEO Dalam Meningkatkan Profit Bisnis Perusahaan

Pelatihan Private Kursus SEO Untuk Karyawan Dan Pebisnis

30 Daftar Jasa SEO Jakarta Dan Indonesia

Pasang Iklan

Undercover.co.id Media Promosi Bisnis Anda

Iklan Advetorial

Jasa Sosial Media

Email Marketing

26 Panduan Email Marketing Lengkap

Top 30 Agensi Advertising Yang Ada Di Jakarta

Apa Saja yang Bisa Dilakukan dalam Live Video untuk Branding?

1. Buat event spesial.

Katakanlah Anda sedang menghadiri salah satu konferensi terbesar tahun ini, sedang mendatangi workshop keren, atau bisnis Anda sedang menempati stan khusus yang disiapkan untuk acara di wilayah Anda.

Gunakan live streaming langsung untuk memperlihatkan kehadiran Anda di acara tersebut. Siapa pun yang hadir dan melihat live video Anda, mungkin akan segera bergabung dan menyapa Anda. Sementara mereka yang tidak hadir pun tetap memiliki kesempatan untuk merasa terlibat.

Bagaimana cara Anda untuk meliput momen tersebut terserah Anda — Anda dapat menyiarkan langsung sambil berinteraksi pada para peserta yang datang, bertanya tentang pendapat mereka seputar acara Anda, mengabarkan posisi stan atau tempat duduk Anda, atau mulai streaming untuk meliput beberapa highlight.

2. Menyorot pembicara.

Ini dapat dilakukan apabila Anda menghadiri seminar atau konferensi. Saat pembicara tertentu sedang berada di panggung, Anda dapat menyiarkannya secara live untuk disimak oleh follower Anda.

Pembicaranya terserah Anda, namun biasanya yang paling cocok direkam adalah seorang tokoh yang berpengaruh di industri Anda.

Live video Anda akan berfungsi sebagai portal bagi follower Anda, memberi mereka akses ke pembicara yang mungkin mereka lewatkan. Anda juga dapat menggunakan kesempatan ini untuk terlibat dengan pemirsa Anda, membicarakan pemikiran Anda tentang isi materi yang disampaikan dan mendiskusikannya bersama follower Anda.

Sangat disarankan sebelum melakukan hal ini Anda bertanya dulu pada panitia tentang perizinan menggunakan ponsel atau alat perekam selama acara berlangsung. Apabila saat Anda sedang merekam live dan panitia mendatangi Anda, tentu ini akan sangat mencemari citra merk dan Anda sebagai individu.

3. Wawancara inpromptu

Wawancara tetap menjadi salah satu konten yang paling efektif dan praktis. Anda tidak perlu merencanakannya terlalu detail, dan karena Anda akan berbincang dengan influencer lain di bisnis yang Anda geluti, Anda akan secara otomatis mendapatkan ektra kredibilitas dan kepercayaan.

Selain itu live streaming memberi Anda kesempatan untuk wawancara mendadak; sehingga pertanyaan dari follower atau audiens bisa langsung Anda sampaikan pada influencer tersebut.

Anda juga bisa melakukan wawancara dadakan pada orang-orang. Berbicaralah dengan orang-orang di jalan, atau beberapa rekan kerja Anda. Anda tidak pernah tahu apa yang Anda (dan pemirsa Anda) mungkin pelajari.

4. Menyampaikan konten berkualitas.

Apakah ada topik kompleks yang Anda kuasai? Atau ada bahasan tertentu yang mungkin lebih mudah dibicarakan daripada ditulis? Apakah Anda memiliki pendapat yang kuat tentang sesuatu yang belum sempat Anda ungkapkan?

Sekarang kesempatan Anda untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Lakukan persiapan yang cepat, nyalakan kamera Anda, dan biarkan kata-kata mengalir secara alami dari mulut Anda. Pemirsa Anda akan menyukai ketulusan dan kenyataan yang terjadi secara langsung. Bahkan jika Anda mau, Anda bisa menindaklanjutinya dengan menambahkan transkrip atau versi rekamannya.

5. Sesi tanya jawab.

Sebagian besar aplikasi dan live streaming memungkinkan interaksi tertulis selama sesi streaming berlangsung. Ini memberikan Anda dan audiens sebuah kesempatan yang sempurna untuk sesi tanya jawab.

Sebagian besar topik yang kita bahas di atas memang melibatkan sesi tanya jawab. Tetapi, tidak ada salahnya jika Anda menciptakan live video khusus untuk sesi tanya jawab saja. Anda bisa mengumumkan sesi Q&A ini beberapa hari atau beberapa jam sebelumnya. Minta mereka menyiapkan pertanyaan lebih dulu.

Anda mungkin akhirnya menemukan pertanyaan yang tidak bisa atau tidak mau Anda jawab, namun pemirsa Anda biasanya akan memaklumi. Jika ada pertanyaan yang belum bisa Anda jawab, janjikan bahwa Anda akan mencarikan jawaban untuknya. Jika tidak mau Anda jawab, jelaskan alasannya.

6. Tur singkat.

Berapa banyak audiens yang melihat kantor Anda, atau di mana produk Anda dibuat?

Beri mereka tur di sekitaran kantor atau pabrik, perkenalkan beberapa anggota paling penting dari tim Anda dan beri audiens kesempatan untuk mencicipi lingkungan tempat produk Anda dibuat.

Jika Anda seorang influencer, Anda bisa melakukan tur sederhana di sekitar ruang kerja Anda. Perlihatkan draft-draft yang Anda buat, buku yang Anda baca, dan aspek-aspek lain yang menarik.

Ini menggambarkan unsur manusiawi dari brand Anda, dan mendorong orang untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan bisnis Anda.

7. Demo produk atau layanan.

Tentu saja, Anda selalu dapat menggunakan streaming langsung untuk meyakinkan lebih banyak orang untuk membeli produk atau layanan Anda. Lupakan skeptisisme bahwa video promosi selalu hasil editan, dan tawarkan demonstrasi langsung. Ini akan memberikan Anda otoritas lebih besar, karena demonstrasi lebih nyata dan lebih bisa dipercaya.

Anda mungkin perlu melakukan gladi bersih sebelum mencoba demonstrasi langsung. Lakukanlah, karena kiamat kecil bagi brand Anda akan terjadi apabila produk Anda tidak berfungsi dalam sebuah siaran langsung.

Sebuah konten streaming yang ingin sukses sejatinya perlu mengikuti aturan yang sama dengan konten lain; Anda harus original, informatif, pintar memainkan timing, dan menghibur, semua dalam satu paket. Sebenarnya faktor improvisasi dalam live video akan membuat Anda lebih rentan, karena relatif mungkin terjadi kesalahan atau gangguan, namun live video menawarkan sesuatu yang tampak lebih tulus, lebih personal, dan lebih mutakhir.

Saat ini, sebagian besar konten marketer sadar betapa berharganya konten dalam format video — terutama karena konten ini akan semakin mudah diakses di tahun-tahun mendatang. Platform seperti Facebook dan Twitter telah bekerja keras selama beberapa tahun terakhir untuk mengoptimalkan pengalaman pengunggahan dan menonton video, mulai dari memperkenalkan video pemutaran otomatis di newsfeeds hingga memungkinkan penggunaan live video di dalam timeline.

Aplikasi baru seperti Meerkat dan Periscope juga telah memungkinkan streaming live video yang lebih nyaman dan dapat diandalkan bagi pengguna dan telah menjadi sangat populer dalam prosesnya.

Ke depannya, setiap merek yang memanfaatkan live streaming akan mendapat keuntungan-audiens semakin menuntut adanya konten seperti ini, namun sebagian besar bisnis lambat menerapkannya sebagai pilar strategi online mereka. Memang lebih berat untuk menjadi pionir, tetapi itu juga berarti Anda akan menemukan hal-hal yang tidak diketahui oleh kompetitor, dan mendapatkan strategi yang membuat Anda lebih unggul.

Jadi, sudah siapkah Anda untuk branding dengan live video?

Jasa
error: Content is protected !!