Digital Marketing Untuk Bisnis LMS

undercover.co.id – Digital Marketing Untuk Bisnis LMS , Sebuah Learning Management System (LMS) merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk memfasilitasi fungsi administrasi, analisis, laporan, pengumpulan data dan cara pendidikan disampaikan.

Meskipun pada mulanya dimaksudkan untuk meningkatkan E-learning, namun saat ini LMS digunakan oleh perusahaan-perusahaan top karena menawarkan banyak manfaat yang dimilikinya. Keuntungan utama menggunakan teknologi ini dalam bisnis adalah meningkatkan pelatihan karyawan, membuat orientasi dan pembangunan tim menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain itu dengan LMS juga dapat membantu melacak proses pembelajaran setiap karyawan, sehingga memberi tahu pemilik usaha siapa yang berkinerja baik, siapa yang tertinggal, dan siapa yang perlu digantikan oleh orang yang lebih terampil dalam posisi tertentu.

Fitur Penting Dalam Bisnis Learning Management System (LMS)

Terdapat beberapa fitur utama LMS yang harus dimiliki setiap sistem pembelajaran. Saat anda memutuskan untuk mengembangkan sistem manajemen pembelajaran menjadi sebuah bisnis, pastikan untuk menyertakan fitur berikut.

  1. Pembuat Kursus

Kemampuan untuk membuat kursus bahasa inggris yang akan digunakan untuk melatih karyawan menjadi salah satu fitur terpenting dalam LMS. Misalnya LMS ini akan digunakan dalam pendidikan, mala harus bisa membuat berbagai macam mata kuliah mulai dari topik hingga kuis untuk menguji mahasiswa.

  • Manajemen Konten

Konten juga sama pentingnya dalam hal pengembangan LMS, sama seperti pentingnya konten untuk situs web atau aplikasi. Saat anda membuat LMS sendiri, fitur manajemen konten akan memungkinkan anda membuat konten yang akan digunakan untuk melatih audiens yang ditargetkan.

  • Penilaian Keterampilan dan Pengujian

LMS harus memiliki alat untuk mengelola dan menilai keterampilan yang diperoleh audiens selama pelatihan. Penilaian keterampilan sangat penting untuk melihat apakah pelatihan sudah memadai. Kuis dan tugas dapat menjadi bentuk dalam menguji menilai keterampilan.

image size-full">Digital Marketing Untuk Bisnis LMS
Digital Marketing Untuk Bisnis LMS
  • Statistik

LMS yang dikembangkan dengan baik harus memberi kemampuan untuk melacak kemajuan audiens atau peserta. Ini termasuk jumlah kuis yang diambil, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kuis, dan jumlah tugas yang diselesaikan. Anda bahkan dapat menambahkan insentif berdasarkan pencapaian audiens untuk mendorong penggunaan LMS secara berkelanjutan.

  • Struktur sosial

Saat membangun LMS khusus, maka dimaksudkan membuat proses pembelajaran bagi peserta pelatihan lebih mudah. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan memberikan mereka kesempatan untuk memiliki pengalaman komunitas.

Anda dapat menambahkan obrolan langsung atau bagian forum tempat audiens dapat memperoleh jawaban cepat atas pertanyaan yang mungkin mereka miliki. Ini akan memudahkan pelajar untuk terhubung dengan orang lain dalam berbagi informasi.

  • Versi seluler

Saat membuat LMS, maka pastikan dapat diakses di semua jenis perangkat. Tujuannya adalah untuk menyediakan akses ke LMS sepanjang hari. Karena kebanyakan orang lebih sering menggunakan perangkat seluler daripada komputer, maka anda harus memiliki LMS yang berfungsi di perangkat seluler. Versi seluler juga memberi mereka fleksibilitas untuk mengambil kursus pada saat yang paling nyaman bagi mereka.

  • Pemberitahuan

Seperti kebanyakan aplikasi perangkat lunak, LMS harus menyediakan pembaruan waktu

nyata pada programnya, pelajaran tertentu, atau bahkan ujian. Sistem dapat mengirimkan notifikasi berupa teks sederhana, gambar atau tombol tindakan.

  • Keamanan

Keamanan LMS merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Penting untuk memastikan bahwa hanya orang yang diberi izin yang dapat mengedit atau menghapus kursus dari portal pembelajaran. Keamanan juga mencegah kehilangan data bisnis dan mengekspos informasi pribadi audiens.

Digital Marketing Untuk Bisnis LMS
Digital Marketing Untuk Bisnis LMS

Cara Membangun Bisnis Learning Management System (LMS)

  1. Mengidentifikasi Dan Memahami Target Audiens

Pengguna LMS umumnya tersegmentasi ke dalam beberapa kategori. Beberapa kategori ini seperti peserta didik, administrator, manajer, kepala departemen dan manajemen senior. Masing-masing kategori pengguna tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga berdasarkan kebutuhan tersebut memerlukan pesan target yang disesuaikan.

Saat mengembangkan strategi pemasaran, harus ada pemahaman tentang bagaimana penerapan sistem baru akan berdampak pada setiap kategori pengguna sehingga tim dapat mengembangkan pesan yang berdampak dan relevan dengan kebutuhan spesifik mereka.

  • Menentukan Tujuan

Kemudian anda harus dengan jelas mendefinisikan tujuan apa yang harus dicapai oleh strategi pemasaran. Hal pertama adalah bagaimana anda menumbuhkan kesadaran tentang bagaimana LMS akan menguntungkan mereka. Kemudian mendorong penggunaan produk. Jadi, strategi pemasaran harus mengikuti dua tujuan yaitu menciptakan kesadaran dan mendorong penggunaan.

  • Mengidentifikasi Saluran Komunikasi yang Tepat

Setelah ditetapkan bahwa ada kebutuhan untuk menjangkau salah satu kategori yang ingin anda capai. Selanjutnya adalah membidik saluran komunikasi yang akan digunakan untuk menjangkau audiens. Meskipun kini ada banyak pilihan yang tersedia, penting untuk mempertimbangkan apa yang paling cocok untuk organisasi mereka.

Dalam proses yang sama, kemudian membagi seluruh aktivitas menjadi beberapa fase, misalnya pra peluncuran, peluncuran, dan pasca peluncuran.

Fase-fase tersebut mencakup serangkaian latihan komunikasi untuk membawa audiens dari keadaan ketidaktahuan ke dalam keterlibatan melalui minat dan akhirnya ke keadaan kepuasan atau penghargaan.

  • Merencanakan Jadwal dan Memutuskan Kapan Mulai

Setelah mengidentifikasi audiens target utama. Kemudian anda harus menjadwalkan komunikasi. Idealnya, tim pemasaran dapat memulai promosi setidaknya enam bulan sebelum peluncuran LMS dan kemudian melanjutkan upaya promosi internal hingga tanggal peluncuran.

Fokusnya di sini adalah untuk memastikan bahwa individu mendapatkan cukup waktu untuk terbiasa dengan fitur LMS dan menerima banyak waktu untuk bersemangat tentang platform pembelajaran baru.

Digital Marketing Untuk Bisnis LMS
Digital Marketing Untuk Bisnis LMS

Digital Marketing Untuk Bisnis LMS

  • Menyiapkan Sesi Pelatihan

Setela sudah siap, anda juga harus merencanakan pelatihan yang sebenarnya. Anda juga harus menyiapkan alat pendukung yang dapat membantu audiens anda. Misalnya seperti pelatihan yang berkaitan dengan cara kerja LMS, maka anda harus membuat materi pembelajaran.

  • Menganalisis Hasil

Selain itu, penting untuk melihat bagaimana pengguna mengakses materi pembelajaran dan menganalisis hasil keseluruhan. Dari laporan LMS anda bisa menguji strategi pemasaran yang diterapkan dan langkah selanjutnya bagaimana.

Manfaat dan Tips Berjualan Via E-Mail Untuk Bisnis Learning Management System (LMS)

Salah satu platform yang dapat digunakan sebagai media untuk mengenalkan, memasarkan dan menjual suatu produk dapat melalui E-Mail. Setelah anda memiliki akun E-Mail khusus untuk bisnis, kemudian memiliki alamat E-Mail yang sudah sesuai dengan target market anda, maka terdapat beberapa tips dalam berjualan via E-Mail untuk bisnis Learning Management System (LMS), yaitu sebagai berikut.

  1. Desain E-Mail

Bisnis anda tidak menjadi satu-satunya yang menggunakan E-Mail untuk pemasaran. Maka pastikan bahwa harus memiliki desain E-Mail yang menarik untuk dibaca. Buatlah HTML khusus yang relevan dengan merek bisnis anda. Kemudian untuk perlu konsistensi branding, agar E-Mail anda membekas di ingatan audiens.

  • User Friendly

Surat anda harus dapat dibuka di setiap perangkat. Tidak hanya di desktop saja, namun juga harus mobile friendly. Sehingga dengan desain yang menarik dan user friendly maka audiens anda sedang memberi layanan yang baik bagi audiens.

  • Konten

Meskipun E-Mail sebagai media promosi, namun anda tidak hanya menyajikan konten jualan saja. Terdapat beberapa tips yang dapat anda lakukan dalam konten yang dibuat, yaitu perhatuan, ketertarikan dan keinginan.

Perhatian lebih baik ditekankan pada perubahan persepsi, misalnya dengan mengidentifikasi masalah, hambatan serta kelemahan audiens.

Menganalisis data ini dalam konteks proyek anda akan membuat lebih mudah bagi users untuk menemukan program dalam LMS yang menarik bagi mereka. Ketertarikan ini berkaitan dengan menentukan pesan yang ingin disampaikan dengan jelas dan singkat.

Karena manusia adalah makhluk selektif, maka perlu untuk menarik minat users dengan cepat. Misalnya, jika anda menemukan bahwa audiens takut dan tidak nyaman menggunakan komputer secara teratur, maka anda perlu menyesuaikan kampanye untuk memecahkan masalah ini.

Kemudian keinginan, maka dapat dilakukan dengan membuat daftar aspirasi yang berbeda dari audiens dan mengapa mereka ingin memulai E-learning.

baca juga

  • Pengiriman E-Mail

Mengirim ke alamat E-Mail tidak aktif sangat buruk untuk reputasi pengirim anda, jadi penting untuk memastikan alamat user aktif. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan E-Mail anda berakhir di spam. Personalisasi juga merupakan cara baru yang signifikan untuk meningkatkan keterlibatan agar dapat mempertahankan daftar pelanggan dengan alamat E-Mail yang relevan.

  • Laporan E-Mail

Anda perlu menganalisis laporan statistik setelah melakukan pengiriman E-Mail seperti berapa total penerima pesan anda, apa yang mereka lakukan juga dapat diketahui dengan melihat jumlah pembukaan dan klik. Selain itu, laporan ini memberi anda informasi tentang pelanggan yang terlibat. Maka anda dapat menghubunginya untuk tindakan lanjut.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!