Jasa

undercover – Bagi para penggiat SEO, istilah anchor text mungkin sudah tidak asing lagi. Ya, anchor text adalah serangkaian kalimat atau bagian dari teks yang bisa di-klik atau dengan kata lain diberi hyperlink yang menghubungkan ke halaman atau website lain.

Hal yang sering dibingungkan adalah apakah algoritma Google memberikan skor yang berbeda untuk anchor text yang berisi banyak kata dan anchor text yang hanya berisi dua kata. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara memilih kata-kata untuk dijadikan anchor text.

Contoh penggunaannya adalah, untuk anchor text dengan dua kata dituliskan “kerudung murah”, lalu untuk anchor text yang lebih panjang dituliskan, “toko ini menjual kerudung murah”. Yang mana yang lebih baik penilaiannya menurut Google?

Algoritma Google sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan penggunaan anchor text yang panjang atau pendek dalam menentukan ranking website. Tetapi, penggunaan anchor text yang lebih panjang bisa memberikan Google penjelasan yang lebih baik seputar konteks halaman yang dihubungkan.

Lebih lanjut, penjelasan konteks ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi ranking website. Jika algortima Google dapat lebih mudah memahami maksud suatu halaman, maka Google dapat lebih efektif menempatkan halaman tersebut pada halaman pencarian untuk kata kunci yang berkaitan.

Sehingga sebenarnya tidak ada yang lebih baik antara menggunakan anchor text yang panjang atau pendek, yang membedakan adalah konteksnya. Penggunaan anchor text yang lebih panjang juga belum tentu selalu lebih baik, karena terkadang anchor text yang panjang juga hanya berisi serangkaian kata kunci yang tidak berhubungan.

Lebih baik jika para pemilik website atau penulis konten menitikberatkan pada penerimaan dari sudut pandang pengunjung website. Anchor text yang baik sebaiknya bisa memberikan arahan yang jelas apa yang akan mereka temukan jika mereka mengklik hyperlink tersebut.

Dengan informasi di atas, pemilik website bisa memanfaatkan anchor text tidak hanya sebagai peningkat ranking, tapi juga sebagai sarana yang membantu navigasi website. Anchor text bisa digunakan untuk menghubungkan ke halaman-halaman yang penting.

Beberapa contoh halaman yang sebaiknya dihubungkan dengan anchor text diantaranya adalah:

  • Halaman bernilai tinggi di website anda sendiri
  • Konten yang anda buat di website atau situs lain
  • Halaman yang memiliki link yang mengarah kembali ke website anda
  • Halaman yang menyebut nama anda atau nama merek atau bisnis anda
  • Dan seterusnya

Beberapa variasi dari anchor text yang bisa digunakan dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu:

  • Merek
  • Kata kunci yang relevan
  • URL mentah
  • Call to Action (CTA)

Pada kategori merek, nama perusahaan atau variasinya merupakan yang biasa dijadikan anchor text. Bisa juga nama merek dikombinasikan dengan kata kunci yang relevan atau CTA.

Contoh penggunaan merek untuk anchor text adalah menambahkan hyperlink pada teks yang mengarah ke link website

baca juga

    Pada kategori kata kunci yang relevan, sebaiknya menggunakan kata kunci dengan topik yang berkaitan atau kata kunci yang ada di halaman tujuan. Beberapa contohnya adalah menambahkan hyperlink pada teks “bisnis makanan kecil di kota anda” yang mengarah ke website bisnis anda. Atau bisa juga menambahkan hyperlink pada teks “cara membuat bakmie” yang mengarah pada halaman yang menunjukkan tutorial cara membuat bakmie.

    Kategori URL mentah bisa diterapkan dengan memasukkan langsung alamat website yang ingin dituju, seperti www.lalala.com. Lalu untuk kategori CTA biasanya merupakan anchor text dari beberapa tombol perintah seperti, “klik di sini” atau “read more”.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    1 × five =