Persona untuk Content Marketing

Jasa

Undercover.co.id Agar berhasil di pemasaran konten, Anda harus memahami audiens Anda.
Konten dapat menciptakan dan mempertahankan percakapan dengan pelanggan.


Tetapi agar tercipta dialog yang bermakna, Anda perlu tahu kepada siapa Anda berbicara.
“Mengembangkan persona pembeli” adalah sebuah proses mencari tahu siapa audiens paling ideal kita.


Tetapi saya berpendapat bahwa mengembangkan persona pembeli hanyalah salah satu bagian dari pemasaran konten – Anda juga perlu meneliti tentang bagaimana audiens Anda mengkonsumsi konten yang Anda publish.


Mengembangkan persona, memahami perjalanan membeli mereka, serta memetakan konten ke berbagai tahap perjalanan, semuanya berkontribusi pada kesuksesan pemasaran konten. Anda tidak dapat memiliki satu tanpa memiliki yang lain.


Anda sebaiknya tidak terjun ke iklan berbayar atau pemasaran konten tanpa tahu persis siapa pembeli Anda.


Mengetahui dan memahami siapa yang membeli, atau siapa yang akan membeli produk Anda, sangat penting untuk membantu Anda memaksimalkan laba atas investasi dan efektivitas konten iklan Anda.


Untuk memahami kelompok pelanggan utama Anda, telah menjadi standar bagi banyak perusahaan untuk menciptakan persona pembeli (atau pelanggan).


Persona pembeli adalah karakter fiktif dan umum yang membangun gambaran pasar ideal dan terbesar Anda.


Mereka biasanya tidak hanya mencakup informasi demografis seperti usia, lokasi dan pendapatan, tetapi juga informasi psikografis seperti minat, alasan membeli, dan tantangan yang dihadapi.


Dalam posting ini, kita akan belajar bagaimana membangun persona pembeli untuk bisnis online Anda sehingga Anda dapat meningkatkan akurasi target iklan Anda dan membuat konten yang lebih menarik yang akan melibatkan pelanggan ideal Anda.


Setelah ini, Anda bisa membuat konten yang benar-benar sesuai dengan niche Anda, mampu membuat layanan customer service yang benar-benar sesuai, serta mampu membuat produk dan atau layanan yang benar-benar sesuai dan memuaskan pelanggan Anda.
Mari kita mulai!
 

Mengapa Persona Pembeli Penting

Dulu, persona pembeli adalah praktik yang dulunya hanya dilakukan oleh perusahaan besar. Ini karena perusahaan besar punya dana untuk melakukan riset hingga ke akar rumput dan berbagai tempat.


Tapi, kini menjadi semakin berguna untuk ritel online yang lebih kecil.
Ada beberapa alasan untuk ini. Pertama, karena dunia online menjadi semakin ramai. Menjadi semakin penting untuk memiliki iklan dan komunikasi yang sangat bertarget.


Selain itu, alat untuk menargetkan pelanggan telah menjadi sangat umum hingga setiap orang dapat membuat kampanye untuk menargetkan pelanggan berdasarkan daftar demografi dan psikografi yang terus berkembang.


Pertimbangkan ini.


Iklan berbayar Facebook sekarang memungkinkan untuk jumlah penargetan canggih yang luar biasa berdasarkan informasi seperti lokasi, usia, bahasa yang diucapkan, tingkat pendidikan dan minat.


Untuk pertama kalinya dalam sejarah, bahkan dengan anggaran kecil dan baru memulai, Anda sudah memiliki akses ke penargetan audiens yang sangat spesifik.

baca juga


Untuk memberi Anda gambaran tentang tingkat detail yang dapat Anda gunakan untuk menargetkan iklan Anda di Facebook, di bawah ini beberapa parameter yang dapat Anda gunakan:
 
 
 

Persona Akan Berkembang dan Berubah

Penting untuk diingat bahwa persona Anda akan berubah ketika Anda menemukan lebih banyak informasi tentang jenis pelanggan utama Anda dan apa yang memotivasi mereka.


Terutama ketika Anda pertama kali memulai dan menciptakan persona untuk bisnis baru, banyak dari Anda persona pelanggan kemungkinan akan didasarkan pada pikiran, perasaan, dan firasat pribadi.


Namun, ketika bisnis Anda berkembang dan Anda menghasilkan penjualan, Anda akan mulai belajar lebih banyak tentang pelanggan inti Anda.


Kami pernah membahas tentang remarketing di sini. Nah, remarketing akan semakin berhasil bila persona terus menerus disempurnakan.


Selagi Anda mempelajari lebih lanjut, jangan lupa untuk mengulang dan mendefinisikan kembali kepribadian pembeli Anda untuk memastikan Anda menargetkan pelanggan potensial Anda dengan target yang paling efektif.

bac ajuga

    Tentukan Secara Luas Persona Anda

    Selain dari dasar-dasar yang ada, Anda akan menemukan bahwa bisnis spesifik Anda mungkin memerlukan informasi spesifik.


    Persona dapat bervariasi antara bisnis ke bisnis atau industri ke industri.
    Situs berita di Internet mungkin akan memerlukan informasi pelanggan yang berbeda dari perusahaan pemasok medis, dan persona yang dibangun untuk corong pembelian mungkin terlihat berbeda dari yang dibangun untuk sebuah blog.


    Untuk mulai mendefinisikan persona pembeli Anda, Anda perlu memulai dari lingkup yang luas, baru diperkecil menjadi lebih spesifik.


    Dan, perlu diingat bahwa mungkin saja sebuah bisnis akan memiliki banyak persona pembeli. Misalnya Anda sedang membuat ecommerce dengan barang yang bervariasi, maka persona pembeli Anda tentu akan bervariasi pula.


    Tetapi sebagai contoh, kita akan membuat sebuah bisnis online fiktif yang memproduksi dan menjual kaus kaki tebal dan berwarna-warni untuk pria. Mari kita sebut ini sebagai Bold Socks.


    Karena perusahaan kaus kaki fiktif kita memanufaktur kaos kakinya sendiri, maka kita akan mudah melihat adanya dua kelompok pembeli potensial:

    1. Konsumen Akhir – Ini adalah pelanggan yang membeli untuk mereka sendiri atau sebagai hadiah untuk orang lain.
    2. Grosir – Ini termasuk pembeli grosir dari bisnis lain yang mungkin ingin menjual Bold Socks di toko ritel dan online mereka sendiri.

    Sekarang karena kita sudah punya dua kelompok pembelian yang sangat luas, mari kita selesaikan salah satu dari mereka lebih jauh.
    Kelompok pertama, konsumen akhir dapat dipecah menjadi beberapa persona pembeli sehingga kita akan menggunakannya sebagai contoh kita kali ini.
    Tergantung dari jenis produk yang Anda jual, Anda mungkin perlu membuat persona Anda secara berbeda, tapi dalam kasus khusus ini, kita akan membagi konsumen akhir menjadi dua persona yang berbeda:

    1. Pria membeli untuk diri mereka sendiri.
    2. Perempuan membeli untuk pacar / suami mereka sebagai hadiah.

    Sekarang kita memiliki semua persona pembeli awal yang rentangnya masih agak luas, sekarang saatnya untuk menentukan beberapa informasi penting tentang mereka.
     
     
     

    Menggali Persona Lebih Detail

    Jadi dari mana kita bisa mendapatkan semua informasi untuk membuat persona?


    Ada banyak sumber informasi tentang audiens Anda, dari detail kecil yang dicatat dalam statistik situs Anda hingga percakapan nyata dengan pelanggan kehidupan nyata.


    Buka telinga dan mata yang lebar saat mencari informasi yang terkait dengan persona Anda.


    Berikut tiga tempat untuk dilihat:
     

    Periksa analitik situs Anda

    Di dalam analitik Anda, Anda dapat melihat dari mana pengunjung Anda berasal, kata kunci apa yang mereka gunakan untuk menemukan Anda, dan berapa lama waktu yang mereka habiskan saat mereka tiba.


    Data ini adalah kunci untuk persona karena dapat mengungkapkan apa niat yang mengarahkan audiens ke situs Anda serta alat yang mereka gunakan untuk sampai ke sana.
     

    bac ajuga

    Libatkan tim dalam membuat profil

    Kumpulkan sejumlah orang dari semua departemen — tak hanya pemasaran, tetapi layanan pelanggan, pertumbuhan, pengembangan, dan lainnya.


    Siapa pun yang berinteraksi dengan pelanggan dan data pelanggan harus dilibatkan dalam berbagi perspektif mereka tentang apa yang membuat pelanggan Anda tertarik.
     

    Riset sosial media

    Anda juga dapat melakukan penelitian di media sosial.
    Gunakan media sosial mendengarkan untuk menemukan calon pelanggan Anda mengajukan pertanyaan atau menyiarkan masalah yang dapat diselesaikan produk Anda di Twitter, Facebook, dan LinkedIn, atau bahkan Snapchat dan Instagram.
     

    Bertanyalah pada pelanggan Anda

    Siapa yang mengenal pelanggan Anda lebih baik daripada diri mereka sendiri?


    Survei dan wawancara seringkali merupakan komponen penting untuk membangun pribadi pemasaran yang bermanfaat.
    Secara khusus, wawancara dapat mengungkapkan insight yang mendalam dari pelanggan Anda.


    Ini karena Anda benar-benar dapat menggali jawaban mereka dan menindaklanjuti dengan tujuan, nilai, dan poin masalah yang akan paling sesuai dengan mereka.


    Agar sebuah persona dapat menjadi tool penjualan yang berguna, sebaiknya dasarkan wawancara Anda dari percakapan yang dilakukan antara sales dan CS, dengan pembeli.


    Agar persona menjadi bermanfaat, sebaiknya dasarkan ini pada wawancara yang dikumpulkan dari penjual, interaksi layanan pelanggan, dan pembeli (pelanggan) sendiri.


    Facebook adalah salah satu jaringan iklan yang tumbuh paling cepat dan juga salah satu yang paling mudah digunakan.


    Yang terpenting, ini juga memiliki banyak opsi penargetan yang sejalan dengan kepribadian pelanggan Anda.
    Ini menjadikan Facebook Ad sebagai tempat yang bagus untuk mulai pencarian demografi dan psikografi persona pelanggan.


    Kami mencantumkan beberapa elemen utama untuk didefinisikan di bawah ini untuk setiap persona Anda:

    • Lokasi – Di mana orang-orang dari persona ini tinggal?
    • Ruang Lingkup Lokasi – Di lokasi seperti apa orang-orang dari persona ini tidak ada?
    • Umur – Berapa kisaran usia persona ini?
    • Jenis Kelamin – Apa jenis kelamin orang dalam persona ini?
    • Minat – Apa minat orang-orang dalam persona ini?
    • Tingkat Pendidikan – Apa tingkat pendidikan persona ini?
    • Judul Pekerjaan – Bidang pekerjaan apa yang dilakukan pelanggan Anda dan jenis jabatan pekerjaan apa yang mereka bawa?
    • Tingkat Penghasilan – Berapa kisaran pendapatan dari persona pembeli ini?
    • Status Hubungan – Bagaimana status hubungan persona pembeli ini?
    • Bahasa – Bahasa apa yang digunakan orang-orang dalam persona ini untuk komunikasi?
    • Situs Web Favorit – Apa jenis situs web yang sering dikunjungi orang-orang dalam persona ini?
    • Motivasi Membeli – Apa alasan persona ini membeli produk Anda?
    • Kekhawatiran Membeli- Apa yang menjadi kekhawatiran persona ini ketika membeli produk Anda?

    Perlu diingat bahwa Anda tidak perlu menjawab semua pertanyaan tentang persona ini, dan Anda juga dapat memilih untuk menjawab pertanyaan yang berbeda.


    Namun, tujuannya adalah selalu mencoba untuk lebih memahami pelanggan Anda agar dapat berkomunikasi dengan lebih efektif, serta dapat menargetkan iklan Anda secara lebih tepat.
     
     
     

    baca juga

    Bagaimana Meneliti Persona Pembeli Anda

    Untuk mulai mengumpulkan informasi tentang masing-masing persona pembeli Anda, Anda perlu memulai dari riset, dan lalu mengisi kesenjangan dari informasi yang gagal Anda gali dengan asumsi dan logika yang terukur.
     

    Jika Anda Sudah Punya Bisnis yang Berjalan

    Jika Anda memiliki bisnis online yang sudah mapan, ada alat yang mungkin sudah Anda punya, yang siap membantu Anda lebih memahami siapa pelanggan Anda saat ini.


    Beberapa alat ini termasuk Facebook Insights, jika Anda memiliki Halaman Facebook yang disiapkan untuk bisnis Anda, serta Google Analytics Audience Reports, yang memiliki sejumlah informasi yang kuat tentang demografi dan beberapa psikografis pengunjung situs web Anda.


    Untuk memahami perona Anda secara mendalam, upaya terbaik Anda adalah berbicara dengan pelanggan yang ada.


    Cara paling efektif untuk melakukan riset ini adalah dengan mulai menchat atau menelepon mereka, atau dengan mensurvei mereka menggunakan tools seperti Survey Monkey.


    Karena sudah membeli dari Anda, mereka adalah tipe pelanggan yang Anda inginkan lebih banyak, sehingga memahami apa yang memotivasi mereka untuk membeli dan kekhawatiran terbesar mereka dapat membantu Anda berkomunikasi secara lebih efektif dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.
     

    Jika Anda Belum Punya Bisnis yang Berjalan…

    Jika Anda belum memiliki bisnis online yang mapan, metode bagus untuk membantu Anda mengurangi kebingungan adalah dengan melihat pesaing terbesar Anda.


    Salah satu tempat terbaik untuk memulai adalah menggunakan layanan seperti SimilarWeb atau Compete untuk menganalisis lalu lintas pesaing Anda.


    Anda juga dapat mencoba mengunjungi blog dan halaman media sosial kompetitor Anda.


    Selami orang-orang yang berkomentar dan berinteraksi dengan postingan mereka. Anda dapat mengklik profil mereka dan belajar banyak tentang mereka.
     
     
     

    baca juga

      Gabungkan Semuanya

      Memanfaatkan beberapa alat-alat yang disebutkan di atas, serta menggunakan prediksi yang terukur, kita menyelesaikan contoh persona untuk perusahaan fiktif Bold Socks. Maka inilah yang kami temukan:

      • Lokasi: Indonesia
      • Usia: 25 – 40
      • Jenis Kelamin: Laki-laki
      • Minat: Kebugaran dan Kebugaran, Belanja dan Fashion, Olahraga dan Aktivitas Luar Ruangan, atau Teknologi
      • Tingkat Pendidikan: Lulusan Perguruan Tinggi
      • Pekerjaan: Keuangan, Auditor Keuangan, Analis Keuangan atau Penasihat Keuangan
      • Status hubungan: Lajang
      • Tertarik pada Wanita
      • Berbahasa Indonesia
      • Motivasi membeli: Ingin terlihat unik di tempat kerja yang membosankan.
      • Kekhawatiran membeli: Harga yang agak mahal.

      Hal terakhir yang harus dilakukan adalah membuat persona menjadi hidup dan membuat dia terasa lebih manusia.

      Ini biasanya dilakukan dengan memberi persona tersebut sebuah nama dan atau foto.
      Anda bisa menggunakan generator nama online, lalu menggunakan foto di LinkedIn atau Google Images, selama persona Anda hanya untuk penggunaan pribadi.


      Sebuah persona harus punya detail psikologis yang cukup, untuk memungkinkan Anda melangkah ke sudut pandang persona, dan melihat produk dan layanan Anda dari sudut pandang persona tersebut.


      Sebuah persona bisa difungsikan hampir seperti seorang manusia, ketika Anda membuat keputusan terkait produk atau jasa atau konten Anda.


      Ketika Anda sedang memikirkan inovasi atau mencari ide konten, bayangkan perspektif dan respon dari persona Anda, bayangkan apakah inovasi ini memberi manfaat untuknya.


      Persona pemasaran adalah sketsa gabungan dari segmen utama audiens Anda.


      Untuk tujuan pemasaran konten, Anda memerlukan persona untuk membantu Anda mengirimkan konten yang paling relevan dan bermanfaat bagi audiens Anda.


      Nah, demikian tadi artikel tentang Cara Mengembangkan Persona untuk Content Marketing Anda.


      Jadi berapa banyak “persona” yang perlu Anda ciptakan? Disarankan agar Anda membuat tiga hingga lima persona untuk mewakili audiens Anda. Tiga sampai lima adalah jumlah yang cukup besar untuk mewakili sebagian besar pelanggan Anda namun cukup kecil dan spesifik.

      Jasa

      Leave a Reply

      error: Content is protected !!